Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

23 Juli 2014

Incident in this month

Rabu, Juli 23, 2014 0
Selamat siang semuaaa. Gimana puasanya? Semoga lancar-lancar aja ya. Btw gue agak sedikit merasa menyesal nih karena akhir-akhir ini jarang nge-posting di blog. Entah kenapa gue males banget buat nulis, padahal lagi libur dan juga bulan ramadhan. Juga didukung dengan kebingungan gue mencari bahan untuk menulis disini.

Padahal banyak orang bilang banyak ide itu mudah dicari kalau kita bisa peka terhadap lingkungan sekitar. Dan kesalahan gue lagi, gue cukup acuh terhadap lingkungan sekitar. Double wrong!!!

Karena bingung mau nulis tentang apa, gue bakal bahas satu persatu peristiwa yang lagi hot-hotnya diperbincangkan akhir-akhir ini. Dimulai dari serangan israel ke palestina, jatuhnya pesawat MH 17, terpilihnya presiden baru indonesia, dan peristiwa hari ini Hari anak nasional dan 4 tahun One Direction (idola gue).

Tentang serangan israel gue gak tau lagi harus ngomong apa. Jujur gue emang gak terlalu ngerti apa sebenarnya permasalahan dibalik serangan israel itu, yang gue tau nyawa anak-anak tak berdosa bisa melayang dengan mudah secara percuma. Hati seorang manusia mana yang tidak perih melihat saudara-saudara sesama muslim begitu tersiksa dengan perperangan itu. Ini bukan hanya tentang kepentingan agama saja, tapi lebih tentang kepentingan humanity

Sekarang, setelah hampir sebulan sejak gencatan itu dimulai gue berharap agar korban yang berjatuhan tidak bertambah lagi. Gue akan selalu berdoa semoga mereka disana selalu kuat menghadapi cobaan yang menimpa. Gue yakin Allah tak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi dari kemampuan umatnya tersebut.

Berita kedua, datang dari tragedi yang selalu menakuti gue ketika hendak berpergian dengan pesawat. Ya, tertembaknya pesawat malaysia airlines di wilayah perbatasan ukraina dan rusia itu sontak membuat kaget seluruh dunia termasuk indonesia. Gue juga terkejut membaca berita itu pertama kali di media online. Padahal baru beberapa waktu lalu pesawat malaysia airline juga mengalami kecelakaan dengan pesawat yang masih kehilangkan jejak sampai saat ini.

Gue juga tidak cukup mengerti kenapa pesawat tersebut ditembak. Salah tembakkah atau memang sengaja ditembak gue gak tau pasti. Yang jelas kejadian itu membuat gue bergidik ngeri membayangkannya. Gue sempat membayangkan bagaimana paniknya penumpang ketika tragedi itu terjadi. Kehilangan nyawa dalam sekejap dengan tragedi yang mengerikan, semoga itu jauh dari kehidupan gue.

Selanjutnya, peristiwa yang lagi hot banget di tanah air yaitu terpilihnya pak Jokowi sebagai presiden baru indonesia. Hal yang mengejutkan datang dari rivalnya pak Prabowo yang tiba-tiba saja menolak pelaksanaan pilpres. Baru kali ini gue liat ada capres yang mengundurkan diri di tengah jalan. Tapi kata orang yang paham hukum itu boleh-boleh saja terjadi karena di Undang-Undang memang ada. 

Gue yang gak terlalu paham hukum jadi gak tau apa sebenarnya yang terjadi. Apa benar KPU itu curang atau malah sebaliknya prabowo yang gak sportif. Entahlah gue juga bingung dengan kejadian ini. Yang jelas semoga pak Jokowi bisa menghancurkan argumen negatif yang disematkan kepada dirinya. Dibuktikan dengan kemajuan indonesia lima tahun ke depan. 

Berada di pihak siapapun kamu, sudah seyogyanya kita harus bersatu kembali. Masa-masa kamu mendukung prabowo ataupun jokowi sekarang sudah berakir. Presiden resmi sudah ditetapkan, dan kita selaku rakyat indonesia harus legowo menerima hasil pelaksanaan sistem demokrasi ini.

Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk umatnya termasuk terhadap negara kita. Kita sebagai manusia tidak tahu mana yang terbaik untuk kita tapi ingatlah satu hal bahwa Allah selalu terbaik untuk umatnya, untuk negara kita. Semoga dengan terpilihnya presiden baru ini dapat menjadi perubahan yang positif untuk negara kita. Karena kita itu satu, satu nama, INDONESIA!

Dan peristiwa terakhir yang pingin gue bahas yaitu tentang hari ini 23 Juli 2014 , hari anak anak nasional dan hari jadi 1D idola gue. Pertama-tama gue mengucapkan selamat hari anak nasional semoga anak-anak indonesia mampu menjadi anak kebanggaan bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Selanjutnya juga tentang hari jadi one direction. Gak nyangka udah 4 tahun aja grup idola gue ini berjalan. Jujur, gue baru setahun mengidolakan mereka, gue ngerasa mereka sosok idola yang the best banget. Memulai semuanya dari nol dan sekarang menjadi superstar, itu merupakan suatu bukti nyata dari kesungguhan mereka dalam berusaha. 

Di hari jadi mereka yang ke-4 ini gue berharap agar my boys gue ini selalu satu, one direction. Semoga mereka gak terpecah-belah menjadi penyanyi solo, semoga tetap di dalam satu label one direction, hidup directioners!!! :D

Mungkin cuma ini yang bisa gue tulis kali ini. Jika mood gue memungkinkan dalam waktu dekat ini gue akan kembali nge-post, insyaallah. Doakan gue mendapat hidayah dan berkah supaya tetap semangat dalam menulis. Okay :D

Oya satu lagi bulan puasa kita yang hanya tinggal beberapa hari lagi ini bisa diterima oleh Allah. Rajin beribadah ya di akhir-akhir ramadhan ini, semoga Allah selalu membuka pintu hidayah, anugerah serta ampunan kepada kita semua aamiin. :)

12 Juni 2014

Bahagia dalam Kesendirian

Kamis, Juni 12, 2014 1

Apakah yang kalian takutkan dari sebuah kesendirian? Bukankah sendiri itu lebih tenang? Terbebas dari segala hiruk pikuk dunia luar yang membuat kebebasan diri sendiri terkekang. Berada di tempat sendiri, menyepi sehingga semua yang kita lakukan bebas untuk dilakukan. Atau berjalan sendirian di tengah keramaian dengan mengabaikan segala bisikan 'kata-kata orang'. Bukankah itu menyenangkan?

27 April 2014

Cerita : Tentang Pendidikan Pelajar

Minggu, April 27, 2014 1
Sumber
Saya masih ingat dulu ketika pertama kali masuk Sekolah Dasar (SD), sebenarnya saya tidak diterima. Ini terjadi karena umur saya belum mencukupi untuk dikategorikan sebagai pelajar SD. Pada waktu itu saya baru saja genap berumur 5 tahun, dan di daerah saya anak yang bisa masuk SD harus berumur 6 tahun atau lebih. 

Disitu orang tua saya berpikir bagaimana caranya agar saya tetap bisa sekolah. Hingga pada akhirnya tercetuslah ide yang sebenarnya ilegal namun supaya bisa membuat saya diterima, mereka lakukan juga. Akte kelahiran saya yang sebenarnya lahir pada tahun 1995, diubah orang tua menjadi tahun 1994. Saya lupa bagaimana bisa mereka melakukan itu, yang saya ingat akhirnya saya diterima sebagai pelajar SD tahun itu.

Sebenarnya saya tidak tahu apa sebenarnya makna dari kebijakan bahwa anak di bawah 6 tahun belum boleh memasuki dunia sekolah. Bagaimana kalau anak-anak di bawah umur 6 tahun malah lebih pintar dibanding anak-anak di atas 6 tahun? Itulah sebuah pertanyaan besar yang menggelayut di saat saya masih berada di bangku SD.

