Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

5 September 2018

Crisis Life (?)

Rabu, September 05, 2018 0

Pernahkan kalian ngerasa mendadak kosong dan hampa?
Pernahkan kalian ngerasa bingung sebenarnya kita hidup ini untuk apa dan siapa?
Pernahkan kalian ngerasa gak ada motivasi saat menjalankan hari demi hari dan gak semangat ketika menanti hari esok?

Mungkin inilah yang gue rasakan akhir-akhir ini. Entah kenapa gue ngerasa kayak ilang arah, dan gak tau buat siapa gue hidup dan buat siapa gue kerja. Entahlah, gue ngerasa di titik dimana gue ngerasa kehilangan jati diri yang sebenarnya. Gue kerja dari pagi sampe sore, malam balik kosan, tidur, besok juga kayak gitu diulang-ulang lagi. Gue benar-benar ngerasa kayak robot yang gak punya perasaan.

Pada saat tertentu gue berpikir, jika tiba-tiba gue menghilang dari bumi ini mungkin gak ada satupun yang sadar. Gue ngerasa jauh dari siapapun, baik yang dulu pernah dekat atau yang baru-baru ini mengenal gue. Dari dulu terbiasa mandiri melakukan sesuatu, sehingga gue rasa gue bisa hidup sendiri selamanya. Gue yakin apapun bisa gue lakukan sendiri, hingga gue gak sadar kalau gue butuh seseorang yang dapat mengisi kekosongan yang dirasakan. Entah itu teman, sahabat, ataupun keluarga tidak ada yang benar-benar dapat mengerti perasaan itu.

Gue berada di titik yang sering orang katakan sebagai quarter life crisis, kehilangan jati diri. Walaupun gue mendapatkan pekerjaan yang kata orang sudah aman, tapi gue belum kebahagiaan. Karena mungkin gue belum menjalaninya dengan hati. Gue rasa gue butuh sesuatu yang bisa jadikan penyemangat, target atau semacam goal life. 

Setiap berhasil melewati setiap step dalam hidup, gue ngerasa masih punya motivasi untuk melakukan step selanjutnya. Tapi sekarang gak ada. Gue gak punya semangat untuk melakukan step selanjutnya, atau belum menentukan apa yang selanjutnya akan gue lakukan. Mungkin gue harus menata ulang kembali motivasi dan keinginan gue dalam hidup ini. Agar dalam menjalani hari demi hari gue gak lagi merasa kosong dan tak bergairah.

Ya, sepertinya gue harus menentukan goal baru, dan akan berusaha mewujudkannya. Seperti yang sudah-sudah.

1 Februari 2017

Masih Belum Ada Gambaran

Rabu, Februari 01, 2017 0
Semuanya akan berubah pada waktunya. Kondisi sekarang tidak akan selamanya kekal. Pada waktu yang tidak terbatas semua akan akan berganti, menjadi asing dan tak terkenali. Sekarang ataupun nanti kita harus siap menghadapinya. Karena segala hal akan berubah entah itu akan menjadi baik ataupun buruk.

Banyak hal di masa depan yang saya takuti. Seperti apa hidup saya lima tahun mendatang. Atau bersama siapa saya akan menghabiskan waktu hingga tua menjelang. Semua itu masih menjadi teka-teki kehidupan yang sampai detik inipun saya belum menemukan cluenya sedikitpun.

Ketika masa depan belum ada gambaran, disanalah kamu merasa seperti seseorang yang tidak tahu arah tujuan, kemana harus melangkah. Jika dipikir-pikir, apa yang ingin kamu lakukan saat ini atau di masa yang akan datang. Pekerjaan yang seperti apa yang kamu harapkan apakah memang itu yang paling tepat. Atau haruskah mencari pekerjaan yang jika mengerjakannya kamu tidak serasa sedang bekerja, tapi sedang melakukan hobimu yang menyenangkan.

Banyak hal yang yang sampai saat ini belum saya temukan jawabannya. Berapa kalipun saya mencoba berpikir apa yang saya inginkan sebenarnya, maka sebanyak itulah tujuan masa depan yang saya inginkan berubah. Jika melihat si A hidupnya senang, temannya banyak, pacarnya perhatian, pekerjaannya bagus maka saya memiliki hasrat untuk menjadi seperti dia. Begitupun jika si B yang memiliki hidup penuh petualangan, banyak hal yang bisa dieksplor, bertemu dengan orang baru setiap harinya, maka saya juga ingin rasanya menjadi seperti dia.

Mungkin karena sampai saat ini saya tidak kunjung menetapkan tujuan yang harus saya raih atau tujuan yang harus saya pertahankan. Maka saya tidak memiliki semangat untuk menggapainya dan tidak memiliki ambisi untuk meraihnya. Peer bagi saya untuk memikirkan mau dibawa kemana kapal ini berlayar. Apakah akan menyebrang, berjalan lurus, atau kembali menuju daratan, hanya saya yang bisa menetapkan dan menentukan. Karena ini hidup saya, masa depan saya, maka hanya saya yang mempunyai kendali. Ingat itu.

(*Dalam rangka kembali mengingatkan dan menyadarkan diri sendiri)

24 November 2016

Feeling So Blessed (23 Nov 2016)

Kamis, November 24, 2016 0
Satu kata yang dapat mewakilkan perasaan gue saat ini adalah "ALHAMDULILLAH".

Ya, kemarin atau lebih tepatnya tanggal 23 November 2016 salah satu prosesi saklar dalam hidup gue akhirnya terlaksana juga. Akhir dari perjalanan di bangku perkuliahan sarjana telah diraih dengan melaksanakan acara wisuda. Alhamdulillah, target yang dari awal gue buat untuk dapat lulus dan wisuda di tahun ini tercapai juga.

Sebenarnya dibalik rasa syukur ini, sebenarnya gue masih memiliki beberapa perasaan aneh di dalamnya.

