14 Oktober 2013

# bete # curcol

Pentingnya Menghargai

Ketika aku begitu bersemangat untuk memberi sesuatu untuk seseorang, berharap mereka akan senang dan bahagia bahwa aku masih mengingat mereka. Berharap mereka menyanjung pemberian ku yang memang tak seberapa. Berharap mereka merasa istimewa untukku yang memang mengganggap mereka semua istimewa.

Namun mengapa mereka tidak peka? Mengapa mereka sedikitpun tak menghargai? Jujur, aku sakit. Aku berusaha bersikeras membuat semua untuknya. Berbaik hati meluangkan waktu hanya untuk memberikan sebuah ucapan yang memang tak beharga. Tapi mengapa begitu saja dia abaikan?

Tak taukah engkau, aku tak nyenyak tidur semalaman karena aku ingin memberi yang istimewa untukmu. Di hari spesialmu. Aku terlalu ber obsesi ingin memberi kejutan untukmu. Tapi aku tak mendapat apa-apa. Membalas ucapan selamat dariku saja kau tak sempat. Aku serasa tak berarti. Niatku yang ingin memberi suatu yang tak seberapa ini kutepis. Kau tega.

Aku sakit. Jauh lebih sakit dari yang kau bayngkan. Ketika suatu karya kita tak dihargai, yang kita harap orang yang akan kita beri akan bahagia menerimanya, malah kini menelantarkannya. Aku kecewa, jujur dalam lubuk hatiku paling dalam. Aku menyesal tlah memberimu suatu karya yang kubuat dengan hati tulusku. Aku sungguh menyesal.

Maafkan aku, aku memang tak berarti. Aku bodoh tlah mengganggapmu sangat berarti. Pemecah kesepian relung hatiku, pengubah segala suasana jiwaku. Namun ternyata, kau dengan mudahnya mengabaikan sesuatu yang menurutku sangat beharga. Melihatnya pun kau enggan. Membalas pesanku saja kau serasa tak ingin. Kau tak menghargai aku.

Mungkin aku terlalu egois saat ini menghakimu secara sepihak. Tapi aku benar-benar merasa sakit. Aku mengingatmu saat itu, sunggu aku ingat padamu. Sedangkan kau? Mungkin kau terlalu sibuk dengan duniamu, aku yang begitu mengingatmu kau lupakan. Begitu besar nilai menghargai di mataku. Sekedar kau berterima kasih saja sudah sangat cukup untukku. 

Memang benar ternyata kata orang, sungguh sakit rasanya ketika kita berusaha untuk menampakkan bentuk rasa sayang, namun ia malah tak menghargai usaha yang telah kita lakukan.

Ah, aku tak tau perasaan apa yang berkecamuk di dadaku saat ini. Sekali lagi, maafkan aku yang telah berpikir macam-macam tentangmu. Aku tau, kau sibuk banyak kegiatan. Sehingga aku kau abaikan. Aku paham itu. Sekali lagi, maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)