Saya tidak tahu apa sekarang kebijakan itu masih ada atau tidak, menurut saya umur tidak selalu menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam sebuah kebijakan.


Yap, mungkin itu sebagai intro dari postingan saya kali ini. Kepanjangan ya? Hehehe, maap kelabasan. Sebenarnya saya ingin membahas tentang sistem pendidikan di Indonesia yang pernah saya rasakan dari zaman SD hingga zaman SMA. So, tunggu apalagi! Mari kita bahas!



Berawal dari masa-masa berada di bangku SD, banyak hal yang telah saya dapatkan selama 6 tahun. Namun yang begitu berarti mungkin tak terlalu banyak. Saya hanya ingat beberapa kejadian yang masih melekat di memori, salah satunya yaitu fakta bahwa saya tak pernah menduduki 10 besar selama 6 tahun. Agak aneh rasanya, karena semenjak kelas 1 hingga kelas 6 anak-anak yang menduduki peringkat 3 besar itu hanya yang itu-itu aja.

Saya tidak tahu mengapa, apakah hanya sebuah kebetulan atau tidak, tapi sepertinya memang mereka mempunyai kepintaran yang tidak sebanding dengan saya. Saya juga ingat bahwa dulu banyak mata pelajaran di sekolah diajar oleh guru yang sama. Seperti matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dll saya lahap dengan penyaji yang sama. Mungkin karena pelajaran anak SD tidak begitu sulit mangkanya gurunya juga tidak spesifikasikan satu-satu seperti di SMP atau di SMA.

Setelah pendidikan SD berakhir, akhirnya saya memutuskan untuk merantau jauh dari orang tua. Saya melanjutkan pendidikan di sebuah pesantren yang kira-kira jauhnya 2 jam dari rumah. Awalnya, saya merasa takut sendirian di tempat yang jauh namun lama-kelamaan saya bisa menjadi seorang anak yang mandiri.

Pada masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) prestasi yang saya dapatkan tidak sedatar sewaktu SD. Jika sewaktu SD mendapat peringkat 10 besar saja tak pernah saya cicipi, di SMP saya begitu terkejut mengetahui bahwa pada semester pertama saya bisa menduduki peringkat keempat. Bahkan pada semester kedua di kelas satu saya bisa menduduki peringkat pertama. Hal ini tentu membuat saya berpikir apa yang terjadi.

Setelah saya telaah, ternyata sewaktu di pesantren banyak mata pelajaran yang harus memakai sistem penghapalan. Seperti contohnya saja hadits, fiqh, al-quran hadist, atau hapalan ayat suci Al-quran. Yang anehnya dengan ditambahkannya mata pelajaran islami dalam pendidikan, tidak menjadi suatu kendala, malah membuat saya bisa meraih prestasi yang cukup bagus. 

Padahal jika dihitung bisa mencapai 25 mata pelajaran yang saya pelajari selama satu semester. Dari sanalah saya mengetahui bahwa saya mempunyai sedikit kelebihan dalam hal hapalan. Saya bisa dikategorikan memiliki daya ingat yang cukup bagus untuk pelajaran yang memang harus dituntut untuk menghapal.

Kemudian setelah tiga tahun duduk di bangku SMP saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang berbeda. Namun memiliki kesamaan dengan tempat sebelumnya, yaitu sama-sama tinggal di asrama. Ada suatu hal yang membuat saya terperangah dikala dinyatakan lulus di sekolah unggul itu. Ternyata teman-teman saya yang dahulunya tak pernah absen menduduki 3 besar di SD, satu sekolah kembali dengan saya.

What a Fantastic Moment! Bagaimana bisa saya yang sewaktu SD sering tidak dianggap ada tiba-tiba saja ditakdirkan satu sekolah dengan para sang juara. Kala itu saya berpikir bahwa Tuhan memang sudah menakdirkan saya untuk sekolah disana. Diantara berbagai jawara dari satu provinsi berkumpul disana, saya cukup bisa mengimbangi mereka.

Walaupun kembali tidak begitu menonjol, saya bisa mendapatkan menikmati masa SMA dengan begitu bermanfaat. Bagaimana tidak, disana saya dikelilingi oleh orang-orang pintar yang memacu saya untuk selalu belajar dan terus belajar. Mungkin bisa dikatakan tidak ada hari tanpa memegang buku. Apalagi ditambah dengan tidak diperbolehkannya kami membawa barang-barang elektronik seperti Hp.

Setelah 3 tahun berhasil berjuang disana, akhirnya saya bisa menuntaskan wajib belajar selama 12 tahun. Jika ditanyakan apa ilmu yang telah kamu dapatkan selama itu? Saya mungkin akan bingung untuk menjawabnya. Karena dengan begitu banyak mata pelajaran bagaimana bisa saya mahir di suatu bidang. Saya tahu semuanya namun hanya dasar-dasar dari tiap-tiap pelajaran saja.

Jadi jika boleh berpendapat, saya ingin memberi masukan untuk pengelola pendidikan di negara ini :

1. Ilmu yang diajarkan mungkin bisa ditata ulang kembali. Maksud saya mungkin boleh-boleh saja menyuuguhkan pelajar dengan berbagai bidang pelajar semasa SD atau SMP. Namun di SMA seharusnya disortir kembali pelajaran yang menjadi minat dan bakat dari tiap-tiap pelajar. Sehingga sewaktu kuliah calon mahasiswa tidak ragu lagi mengambil kosentrasi di suatu bidang.

2. Ujian untuk menentukan segalanya tampaknya banyak disalahgunakan oleh para pelajar. Bagaimana tidak, ujian yang menjadi tolak ukur pelajar dijadikan ajang untuk memperebutkan kursi di bangku kuliah. Jadi pelajar akan didera rasa ketakutan ketika nilai ujian mereka tidak memuaskan.

3. Adanya pendidikan karakter yang serius. Bagi saya ini sangat penting melihat begitu banyaknya kejahatan yang telah dilakukan oleh para pelajar. Sekolah harusnya mampu menjadi tempat bagi siswa untuk memperbaiki sikap dan melatih sportivitas. Tidak hanya dituntut mampu dalam bidang akademis saja, namun karakter juga harus diperhatikan.

4. Terburu-buru dalam mengajar karena mengejar target yang ditetapkan kurikulum juga menjadi masalah bagi saya dulu ketika menjadi seorang pelajar. Seorang guru begitu cepat menjelaskan, bahkan satu bab dalam 2 jam harus dilahap demi mengejar target. Menurut saya ini sangat tidak efisien, seharusnya pendidikan di Indonesia jangan hanya berpatokan pada kurikulum saja namun juga harus menyeimbangkan dengan kemampuan pelajar.

5. Kebanyakan guru masih ada yang sangat meletakkan nilai diatas segala-galanya. Sehingga banyak pelajar yang menghalalkan berbagai cara demi meraih nilai yang diharapkan oleh guru. Selain itu pelajar juga belum aktif dalam memperoleh pelajaran, kebanyakan pelajar hanya pasif mendengarkan guru mengajar.

6. Sistem pendidikan jangan pernah mampu dibeli dengan uang. Banyak kejadian di luar sana yang bisa menyogok staf di sekolah demi menyelesaikan sebuah kasus atau untuk menyelamatkan anak mereka. Pemerintah seharusnya mampu bertindak tegas dalam berbagai hal yang berbau seperti itu.


Dibalik itu semua, yang terpenting adalah bagaimana mendidik karakter dari para pemuda yang akan melanjutkan kepemimpinan di negeri ini. Walaupun ia pintar namun jika tidak pernah disuguhi dengan bagaimana cara bertindak yang baik, bagaimana buruknya mencontek itu, maka tetap saja kita belum bisa menjadi bangsa baru yang mampu mengangkat negri ini.


