Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

2 Mei 2014

Jangan hanya menjadi pemimpi

Jumat, Mei 02, 2014 0

Setiap hari waktu berjalan setiap hari itu pula gue merasa bahwa ada yang salah di dalam diri ini. Gue merasa semakin jauh dengan segala impian yang sudah gue rakit sejak dulu. Gue menjadi manusia yang super tidak bermanfaat (setidaknya menurut gue pribadi). 

Entah dari mana gue harus intropeksi, gue pun bingung. Semua berlalu begitu cepat, semua tumbuh secepat kilat, namun gue masih tetap di tempat. Sepertinya tak bergerak. Kaku, tak tau harus memulai apa. Juga tak ada yang menuntun harus pergi kemana.

3 April 2014

Finding Passion

Kamis, April 03, 2014 14
Source : here
Aku dilahirkan dengan begitu sempurna. Mempunyai anggota tubuh yang lengkap dan sehat serta memiliki orang tua yang berkecukupan. Dari kecil aku sudah terbiasa meminta dari orang tua yang terkadang membuatku sedikit menjadi anak yang manja. Ya, lingkungan sekitar membentuk pola hidup yang kujalani. Aku terbiasa dilayani hingga pada masanya aku merasa seperti tak punya kelebihan apa-apa.

20 Februari 2014

What should I do?

Kamis, Februari 20, 2014 2
20 Februari 2014. Berarti masa liburan kuliahku akan berakhir 10 hari lagi. Tak ada hal berarti yang bisa kulakukan selama liburan berlangsung. Hanya duduk di depan laptop, mencari informasi berbagai macam lomba yang sekiranya bisa kuikuti. Dan yah, alhamdulillah aku bisa menang di dua lomba yang hadiahnya lumayan keren, not too bad.

Namun, selain aktivitas yang kulakukan selama liburan ini, ada satu penyesalan yang membuatku berpikir. Apakah aku terus lanjut atau berhenti sampai disini dan mencari jalan lain? Ya, nilai semester ini kurasa cukup hancur, IP ku tak mencapai tiga. Itu berarti target yang kubuat tidak tercapai. Memang, masih ada nilai yang belum masuk dan bisa berubah, tapi dapat kupastikan IP ku akan menurun dari semester lalu.

Hal ini membuatku merenung, apa yang akan aku lakukan ketika kurasa kemampuanku disini tidak mencapai batas bisa menguasainya? Apakah aku tetap akan lanjut dengan segala hal yang tak bisa kuatasi ataukah aku harus berbalik arah mencari jalan lain?

Mungkin jika kalian melihat sebelah kanan dari blog ini,kalian akan mendapati sedikit bio tentang aku. Aku adalah seorang yang kurasa memasuki masalah klasik ketika masuk ke dalam dunia kampus. Ya, kurasa aku telah memasuki jurusan yang salah. Entahlah, kurasa ini bukan passion-ku.

Pertanyaannya, apa yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa dunia ini bukanlah duniamu? Ketika menyadari bahwa jurusan yang telah kamu geluti tidak cocok dengan dirimu sebenarnya, what should you do?

Berikut aku membuat beberapa jawaban yang akan kuusahakan untuk melakukannya.

1. Teruslah melihat ke depan.
Apapun yang terjadi di hidupmu kini, teruslah melaju ke depan. Jangan pernah melihat masa lalu yang telah berlalu. Sesekali boleh, tapi hanya untuk mengambil pelajaran untuk diperbaiki di masa sekarang. Walaupun sekarang kamu merasa kesulitan untuk menjalani hidup, step moving forward :)

2. Jalani seperti air yang mengalir.
Untuk jawaban kedua ini, mungkin kutulis hanya untuk penenang ketika aku mulai kewalahan menghadapi semuanya. Ya, face it like water flowing. Tenang namun menghanyutkan. Semua akan selesai dengan baik jika kamu menghadapinya dengan hati dan otak yang tenang.

