1 Februari 2017

Masih Belum Ada Gambaran

Rabu, Februari 01, 2017 0 Comments
Semuanya akan berubah pada waktunya. Kondisi sekarang tidak akan selamanya kekal. Pada waktu yang tidak terbatas semua akan akan berganti, menjadi asing dan tak terkenali. Sekarang ataupun nanti kita harus siap menghadapinya. Karena segala hal akan berubah entah itu akan menjadi baik ataupun buruk.

Banyak hal di masa depan yang saya takuti. Seperti apa hidup saya lima tahun mendatang. Atau bersama siapa saya akan menghabiskan waktu hingga tua menjelang. Semua itu masih menjadi teka-teki kehidupan yang sampai detik inipun saya belum menemukan cluenya sedikitpun.

Ketika masa depan belum ada gambaran, disanalah kamu merasa seperti seseorang yang tidak tahu arah tujuan, kemana harus melangkah. Jika dipikir-pikir, apa yang ingin kamu lakukan saat ini atau di masa yang akan datang. Pekerjaan yang seperti apa yang kamu harapkan apakah memang itu yang paling tepat. Atau haruskah mencari pekerjaan yang jika mengerjakannya kamu tidak serasa sedang bekerja, tapi sedang melakukan hobimu yang menyenangkan.

Banyak hal yang yang sampai saat ini belum saya temukan jawabannya. Berapa kalipun saya mencoba berpikir apa yang saya inginkan sebenarnya, maka sebanyak itulah tujuan masa depan yang saya inginkan berubah. Jika melihat si A hidupnya senang, temannya banyak, pacarnya perhatian, pekerjaannya bagus maka saya memiliki hasrat untuk menjadi seperti dia. Begitupun jika si B yang memiliki hidup penuh petualangan, banyak hal yang bisa dieksplor, bertemu dengan orang baru setiap harinya, maka saya juga ingin rasanya menjadi seperti dia.

Mungkin karena sampai saat ini saya tidak kunjung menetapkan tujuan yang harus saya raih atau tujuan yang harus saya pertahankan. Maka saya tidak memiliki semangat untuk menggapainya dan tidak memiliki ambisi untuk meraihnya. Peer bagi saya untuk memikirkan mau dibawa kemana kapal ini berlayar. Apakah akan menyebrang, berjalan lurus, atau kembali menuju daratan, hanya saya yang bisa menetapkan dan menentukan. Karena ini hidup saya, masa depan saya, maka hanya saya yang mempunyai kendali. Ingat itu.

(*Dalam rangka kembali mengingatkan dan menyadarkan diri sendiri)

24 November 2016

Feeling So Blessed (23 Nov 2016)

Kamis, November 24, 2016 0 Comments
Satu kata yang dapat mewakilkan perasaan gue saat ini adalah "ALHAMDULILLAH".

Ya, kemarin atau lebih tepatnya tanggal 23 November 2016 salah satu prosesi saklar dalam hidup gue akhirnya terlaksana juga. Akhir dari perjalanan di bangku perkuliahan sarjana telah diraih dengan melaksanakan acara wisuda. Alhamdulillah, target yang dari awal gue buat untuk dapat lulus dan wisuda di tahun ini tercapai juga.

Sebenarnya dibalik rasa syukur ini, sebenarnya gue masih memiliki beberapa perasaan aneh di dalamnya.

Yang Pertama, rasa sedih meninggalkan semua kenangan di masa perkuliahan. Tentu saja, masa empat tahun itu tidaklah sebentar. Banyak memori yang telah tercipta di kampus, dengan teman-teman, dosen, dan lainnya. Gue berharap masa-masa kuliah disini dapat menjadi pengalaman berharga dalam hidup gue.

Yang kedua, rasa bingung harus berbuat apa selanjutnya. Ya, mungkin ini kesalahan terbesar gue tidak menentukan langkah selanjutnya dari jauh hari. Pilihan antara bekerja dan melanjutkan studi masih membayang di otak gue, sembari memikirkan sisi positif dan negatif jika memilih satu diantara dua pilihan tersebut. Tapi gue tahu rencana dan skenario Tuhan akan jauh lebih baik dan tidak akan pernah terkira.

Namun yang jelas di samping kedua feeling tersebut, gue tak hentinya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup gue. Teruntuk kedua orang tua dan keluarga, teman-teman tercinta terima kasih atas supportnya. Semua pencapaian ini tidak akan berarti tanpa kehadiran kalian di momen penting seperti saat ini. 