5 Maret 2014

5 bahan obrolan mahasiswa di tahun ajaran baru

Rabu, Maret 05, 2014 10
Yo pals, what's up guys? Apa kabs? #gaya #skinnyindonesian24
Ojo neko-neko, ojo lali, ojo ndesu #iniapaansih -_-
Ora opo-opo toh, piye iki?
Sudahlah gue emang gak bisa bahasa jawa,
Ya ojo dipaksain toh, iyo toh?
#openinggajelas #abaikan
#kebanyakanhastag #zzzz

Langsung aja deh, dari pada pembaca blog gue kabur mending gue langsung ngomong aja. Lah emang dari tadi gak ngomong? Entahlah ya -_-

Btw, ini udah tanggal 5 ya? Hmm, berarti udah 5 hari bulan Februari berjalan. Dan berarti ini juga bakal jadi postingan baru gue di bulan ini. Eh maap, maksudnya bulan Maret. Gak kerasa sih ya, soalnya Februari gue cuma dihabiskan di rumah aja. Miris -_-

Nah, begitu gue buka mata di suatu pagi yang cerah eh tiba-tiba udah bulan Maret aja. Gue gak bisa berbuat apa-apa lagi kalo kenyataannya sebentar lagi perkuliahan akan segera dimulai. Ya tepat pada tanggal 3 Maret, perkuliahan di semester baru yaitu semester 4 akan dibuka. Dan itu berarti....... Gue harus siap untuk memulai kembali segalanya.

Ya, liburan mahasiswa sudah berakhir, kini saatnya kita kembali beraksi. #Ecieleh. Nah, biasanya nih ya bakal banyak sekali bahan obrolan para mahasiswa pada awal semester baru ini. Yang inilah yang itulah, yang bikin kepala gondok di minggu pertama masuk. Karena kelas masih banyak yang bolong, tentunya akan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk mengobrol. Betul gak?:D

Okey, gue akan rangkum beberapa bahan obrolan mahasiswa di awal tahun ajaran baru versi gue. Mungkin nanti ada yang mau menambahkan, monggo. :)

Nah, mau tau apa aja itu? Let's check it yo:)

1. Obrolan tentang nilai.

Poin pertama ini memang tidak akan pernah terlepas dari bahan obrolan para mahasiswa yang baru saja menginjakkan kembali kakinya ke rimba kampus. Karena mengapa? Karena memang itulah satu-satunya topik yang sangat hangat selain kasus Aurel yang mendadak cantik. #eh #salahfokus

Selain itu, akan ada penolakan ataupun penggugatan kepada dosen yang dirasa salah memberi nilai. Hal ini terjadi karena ia merasa lebih baik dari orang-orang yang mendapat nilai lebih bagus darinya. Ya begitulah mahasiswa, kalo dikasih nilai A aja langsung gak mau protes padahal kalo ditanya pake hati nurani sebenernya ia belum pantas mendapat nilai tersebut. *termasuk gue

2. Obrolan tentang KRS

Mungkin ini hanya terjadi di jurusan gue atau di lain tempat juga iya? Gue gak tau. Yang jelas jurusan gue SELALU telat dalam mengisi KRS alias Kredit Rencana Studi. Selama 4 kali gue mengisi KRS, selama 4  kali juga angkatan gue selalu menjadi yang terakhir mengisinya. Gue juga gak tau kenapa.

Nah, biasanya para mahasiswa akan mulai galau mau ngambil matkul apa aja. 

A : "Matkul pilihan diambil gak ya, kalo diambil ngambil apa tapi? Lo ngambil apa aja, B?"
B : "Gak tau nih gue bingung, Eh C lo ngambil matkul apa?"
C : "Entahlah ya pengennya sih ini tapi banyak gak ya yang ikut..."
Dan bla bla bla...

Atau bisa juga.

D : "Jatah semester ini 24 cuy, sayang kalo gak digunain apa gue ambil matkul wajib semester depan aja kali ya? Tapi kalo ngambil masa iya bareng ama kakak tingkat? Lo ngambil gak E?"
E :  "Kayaknya sih enggak, sks gue udah gak cukup lagi. Kalo lo F ngambil gak? Jatah sks lo kan semester ini penuh?"
F : "Enggak ah, gue cuma ngambil wajib semester ini aja. Mau fokus organisasi dulu."

Dan begitulah adanya, berbagai macam karakter mahasiswa akan beragam dalam memilih mata kuliah yang ada. Ada yang mau full sks ada yang maunya ngikut-ngikut temen, atau ada pula yang cuma mau ngambil seadanya alias semaunya. Ya, namanya juga mahasiswa.

3. Obrolan tentang beasiswa

Kalo obrolan yang ini cuma mahasiswa tertentu aja yang ngebahasnya. Tau ajalah ya. Kalo gak yau yaudah gue kasih tau. Yang IP-nya bagus akan mencari informasi sana sini untuk mendapatkan beasiswa. Jalan apapun akan ditempuhnya, baik itu terjal, mendaki atupun berbahaya sekalipun. Demi mendapatkan tambahan duit semua akan dilakukan. Keren gak tuh?

Nah, gimana donk bagi mahasiswa yang tak seberuntung mereka? Apa iya mereka juga dengan nekadnya ikut ngajuin beasiswa juga kalo jelas-jelas syarat pertama aja udah gak memenuhi. Hmm, entahlah mungkin ada kalangan mahasiswa yang tidak begitu tertarik dengan beasiswa semasa kuliah. Karena mungkin dia berpikir bahwa dia bisa melakukan hal lain seperti kerja sampingan untuk mendapatkan uang. Mungkin loh ya.

Mungkin ada juga hal-hal lain yang gak gue tau. 

4. Obrolan tentang organisasi

Poin yang ini juga udah sedikit gue singgung di poin kedua. Memang akan ada mahasiswa yang juga tertarik membicarakan hal ini. Terlebih di fakultas gue salah satunya, setiap UKM ataupun HIMA sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan berbagai acara yang akan diadakan di semester ini. Itu membuat mereka tak akan pernah absen pergi ke sekret untuk meninjau sudah sejauh mana kegiatan tersebut dipersiapkan.

Tapi tentunya gak semua mahasiswa donk ya membahas organisasi. Akan ada mahasiswa yang acuh terhadap suatu oaganisasi. Lagi-lagi akan ada suatu pilihan yang terlihat. Dimana ada beberapa mahasiswa yang rela menghabiskan waktunya untuk membesarkan nama suatu organisasi atau  yang ada malah sebaliknya.

And it's Mahasiswa's choice. :)

5. Obrolan tentang hal pribadi/gosip

Poin yang terakhir ini sepertinya lebih banyak dibicarakan kelompok mahasiswa atau mungkin mahasiswa tertentu saja. Entahlah. Ya, siapa yang tertarik mendengar kehidupan pribadi seseorang? Terlebih kaum hawa yang mempunyai hobi menggosip top markotop.

Contohnya ni ya.

Shelly : "Ih Nay, lo gedutan ya sehabis liburan ini. Liat tuh baju yang biasanya lo pake kelonggaran sekarang malah ketat kayak gitu. Pasti kerjaan lo tidur mulu..."
Nayla : "Iya nih kayaknya gue harus diet OCD lagi..."

Atau yang begini.

Indri : "Gue denger lo baru jadian ya sama kating jurusan sebelah? Ih lo gitu ya gak ngasih tau gue. Sebel ama lo sa..."
Nisa : "Hehe, iya dri. Gue baru aja ditembak sama kak angga tadi pagi. hehehehehehehehehe"

Mungkin juga gini.

Loni : "Eh sin, lo tau gak kalo Dude Herlino mau merit loh sama Alyssa Soebandono?"
Sinta : "Wah, iyatah? Cocok banget ya, yang satu cantik yang satunya lagi ganteng. Aaaa, mau deh kayak gitu juga. Cariin donk lon cowok kayak dude..." *emotnangis*

HAHAHAHA. Hayooo pada ngerasa gak nih? Yang pada awalnya ngobrolin diri sendiri dan karena kehabisan topik pembicaraan, cewek-cewek akan menyeret berita para artis untuk diperbincangkan. Biasanya topik yang ini akan lebih rame, apa lagi gosip yang lagi hot-hot nya. Maklum lah ya, namanya aja juga cewek. Naluri perempuannya kambuh. :D

Jadi gimana? Di poin manakah lo berada? Atau di semua poin? HAHAHAHA. No problem, gak papa kok, gue gak bakal ngetawain diri sendiri juga toh. :D

KeepSmile :)))

20 Februari 2014

What should I do?