Yang Pertama, rasa sedih meninggalkan semua kenangan di masa perkuliahan. Tentu saja, masa empat tahun itu tidaklah sebentar. Banyak memori yang telah tercipta di kampus, dengan teman-teman, dosen, dan lainnya. Gue berharap masa-masa kuliah disini dapat menjadi pengalaman berharga dalam hidup gue.

Yang kedua, rasa bingung harus berbuat apa selanjutnya. Ya, mungkin ini kesalahan terbesar gue tidak menentukan langkah selanjutnya dari jauh hari. Pilihan antara bekerja dan melanjutkan studi masih membayang di otak gue, sembari memikirkan sisi positif dan negatif jika memilih satu diantara dua pilihan tersebut. Tapi gue tahu rencana dan skenario Tuhan akan jauh lebih baik dan tidak akan pernah terkira.

Namun yang jelas di samping kedua feeling tersebut, gue tak hentinya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup gue. Teruntuk kedua orang tua dan keluarga, teman-teman tercinta terima kasih atas supportnya. Semua pencapaian ini tidak akan berarti tanpa kehadiran kalian di momen penting seperti saat ini. 

Jadi inilah salah satu hadiah kecil dariku untuk kalian, My beloved parents.
Terima kasih telah memberikanku dukungan dan kepercayaan, because Its mean a lot for me.
Thank you. Thank you. Massive Thank you to you all.

This is a little part of my happiness yesterday.


7 Juli 2016

The Bestest Friend

Kamis, Juli 07, 2016 0
Bagiku seorang teman itu sangatlah berharga. Satu teman yang saling mengerti dan percaya akan sulit dicari keberadaannya.

Bagiku seorang teman adalah karunia yang tak terhingga nilainya. Banyak orang diluar sana memiliki beribu teman namun tak pernah menampakkan apa arti dari ikatan itu.

Bagiku yang tak begitu banyak memiliki teman, merasa begitu bersyukur mendapatkan teman yang begitu loyal. Nilai dari sebuah pertemanan yang bertahun-tahun tetap terjaga membuatku sangat berterima kasih kepada semesta.

Terima kasih telah menghadiahkan aku teman terbaik. The bestest friend I have ever had.

Selamanya aku akan terus mengenang pertemanan kita. Semakin waktu bergulir, banyak memori menanti untuk dijemput. Semoga di lain kesempatan kita dapat bersua. Bermain dan tertawa bersama kembali. Menceritakan hal-hal yang selama ini telah kita lewati.

Dan kembali mengenang pada setiap perjumpaan yang pernah kita lalui.

15 Maret 2016

Lampung Sering Mati Listrik?

Selasa, Maret 15, 2016 0
Bingung gini ya.

Setiap malam selalu mati lampu, ya seperti malam ini. Akhirnya bingung mau ngapain, soalnya mau ngapain aja susah. Makan susah, nonton susah, maen hp susah (karena gak bisa ngecas), tidur suah (karena nyamuk pun bergentayangan), belajarpun  jadinya ikut susah (kalo yang satu ini sih jadi alasan aja).

Gue bingung sebenernya ada apa dengan listrik di Lampung? Kenapa dari tahun lalu sampai sekarangpun mati listrik selalu menjadi langganan masalah bagi masyarakat disini. Bukannya apa-apa sih, kalau matinya masih sekali tiga hari itumah masih wajar. Tapi kalau udah tiap hari gak pernah absen bahkan hari ini sempat tiga kali dalam sehari, wah itu bukan lagi masalah kecil. Ini sudah menjadi salah satu prioritas problem yang harus dicari dan dipecahkan solusinya.

Jadi atas semua ini siapa yang harus disalahkan? Pemerintah kah? Atau malah PLN? Atau mungkin harus mempersalahkan tenaga listrik yang sampai saat ini (sepertinya) masih kurang memadai. Tahun lalu gue pernah mewawancarai pakar energi geothermal. Menurut beliau Lampung memang masih minim akan tenaga pembangkit listrik. Mirisnya Lampung juga masih bergantung pada pembangkit provinsi tetangga. Terus meningkatnya kebutuhan masyarakat (yang juga semakin bertambah) terhadap listrik, membuat pembangkit tidak kuat untuk menahannya. Ibarat neraca, pembangkit listrik dan kebutuhan masyarakat Lampung akan listrik sudah berat sebelah alias tidak seimbang.

Lalu apakah sebenarnya solusi yang tepat untuk menangani ini?
Tambah pembangkit kah? Manfaatkan energi geothermal kah? Tambah daya kah?

Sebenarnya gue juga kurang paham dengan apa yang sebenarnya menjadi inti permasalahan. Karena bukan pakarnya, dan hanya tau sedikit saja gue kira pembangkit listrik di Lampung memang harus ditambah. Mungkin ada yang bilang tidak memungkinkan, karena adanya faktor tempat, biaya, atau apapun itu. Yang gue tau, sebagai masyarakat gue dan lainnya merasa ini sangat mengganggu, dan berharap pihak yang berwenang bisa mengatasinya.

Kasian kan kalau ada yang pengen belajar karena besok mau ujian jadi gak bisa karena gak ada cahaya. Kalau dipaksain pun takutnya malah matanya yang rusak. Kalau malem gak bisa belajar besok gak bisa dapet nilai bagus. Dan kalau gak dapet nilai bagus jadi gak bisa lulus? Dan bagaimana bisa generasi muda menjadi generasi penerus dan pelurus bangsa? Duh, sedih kan?

Maka dari itu gue menulis ini sebagai perwakilan masyarakat atau bahkan pelajar yang ada di Lampung supaya masalah listrik ini tidak berlangsung lama. Apapun masalahnya gue mohon pihak berwenang dan para pakar dapat mengatasi listrik yang sering mati ini. Kami bergantung padamu, wahai listrik penerang cahaya malam...