Jadi inilah salah satu hadiah kecil dariku untuk kalian, My beloved parents.
Terima kasih telah memberikanku dukungan dan kepercayaan, because Its mean a lot for me.
Thank you. Thank you. Massive Thank you to you all.

This is a little part of my happiness yesterday.


27 Oktober 2016

Dapatkah #Ngeblog Menjadi Sebuah Profesi?

Kamis, Oktober 27, 2016 2 Comments
Banyak orang bilang penulis itumau sampe kapanpun—gak akan membuat kaya seseorang. Menjadi seorang penulis tak layaknya seperti profesi lain semisal pekerja kantoran yang memiliki jadwal rutin setiap harinya, penulis bisa dibilang hanya dipandang sebelah mata. Ia tidak memiliki jadwal rutin ataupun tempat kerja. Bisa dikatakan, menjadi penulis tidak bisa dijadikan profesi utama dan juga tidak bisa berdiri sendiri. Ia (harus) dibarengi dengan profesi lain yang bisa lebih menjamin sebuah proses keberlangsungan hidup. Atau lebih ringkasnya, profesi penulis (seharusnya) cukup dijadikan sebagai kerjaan sampingan ataupun hobby dikala ada waktu luang.   

***

Paragraf yang saya tulis di atas tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak juga sepenuhnya salah. Namun beberapa kalimat tersebut bisa menggambarkan bagaimana profesi sebagai penulis itu dipandang oleh masyarakat awam pada umumnya. Memang, kalimat tersebut terkesan (sedikit) merendahkan profesi penulis, namun saya menulisnya berdasarkan apa yang telah saya dengar, lihat dan rasakan dari beberapa orang yang berprofesi sebagai penulis.

Oke, mari kita telusuri satu persatu alasan apa—menurut pandangan sayayang membuat paragraf tersebut tidak sepenuhnya benar ataupun salah. 

Tidak sepenuhnya benar karena masih ada beberapa milyader di dunia ini yang merupakan seorang penulis. Sebut saja James Patterson, JK Rowling, ataupun Stephen King. Mereka adalah bukti bahwa seorang penulis bisa menjadi orang terkaya di dunia hanya dengan menulis sebuah buku. Dan juga menjadikan penulis sebagai profesi yang (dibilang) banyak dilirik orang. Memang, jalan yang mereka lalui tidak sertamerta menjadikan mereka seorang milyader, namun bisa menjadi sebuah renungan bagi kita bahwa hanya dengan menuliskan kata-kata, seseorang dapat mengubah dunia, baik itu dunia orang lain ataupun dunianya sendiri.

Sedangkan tidak sepenuhnya salah karena memang ada beberapa penulis menyerah untuk mempertahankan profesinya tersebut. Hal itu dirasakan karena menjadi penulis tidak bisa menjanjikan seseorang dapat bertahan hidup. Banyaknya pesaing dengan tingkat kualitas yang beragam tentu membuat beberapa orang berfikir dua kali untuk menjadikan penulis sebagai profesi utama. Belum lagi dengan pasar yang tidak menentu, kapan penjualannya bisa laris ataupun turun tidak ada yang tahu. Terkecuali bagi mereka penulis yang sudah 'punya nama', hal tersebut mungkin tidak akan menjadi masalah.

Namun, dunia sudah berubah. Teknologi kian maju. Semua hal sudah bermain secara digital. Menulispun juga sudah mulai berpindah-aluan, walaupun yang lama masih tetap ada. Dari yang tadinya menorehkan tinta di atas kertas menjadi menekan tuts keyboard di laptop. Kemajuan zaman ini (seharusnya) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif bagi orang-orang yang suka menulis namun belum cukup percaya diri untuk menjadi seorang penulis profesional. 

Berkat adanya sebuah blogmedia yang dapat membuat siapapun untuk memposting tulisan apapunbanyak orang mulai memperlihatkan kemampuannya. Sejak munculnya blog, semua orang bisa menjadi seorang penulis dan juga sekaligus menjadi seorang pembaca. Seharusnya apa-apa yang ditakutkan seorang penulis tadinya, seperti "Kalo gue nulis ada yang baca gak ntar ya?" atau "Tulisan gue ini bagus gak sih?" atau "Kalo gue terbitin jadi buku, ada yang beli gak ya?" sudah tidak ada lagi, semenjak adanya sebuah blog.