Kamis, Februari 20, 2014 2
20 Februari 2014. Berarti masa liburan kuliahku akan berakhir 10 hari lagi. Tak ada hal berarti yang bisa kulakukan selama liburan berlangsung. Hanya duduk di depan laptop, mencari informasi berbagai macam lomba yang sekiranya bisa kuikuti. Dan yah, alhamdulillah aku bisa menang di dua lomba yang hadiahnya lumayan keren, not too bad.

Namun, selain aktivitas yang kulakukan selama liburan ini, ada satu penyesalan yang membuatku berpikir. Apakah aku terus lanjut atau berhenti sampai disini dan mencari jalan lain? Ya, nilai semester ini kurasa cukup hancur, IP ku tak mencapai tiga. Itu berarti target yang kubuat tidak tercapai. Memang, masih ada nilai yang belum masuk dan bisa berubah, tapi dapat kupastikan IP ku akan menurun dari semester lalu.

Hal ini membuatku merenung, apa yang akan aku lakukan ketika kurasa kemampuanku disini tidak mencapai batas bisa menguasainya? Apakah aku tetap akan lanjut dengan segala hal yang tak bisa kuatasi ataukah aku harus berbalik arah mencari jalan lain?

Mungkin jika kalian melihat sebelah kanan dari blog ini,kalian akan mendapati sedikit bio tentang aku. Aku adalah seorang yang kurasa memasuki masalah klasik ketika masuk ke dalam dunia kampus. Ya, kurasa aku telah memasuki jurusan yang salah. Entahlah, kurasa ini bukan passion-ku.

Pertanyaannya, apa yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa dunia ini bukanlah duniamu? Ketika menyadari bahwa jurusan yang telah kamu geluti tidak cocok dengan dirimu sebenarnya, what should you do?

Berikut aku membuat beberapa jawaban yang akan kuusahakan untuk melakukannya.

1. Teruslah melihat ke depan.
Apapun yang terjadi di hidupmu kini, teruslah melaju ke depan. Jangan pernah melihat masa lalu yang telah berlalu. Sesekali boleh, tapi hanya untuk mengambil pelajaran untuk diperbaiki di masa sekarang. Walaupun sekarang kamu merasa kesulitan untuk menjalani hidup, step moving forward :)

2. Jalani seperti air yang mengalir.
Untuk jawaban kedua ini, mungkin kutulis hanya untuk penenang ketika aku mulai kewalahan menghadapi semuanya. Ya, face it like water flowing. Tenang namun menghanyutkan. Semua akan selesai dengan baik jika kamu menghadapinya dengan hati dan otak yang tenang.

3. Teruslah berusaha dan berdoa.
Jangan pernah merasa terlalu takut ataupun cemas dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semuanya akan sesuai dengan usaha dan doa kita selama proses menuju ke masa itu. Yang perlu kita lakukan adalah teruslah mencari tahu, jangan hanya diam.

4. Bayangkan impian terindah.
Ini merupakan penyemangat ketika kita sedang berada dalam proses yang sangat panjang. Impikanlah impian yang selama ini kita inginkan akan terwujud dan rasakanlah aroma keberhasilan itu. Dengan luar biasa, semangat yang sudah mulai kendur akan bergejolak kembali seiring dengan begitu kuatnya keinginan kita untuk bisa mencapai impian sukses.

5. Optimis.
Diantara semuanya inilah yang paling penting. Berpikir optimis dan percaya diri. Jika hidup ini berjalan dengan rasa optimis, insyaallah keberhasilan akan mendekat dengan sendirinya. :)

Terlepas dari semuanya, kita tak bisa mengelak dari yang namanya takdir allah. Namun ada takdir yang bisa diubah dengan usaha yang giat dan dengan bersungguh-sungguh. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika allah telah menghendaki, KUN FAYAKUN!

So, never give up to achive your success in the future. This life is in your grasp. Keep spirit to get all your dreams.

12 Februari 2014

Hal-hal yang kamu temui saat menonton sinetron

Rabu, Februari 12, 2014 14
Kalau liburan gini biasanya gue cuma numpluk di rumah aja, alhasil gue menjadi orang yang super gak produktif banget. Apalagi liburannya gak usai-usai, seperti gak ada ujungnya gituh. Mungkin karena kelamaan kali ya, 2 months keleeeeussss, oh em jiiiiii :/

Dari malam hingga malam lagi gue habiskan just at home. Bo to the ring, iyuuuuuh. Hahaha, udah ketularan sinetron nih kayaknye. Ya iyalah, tiap malem mantengin sinetron mulu, gimane gue gak tau coba. Nah, pas banget nih pada postingan kali ini gue pengen membahas tentang sinetron yeah.

Sebelum masuk pada pokok pembahasan yang sesuai judul post ini, tentunya pada tau donk sinetron itu apa? Pastinya orang Indonesia sangat akrab donk dengan film stripping yang banyak episodenya tak terhingga ini. Iye kagak, jangan malu-malu deh :D

Menurut wikipedia, Sinema elektronik atau lebih populer dalam akronim sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi.

Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh-tokoh yang memiliki karakter masing-masing. 

Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih, tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh penulis skenario. 

Gimane? Udah pada ngerti belom?:D

Okey langsung aja nih ye. Gue pengen nge-bahas hal-hal yang biasanya lo temuin dan lo rasakan jikalau lo menonton sinetron yang adanya cuma di Indonesia. Pengen tau? Lanjut baca aje ye.

1. Bayi yang sengaja ditukar atau mungkin tertukar, entahlah.
Biasanya kalau sinetron itu baru tayang alias masih episode awal, besar kemungkinan akan ada bayi yang berada di rumah sakit. Pada ngeh lah ya, biasanya ntu bayi kalau gak ditukar atau gak dibawa ke panti asuhan atau semacamnya. 

Alhasil selama sinetron itu tayang, akan ada adegan yang bikin geregetan kite yang nonton, yaitu saat orang tua kandungnya mencari anak aslinya tapi dibikin alur yang ribet yang luar biasa. Membuat kita merasa gemez karena si ibu gak kunjung tau kalau itu anak kandungnya. Huffffft...#kebawaemosi

2. Adegan yang menurut gue sangat klasik untuk bertemu dengan si doi
Yah, memang sangat-sangat klasik, karena hampir di semua sinetron ataupun ftv yang gue tonton, cowok dan cewek bakalan ketemu dan kenalan dikarenakan hal-hal semacam berikut.

- Ditabrak. Baik itu ditabrak motor, mobil ataupun secara langsung. Yang mengakibatkan mereka saling bertengkar dan pada akhirnya pasti saling suka. Biasanya sih kalau ditabrak langsung, ada adegan buku yang berserakan trus waktu mau ngambil eh tangan mereka saling bersentuhan. Diakhiri juga dengan adegan slow motion diiringi musik dan tatapan mata yang bertautan. Iyuuuuuh.

-Selanjutnya, si cewek ataupun si cowok bakalan gak sengaja ketemu lagi atau ternyata mereka satu sekolahan. Kebayang kan kayak mana kelanjutannya, bakal ada permusuhan di antara mereka, yang kian lama rasa benci itu bakal berubah menjadi cinta. Iyuuuuh lagiiii.

3. Nangis atau nunggu di bawah rintikan hujan
Adegan ini muncul jikalau cewek dan cowok sudah saling suka trus bertengkar atau diadu domba oleh si peran antagonis. Akhirnya salah satu diantara mereka ada yang pengen balikan dan minta maaf hingga rintikan hujanpun ditempuhnya. Ya itu, malem-malem hujan, dingin, dan si doi rela-relain ke rumah ceweknya untuk minta maaf. Tapi si cewek gak kunjung keluar, alhasil si cowok keujanan dan kedinginan hingga akhirnya pingsan.