3. Teruslah berusaha dan berdoa.
Jangan pernah merasa terlalu takut ataupun cemas dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semuanya akan sesuai dengan usaha dan doa kita selama proses menuju ke masa itu. Yang perlu kita lakukan adalah teruslah mencari tahu, jangan hanya diam.

4. Bayangkan impian terindah.
Ini merupakan penyemangat ketika kita sedang berada dalam proses yang sangat panjang. Impikanlah impian yang selama ini kita inginkan akan terwujud dan rasakanlah aroma keberhasilan itu. Dengan luar biasa, semangat yang sudah mulai kendur akan bergejolak kembali seiring dengan begitu kuatnya keinginan kita untuk bisa mencapai impian sukses.

5. Optimis.
Diantara semuanya inilah yang paling penting. Berpikir optimis dan percaya diri. Jika hidup ini berjalan dengan rasa optimis, insyaallah keberhasilan akan mendekat dengan sendirinya. :)

Terlepas dari semuanya, kita tak bisa mengelak dari yang namanya takdir allah. Namun ada takdir yang bisa diubah dengan usaha yang giat dan dengan bersungguh-sungguh. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika allah telah menghendaki, KUN FAYAKUN!

So, never give up to achive your success in the future. This life is in your grasp. Keep spirit to get all your dreams.

15 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis itu Kerja untuk Keabadian

Sabtu, Februari 15, 2014 10
Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id.


Berawal dari hobi menulis diari semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar. Aku termasuk sosok anak yang pendiam dari kecil. Mungkin bisa dihitung dengan jari teman yang dekat denganku. Sifatku yang kurang bisa bergaul dengan sesama membuatku menjadi anak yang tertutup.

Setiap ada hal-hal yang terjadi di hidupku tak pernah kuceritakan kepada orang-orang disekitarku termasuk orang tua. Aku hanya menuliskan semuanya kepada buku diari kuning yang tak sengaja kudapatkan kala itu.

Sejak aku mempunyai buku kecil itu, aku menjadi lebih sering menulis. Anehnya, setiap aku telah selesai menulis satu halaman penuh, ada suatu rasa kelegaan yang muncul di hatiku. Rasa yang tak bisa kugambarkan dengan kata-kata. Rasa senang dan bangga ketika satu diari penuh dengan celotehan yang kutulis sendiri. Aku menyukainya.

Menjadi kepuasan tersendiri ketika aku membolak-balikkan kembali lembar demi lembar diari itu. Membaca setiap kata yang kutulis mampu membuatku kembali pada masa-masa saat aku menuliskannya. Sehingga aku menjadi berpikir, jika aku terus melakukan ini, aku tidak akan lupa pada masa-masa indah, pahit, sedih, ataupun kecewa yang pernah terjadi di hidupku.

Semenjak itu, aku selalu menyalurkan hobiku itu kepada sebuah buku ataupun binder. Baik itu pada masa SMP ataupun SMA, aku tetap terus melakukannya. Mengenai apa yang kutulis, itu tak menentu, tergantung mood-ku waktu itu. Bisa berupa curhatan, cerita pendek, puisi, dan apapun yang ingin aku tulis akan aku tulis. Aku merasa bebas dengan menulis.

Hingga akhirnya aku menyadari satu hal. Aku tak bisa lepas dari yang namanya menulis. Sampai saat ini jika ada suatu hal buruk menimpaku, aku akan mengutarakannya pada sebuah tulisan. Dan ajaib aku akan menjadi lebih tenang ketika aku mampu mengeluarkan segala yang kurasakan ke dalam bentuk tulisan. Entah apa namanya ini, yang terpenting aku merasa lega.

Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa menulis, mungkin otakku sudah penuh dan tak bisa diisi lagi. Aku bersyukur mempunyai hobi ini. Aku menjadi lebih menghargai setiap detik yang berjalan. Aku menjadi sadar bahwa setiap waktu yang telah berlalu ataupun yang akan datang mempunyai kenangannya masing-masing. 