Dari : Mahasiswa tingkat akhir yang masih galau karena sampai sekarang skripsinya belum mendapatkan progress yang berarti.


9 Maret 2016

Mahasiswa Tua? Duh.

Rabu, Maret 09, 2016 0
Selamat malam duniaaaaaaaaaaaaa!

Ah, sudah lama rasanya gue gak berkicau di blog ini. Gue rinduuuuuuuuuuu! Serius gak boong ini mah. Setelah diliat-liat hampir 3 bulan sudah gue gak pernah nulis lagi (dalam artian nulis di blog alias ngeblog). Kalau nulis yang lain mah, hampir tiap hari (read: revisi skripsi). Oh god, please jangan ingetin itu dulu untuk malam ini. Malam ini gue pengen melepas rindu dengan 'home of my thinking' alias blog kesayangan ini.

Melepas rindu? Emang gimana caranya? Seperti biasa gue akan ngebacot ria tentang hal-hal yang terjadi selama gue gak ada di rumah ini. Gue udah kenal sifatnya, setelah hampir 5 tahun berada di rumah ini hanya disinilah gue bisa menceritakan apapun YOU SEE? ANYTHING. Sepanjang apapun itu, rumah ini gak akan lelah dengar celoteh gak jelas tentang my absurd life. Gimana gak cinta coba?

Maapkan daku wahai my lovely home yang tidak setia dalam merawatmu, setdaaah! Jomblo akut mulai gila, oke stop it!

Hmm, gue mau cerita apa ya? Bingung sih, karena selama ini kenapa gue gak pernah nulis disini alasan utamanya cuma satu. GALAU. UDAH TUA. MAHASISWA TUA, maksudnye. Ya jadi tiga kan alasannya, haha. Trus? Ya apalagi kalau bukan mengkhawatirkan harus lulus tepat waktu, bukan di waktu yang tepat. Harusnya lulus tepat waktu, bagi gue mahasiswa angkatan 2012 ya tahun ini tahun 2016. Karena itulah gue menyebut tahun ini sebagai TAHUN PENENTU. Penentu segala-galanya. Penentu bagaimana hidup gue ke depan? Ya, gitu.

Karena kegalauan itulah gue jadi kurang mood untuk ngebacot ria kayak dulu. Faktor umur juga barangkali. Hiks. Udah tua. Selama rentan waktu januari hingga maret ini gak sepenuhnya juga gue habiskan untuk nge-galau. Nge-gabut juga kegiatan sehari-hari gue kalau gak lagi nge-galau. Hahaha. Ya gitulah nasib mahasiswa akhir yang gak ada kelas, gak ada kerjaan, udah gak ada organisasi lagi, plus gak ada pendamping. Nah lo.

Sebenernya pengen sih usaha kayak temen-temen yang laen, hitung-hitung nambah uang jajan. Tapi motivasinya itu loh yang belom ada. Gak ada semangat mau ngemulainya. Kalo ada yang ngajak mah enak, tapi belom ada. Kalo freelance? Nah itu, adalah salah satu hal yang pengen gue lakuin. Tapi sampe saat ini gue bingung mau kerja sampingan apaan. Haish apalah. Bingung sana sini mau ngapain. 

Alhasil ya gitu sambil ngegalau, ngegabut pun boleh. Tapi di samping ketidakberuntungan ini, gue punya kabar gembira kalau langkah utama semakin dekat, one step closer, yeay. Insyaallah kalo gak ada halangan yang menghadang, minggu depan gue bakal seminar usul (seminar proposal). Akhirnya yah ada kabar baik juga dari kegalauan ini. Jadi ya gitu, gue ke kampus sibuk nyariin dosen aja tanya sana-sini ada lagi gak yang perlu di revisi, dan sebagainya.

Kalo dulu mah doanya supaya dosen gak dateng, sekarang udah beda. Doanya jadi berubah supaya dosbing tersayang udah duduk syantik di ruangannya. Dengan itu progress penelitian jadi cepet berjalan, tul gak mahasiswa tua? Haha.

Mudah-mudahan aja seminar gue besok berjalan lancar. Semoga saat presentasi gue gak blank dan gak gagu. Amin. Ini yang paling penting, jangan sampe kayak seminar KP tahun lalu. Semoga Allah selalu bersama gue, aamiin.

Wish me luck okey beb.
Udah deh gitu aja untuk malam ini.
Doakan malam-malam selanjutnya gue mood untuk nulis lagi
Walaupun pendek, tapi tetap harus nulis YES?
Okey bye.


24 Desember 2015

Target 2016

Kamis, Desember 24, 2015 2
Tak terasa hari besok sudah natal saja. 

dan
 
Seminggu lagi sudah memasuki tahun baru. 

2016 coyy!

Trus?


Artinya... Target masa perkuliahan yang gue buat akan segera datang. Tahun 2016 merupakan tahun dimana gue dan teman-teman seangkatan benar-benar harus berjuang keras mendapatkan sebuah gelar. Jika tidak? Maka bersiaplah untuk menjadi penghuni rimbanya kampus yang semakin lama akan semakin tua. 

Tapi, serius, dari awal masuk kuliah gue memang bertekad untuk lulus di tahun 2016. Gak muluk-muluk kok, entah itu di awal, pertengahan ataupun di akhir selagi masih di tahun impian gue akan menjadi salah seorang yang paling bahagia. Mengapa? Karena berhasil melaksanakan salah satu list dari sekian banyak impian yang tertuliskan. Dari dulu gue emang udah terbiasa menuliskan semua mimpi yang harus dicapai, termasuk untuk lulus kuliah di tahun 2016.

Sejauh ini bisa dibilang gue sudah berada di dalam arena pertempuran untuk menyelesaikan skripsi, yang katanya hal yang paling menakutkan di dunia perkuliahan. Sekalinya langkah kaki maju pantang untuk mundur, apapun aral yang akan menghadang hadapi itu. Entah apa yang akan terjadi ke depannya, tetaplah optiis. Yeah, optimis gue harus optimis. YOU CAN DO IT, Puj!