Di blog, kita bisa menulis apa aja dan orang lain bisa langsung menilai tulisan kalian. Dari bloglah semua kepercayaan diri itu (seharusnya) muncul. Dengan memposting sebuah tulisan di blog, secara tidak langsung kita terus berlatih untuk menulis semakin baik. Komentar, kritik atau masukan dari pembaca (seharusnya) bisa kita jadikan acuan sebagai motivasi untuk belajar dari kesalahan sehingga kita dapat menulis dengan lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Bahkan siapa yang sangka di masa sekarang, banyak orang di luar sana yang menjadikan blogger sebagai sebuah profesi?

Ya, berkat ketekunan, konsisten, dan kerja keras beberapa blogger bisa dibilang dapat memiliki penghasilan yang cukup menjanjikan. Semuanya diawali dari sebuah tulisan yang konsisten, tentang apapun itu, seperti menulis tentang teknologi, kuliner, daily life, atau yang lainnya. Yakinlah, satu persatu keberuntungan itu pasti akan datang menghampiri. Jika konten tulisan di blog tersebut bagus akan banyak yang memandang dan menawarkan berbagai macam hal yang tidak kalian duga sebelumnya. 

Jadi jika ditanya "Apakah Blogger itu Merupakan Sebuah Profesi?" atau lebih tepatnya "Apakah Blogger itu Layak Dikatakan Sebagai Profesi?"

Jawabannya terletak pada diri masing-masing. Sejauh mana kamu memandang dirimu sebagai seorang blogger. Banyak orang yang hanya bermodalkan internet saja (yang penting online) sudah dapat menghasilkan, jadi seorang blogger juga pasti bisa dong. Seperti membuka online shop di blog, menulis informasi bermanfaat, ataupun sharing tentang pengalaman pribadi, itu semua dapat dijadikan sebagai awal untuk profesi yang kamu harapkan nantinya. Yang terpenting, jangan dengarkan apa kata orang tentang profesimu, karena yang menjalani hidup itu kamu, bukan orang lain. Kalau nyaman, ya pertahankan.

Dari sisi saya, menjadi seorang blogger adalah wadah untuk menyalurkan hobi. Saya dapat menulis dengan leluasa hanya di blog, tanpa harus khawatir tentang apapun. Saya tidak memikirkan apakah tulisan ini dapat menjual atau tidak, yang terpenting saya dapat memanfaatkan keuntungan dari adanya blog yang dapat saya jadikan sebagai wadah untuk terus melatih kemampuan menulis yang saya punya. 

Semua orang pasti punya tujuan masing-masing, toh ya?
 
Jadi selagi #Ngeblog itu gratis dan tidak ada yang melarang, kenapa enggak dicoba aja? Mana tau cocok, ehem.. Dan kalau udah pas, pastinya bakal susah untuk melepas loh. Dan siapa sangka kalau di masa yang akan datang kamu dan blog malah jodoh dan tiba-tiba...
.
.
.
.
Kawin (eh maksudnya, jadi profesi sehidup semati gituh) Hihi..

Tapi, TETEP!! Sebaik-baiknya sebuah pilihan adalah pilihanmu sendiri.
Walaupun di masa yang akan datang kamu merasa bahwa pilihanmu salah, percayalah bahwa kamu tidak akan merasakan penyesalan yang mendalam. Karena pilihan itu datang dari hati nuranimu..

So, Could be a Blogger said as a Profession?
The answer is.. ITS YOUR CHOICE.


(Ditulis Dalam Rangka Memperingati Hari Blogger Nasional 2016)
Happy Blogger Day, Everyone^^
#HariBloggerNasional2016 

22 Oktober 2016

Akhir Perjalanan Masa Empat Tahun

Sabtu, Oktober 22, 2016 0 Comments
Perjalanan gue untuk mencapai titik akhir dari sebuah proses perkuliahan akan segera berakhir. Ya, gue akan mengikuti acara saklar di dunia perkuliahan, apalagi kalau bukan acara WISUDA. Insyaallah, tepat sebulan dari hari ini gue akan resmi menjadi sarjana! Kalo dihitung, masa kuliah gue tepat 4 tahun ALHAMDULILLAH...

Di postingan kali ini, gue akan menceritakan peran orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga gue bisa sampai pada titik ini. Tanpa peran dari mereka gue gak akan bisa melewati semua dan mencapai harapan sesuai target yang gue tetapkan sedari awal kuliah. Bisa dibilang tulisan ini kayak Sanwacana di skripsi tapi versi lebih detilnya, Hahaha.

Oke.