Dan aku akan membuatnya abadi dengan mengabadikannya dalam sebuah tulisan.
Seperti kata Goenawan Mohamad dalam sajaknya, Sesuatu yang kelak retak, dan kita membikinnya abadi. Yang kelak retak itu adalah kehidupan kita. Dengan menulis, kita membikinnya abadi. Menulis adalah kerja untuk keabadian.
Sekarang, setelah beberapa tahun berlalu aku ingin mewujudkan impian rahasia yang hanya aku seoranglah yang tahu. Diam-diam aku menginginkan menjadi seorang penulis. Ya, berawal dari hobi menulis curhatan pribadi membuatku ingin menghasilkan sebuah karya yang bisa dibaca banyak orang. Jika suatu saat nanti aku telah tiada, aku sangat ingin dikenang dengan karya yang memukau yang tak akan lapuk dimakan zaman.

Perlahan namun pasti, aku akan bisa mewujudkannya suatu saat nanti, Insyaallah. Aku yakin jika kita terus memikirkan impian itu akan menjadi nyata, yakinlah ia akan pasti menjadi nyata. Hanya dengan menulis aku bisa mengatakan banyak hal dan dengan menulis pula aku bisa mengenal banyak hal.

Teruslah menulis selagi kamu masih mempunyai kesempatan untuk menulis.
Seseorang akan selalu mempunyai waktu untuk hal yang dicintainya, termasuk dalam hal menulis. Sesibuk apapun kamu, jika kamu emang mencintainya, kamu akan meluangkan waktumu untuk bisa menulis.
Jadi, teruslah menulis jika ingin hidupmu tak berlalu dan berakhir sia-sia. Buatlah ia abadi, buatlah ia menjadi hal yang bisa dikenang. Hargailah hidupmu dengan menorehkan segala yang terjadi menjadi sebuah tulisan. Keep Writing, guys! \m/

28 Desember 2013

Review 2013 and Dreams 2014

Sabtu, Desember 28, 2013 0
Banyak orang bilang malam ini merupakan malam minggu terakhir di tahun 2013. Semua pada updet di media sosial memberitahukan kesana kemari kalo malam ini malam minggu terakhir. Sekarang pertanyaan jadi kalo udah tau, kita harus apa? Harus koprol gitu sambil bilang we tu the wow so what geto loh?!

Hahaha. Mungkin gue sedikit sensi aja kali ya, karena bagi gue setiap malam minggu itu sama-sama flat. Baik itu malam senin, malam jumat ampe minggu ya sama aja kayak begono. Nothing special. Suram, hening, diam, dan serem. #Hiiiiiii

Nah, malam ini berhubung malam minggu terkahir di tahun 2013 dan berhubung juga gue jomblo (gak ada kaitannya sih) intinya berhubung gue lagi mood untuk nulis, mari kita buat impian yang harus digapai pada tahun 2014 dan apa saja yang telah gue raih di tahun 2013 ini. Let's check it!

Pertama, gue bakal me-review secara acak tentang apa aja sih hal yang udah gue lakuin selama setahun ini. Dan kayakmana kedepannya biar kejadian buruk yang gue lakuin kagak keulang lagi di tahun esok.

Poin pertama, prestasi yang membanggakan di awal tahun 2013 gue mampu kembali menghidupkan kembali blog ini. Setelah beberapa waktu gue gak vakum nulis disini dikarenakan gue belum punya laptop+modem sendiri. Selain itu gue cukup berbangga kalo gue cukup produktif menghasilkan tulisan. Terbukti dalam sebulan gue bisa nulis di blog ini sekitar 5 sampai 12 postingan. WOW!