FIGHTING!!!
AYO SKRIPSI, BERSHABATLAH DENGANKU!
2016 HARUS WISUDA!
OPTIMIS!

29 November 2015

Tujuan Jangka Panjang

Minggu, November 29, 2015 0
Sudah lama tak berbacot ria disini, ah betapa rindunya saya!

Kadang banyak hal yang ingin saya tuliskan di blog kesayangan ini, tapi apalah daya harapan hanya tinggal harapan, yang tak kunjung jadi kenyataan. Banyak faktor yang menyebabkan (mengapa) akhir-akhir ini saya jadi enggan alias gak mood untuk menulis salah satunya puyeng yang tidak ada ujungnya. Padahal dulu (tahun-tahun lalu) blog ini tak pernah sepi, setiap kejadian selalu saya ceritakan, tapi tahun ini rasanya agak sedikit berbeda (mungkin karena faktor usia). #halesan

Ah, saya harus cerita dari mana ya... mungkin kegundahan ini kerap terjadi pada mahasiswa tingkat akhir. Menjelang akhir tahun ini, banyak pikiran yang berkecamuk di otak saya. Kuliah sudah mendekati tahun keempat, skripsi belum kunjung mulai, jikapun sudah selesai setelah itu apa yang akan saya lakukan? Maksudnya saya masih bingung dengan target jangka panjang yang akan saya lakukan.

Hmm, mungkin banyak orang bilang kerjakan saja apa yang ada di hadapanmu saat ini, untuk urusan nanti atau setahun lagi belakangan saja dipikirkan. Kalau saya ikuti, jujur, saya jadi tidak memiliki tujuan hidup, harus seperti apa saya jalani hidup ini. Saya memang harus memulai langkah jangka panjang harus ditempuh, misal setelah ini apa dan kemudian apa begitu seterusnya.

Ya, mungkin saya memang harus menuliskannya, sehingga tujuan hidup saya akan lebih jelas.

Pertama, skripsi harus dimulai! Apapun rintangannya, saya harus memulai. Suatu hal tidak akan pernah selesai jika kamu tak kunjung memulainya. OKE, INGET ITU! 

Kedua, setelah semuanya selesai (WISH: WISUDA JULI 2016/ MASIH BERUMUR 20TH) persiapkan untuk mencari kerja. Ya, yang ini masih terlalu jauh tapi tetep harus dipikirkan. OKE, KERJA DI LAMPUNG DULU (MELAMAR DI NESTLE)

Ketiga, jika sudah bekerja beberapa bulan, cari informasi tentang beasiswa S2 ke london. Yang ini mungkin emang harus saya jadikan tujuan, karena saya ingin sekali mewujudkannya tak sekadar impian yang selalu tuliskan. Untuk kali ini, HARUS SAYA WUJUDKAN!

Kemudian, untuk selanjutnya barulah memikirkan hal-hal seperti hmm mencari pendamping....

.
.
.
.
.
.
.
.

Hening.

Kalau urusan yang terakhir itu sebenarnya sudah beda chapter lagi. Yang terpenting sekarang gimana caranya mewujudkan semua list yang telah saya buat tersebut. Sehingga hidup saya menjadi jelas dan langkah kaki ini memiliki arah yang jelas pula.

Ganbatte!
Semangat Ngoding!
Semangat Mau Wisuda!

5 November 2015

Menemukan Judul

Kamis, November 05, 2015 1
Akhir-akhir ini entah kenapa kepala gue serasa gak ada isi atau memang beneran gak berisi. Saking kosongnya, gue sampe kebingungan 7 keliling untuk memikirkan sebuah judul sakral, judul yang akan mengantarkan gue menuju gerbang akhir dari pendidikan S1. Yakni judul keramat, judul SKRIPSI. 

Kalau dipikir-pikir waktu berjalan sangat cepat, saking cepatnya gue sudah merasa sangat tua berada di kampus. Mempunyai tiga adik angkatan di bawah, kampus sudah sesak dengan keberadaan mereka, dan kelas sudah jarang ada yang kosong. Bukankah itu menandakan bahwa angkatan gue harus segera hengkang dari peradaban?

Saat ini gue sudah berada di masa dimana mahasiswa lebih sering mencari dan menunggu dosen dibanding mencari orang tua sendiri. Masa dimana masuk kelas sudah jarang, ke kampus hanya mencari inspirasi judul itupun kebanyakan nongkrong gak jelas. Alhasil gue jadi males ke kampus kalo gak ada tujuan atau gak ada yang ngajakin. Aisssh, mahasiswa macam apa ini.

Setelah gue berusaha telaah, kenapa gue kesulitan banget ngedapetin judul itu adalah karena gak ada satupun mata kuliah di Ilmu Komputer yang benar-benar gue dalami. Jadi alhasilnya ya gini, gue kebingungan mencari judul yang gue rasa gue mampu menyelesaikannya hingga akhir. Sebenarnya banyak judul bergentayangan, tapi dasarnya guenya yang gak ngerti dan takut gak bisa nyeleseinnya. Jadi sampe sekarang judul itu tak kunjung menghampiri gue yang sudah gundah gulana ini. Hikss.

Sedih rasanya memikirkan target yang tak kunjung tercapai. Tapi sampe sekarang gue masih berusaha kok menemukan judul yang cocok dengan hati, otak, dan kemampuan gue. Ya walaupun gue gak tau sampe berapa lama lagi gue harus menunggu, gue optimis target besar untuk lulus tahun 2016 akan benar-benar terjadi. Saat gelar S.Kom disematkan di belakang nama, saat tali toga di pindahkan, saat itulah yang benar-benar gue tunggu.

Ya tuhan, berikanlah kepadaku ide yang cemerlang, otak yang brilian untuk menyelesaikan pendidikan ini. Berikanlah aku dan orang tuaku kesehatan sehingga aku bisa mempersembahkan yang terbaik untuk mereka.

