26 Oktober 2013

# curcol

Rahasia Terbesar

Tak pernah terlintas di benakku untuk menempuh jalan ini. Jalan yang kini kuterpa dan berusaha untuk kulewati. Setapak demi setapak kutempuk untu sebuah tujuan yang hingga kini masih bayang-bayang. Hingga akhirnya aku tersadar pada realita yang memang kini aku jalani. Ya, hidupku memang sudah berubah, berbalik 180 derajat.

Dulu 6 tahun yang lalu, semenjak aku memutuskan mengikuti keinginan orang tuaku, aku bertekad agar aku bisa berdiri sendiri tanpa ada yang membantu. Sejak lulus Sekolah Dasar aku sudah diajarkan untuk jauh dari orang tua. Semuanya kulakukan sendiri. Hingga tiba pada takdir yang menuntunku pada tempat yang tak jauh berbeda. Aku sempat goyah.

Namun aku yakin aku pasti bisa melewatinya. Hingga 6 tahun lamanya aku terus berusaha mempertahankan tekadku. Kejadian besar terjadi dalam perjalanan hidupku. Sebuah peristiwa yang merupakan titik balik dari kehidupan yang aku jalani. Tamat SMP, aku merasakan hal terpahit di hidupku. Berusaha untuk terlihat tegar, namun hatiku menangis meronta.

Kala itu aku berpikir hidupku sungguh tak adil. Aku sering menangis diam-diam untuk meluapkan segala perasaanku. Aku berusaha untuk menutupinya. Aku memang seseorang yang handal untuk menutupi sesuatu yang besar. Hingga kini pun tak banyak yang tahu perihal itu. Aku sudah terbiasa dengan keadaan ini.

Satu yang selalu kuingat, bahwa hidupku kini berbeda. Aku menyimpan sebuah rahasia besar. Akankah ku sanggup untuk menutupi hal ini dalam waktu yang lebih lama? Entahlah, kurasa aku memang sudah gila. Aku tak tau lagi kemana arah jalan angin membawaku. Aku hanya mengikuti jejak yang digariskan tuhan, tanpa ada maksud ingin mengubahnya.

Aku akan senantiasa mengikuti kemana arah itu menuntunku. Sampai pada suatu hari aku menyadari bahwa aku harus membuka semuanya. Tentang rahasia itu. Aku memang harus membuka diri. Tak mungkin hingga 10 tahun mendatang aku tetap dengan diriku yang seperti ini. Ini harus dihentikan.

Namun siapapun tak ada yang tahu kemana hidupku berjalan. Sama seperti halnya aku tak pernah tahu bahwa suatu saat aku akan menetap di kota ini hingga berkuliah disini. Dulu aku sama sekali tak pernah memikirkannya. Siapa sangka ini akan terjadi?

Satu hal yang kujanjikan takkan berubah hingga bertahun-tahun yang akan datang, hatiku akan selalu seperti ini. Hati untuk seseorang yang sangat berarti, untuk sosok yang mengambil andil dalam keberhasilanku kelak. Aku takkan pernah melupakannya. Hingga ajal menjemputku, aku sangat mencintainya. Kuharap dia tau apa yang ada dalam hatiku walau aku tak bersamanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)