Selanjutnya di bulan februari gue mengikuti KWI 2013 dan gue mendapatkan banyak sekali pelajaran di sebuah desa terpencil yang berada di lampung. Disana gue belajar menjadi seseorang yang semuanya terbatasi. Hidup pas-pasan dan mau ngapain aja itu susah banget. Semua harus berusaha dulu untuk mendapatkan yang kita mau.

Pada bulan itu gue sangat puas dengan IP yang gue dapatkan untuk pertama kalinya.Gue berhasil berada di posisi ke-4 teratas di kelas. Dengan nilai 3.5 lebih gue begitu tercengang tak percaya, bahwa gue bisa dan dapat mengawali semuanya dengan baik

Selanjutnya bulan maret gue kembali mengikuti perkuliahan di semester kedua. Pertahanan gue perlahan mulai goyah. Gue berencana untuk kembali mengikuti tes STIS dan SNMPTN. Kampus yang dari dulu gue idam-idamkan masih ada di benak gue.

Akhirnya gue mengikuti perkuliahan dengan setengah hati, walaupun gue berusaha untuk tetap bersungguh-sungguh menjalaninya. Hingga tiba pada bulan mei disaat gue kembali dihadapkan dengan bejibun soal dan angka. Gue rasa usaha yang gue lakukan kurang maksimal sehingga gue masih belum diberi kesempatan untuk menuntut ilmu disana. Padahal sungguh jika gue berhasil jebol kesana alangkah bangganya!

Selanjutnya setelah mengetahui hasil bahwa gue tidak keterima, gue berusaha untuk menempuh jalan lainnya, alias mengikuti kembali tes masuk PTN. Dengan memilih kampus favorit gue dengan cukup bimbang mengikuti tes itu kembali. Dan lagi-lagi takdir berkata lain gue kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa gue the looser. Ya.

Akhirnya pada semester dua gue mendapat IP lebih rendah dibanding yang pertama. Gue tahu alasannya karena gue tak begitu fokus menjalani perkuliahan, pikiran gue masih bercabang. Setelah mengetahui bahwa gue gak lulus, diam-diam gue memantapkan diri untuk fokus dibidang yang sudah terlanjur gue terjuni ini. Gue berhusnudzon pada yang diatas bahwa memang inilah jalan hidup gue untuk terus melanjutkan studi disini.

Setelah menyelesaikan perkuliahan semester 2 gue sekeluarga liburan ke jawa sekaligus juga merayakan lebaran. Disana gue menemukan berbagai macam hal baru dan sedikit permasalahan membumbui liburan. Yaaa, walaupun agak kurang menyenangkan yang penting gue bisa sedikit menjauh dari bandar lampung. #nahlo

Oiya selain itu gue juga ingat disaat komen cerpen gue dimuat oleh story. Rasanya itu seperti.............. Gak bisa dijelasin deh. Hehehe.

Dan tibalah saatnya memasuki dunia sesungguhnya. Dunia perkuliahan yang sebenarnya berada di semester selanjutnya yaitu semester 3. Semua pelajaran yang gue takuti alias gue gak bisa berada disini. Apalagi kalo bukan tentang pemrograman. Gue mati-matian kayaknya di semester ini. Ya, walopun bisa dibilang usaha gue masih minus alias masih males-malesan. Ahhhhh,

Dan tentang dunia jurnalistik yang mulai perlahan gue senangi, gue gak tau kedepannya bakal kayak mana. Soalnya banyak yang mundur, gue gak tahu nasib ini membawa gue kemana.

Dan itulah beberapa kejadian yang paling gue inget sepanjang 2013. Gak ada yang seru memang karena beginilah hidup gue. Gitu-gitu aja gak banyak yang baru dan menegangkan kayak film 5 cm. Ya mau diapain lagi kalau bukan disyukuri masih dikasih hidup yang berkecukupan. Alhamdulillah. Semoga menjadi pelajaran atas semua yang pernah gue alami dan gue rasakan di tahun 2013.