Pertama, gue berterimakasih kepada Allah SWT, telah memberikan berbagai nikmat dan karunianya, yang terpenting nikmat sehat sehingga gue bisa menjalani tahun akhir di dunia perkuliahan dengan lancar, alhamdulillah. Selanjutnya, tentu orang tua, yang telah memberikan dukungan materil dan moril ataupun kepercayaan kepada anaknya, thanks so much Mom, Dad...

Nah selanjutnya gue akan menceritakan sosok yang sangat berperan penting dalam penyelesaian skripsi untuk syarat mendapatkan gelar sarjana ini. Beliau adalah seorang sangat membantu gue dalam menyelesaikan segala urusan perkuliahan. Bisa dibilang beliau selalu memudahkan langkah gue untuk terus berjalan menuju langkah selanjutnya. Dari awal pengajuan tema, masa bimbingan, seminar proposal dan seminar hasil hingga ujian akhir alhamdulillah beliau gak pernah memberikan kesulitan berarti buat gue.

Gue bersyukur banget diberikan pembimbing seperti beliau. 
Terima kasih, Pak.. 
Jasamu tak akan kulupakan :')

Terima kasih, Pak :)
Selain beliau, ada satu dosen lagi yang alhamdulillah juga selalu memudahkan langkah gue. Walaupun gue sempat memiliki waktu yang sulit karena hampir saja gagal sidang, tapi syukurnya hal itu sudah terlewati dengan hasil yang alhamdulillah sekali. Lagi-lagi, terima kasih Pak. Terima kasih sudah mau jadi pembimbing saya.

Mungkin benar apa kata orang, jalanmu di tahun akhir perkuliahan sangat bergantung pada pembimbingmu. Jika ketemu dengan pembimbing yang pas, maka beruntunglah kamu. Alhamdulillah, saya dikasih dosen yang luar biasa baiknya, dan selalu membimbingnya saya hingga bisa sampai pada tahap ini. How lucky I am :')

Selanjutnya terima kasih buat teman-teman Ilmu Komputer Unila 2012 terkhusus buat Cewek-cewek 'Pejuang Skripsi' yang sudah menemani gue selama masa kuliah. Banyak momen yang telah kita lewati, mungkin bisa dibilang gue lebih sering menghabiskan waktu bareng kalian, terima kasih atas kenangan dan memorinya. Semoga kita bisa sukses, trus kumpul lagi, dengan jadwal ntraktir yang berurutan seperti biasanya. Siapa yang seminar atau ulang tahun dia yang traktir. Hahaha.

Love ya :*
Selanjutnya buat semua teman-teman lain yang selalu hadir di momen bahagia gue, dan selalu setia mendoakan gue, terima kasih. Semoga kesuksesan menyertai kita semua.

Buat semua dosen Ilmu Komputer Unila, terima kasih atas ilmu yang diberikan selama ini.. 
Buat semua karyawan FMIPA Unila, terima kasih sudah mau mengurus berkas-berkas gue..
Buat semua mahasiswa FMIPA Unila, baik dari Ilkom, Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi yang kenal sama gue juga terima kasih atas semuanya...
Buat UKMF Natural tercintah, terima kasih atas kenangan dan pelajarannya selama 3 tahun..

Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dalam fase hidup gue selama empat tahun terakhir. 
Its the last for this journey and Now Lets Start New Phase..
Gak sabar kehidupan seperti apa yang akan gue jalani ke depannya..
Semoga menyenangkan!!!

Bali yang Tak Pernah Memuaskan

Sabtu, Oktober 22, 2016 0 Comments
Menikmati suasana alam dan budaya Bali memang tidak akan pernah mendatangkan kepuasan. Anda mungkin merasa telah berkali-kali mengunjungi Bali namun masih merindukan kunjungan berikutnya. Dalam pikiran Anda, belum sepenuhnya kedatangan yang lalu mampu menelusuri Bali hingga ke sudutnya. Apalagi jika kedatangan itu biasanya hanya di akhir pekan dengan waktu yang minim sehingga rute perjalanan juga menjadi sangat singkat.