FIGHTING!!! Semangat MAHASISWA TINGKAT AKHIR!!!

18 April 2015

Asmara lo gimana?

Sabtu, April 18, 2015 1
Beberapa hari yang lalu ada temen lama gue yang nanya, "Kisah asmara lo gimana, ada orang yang sedang lo taksir gak?"

Jujur, pertanyaan seperti itu membuat gue bingung tujuh keliling untuk menjawabnya. Asmara? Cinta? Naksir? Sepertinya kata-kata sudah lama tak terpikirkan oleh otak gue. Atau barangkali sudah terhapus oleh umurnya waktu. Haha, entahlah mungkin karena sudah terlalu lama sendiri (kata lagunya kuntoaji) gue jadi kikuk sendiri kalo ditanyain soal begituan. Padahal bisa dibilang gadis seumuran gue udah punya pengalaman masing-masing tentang masalah percintaan. Sedangkan gue, macam anak bau kencur kalo ditanya tentang masalah hati, kagak tau apa-apa.

Sebenarnya gue gak pengen sih bahas tentang masalah ini, tapi hati gue jadi kepengen melihat ini dari sudut pandang yang berbeda. Jujur, walaupun gue cuek dengan masalah cinta-cintaan, sebenarnya gue juga rada takut pada beberapa tahun ke depan nanti kisah hati gue masih seperti hari ini. Hmm, atau bisa dibilang gue takut sendiri sampe tua. Yaa, cewek mana yang gak mau punya pasangan dan hidup bahagia bersama dalam memadu kasih? Tapi gue berusaha untuk melihatnya dari sudut yang lain. Kenapa harus buang-buang waktu dengan cerita asmara di masa muda yang seharusnya menjadi masa paling produktif? Tak munafik memang ada masanya gue merasa sangat sendiri alias kesepian. Tapi gue mencoba untuk menyibukkan diri dengan berbagai hal dan you know what? Gue sampe lupa kalo gue punya rasa punya hati dan tidak tau kemana akan gue arahkan.

Tahun ini umur gue akan mulai menginjak kepala dua. Banyak memang lika-liku kehidupan yang sudah gue cicipi, berbagai hal yang hingga kini belum ada solusinya. Tapi gue selalu percaya dibalik semua ini Tuhan sudah mempersiapkan kado terindah di masa yang akan datang. Biarlah sekarang gue begini, berusaha menyelesaikan tuntutan studi tanpa memikirkan masalah asmara. Tuhan akan kasih yang terbaik untuk gue kelak, dan gue yakin itu. Kini saatnya hanya enjoyed your life... jangan mengeluh dengan apa yang digariskan Tuhan. Karena siapa tahu banyak orang yang memimpikan kehidupan seperti dirimu? Jadi tetap bersyukur.


25 Januari 2015

Dunia Perkantoran

Minggu, Januari 25, 2015 1
Selamat hari minggu pagi!

Huh hah huh hah! Luar biasa sekali seminggu ini. Setiap hari bolak balik kantor, pergi jam 8 pulang jam 4. Ternyata jadi anak kantoran itu tak seenak yang gue bayangkan. Ya, selama seminggu ini gue sudah memulai Kerja Praktek di salah satu perusahaan motor sebut saja HONDA. Dikarenakan berbagai alasan gue memilih kerja disana dengan 2 orang temen yang notabene adalah sepasang kekasih #abaikan. Sebenernya gue gak punya alternatif lain sih, cuma gue rasa disana tempat yang strategis dan tidak jauh dari rumah, jadi ya gue ngikut aja. Gitu.

Hari pertama kerja disana gue mulai beradaptasi dengan suasana perkantoran. Hidung gue mulai pilek karena kedinginan, ya kayanya gue harus belajar lebih bagaimana menyesuaikan diri di ruangan yang memiliki AC berlebih. Disana gue emang bisa dibilang kagak ada kerjaan selain ngoding haha becanda kok, maksud gue browsing. 

Awal berada disana gue emang gak tau sebenarnya kerjaan pegawai di divisi IT itu apa, soalnya gue liat mereka kebanyakan santainya. Namun setelah gue perhatikan ternyata pekerjaan di IT itu sangat berat. Mungkin emang gak keliatan tapi aslinya banyak, contohnya aja semacam programmer gitu. Disana gue ketemu sesosok wanita muda yang berprofesi sebangai programer. Salut aja ngeliat cewek jadi programer, pintar plus cantik lagi. Ahhh, kayaknya gue gak bakalan bisa jadi programer. #lah?

Setelah seminggu berjalan gue jadi bisa memahami pekerjaan disana. Walaupun ditekan sama bos, mereka tetap selalu mempunyai waktu untuk refreshing seperti bernyanyi bersama, berebutan makanan, ngelawak, dan berbagai macam lainnya. Kalo bisa dikata mungkin akan membosankan terpaku di depan komputer melayani konsumen tanpa ada guyonan dari yang lain. Tapi tetep aja kayaknya dunia perkantoran itu selalu menoton. Hmm, gue jadi mempunyai alur berpikir berbeda setelah melihat bagaimana dunia perkantoran yang sebenarnya.