Nah, untuk selanjutnya gue mau membahas apa aja sih yang pengen gue di tahun 2014 nanti?

- Yang pertama dan utama, gue pengen banget ketemu temen SMA. (ini harus terlaksana jan 2014)
- Ikut seminar nulis&workshop apa aja (tentang komputer juga boleh)
- Yang penting nulis blog teteup jalan
- Pengen satu cerpen aja bisa terbit di media cetak
- Pengen beli DSLR (yang ini bisa gak ya?)
- Serius belajar. HARUS, HARUS, HARUS!!!!
- Jalan-jalan tauk kemana aja asal bareng temen-temen
- Kerja!(Ngehasilin duit)
- Banyak kenalan orang lampung (relasi)
- Banyak kegiatan alias gak nganggur
- Punya Pacar (abaikan)

Hmm. Segitu aja kali ya, takutnya kalo kebanyakan gak jalan lagi. Yang penting gue berharap tahun 2014 gue harus berubah ke arah yang lebih baik. Semuanya baik deh.

Bye gais. Selamat menjalani malam minggu terakhir bagi kamu yang merayakannya. :))))

Hitung mundur yak!!! 28-29-30-31-1(yeaaaaay, Welcome 2014)



20 Desember 2013

Menulis Menurut Gue

Jumat, Desember 20, 2013 0
Adakalanya gue menulis untuk merenggangkan otak yang terlalu gue forsir untur berfikir. Kadangkala gue menulis untuk melepaskan segala beban yang menancap kuat. Acap juga gue menulis karena gue terlampau bahagia, dan gue harap rasa itu tidak menghilang seketika seriring waktu yang bergerak maju tanpa memandang rasa yang kerap gue rasakan saat itu.

Gue juga menulis karena tak ada lagi yang bisa gue bicarakan kepada orang lain. Saat semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Saat jiwa dan raga ini tak tau akan diarahkan kemana saat itulah hasrat dan pikiran menyatu untuk meluapkan sebuah pikiran yang terangkum dalam tulisan.

Ketika sepi, sendiri, dan sunyi gue merasa semuanya membeku. Hanya jari-jari ini yang masih dengan bebasnya meluangkan waktu untuk menuangkan bait-bait kata yang tengah gue rasakan. Sekali lagi, sendirian.

Dengan menulis gue menjadi lebih lega, lapang dan bahagia. Meluapkan segala rasa yang gue rasakan, peristiwa yang terjadi baik itu menyenangkan ataupun pahit sekalipun semuanya terangkum dalam sebuah tulisan. Karena menurut gue menulis itu berarti refreshing dari dunia nyata. Dan menulis itu sangat membahagiakan.

Menulislah untuk menghargai setiap detik yang terjadi dalam hidupmu :)
Segala yang pahit di dunia nyata seakan menghilang disaat pikiran ini fokus dalam satu titik, yaitu kata. Gue masih bisa melanjutkan hidup yang tampak tak sejalan dengan hati dan pikiran gue. Gue masih bisa tertawa lepas disaat rasa hati ini begitu tertekan dengan keadaan. Gue masih bisa tetap bersyukur walaupun gue kecewa dengan hal yang terjadi.

Semuanya karena gue masih tetap bisa menulis. Semua ledakan ataupun luapan yang ingin gue curahkan, seketika mencair disaat rasa berubah menjadi rangkaian kata. And you know, gue sangat puas dengan semuanya, gue lega, gue senang.

Saat gue merasa ditinggalkan semua orang dan tak diharapkan, gue masih menyadari banyak hal yang masih bisa gue lakukan. Lagi-lagi menulis. Karena dengan menulislah semuanya akan tercatat dan senantiasa akan menjadi suatu intropeksi di masa yang akan datang.