Menginginkan suasana Bali yang tenang dan damai tanpa hiruk pikuk yang dominan seperti di Kuta, Anda bisa mengambil penginapan di Bali seperti daerah Nusa Dua maupun Seminyak. Di dua tempat ini, Anda akan menemukan hotel mewah dengan fasilitas privat seperti misalnya Nusa Dua Beach Hotel and Spa. Tak hanya menawarkan penginapan, hotel-hotel mewah seperti Nusa Dua Beach Hotel and Spa akan mengajak Anda sekaligus mengalami suasana wisata di Bali dengan lebih tenang dan berkesan. Anda dapat melihatnya melalui Traveloka.com 


Untuk sebuah pengalaman wisata yang sempurna, Anda tidak harus menunggu promo hotel murah. Menabung adalah pilihan yang tepat. Tak perlu menunggu kesempatan promo yang entah kapan untuk bisa melakukan scuba diving atau berenang di area privat yang menyenangkan di hotel-hotel yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari bibir pantai. Apalagi jika hotel tersebut juga memiliki area olah raga outdoor seperti lapangan tennis dan badminton selain gym di area indoor seperti di Nusa Dua Beach Hotel. 

Benar-benar sebuah liburan yang sempurna.

Puas menghibur diri dengan kehidupan sosial di restoran atau bar hotel-hotel di Nusa Dua atau Seminyak, Anda mungkin menginginkan perjalanan wisata dengan obyek yang lebih terbuka. Ada banyak obyek wisata di Bali yang  bisa Anda kunjungi, tentu saja. 

Bali sendiri memiliki beberapa kabupaten yang menawarkan tempat wisata dengan kekhasannya masing-masing. Di Kabupaten Gianyar, misalnya, Anda akan menemui Ubud yang merupakan pusat kesenian di Bali. Beralih ke Kabupaten Klungkung, Anda akan menemukan Nusa Lembongan yang terkenal dengan aktifitas diving-nya. Rasanya, pemadangan bawah laut Nusa Lembongan tak perlu diragukan lagi.
 

Selanjutnya, Kabupaten Badung adalah kabupaten yang mendapatkan kunjungan wisatawan terbanyak di Bali karena empat destinasi favorit yakni Jimbaran, Nusa Dua, Kuta, dan Seminyak berada di sini semuanya. Anda tentu akan segera berpaling ke Jimbaran jika ingin melakukan wisata kuliner makanan laut. Ya, Jimbaran terkenal dengan kampung ikan di mana di sepanjang pantai-pantainya akan mudah ditemui seafood restaurant.

Bergeser dari Jimbaran, Anda bisa mengunjungi Kuta dan Seminyak yang lokasinya sangat berdekatan. Meskipun berdekatan, kedua wilayah ini memiliki suasana yang jauh berbeda. Jika Kuta memiliki suasana yang lebih bebas, ramai, dan terbuka maka Seminyak sebaliknya. Anda akan merasa lebih tenang dan nyaman berada di Seminyak dengan pelayanan privat yang banyak tersedia.

Kuta sendiri memiliki pemandangan sunset yang indah dan juga surganya para peselancar. Banyak peselancar profesional tingkat dunia yang senang menghabiskan waktu di Kuta. Anda juga bisa bergabung bersama mereka, lho. Ada banyak persewaan peralatan selancar yang bisa Anda temukan.

Kehidupan wisatawan di kafe-kafe di seputar Kuta dan Seminyak tidaklah berbeda. Banyak kaum hipster bersantai menikmati suasana sambil bersosialisasi. Namun yang pasti, jika Anda menyukai kehidupan malam yang ramai, Anda hanya akan menemukannya di Kuta.
 
beritadaerah.co.id

Nusa Dua memiliki suasana yang tak jauh beda dengan Seminyak. Suasananya tenang dan cenderung lebih high class. Banyak acara-acara birokrasi maupun kegiatan politik baik tingkat nasional maupun internasional diadakan di Nusa Dua dengan latar belakang pantainya yang sangat eksotis. 

Menjangkau tempat-tempat di Kabupaten Badung sekaligus bukanlah hal yang susah karena di Bali sendiri banyak tersedia jasa supir pribadi maupun persewaan mobil. Anda bisa merencanakan sebuah tour wisata tertentu dan mengomunikasikannya dengan pihak penyedia jasa. Jika tidak memiliki bayangan tour yang baik dan efektif, Anda juga bisa mencari paket tour harian yang juga disediakan secara pribadi maupun perusahaan tour di Bali.

Rata-rata driver pribadi atau tour guide di Bali mampu berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan lancar. Mereka juga sangat menguasai daerah-daerah di Bali sehingga akan memudahkan Anda menyerap nilai-nilai wisata yang Anda kunjungi misalnya tentang sejarah, perkembangan daerah, dan sebagainya. Anda juga akan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai pusat keramaian, pusat perbelanjaan, bahkan sudut-sudut yang memiliki keunikan tersendiri di Bali yang bisa dikunjungi. 

Nah, tunggu apalagi, segera nikmati perjalanan Anda di Bali!