16 Oktober 2013

# lebaran # opini

Pengorbanan, Keikhlasan dan Ketulusan

Masih dalam suasana lebaran idul adha, 16 Oktober 2013/11 Dzulhijjah 1434H. Apa sih arti lebaran idul adha dimata kalian? Memilki makna yang lebihkah? Atau tak bermakna sedikitpun? Kita sebagai umat muslim perlu mengetahui dan memahami sejarah tentang salah satu hari lebaran islam. Tentang berartinya sebuah pengorbanan, keikhlasan dan ketulusan. 

Berawal dari mimpi yang merupakan wahyu dari allah--seorang bapak nabi yaitu Nabi Ibrahim as. untuk menyemblih anaknya(Nabi Ismail) yang bertahun-tahun baru ia dapatkan. Bagaimana hati seorang bapak ketika harus dihadapi pilihan yang begitu sulit untuknya. Di satu sisi ia harus memenuhi perintah sang khalik dilain sisi ia sangat menyayangi dan mencintai anaknya. Mana mungkin ia rela anak kesayangannya disemblih dengan tangannya langsung.

Jika dibawa pada masa sekarang, dipastikan tak ada yang tega merelakan anaknya dibunuh apalagi kalau disuruh membunuh anaknya. Begitu besar pengorbanan Nabi Ibrahim ketika mengikhlaskan anak yang diharapkan bisa menjadi penerusnya untuk disemblih. Namun tahukah kalian apa yang dikatakan ismail ketika sang ayah memberitahukan mimpinya itu?

"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku"

Begitu mulianya hati nabi ismail tersebut. Mungkin jikalau kita dihadapkan pada pilihan seperti itu sudah terangnya kita akan menolak. Namun berbeda dengan yang diucapkan ismail. Lagi-lagi ada sebuah ketulusan dan keikhlasan dalam dirinya. Dimana ia harus mengikuti perintah allah walaupun taruhannya adalah nyawanya sendiri.

Betapa terharunya sang ayah ketika ismail rela untuk disemblih. Dipeluk dan diciumnyalah sang anak. "Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Tibalah pada harinya ibrahim harus menyeblih anaknya sendiri. Diikatnya kedua tangan dan kaki Ismail dan dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam. Sambil memegang parang di tangannya, nabi Ibrahim menangis iamenatap wajah putranya. Dengan naluri seorang ayah ia begitu tak kuat menyelesaikan semua ini. Namun ia tahu ini perintah allah untuknya sebagai seorang rasul.

Dengan berat hati namun tetap dengan ikhlas nabi ibrahim menancapkan parang ke leher anaknya. Tapi tiba-tiba saja parang itu menjadi tumpul dan tak melukai nabi ismail. Melihat hal itu ismail yang tak ada ragunya untuk disemblih berkata "Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku."

Akan tetapi walaupun nabi ibrahim sudah menelungkupkan ismail tetap saja parang itu tak tajam di leher anaknya. Dengan keadaaan bingung dicampur sedih, karena gagal menyemblih anaknya datanglah wahyu allah kepadanya. "Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan."


Sebagai ganti nyawa ismail yang selamat, allah memerintahkan ibrahim untuk mengganti anaknya dengan seekor kambing. Dari tragedi inilah hari raya idul adha bermula. Untuk menghargai pengorbanan seorang ayah dan anaknya dalam melaksanakan perintah allah. Maka umat islam diharuskan memperingati hari lebaran idul adha pada setiap 10 dzulhijjah. Atau lebih dikenal juga dengan adanya hari qurban atau hari raya haji.

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dan bisa kita aplikasikan. Betapa beharganya sebuah pengorbanan, terlebih ini merupakan pengorbanan terhadap sosok yang kita cintai. Ketika kita benar-benar ikhlas dan tulus untuk melakukannya, yakinlah bahwa allah akan merencanakan yang terbaik untuk kita. Contoh nyata dari aplikasi sebuah ketulusan, keikhlasan dan pengorbanan yang begitu besar. Subhanallah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)