Dan yang terakhir gue akan menulis saat gue ingin menulis. Gue gak ingin hidup ini berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang gue tulis. Karena hidup ini begitu berharga jika untuk dilewatkan saja tanpa sempat untuk menuliskannya :)

Hargailah setiap detik dalam hidupmu dengan menulis. Secara tak sengaja kamu akan menikmati detik-detik indah yang ada pada perjalanan hidupmu, karena kamu pernah menuliskan hal yang pahit sehingga tak akan pernah kamu ingin untuk menuliskannya kembali.

So, my life is my writing. Dengan menulis semua akan terkenang dan kamu akan mencoba untuk mensyukuri kehidupanmu  sekarang. Believe that. :)

11 Desember 2013

Takdir.

Rabu, Desember 11, 2013 0
Malam ini tampaknya hujan setia menunggu gue diluar. Terbukti dengan intensitasnya yang tidak begitu tinggi membuat suasana kamar gue jadi lebih dingin dan mata gue juga terlihat nambah sayu. Padahal tuhas project menanti buat dikerjakan, tapi apadaya gue gak ngerti mau bikin apa. Pengennya cuma nulis di blog ini. Jadi sebelum mata gue gak bisa menahan bebannya, gue pengen nulis.

Oke, malam ini gue pengen ngebahas kejadian besar yang terjadi di Indonesia hari senin kemarin, tepatnya di jakarta Bintaro. Kecelakaan kereta api serpong-tanah abang sangat menggemparkan rakyat indonesia. Kejadian ini mengulang kembali kisah 26 tahun silam, pada tempat yang sama. Kecelakaan besar pada tahun 1987 lalu terjadi antara kereta api dan kereta api dan menelan korban ratusan orang.

Nah yang pengen gue bahas dari kasus ini yaitu lebih tentang bagaimana takdir bertindak. Ya, siapa yang tau kapan takdir kematian seseorang akan menghampirinya. Siapa yang tahu jika ia yang pada awalnya akan menuju ke sekolah dengan menumpangi kereta api, malah menuju ke tempat yang kekal  disana yang belum pernah terbayang di benakmu sebelumnya. Dan juga siapa yang tahu bahwa sejam sebelumnya atau beberapa jam sebelumnya itu adalah waktu terakhirnya bertemu orang yang mencintai dan dicintainya.

Semuanya sudah di skenariokan oleh yang maha kuasa dengan apik dan sangat baik. Seakan berada dalam setiap episode film yang telah diatur, kita sebagai manusia hanya mampu melaksanakan setiap aturannya. Jika memang sudah saatnya kita menghadapNya, maka apapun usaha kita, kita tetaplah manusia yang tak bisa menentang kehendak yang diatas. Termasuk tentang tibanya kematian.

Kematian menjadi hal yang paling ditakutkan oleh manusia, termasuk gue. Dengan amal yang belum seberapa gue masih belum siap jika ditakdirkan untuk menghampiri kematian. Namun satu yang gue pahami, bahwa kematian itu bukanlah sesuatu yang asing. Ia selalu setia menunggu setiap detik-menit-jam hingga tahun yang kita lalui untuk segera menemuinya.

Kematian merupakan hal yang sangat dekat dengn kita. Jadi berhentilah berpikir, "kita kan sehat-sehat aja jadi gak mungkin kita meninggal dalam waktu dekat ini. Mungkin sekitar 40 tahun lagi baru deh nyiapin diri buat dipanggilNya."

Siapa bilang orang yang penyakitan umurnya pendek, dan juga siapa bilang orang yang hidupnya gak pernah sakit umurnya panjang? Semua sudah digariskan tuhan untuk masing-masing umatnya. Si A akan meninggal dengan perantara kecelakaan. Si B akan meninggal dengan perantara penyakit. Atau mungkin si C yang tak ada angin ataupun badai tahu-tahu dipanggil.

Jika sudah tiba waktunya, tak ada yang bisa mencegahnya. Pun itu seorang yang berkuasa di negara ini. Karena kekuasaan seluruh isi bumi ini hanya Allah swt yang berhak atas segalanya. DIA lah yang menciptakan maka DIA pulalah yang berhak untuk mengambilnya kembali.