Itu sih kalau adegan si cowoknya yang keujanan. Kalau si cewek biasanya sih diiringi air mata. Biasanya si cewek di PHP-in si cowok sampai-sampai ia bersyukur hujan datang karena ia bisa menangis dengan leluasa tanpa ketauan orang lain. Oh, no cup, cup, cup..

4. Pakaian SMA paling sering dipakai
Kalau yang poin ini sih, adanya di sinetron akhir-akhir ini. Iye, hampir si semua scene itu artis pake baju SMA dan settingnya di sekolahan mulu. Tapi anehnya kenapa di sekolahan pada cinta-cintaan mulu? Mikirin dan pada ngerebutin satu cewek yang sama. Emang pada kagak belajar apa ye. Emang gak pernah ada ujian apa, sampe-sampe yang dipikirin pacaran muluuuuuuu.

Emang ye, sinetron kadang merusak otak para penontonnye. Apalagi kalo yang nonton para pelajar, gimana nasib anak muda kite kalo mereka juga mencontoh apa yang ada di sinetron? Hmm, entahlah.

5. Selalu ada yang berperan antagonis
Biasanya kalau di sinetron yang latarnya para remaja akan ada geng-geng cewek yang memusuhi sang pemeran utama. Dengan ciri bahasa khas mereka yang aneh, mereka akan mencari berbagai cara untuk membuat musuhnya tertindas tiada ampunnya. Bahkan untuk membunuhpun akan mereka lakuin. Ampe segitunye ye, padahal masih SMA loh.

Selain yang ber-genre remaja, sinetron bakal tetep ada peran antagonis kok. Kalo gak ibu-ibu, ato gak nenek-nenek. Kebanyakan sih gitu, kaum bapak ada juga sih beberapa tapi gak banyak. Paling benci kalo nonton sinetron ya itu, saat si peran antagonis mulai beraksi. Dan mereka akan menyakiti peran yang luar biasanya baiknya. Begitu menyebalkan.

6. Selalu ada yang kecelakaan
Ini nih, emang selalu ada kok. Berapa sinetron yang udah gue tonton sejak lahir selalu ada aja yang kecelakaan. Entah itu ditabrak mobil, motor atau becak barangkali. Hingga mau gak mau mau akan selalu ada adegan dengan latar rumah sakit dan juga para dokter. Dan bisa jadi sang dokter jatuh cinta dengan si pasien. Hmmm, emang semua yang gak mungkin di dunia nyata bakal terjadi di sinetron.

7. Selalu ada adegan yang bikin kita pengen banting Tipi
Hahaha, ada-ada aja ya, emang ada apa? Serius geh, gue kalo lagi nonton sinetron bareng adek kakak pasti pada bertengkar kalo ada adegan gini.

*Si cowok masuk gedung untuk mencari si cewek*
Ketika si cowok sedang konsennya mencari tuh cewek, eh gak taunya cewek yang dicari udah lewat di samping si cowok. Nyebelinnya, si cowok gak tau kalo si cewek barusan lewat, padahal ya kalo dipikir-pikir di kehidupan nyata pasti bakal keliatan kok kalau ada orang lewat di samping kita.

Bagian itulah yang bakalan membuat kita yang nonton menjadi emosi dan teriak-teriak macam gini.
Penonton : Heyyy bolotttt, gak keliatan tah itu si ranti di samping ELOOOOO? Masak gak liat sih, mata lo rabun APAAAAA orang segede itu gak keliatan? ARrrrgggggh >,< #matiintipi #tendangtipi

8. Ada yang amnesia
Nah ini, biasanya terjadi kalau itu sinetron udah mentok gak tau mau dibawa kemana sinetron ini? *Menurut gue sih* Atau mungkin emang udah tradisi dari para leluhur untuk diadakannya adegan ini. Entahlah, yang gue tau kalo amnesia gak mungkin dengan cepet sembuhnya. Tapi kalo di sinetron orang yang amnesia bakal sembuh cepet cuma ingatannya aja yang hilang. Hoho.

9. Backsound sinetron yang mendukung
A merupakan peran antagonis.
A : Liat aja, kalo lo mau cari masalah ama gue, lo liat aja apa yang bisa gue lakuin sama lo. *jengjeng* *mata kanan-kiri* *backsound (~hei kau tak tau malu tanpa basa basi~)*

B dan C merupakan sepasang kekasih.
B : Ce, tau gak kalo gue itu suk...... sukkk.... suka sama lo.
*Hening*
C : Beneran?
B : Iya, beneran.
*Backsound (~tiba-tiba cinta datang kepadaku~) *saling tatapan* *pelukan*

10. Bikin geregetan dan kebanyakan adegan didramatisir
Emang. Kalau kalian hendak menonton sinetron siap-siaplah untuk geregetan. Hehe. Karena akan banyak tayangan yang membuat lo pengen ganti tuh channel atau bahkan matiin tuh tivi. 

Oiya satu lagi, akan banyak adegan yang dibuat berlebihan, padahal sebenernya itu sangatlah simpel dan sederhana. Namun di sinetron semua seakan menjadi sebuah masalah besar dan terkesan didramtisir.

Mungkin cuma 10 poin itu yang gue rasakan dan gue ketahui. Atau mungkin masih ada yang lain kali ya yang gue lupain. Comment di bawah aja ya kalo ada tambahannya :D Yang terpenting kalo lo sudah mengikuti alias menonton sinetron dari awal maka siap-siaplah untuk kepo hingga akhir. 

Maju terus sinetron Indonesia :)))

2 Februari 2014

Kerugian yang anda dapatkan ketika sakit

Minggu, Februari 02, 2014 1
Beberapa hari di masa liburan gue harus diisi dengan berdiam diri di rumah karena gue mengendap penyakit. Huah, padahal di skedul gak ada, malah semuanya terjadi diluar rencana, ya mau diapain lagi. Sekarang sudah hampir seminggu penyakit ini gak pergi-pergi. Hilang satu, yang atunya lagi malah datang.

Sungguh, siapapun yang pernah merasakan sakit pasti tidak lagi menginginkan sakit itu kembali. Biarlah ia terbang bersama hari itu dan jangan sampai ia hinggap lagi di permukaan tubuh. Namun gue yakin di setiap penyakit yang diberikan Tuhan pasti ada hikmahnya :')
 
FYI, siklus penyakit complicated yang gue alami : Badan panas-turun-panas lagi-kepala pusing-gigi sakit-panas lagi-batuk kering-panas tinggi-dan pada akhirnya dapet campak. :'(

Dan sewaktu gue tulis postingan ini, muka gue udah kayak disengat lebah, merahnya nauzubillah.

Nah, gue akan share beberapa poin yang menurut gue kerugian yang kita dapatkan sewaktu sakit :

Poin pertama, tidur susah. Poin yang paling utama ini memang sangat mengganggu gue sewaktu sakit. Untuk tidur aja banyak sekali rintangan yang harus gue hadapi. Gue harus menunggu sampai kepala tak lagi pusing, gigi tak lagi sakit, perut tak lagi lapar dan badan tak lagi gatel. Sungguh jika semuanya digabungkan gue bakalan gak bisa tidur nyampe subuh.

Poin kedua, semua makanan bakalan gak enak. Nah ini nih, yang gue sayangkan. Padahal nyokap udah masak makanan yang lezat, tapi ya lidah gue bilang kagak selera ya pegimana. Huhu. Ketika yang lain pada makan dengan lahap gue gue cuma bisa menelan air ludah dan makan hanya sedikit. Semoga penderitaan ini segera berakhir ya Tuhan.

Poin ketiga, kagak bisa keluar rumah. Ini emang udah konsekuensi yang harus dijalani sewaktu sakit, agar penyakitnya gak bertambah parah kalau kita keluar rumah. Ini gak masalah sih kalau yang sakitnya sehari dua hari, nah kalau seminggu lebih? Gak kebayang deh betapa suntuknya mendekap di rumah tanpa menghirup udara luar secuilpun. Sunggu terlalu.