Baru seminggu berjalan yang berarti masih ada 32 hari lagi untuk melaksanakan Kerja Praktek. Jujur, sebenernya gue pusing mau ngangkat masalah apa, mana ngoding gak jago lagi, Huufftt. Udahlah liat aja bakalan terjadi apa kedepannya. Semoga gak mengecewakan. :(

7 Desember 2014

Kebiasaan dan Bakat

Minggu, Desember 07, 2014 1
Ketika membuat postingan ini saya tengah berada di salah satu tempat makan fastfood yang ada di Bandar Lampung. Memang tidak ada yang istimewa disini, tapi yang luar biasa adalah saya kesini hanya seorang diri alias SENDIRIAN. Dengan membawa uang pas-pasan ala anak kosan dan satu unit laptop saya niatkan untuk menghabiskan minggu siang disini. Lagipula saya juga lagi pengen download film lumayankan wifi gratis :D *mahasiswa coyyy*

Mungkin bagi kebanyakan orang seusia saya  tak pernah pede atau berani pergi menghabiskan waktu sendirian. Tapi saya berbeda. Dari dulu saya lebih senang berkeliling sendirian seperti ke pasar atau ke tempat saya suka. Namun bukan berarti saya tidak suka bersosialisasi. Hanya saja, saya membutuhkan waktu sendirian diluar hiruk pikuk orang lain. Dengan begini saya akan bisa berpikir tentang banyak hal dan menjadi lebih tenang.

Balik kesini kembali tempat dimana saya berada saat ini. Dengan memesan paket paling murah yang hanya menghabiskan uang 20 ribu, saya kembali memutar otak agar bisa mengisi perut. Dan yap, saya mencoba membuka line dan alhamdulillah dapat satu potong ayam gratis (walaupun gak gede2 amat), tapi lumayanlah buat menambah isi perut yang keroncongan karena belum makan dari pagi. 

Minggu ini saya memang gak berniat untuk pulang, saya memilih untuk menghabiskan waktu di kosan dan mengerjakan tugas (yang pada akhirnya gak jadi karena gak ngerti). Tapi beneran sebenarnya sama aja ketika saya dirumah dan tetap gak melakukan apa-apa. Mendingan di kosan kan ya. Hmm. Di samping banyaknya tugas kesibukan di perkuliahan, sebenarnya saya juga lagi bingung dan puyeng mikirin amanah di organisasi. Saya ngerasa pesimis buat ngejalanin progja gede yang bagi saya itu merupakan suatu pengalaman baru dan gak mudah untuk menjalaninya. Ditambah juga saya orangnya begitu cuek dan gak pedulian, tapi sungguh saya selalu memikirkannya setiap saat.

Tapi saya ngerasa cuma inilah satu-satunya hal yang lumayan saya kuasai, tapi juga gak bisa dibilang bakat juga. Kalo ngomongin tentang bakat saya memang sangat merasa tidak mempunyai bakat apapun atau bahkan yang terpendam sekalipun. Walaupun banyak orang bilang setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing, tapi saya belum bisa merasakannya. Bagi saya menulis merupakan suatu kesenangan dan kepuasan, mampu menuangkan rasa dan kejadian dalam kata-kata itu merupakan kebahagiaan tersendiri.

Orang-orang sering nanya begini ke saya :

"Kamu orang padang kan? Kok gak bisa masak?" atau
"Kamu orang padang kan? Kok gak bisa jualan?" atau
"Kamu orang padang kan? Kok gak kayak orang padang? dan blablabla

Kadang saya cuma bisa jawab dengan senyuman tipis. Jujur, saya emang bingung harus menjawab apa ketika orang-orang bertanya hal-hal semacam itu. Saya dengan kebiasaan yang ada dalam diri saya berusaha untuk menjadi diri sendiri, yang walaupun terkadang membuat orang lain tidak suka. Misalnya saja dengan sifat cuek saya yang sudah keterlaluan. Atau sifat saya yang tidak bisa mendekatkan diri dengan orang lain jika buka dia yang memulainya duluan. Tapi saya tahu apa yang akan saya lakukan ketika orang-orang tidak lagi memedulikan saya. Saya akan tetap menjadi diri sendiri dengan segala sifat baik dan buruk yang akan berusaha untuk saya ubah secara perlahan.

(KFC Coffee Kedaton __ 7 Desember 2014 [14:14])

15 November 2014

Keluarga Kedua

Sabtu, November 15, 2014 0
Dalam hal apapun, setiap orang akan selalu membutuhkan orang lain.

Mungkin kalimat itulah yang bisa menggambarkan postingan gue kali ini. Setelah sekian lama tidak menulis di blog akhirnya nurani blogger gue memberontak. Sabtu ini gue beranikan diri untuk login blogger yang sudah lumayan lama terbengkalai. Kalau dilihat dari arsip postingan, kalian bisa lihat semakin lama intensitas ngeblog gue semakin menurun. 

Sungguh, gue ngerasa sangat bersalah dan menyesal. Menulis dari dulu merupakan suatu kerutinan bagi gue. Sesibuk apapun itu, sebanyak apapun tugas dan ujian gue akan selalu menyempatkan diri untuk bercerita menumpahkan segala rasa yang ada. Tapi kini, sejak amanah itu mengambil alih kehidupan, gue tak lagi menulis sesering dulu. I'm so regret, you know.

Tapi dibalik itu semua, gue selalu bertekad tak akan berhenti menulis hingga maut menjemput. Terdengar lebay? Menurut gue enggak. Seperti postingan gue yang lampau, bagi gue menulis adalah suatu cara  untuk meluapkan segala beban yang telah memuncak. Sekarang biarlah untaian kata ini menjadi kalimat dan mengalir menghasilkan sebuah tulisan yang dengan tidak sadar akan membuat gue bahagia. Ya, menulis adalah kebahagiaan.

Oke masuk ke topik awal menuju kalimat awal yang gue tulis. Dalam hal apapun setiap orang akan selalu membutuhkan orang lain. Dalam hidup ini tak ada satu orangpun yang bisa bertahan sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk dalam berorganisasi. Organisasi merupakan tempat dimana semua orang saling bahu-membahu untuk bekerja menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya.

Dulu, gue emang gak terlalu mengerti dengan betapa pentingnya berorganisasi. Tapi setelah gue masuk ke dalamnya gue menjadi paham. Semua hal yang dulu gak pernah gue rasakan, sekarang terjadi. Gue menjadi tau banyak hal yang seharusnya kita lakukan tidak harus kita lakukan. Atau hal yang harus kita bicarakan harus dibicarakan. Semua ada batasannya. Semua orang mempunyai karakter yang berbeda. Semua omongan harus dipikirkan terlebih dahulu.