Jadi selagi nyawa, napas, dan ruh masih di badan lakukanlah yang terbaik untuk-Nya dan untuk orang di sekitar. Berpikirlah seolah-olah kematian akan menghampirimu, sehingga kamu tak berani melakukan kejahatan yang dilarang tuhan karena pada faktanya kamu selalu diawasi olehNya.

Kutipan yang saya tulis untuk menutup postingan ini : "Kurangilah kesenanganmu di dunia agar berkurang kedukaanmu di akhirat kelak" -- Imam Syafi'i

8 Desember 2013

Hari Esok Menantimu!

Minggu, Desember 08, 2013 0
Akhir-akhir ini gue mendadak gak punya semangat hidup. Dalam artian gue gak tau lagi untuk apa gue hidup di bumi ini. Setelah menghirup napas selama 18 tahun, gue masih belum bisa menerjemahkan segala yang telah tuhan kode-kan kepada gue. Gue kembali buntu memilih arah dalam setiap masalah.

Hingga kini, semua masih kabur di mata gue. Gue tak dapat melihat secara jelas yang mana yang harus gue ambil sebagai bentuk tindakan. Gue bingung. Dan pada akhirnya bgue melampiaskan dengan mogok dalam berbagai hal. Tak bersemangat dalam menjalani hidup dikarenakan gue gak punya tujuan hidup yang jelas. Itu kesalahan yang masih mengambang di pikiran gue.

Hmm, entah apa yang ada dalam benak gue ketika gue hendak memutuskan sebuah pilihan yang mempunyai dampak yang besar. Ketika sudah berada di tengah jalan dan mulai merasakan dampak yang gue tak mengerti, akhirnya muncul rasa menyesal dalam dada ini. Gue kembali berandai-andai dengan masalalu. Ya, gue kembali diseret ombak kenangan.

Pada saat itulah gue kembali pada kenyataan, bahwa pilihan ini sudah sebaik-baiknya pilihan. Gue berusaha untuk meyakinkan diri, bahwa ini sudah yang terbaik yang diberika tuhan. Gue mencoba untuk menerimanya, karena gue percaya tuhan sayang sama gue.

Jalan masih panjang, dan gue baru menapakkan seperempat waktu dalam sebagian episode hidup ini. Gue seharusnya lebih semangat, harus mempunyai tujuan hidup, harus mempunyai cita-cita. Dan gue sendiri yang harus memutuskan kemana kaki ini kan berpijak untuk episode selanjutnya. Karena ini hidup gue, gue harus berusaha semaksimal mungkin.

Seperti cuplikan adegan yang gue ingat dalam sebuah film thailand, yang kurang lebih seperti ini. 

"Ketika anda mulai lelah, jenuh dan berniat untuk menyerah pada keadaan, maka pikirkanlah di benak anda bahwa anda akan mendapat akhir hidup yang indah tinggal dalam satu langkah lagi, maka teruslah berlari mencapai anganmu!"

"Setiap orang yang dapat melintasi garis finish merupakan pemenang, tak peduli seberapa cepat ia mencapai garis itu, yang terpenting ia telah berhasil melewati berbagai rintangan di belakangnya"

"Pikirkan hari esok dan buanglah pikiran buruk pada hari ini atau kemarin, serta berniatlah bahwa anda tidak akan menjadi orang yang sama pada hari esok. Terus bergerak maju untuk melangkahkan kaki 7 meter di depanmu, sehingga kau dapat mengharapkan perubahan dalam hidupmu"

Yap, gue harus berpikir tentang masa depan. Gue gak boleh mengeluh, jebuh dengan keadaan. Gue harus melawan bisikan setan. Karena banyak orang yang mengharapkan keberhasilan gue di hari esok. Bismillah :) Ganbatte Pujaaaaaaaaaaaaaaaa!