Poin keempat, emosi gak stabil. Kalau ini gue alami sendiri sih. Mood gue jadi labil gitu kalau sakit, ngomong jarang, sekalinya ngomong langsung marah-marah. Fiuuh, mending gue diem aja daripada semuanya sakit hati.

Poin terakhir, badan bau. Poin yang terakhir ini kayaknya poin yang paling merugikan diantara semuanya deh. Orang sakit kan gak boleh mandi, ya alhasil badan mau gak mau ya harus bau. Gue saking gak betahnya udah 2 hari gak mandi, gue paksain aja deh mandi pake air dingin lagi. Hasilnya badan gue panas tinggi besoknya T.T

Mungkin masih ada beberapa kerugian lainnya yang kalian pernah rasain, yang paling gue rasain sih cuma segitu. Yang jelas penyakit itu jangan dicari deh, berupayalah untuk selalu sehat. Karena banyak hal bermanfaat yang masih bisa kita lakukan sewaktu sehat. Dengan adanya penyakit semua akan menghambat dan kita hanya bisa berdiam diri tak bisa berbuat apa-apa.

Tapi jika penyakit itu sudah datang berusahalah untuk melawannya, banyak-banyak minum air putih, makan dan minum obat. Dan satu lagi banyak-banyaklah bersyukur. Karena jika kita tak pernah merasakan sakit maka kita tak tau bagaimana nikmat dan indahnya sehat itu :)

KeepHealthy :)))

27 Januari 2014

Mari saling Mengingatkan

Senin, Januari 27, 2014 2
Pada ngerasa gak sih kalau kini sehari itu berjalan sangat cepat. Waktu pagi hingga malam hanya berlangsung sekejap saja. Hmm, atau mungkin memang perasaan gue aja kali ya? Karena memang gak ada kerjaan selama liburan ini.

Entahlah, terlepas dari semua yang gue rasakan, ada satu hal yang menurut gue memang pasti adanya. KIAMAT. Ya, entah mengapa gue menjadi memikirkan hal ini. Umur dunia sudah semakin tua, sampai kapan tuhan akan memberi umur kepada bumi ini tak ada satupun yang tahu.

Kalau bisa kita telaah lagi, mengenai bencana yang terjadi di Indonesia ini bisa jadi menjadi sebuah pertanda bahwa allah telah murka kepada umatnya. Dimulai dari banjir yang rutin datang tiap tahun, merupakan kesalahan dari manusia sendiri yang tampaknya mulai acuh terhadap lingkungan sekitar.

Ditambah juga, dengan bencana-bencana lain yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Gunung meletus di Sumut, banjir di pulau jawa&manado yang juga menyebabkan tanah longsor, dan bencana yang baru-baru ini terjadi yaitu gempa di jawa tengah.Dan masih banyak bencana lain yang gak gue gak tahu.

Ada apa dengan bumi ini? Apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia? Apakah ini karena ulah manusia yang terlalu apatis dengan tempat ia berpijak. Entahlah, terlepas dari itu semua gue cuma ingin kita sama-sama mengintropeksi diri. Kenapa sih, sepertinya semesta sungguh murka terhadap alam kita? Pasti ada yang salah di dalamnya.

Mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu, bercerminlah, apa perbuatan negatif yang telah kamu lakukan selama ini? Lihatlah dari hal terkecil, semisal kamu sering membuang sampah sembarangan seperti di jalan raya, di selokan atau di tempat lain yang tak seharusnya. Cobalah berpikir, apa yang akan terjadi kelak jika banyak orang berbuat seperti kamu, cobalah sejenak ikut memikirkan nasib alam ini.

Barangkali jika kita mau sedikit sadar akan pentingnya menjaga alam, tuhan takkan semarah ini dengan negeri ini. Hingga DIA beri bencana yang beruntun, tentulah mempunyai alasan dan sebagai peringatan kepada kita yang masih tinggal di bumi-Nya ini.

Jadi, selama tanah ini masih dapat kita pijak, langit masih bisa kita tatap, marilah sama-sama menjaga alam agar tidak murka kepada kita. Tuhan tak pernah menurunkan bencana jika umatnya peduli dengan lingkungan di sekelilingnya.

Jika Tuhan sudah memberi negeri ini ujian alam yang begitu dahsyat, pasti ada di antara kita yang berbuat kesalahan. So, ingatkan diri kita jika ingin merusak alam dan lingkungan, jika kamu sudah berhasil menahan perbuatan tercela itu maka berbagilah kepada orang disekitar. Mari kita sama-sama saling mengingatkan.

Bumi ini akan memberi respon yang positif jika kita ikut merawatnya :)

30 Desember 2013

#Review Film : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Senin, Desember 30, 2013 1
"Demikianlah perempuan. Dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain padahal begitu besarnya" - Zainudin.

Merupakan salah satu dialog adegan yang diperankan oleh Zainudin yang dalam film 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck' diperankan oleh Herjunot Ali. Film ini diadaptasi dari novel seorang penulis besar sepanjang sejarah Indonesia, karya Tuan Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka.

Tulisan yang sudah berpuluh-puluh tahun ditulis ini mampu mengembalikan ingatan kita akan sebuah karya besar dari seorang sastrawan terkenal asal Sumatera Barat. Dengan mengedepankan bahasa yang penuh akan unsur sastra di dalamnya, film ini mampu membuat otak berkelumit untuk memahami setiap dialog yang ada.

Wujud asli cover novel #TKVDW
Jujur, saya belum pernah membaca novel #TKVDW yang mungkin tebalnya sekitar 300 halaman. Namun berkat film yang dirilis pada 19 Desember 2013 dan baru saya tonton kemarin, akhirnya saya mengetahui isi dari novel tersebut secara garis besar, bagaimana Buya Hamka--sang penulis novel dari film #TKVDW menyalurkan rasa berontaknya terhadap adat istiadat di Indonesia khususnya adat istiadat di minangkabau.

Novel yang sudah difilmkan ini merupakan bentuk dari penolakan penulis terhadap adat yang minang yang terlalu mengagungkan sukunya sendiri dan meremehkan suku lain. Bangsa yang mengaku mempunyai slogan 'Bhineka Tunggal Ika' ini masih suka menyombongkan dirinya (sukunya) dan memandang sebelah mata suku lain.

Film yang berdurasi 3 jam ini mampu mengubah aroma hati dan rasa bagi setiap orang yang menontonnya. Siapapun yang berada di balik layar dari pembuatan film ini baik itu artis/aktor, sutradara, penulis skenario, pengambil gambar dan pekerjaan lainnya, saya berikan 2 jempol untuk semuanya. Bagaimana tidak, dengan mengambil seluruh latar dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, mereka mampu menyelaraskan setiap scene dengan situasi keadaannya.

Selain itu, pada setiap dialog, para pemain dengan lugasnya mampu berkata dengan bahasa yang mempunyai level kesulitan yang sangat tinggi. Dimulai dari bahasa daerah makassar, padang dan juga ada sedikit bagian bahasa jawa. Apalagi banyak para pemain bukan merupakan orang asli dari setiap daerah tersebut. Saya juga memberi nilai plus untuk ketekunan pemain dalam menghapal setiap dialog yang menggunakan bahasa daerah ini.

Sebagaimana halnya saya menyadari sangat susah menghapal kalimat dialog yang tidak biasa kita dengar. Satu kelebihan sangat menonjol dari film ini, yaitu dalam mengutamakan kekayaan akan kesusastraan bahasa Indonesia dalam melafalkan hampir di seluruh dialog. Saya begitu bangga dengan dengan film ini, dengan mengusung hikayat, syair hingga menjadi paduan kalimat yang rupawan, ia mampu membuat saya yang lahir pada 18  tahun yang lalu berada pada masa 80 tahun yang lalu disaat adat istiadat dari suatu daerah terasa begitu kental. 