Walaupun begitu, jika semua memang sudah menumpuk dan tak tertahankan ada kalanya kita perlu mencurahkannya. Disinilah letak arti pentingn orang lain yang kita sebut keluarga kedua. Sepahit apapun itu, sekusut apapun itu, dalam sebuah keluarga beban itu memang harus disampaikan. Agar semua mengerti, semua tahu apa yang kita rasa dan apa yang mereka rasa. Kadang kejujuran memang pahit namun begitu melegakan jika semua dapat tertumpahkan.

Dalam organisasi, gue menjadi tahu betapa pentingnya berkompromi, berkoordinasi dan tidak memutuskan segala hal sendiri. Setiap orang pasti membutuhkan orang lain. Ia tak akan bisa bergerak maksimal jika tidak memiliki tim dan tentunya keluarga yang mendukung. Dalam beberapa bulan ke depan banyak hal yang akan gue hadapi, rintangan dan situasi sulit akan gue hadang. Karena gue tau gue mempunyai keluarga yang akan selalu membantu, menyupport dan bekerjasama untuk menyelesaikannya.

Gue yakin, mereka akan selalu ada untuk gue, rumah ini dan keluarga. Gue mencintai semua, gue mencintai keluarga ini tanpa bisa mengutarakannya.So deep.

9 Oktober 2014

Still in My Head

Kamis, Oktober 09, 2014 0
So if I run, it's not enough. You're still in my head, forever stuck (Maroon 5 - Animals)

Postingan pertama di malam Oktober. Setelah berkecimpung di dunia yang tiada jeda, akhirnya kesempatan ini datang juga. Kesempatan kembali menulis, bercerita, membuang segala beban yang mendera. Malam ini aku kembali ingin berkeluh kesah, menumpahkan segala isi jiwa yang ada dan membuatnya hilang tak tersisa.

Tak mudah memang melupakan seseorang yang penuh dengan kenangan indah. Saat semua memori itu kembali merekam setiap jejak penuh tawa. Seberapa kuat tekad ingin menghapusnya, maka jika ia kembali benteng pertahanan itu runtuh. Semua ingatan itu hadir, hati ini kembali luluh. Tak ada yang bisa dipersalahkan, karena sudah rasa yang bercerita, kisah itu tetap akan selalu ada.

Bayangan tentang semua itu tetap akan benderang di ingatku. Hingga suatu saat harapan dan takdir bercampur menjadi satu menjadi sebuah kenyataan. Tak ada lagi yang bisa berkutik. Kau,aku hingga orang-orang di sekeliling kita akan saling menyambut tak menyangka. Dan siapa yang tahu akan hal itu.

Sungguh jika ada sesuatu yang sulit untuk dihapus adalah kenangan indah. Sebenci apapun dan sekuat apapun otak ini ingin menghapusnya ia tetap akan datang kembali memporakporandakan semua yang telah dibangun. Maka itu akan terjadi, kenangan itu kembali, dan ia kembali. Aku yang terlibat tak bisa berbuat apa-apa hanya membiarkan waktu bercengkrama, dan kemudian lihat apa yang terjadi.

Maka jika aku lari tidaklah cukup, Karena kamu akan tetap di benakku, selamanya.

21 September 2014

Alone?

Minggu, September 21, 2014 1
Pernahkan kalian merasa jalan 'sendiri'? Sendiri dalam arti yang sangat luas. Merasa seakan-akan tak ada orang lain atau barangkali kalian benar-benar sendiri. Dan saya pernah merasakan keduanya.

Secara pribadi, tahun ini merupakan tahun yang berat bagi gue. Sungguh. Rasanya gue belum pernah mempunyai beban seberat ini. Mungkin ini akibat pengalaman yang kurang sehingga bagi gue ini sungguhlah berat. Mempunyai amanah itu tidaklah mudah. Setiap hari setiap jam gue selalu memikirkan amanah ini bisa terlaksana atau tidak. Gue merasa tak sanggup.

Gue orangnya super gak-enakan. Bagi gue menyinggung atau memberatkan orang lain itu merupakan suatu masalah. Tak jarang ketika gue menyuruh orang dan dia gak bisa maka gue tak bisa memaksakan. Alhasil gue sendiri yang langsung turun dan mengerjakannya. Sungguh ini suatu beban berat.

Sebenarnya gue merasa sedikit kecewa sama orang-orang yang tak mengerti mengemban amanah. Walaupun jujur gue masih belajar dalam hal ini. Tapi seenggaknya gue berusaha untuk bisa menjalankannya.

Ketika semua menumpuk dan tidak ada lagi ruang untuk menunggu, gue mencoba untuk meminta bantuan. Tak ada yang bisa menolong. Gue merasa untuk apa sebenarnya gue melakukan semua ini? Toh gak ada dampak positif yang gue rasakan sekarang. Yang ada hanya gerutuan yang tak kunjung usai yang bisa keluarkan.

Gue merasa berjalan sendirian di hutan penuh dengan binatang yang tak jinak. Terkadang gue merasa sendiri, tak ada yang menolong. Mungkin karena sifat gak-enakan ini, gue merasa semuanya seakan menjauh dari tanggung jawab. Tapi gue gak menyalahkan siapapun, karena setiap orang mempunyai kesibukan yang berbeda-beda.

Terkadang saat kondisi sempit itu mendekat, gue seakan ingin pergi menjauh dan menghilang. Meninggalkan segala beban yang mengganggu pikiran ini. Menghilang untuk mencari entah apa yang sebenarnya gue inginkan. Tapi bukankah dunia ini merupakan dunia yang gue inginkan? Mengikuti passion sebenarnya itu,  kata banyak orang, sangatlah menyenangkan. Namun sungguh berat ternyata menjalaninya.