*dalam rangka menyelesaikan setumpuk tugas*

28 Oktober 2013

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Senin, Oktober 28, 2013 0
"Berikan aku sepuluh orang pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
Sudah barang tentunya kita tahu atau sekadar pernah mendengar perkataan ini. Suara menggelegar dari sang proklamator Indonesia yang mengisyaratkan bahwa masa depan negri ini terletak di pundak para pemuda. Pernahkah kita berpikir, Apa yang telah kita berikan untuk bumi pertiwi tercinta ini? Negeri yang tlah kita diami semenjak kita mampu menghirup udara bebas.

26 Oktober 2013

Harapan di Malam Minggu

Sabtu, Oktober 26, 2013 0
Hellow sahabatku tercintah, lagi menikmati malam minggu ya ama wowoknya? Ups, sorry mengganggu. Mau gimana lagi ya beginilah nasib jomblo seumur hidup eh maksudnya jomblo 18 tahun, kalo gak ngengganggu ya bingung mau ngapain lagi. Hikssss, kasianilah saya. Carikan saya wowok juga... Hahaha, becanda kok, jangan shock :D

13 Oktober 2013

Story and I

Minggu, Oktober 13, 2013 0
Selamat menikmati hari minggu sahabat semuku~
Sorry ya, kemarin malam gak sempat mampir ke blog ini...
Tapi hari ini gue kembali, kan udah janji :D

Okey, hari ini pengen ngebicarain apa ya?
Oh iya udah pada tau gak sih kalo komen cerpen gue dimuat di majalah Story edisi terbaru ini.. Hehehe. Jadi gini nih ceritanya.

22 September 2013

Jati diri masih menerawang

Minggu, September 22, 2013 0
Malam ini malam senin. Seharian gue hanya stay di kos saja. Apa yang hendak dikata gue gak punya kegiatan. Pengen main tapi gue gak punya temen. Sedih banget rasanya ditempat asing dan tak mempunyai teman dekat. Dalam hati yang paling dalem gue diam-diam selalu merasa sepi. Di saat sepi itulah bayangan masa lalu kembali muncul.

Jika bisa memilih, gue ingin banget mempunyai kesibukan. Gue jadi bisa melupakan hal yang tlah lalu dan mengukir kenangan baru. Tapi kesibukan apa itu? Gue sendiri juga gak tau.

17 September 2013

High Dreamer

Selasa, September 17, 2013 0
Setiap orang pasti punya mimpi. Mimpi yang sudah lama ia impikan ataupun baru saja diimpikan. Saya merupakan salah satu manusia yang mempunyai banyak mimpi. Mungkin bisa dikatakan saya itu high dreamer sejati. Mengapa demikian? Karena semenjak duduk di bangku pesantren saya sudah suka menulis berbagai impian di binder.

5 September 2013

Di antara Pilihan

Kamis, September 05, 2013 0
Malam sobatku tercinta, yang setia menemani kapanpun dan dimanapun!
Udah 5 hari aja nih bulan september. Gag afdol rasanya bulan baru kalo gag bilang "Welcome September" Be nice to me, semoga gue tentram di bulan ini #Septemberwish :D
Biasanya sih di twitter yang kayak gitu, tiap ada bulan baru yaa di-welcome-in gitu wkwk.

30 Agustus 2013

The Real Struggle!

Jumat, Agustus 30, 2013 0
Bentar lagi Agustus akan pergi meninggalkan kita semua. Di penghujan bulan ini gue pengen intropeksi diri. Banyak banget hal-hal buruk yang gue lakukan termasuk pada orang tua. Gue rasa ajang maaf-maafan waktu lebaran kemarin gak ada artinya kalo udah ngelawan lagi sama ortu. Gue jadi merasa kalo ibadah di bulan puasa yang gue lakuin jadi sangat sia-sia.