Penampakan poster film #TKVDW
Perjalanan Zainudin dalam hidupnya bisa menjadi suatu pelajaran berharga untuk saya pribadi. Seorang lelaki yang sudah terbiasa akan derita semenjak kecil harus diuji dengan cobaan yang begitu menohok hati. Dimulai dari diusir dari kampung halaman bapaknya sendiri hingga kekasih yang begitu ia cintai dengan tulus beralih kepada orang lain. Betapa tidak sakitnya hati seorang Zainudin ini, ketika ia baru saja merasakan cinta yang begitu dalam kepada Hayati yang diperankan oleh Pevita pearce, ia malah ditinggal pergi oleh Hayati yang menikahi lelaki yang mempunyai banyak kelebihan darinya.

Adegan favorit yang sangat menyentuh lubuk hati saya yang paling dalam hingga bulir berlian dari mata ini jatuh, yaitu disaat Zainudin sakit selama 2 bulan karena tak terima hayati sudah milik orang lain. Saat sakitnya memuncak ia ingin Hayati berada disampingnya, Ia begitu mendambakan Hayati menjadi miliknya seutuhnya. Hingga ia rasa jiwanya terguncang sebelum melihat Hayati.

Dan tibalah Hayati bersama suami barunya. Ia, Zainudin berkata dengan perkataan yang begitu aduhai rapinya namun begitu mampu menyayat hati setiap orang yang mendengarkan. Ia masih berpikir bahwa Hayati masih menjadi kekasihnya hingga ia tersadar dengan warna dari jari-jari tangan Hayati. Ia begitu terpukul ketika menyadari bahwa hayati kini sudah bukan miliknya lagi.

Ah, begitu ganasnya cinta hingga ia mampu memporakporandakan hati setiap insan, siapapun itu.

Namun berkat ada sahabatnya, bang Muluk, Zainudin mampu bangkit dari keterpurukan. Dengan segenap jiwa dan raga ia memutuskan untuk melupakan hayati dan memulai hidup baru di pulau Jawa. Dari situlah benih-benih harapan perlahan mulai muncul. Ia yang gemar menulis karangan seperti hikayat, syair atau puisi mampu menyihir setiap pembaca yang membaca tulisannya.

Hingga pada akhirnya ia bisa mencetak sebuah novel 'Teroesir' yang merupakan kejadian nyata yang ia alami sendiri ketika berda di kampung halaman kebanggaan ayahnya itu. 

Seiring berjalannya waktu, ia telah menjadi seorang penulis termasyhur dengan karya-karya yang menjadi best-seller di masanya. Ia telah bisa membuktikan bahwa ia bisa bangkit dari semua ujian yang telah ia rasakan.

Datanglah pada suatu ketika hayati kembali hadir dalam hidupnya. Dan jujur pada hati yang paling dalam rasa yang ada untuk Hayati masih utuh seperti sedia kala. Namun pada saat kesempatan kedua telah datang ia malah menghempaskan begitu banyak duri yang sudah lama bersarang di hatinya. Dan salah satunya berupa dialog awal yang saya tuliskan di postingan ini. Rasa sakit yang pernah ia rasakan beberapa tahun lalu mampu menutupi hati kecilnya yang begitu mencintai Hayati.

Keegoisan diri mampu membuahkan suatu penyesalan yang amat sangat bagi dirinya. Apalagi setelah kesempatan kedua itu tak muncul tiga kali. Disaat semuanya berubah, disaat itu pula ia harus menelan semua yang ada. Perang hatinya begitu kuat ketika dengan teganya ia menyuruh hayati untuk pulang ke kampung halaman.

Namun takdir berkata lain, saat ia akan merubah pikiran maut itu datang. Tenggelamnya kapal besar milik belanda 'Kapal Van der Wijck' kembali menjadi penghadang akan bersatu kembali hati yang telah lama bertaut kasih. Hayati telah tiada, dan Zainudin begitu amat menyesal dengan tindakannya. Tapi, penyesalan hanya tinggal penyesalan disaat semua telah terjadi barulah gerombolan rasa itu muncul dan memporakporandakan benteng pertahanan.

Sungguh, pada saat Zainudin berada di puncak amarahnya mengatakan segala unek-unek di hatinya kepada Hayati ia telah melupakan sesuatu. Ia melupakan bagaimana hayati berperan sangat penting dalam hidupnya, dalam kesuksesannya. Jika seandainya ia tidak diberikan ujian cinta ketika melihat orang yang disayanginya sudah milik orang lain, mungkin semangatnya untuk bangkit tak bisa sebesar ini.

Dan lagi-lagi dendam menghancurkan segalanya. Bahkan menghimpit rasa yang selalu ia sanjungagungkan -- rasa cintanya kepada Hayati. 

Mungkin ada yang berbeda dari film ini dengan novel aslinya. Jika di novel endingnya Zainudin meninggal setelah kejadian itu namun pada filmnya Zainudin harus bangkit lagi, bangkit untuk yang kedua kalinya. Ia terus memperjuangkan hidupnya dengan segala pelajaran di masa lalunya.

-v-


Hmm, gimana? Keren kan :D

Emang, filmnya keren kebangetan. Gue nangis bersimbah air mata waktu nonton. Sungguh terbawa suasana. Namun ada satu yang agaknya menjadi kekurangan dalam film ini. Atau mungkin menurut sebagian orang itulah yang menjadi kelebihannya. Yaitu disaat judul film disinkronkan dengan semua adegan yang ada. Begitu terasa adanya ketimpangan yang menitikberatkan akan sebuah kisah cinta yang terhalang berbagai ujian dan masalah dengan adegan sewaktu berada di kapal. Adegan di kapal hanya sedikit, padahal banyak penonton yang sangat menantikan scene ini.

Mungkin ini memang sudah menjadi khas dari skenarionya sendiri atau bagaimana. Saya pun tidak tau. Banyak orang juga bilang kenapa gak bikin judulnya seperti 'Cinta Zainudin dan Hayati' atau apa kek yang dapat disimpulkan dari seluruh jalan cerita. Hmm, mungkin itu hanya subjectif beberapa orang saja.

Sebagian yang lain malah suka jika judunya tetap seperti itu. Karena disitulah letak kelebihannya dalam mencari judul sehingga membuat banyak orang di dera rasa penasaran.

Namun terlepas dari itu semua, film yang gue tonton akhir tahun ini begitu AMAZING! Secara gue juga orang minang asli dan gue banyak mengambil pelajaran dari sana. Salah satunya orang minang itu kebanyakan sukses ya di rantau orang.  

Dimana-mana orang minang selalu terkenal dengan kata "tidak akan menyerah sebelum berhasil", alias tidak akan pulang sebelum sukses di rantau orang. (Hold in)

Dengan film ini kita kembali disadarkan akan sebuah tulisan yang sudah lama diciptakan namun masih melekat erat di benak kita. Sebuah karya yang tak lapuk dimakan zaman. Kekayaan paduan sastra yang patut dilanjuti dan diteruskan oleh para pemuda Indonesia yang cinta akan bangsa ini.

Sebuah tulisan tak akan pernah padam oleh waktu, ia akan selamanya ada dan kekal karena dengan tulisanlah kita bisa menciptakan sejarah baru.

Yeah, akhir tahun yang penuh pelajaran. Ayo yang belum pada nonton. Let's watch this film! Many knowledges can you get on there :))) Believe it!

30 November 2013

Di Balik Kesuksesan Acara PPAI 2013

Sabtu, November 30, 2013 0
Penampakan Panitia PPAI 2013
Pagi itu, Sabtu (30/11), langit biru membentang indah di langit yang cerah, secerah senyuman para panitia yang sebagian berbaju merah dan sebagian lainnya berbaju batik diselimuti almamater hijau. Senyuman yang akan mengawali dari sebuah acara besar yang akan digelar di sebuah gedung di fakultas MIPA Universitas Lampung.

Langkah penuh semangat terpancar dari ekspresi wajah puluhan orang yang sudah  stand by  di dalam gedung itu. Gedung berlantai empat itu sudah ramai dipadati panitia PPAI semenjak pukul  07.00 pagi. Di depan gedung terlihat beberapa orang mondar-mandir mengangkat berbagai peralatan seperti meja, kursi ke lantai atas tempat dimana acara akan digelar.