(Minggu malam, 21 September 2014)

21 Juni 2014

Bayangan Hitam

Sabtu, Juni 21, 2014 1
sumber gambar : here
Malam tadi ia kembali menemui mimpiku. Mengisi gelap sepanjang malamku dengan berbagai peristiwa yang baru kusadari di luar akal sehatku. Entah kenapa akhir-akhir ia begitu kerap datang dalam imajinasi di kala lelapku. Apakah ini sebuah pertanda akan terjadi sesuatu? Atau sebuah peringatan bahwa aku harus segera melakukan sebuah tindakan. Aku tak tau kepada siapa aku harus berucap dan bergumam, selain dengan tulisan.

22 Mei 2014

Prolog (Story in Medan)

Kamis, Mei 22, 2014 4
Hai guys selamat pagi. Apa kabs?! Gue lagi pengen nulis nih tapi kayaknya ini tulisan terakhir gue di bulan Mei. Eh, kenapa? Emang lo kemana? Hehe ceritanya gue diundang ke Medan seminggu ke depan. Jadi kayaknya bulan ini gue cuma nge-post 6 postingan. Padahal target gue mah setiap bulan nge-post entri paling gak 8 postingan. Tapi apa boleh buat, akhir-akhir ini gue lagi sibuk. Acielaaah.

12 Mei 2014

Kemungkinan Terburuk

Senin, Mei 12, 2014 1
Pernahkah kalian merasakan air mata menggenang ketika tidak dalam suasana yang menyedihkan? Saat kehidupan berjalan dengan tidak adanya batu besar yang menghadang namun pada saat itu kamu merasa ketakukan yang teramat sangat. Rasa takut akan kehilangan semua kesempurnaan yang membuat hari-harimu begitu tidak ada cela. Dan kini rasa itu sudah sampai kepadaku.

26 April 2014

Aksi Mengejar Curit

Sabtu, April 26, 2014 6
Pagi ini gue bangun dalam keadaan suntuk, gak fit, gerah, pokoknya semua yang bikin badmood deh. Gimana gak suntuk coba kalo gue dibangunin sama ayam pemilik kosan yang gak bisa diam. Gue kesel banget pokoknya soalnya ini gak terjadi sekali aja, sering banget dikala gue pengen bangun lebih siang si ayam malah menggagalkan rencana gue. Arrrgggh, bete banget nget nget.

26 Maret 2014

Just Curhat

Rabu, Maret 26, 2014 2
Entah kenapa kalo lagi baca blog seseorang yang menceritakan kegilaannya bareng temen-temennya, gue jadi merasa sangat iri. Karena eh karena gak ada cerita gila yang bisa gue ceritain disini.

Yap, semenjak kuliah gue gak lagi seperti gue yang dulu sewaktu SMA. Gue yang dikenal dengan orang yang gak pernah serius, kini berubah 360 derjat. Mungkin lingkungan sekitarlah yang mengubah pribadi gue. Masa muda gue menjadi begitu serius....

Sewaktu SMA gue punya temen yang super kocak dan kalo kita lagi ngumpul pasti bawaannya ketawa mulu. Dan gue merindukan itu. Huaaaaaaaa... Kalo diinget-inget rasanya pengen nangis gitu udah lama banget gue gak ketemu mereka. 2 tahun coy dan itu waktu yang lama banget dan gue kangen ketawa terbahak-bahak bareng mereka. Ah, begitu konyolnya keinginan gue ini.

Semenjak kuliah intensitas ketawa gue jadi berkurang, intesitas melucu apalagi. Kalo dulu ada aja yang bisa diketawain, rasanya hidup itu bahagia terus kalo udah ketawa ngakak. Nah sekarang, gue cuma bisa terhibur dengan layar terpaku yang gak bisa membalas ketawa gue.Sungguh menyedihkan sekali jadi gue ini.

Mungkin kalian bertanya emangnya ada apa dengan dunia kuliah, kenapa bisa begitu? Emangnya lo gak punya temen? Nah itu tu, yang gue pertanyakan. Kalo temen sih gue punya, ya sekedar temenlah, temen kuliah temen buat nanya tugas temen buat segala yang berhubungan dengan dunia perkuliahan. 

Yang gue gak punya sekarang yaitu temen yang dulu gue punya sewaktu SMA. Emang gak akan ada yang pernah menggantikan mereka. Tapi ngeliat yang seperti mereka aja gue gak pernah. Gue liat semua serba individu dan berkelompok. Rasa kekeluargaan disini sama sekali gak ada. Apalagi temen yang bisa dibuat untuk berhura-hura, ketawa bareng, jalan bareng. Aaaaahhh, gue iri sama mereka yang punya temen yang bener-bener temen.

Memang satu kelemahan gue semenjak kecil, mungkin terlhat semenjak gue SD. Gue anak yang susah untuk bergaul atau berkenalan untuk pertama kali. Entah kenapa dengan sifat gue ini yang jelas gue benci dengan sikap minus ini. Gimana untuk ngilanginya gue gak tau. Sampai SMA pun juga begitu. Di awal gue malu-malu tapi di akhir beeeeh gue amlu-maluin. Gak ada rasa malu kalo udah bareng temen-teman.

Dan di tempat ini, di tempat yang akan gue diami selama 2 tahun lagi, gue gak menemukan temen yang sifatnya cocok dengan gue. Entah kenapa gue gak bisa cass ciss cuss kayak dulu. Mungkin karena gue terbawa lingkungan disini kali ya. Gue cuma mengikuti arus disini, di tempat orang ya maksud gue di rantauan.

Sebenernya gue gak maksud apa-apa buat nulis ini, cuma mau mencurahkan isi hati aja kok. *emotgalau* Gue ngerasa kalo gue sekarang bukanlah gue yang asli. Miris sekali...

I just :

MISS OLD OF ME.................................................. :'(