Sedangkan jika kita hendak memasuki gedung, di lantai pertama, akan terlihat di sebelah kanan beberapa orang sedang mempersiapkan berkas-berkas untuk absensi peserta acara hari ini. Di sisi lain tepatnya di samping tangga juga tampak beberapa orang sedang mempersiapkan meja registrasi beserta tiga buahlaptop, yang fungsinya sebagai inputan nama bagi peserta yang akan mengikuti acara ini. Dengan tujuan tidak ada kesalahan ejaan nama pada pembuatan sertifikat nanti.

Jika kita terus menuju dua lantai diatas, yaitu di lantai tiga, terlihat juga beberapa orang sedang mempersiapkan meja di samping ruangan. Di atas meja itu terdapat tumpukan map yang berisi seminar kit, blocknote, pulpen serta beberapa kertas double polio yang akan dibagikan nantinya untuk peserta. Selanjutnya di sisi yang agak bersebelahan dari meja di samping ruangan terdapat juga beberapa orang sedang membereskan barang-barang untuk dijadikan bazar. Barang-barang ini berupa majalah, buku, komik, serta juga stiker acara PPAI.

Oya, saya hampir lupa menceritakan acara besar apa yang akan dilaksanakan di gedung ini. Adalah Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah atau sering disebut PPAI yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa tingkat Fakultas yang berada di Universitas Lampung tepatnya di Fakultas MIPA yaitu UKMF Natural. UKM yang bergerak di bidang jurnalistik ini sudah dari dulunya rutin mengadakan acara PPAI setiap tahunnya. Hingga pada akhirnya PPAI menjadi sebuah program kerja wajib yang harus diselenggarakan setiap periode angkatan pengurus.

Hingga menginjak pukul 08.00 terlihat beberapa orang mulai berdatangan. Peserta dituntun mengikuti arah registrasi. Dimulai dari meja registarasi di bagian kanan pintu masuk untuk menuliskan nama secara manual hingga menuju meja registrasi untuk menuliskan nama secara praktis untuk menyimpan nama ke database.

Langit yang tadinya cerah perlahan mulai menampakkan aura kelamnya. Namun tetap saja peserta PPAI mulai banyak berdatangan bahkan dari luar Bandarlampung. Sambil menunggu kehadiran Dekan FMIPA Unila untuk membuka acara PPAI, para petugas acara sibuk berlatih untuk memberikan yang terbaik untuk peserta. Pada akhirnya acara besar PPAI 2013 berhasil dibuka langsung oleh Dekan FMIPA dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh orang yang berada dalam ruangan.

Dengan dibukanya acara oleh dekan berarti berakhirlah acara pembukaan PPAI, yang ditutup dengan pembacaaan doa. Berhubung juga pemateri pertama yaitu Budisanto Budiman juga sudah hadir dalam ruangan maka pelatihan sesi pertama langsung dibuka oleh moderator.

Pada sesi pertama ini peserta disuguhkan materi tentang tata cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar. Editor LKBN Antara Lampung ini mampu mengubah suasana menjadi sersan, serius tapi santai. Banyak ilmu yang bermanfaat yang disampaikan oleh kak Budi, yang sangat berguna untuk seluruh peserta baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru ataupun masyarakat umum.

“Seperti halnya dalam menulis artikel ilmiah itu haruslah mencari referensi yang terbukti keakuratannya karena disini artikel ilmiah harus didasarkan pada fakta yang sah adanya,” Berikut kutipan pemateri yang saya tangkap pada sesi pertama ini.

Sekitar pukul 11.00 peserta disuguhkan penampilan dari beberapa mahasiswa FMIPA Unila yang membawakan musik akustik dengan personil empat cowok dan satu cewek yang berperan sebagai vocalis. Sambil mendengarkan alunan musik beserta suara yang bening merdunya peserta diberikan kotak yang berisi makanan ringan untuk mengganjal perut menjelang makan siang nanti. Alunan lagu Taylor Swift- Speak Now menjadi pengantar lagu yang dibawakan oleh kumpulan mahasiswa ini. Dan berakhir pada lagu Ten 2 Five – I Will Fly yang berhasil membuat telinga peserta begitu dimanjakan.

Setelah penampilan musik akustik, pelatihan dilanjutkan kembali dengan sesi tanya jawab dan berlanjut hingga simulasi yang diberikan langsung oleh pemateri. Lantunan nyanyian gerimis diluar ruangan seakan bersahutan dengan lagu dari taylor swift yang diputar di backsound mengiringi peserta dalam menulis sebuah artikel. Setelah 30 menit berlangsung, pemateri memberikan kritik dan saran untuk beberapa tulisan dari peserta.

Acara sesi pertama ditutup beriringan dengan adzan zuhur berkumandang. Panitia juga tak lupa memberi plakat serta bingkisan untuk pemateri sebagai ucapan terima kasih sudah berkesempatan hadir sebagai pemateri di acara PPAI.

Selanjutnya peserta diarahkan untuk beristirahat sekitar 30 menit. Peserta dapat makan siang dan sholat zuhur terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelatihan sesi kedua.

Kemudian peserta kembali disuguhkan materi selanjutnya yaitu tentang teknik penulisan opini dengan pemateri Yoso Muliawan yang menjabat sebagai ketua Aliansi Jurnalis Independen(AJI) Bandar Lampung. Pembawaannya yang khas dan tak jauh beda dari kak Budi, kak Yoso mampu membuat peserta tertawa terpingkal-pingkal mendengar celotehannya di sela penyampaian materi.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 yang berarti acara akan selesai. Peserta keluar dari ruangan dengan air muka yang mengisyaratkan akan kelelahan, semoga saja ada beberapa bekal ilmu yang mereka bawa ke rumah asalnya.

Di depan GFB (Gedung Fasilitas bersama) FMIPA Unila, disinilah kini kami berada, orang-orang yang berada dibalik layar dari sebuah kesuksesan acara yang baru saja selesai. Setelah peserta bubar, tanpa dipandu, kami langsung membereskan barang-barang yang digunakan untuk acara PPAI.

Dimulai dari membereskan sampah yang berteberan di sekitar ruangan, merapikan kursi, meja, mengangkat meja hingga kami jadikan tempat yang menjadi saksi bisu perjuangan kami untuk menyukseskan acara ini menjadi seperti sedia kala. Bersih. Kami melanjutkan sesi foto bersama dengan background backdrope PPAI, senyum keceriaan terpancar di setiap wajah kami, para panitia.

Suasana evaluasi di samping GFB

Kini, kami berada disini untuk mengadakan evaluasi dari acara besar tahunan Natural, PPAI. Dibumbui dengan kekocakkan pengurus dan para magang perkumpulan kali ini benar-benar membuat hati kami lega. Walaupun  masih banyak kekurangan dalam acara ini, kami berharap ini menjadi bentuk cerminan pengurus untuk acara selanjutnya.

“Over all, kalian sudah memberikan yang terbaik untuk acara kita ini”

“Kalian luaaaaarrrr biasaaaaaa”

“Kita itu Natural, Natural itu kita”

“Belajarlah dari sebuah kegagalan”

“Acara ini tidak akan sukses tanpa kerja keras dari teman-teman semua”

“Maaf jika saya pernah mengucapkan kata yang salah. Saya tahu Kita telah bekerja keras untuk menyukseskan acara besar ini, terima kasih untuk semuanya”

Kutipan diatas adalah beberapa perkataan panitia yang saya ingat. Kita itu keluarga. Dan kini saya menyadari bahwa natural adalah keluarga kedua untuk saya dan semoga untuk kita semua. So, tetaplah semangat teman-teman, acara besar lainnya menanti kita. Tetap memberi kontribusi yang terbaik untuk our natural, 
karena WE ARE FAMILY, GUYSSSS!!! YOU’RE ROCK!!!\m/

Kalian Luaaaaaarrrr Biasaaaaa!
*salam :)*