12 Juni 2014

# opini

Bahagia dalam Kesendirian


Apakah yang kalian takutkan dari sebuah kesendirian? Bukankah sendiri itu lebih tenang? Terbebas dari segala hiruk pikuk dunia luar yang membuat kebebasan diri sendiri terkekang. Berada di tempat sendiri, menyepi sehingga semua yang kita lakukan bebas untuk dilakukan. Atau berjalan sendirian di tengah keramaian dengan mengabaikan segala bisikan 'kata-kata orang'. Bukankah itu menyenangkan?

Kadang saya terheran ketika banyak orang tidak pede untuk pergi atau berjalan sendirian. Ia bilang malu karena hanya sendirian dan nanti akan malu ketika bertemu dengan orang yang dikenal. "Eh kok sendirian aja?" atau "Temennya mana kok sendirian?" atau bisa juga "Ehm, tumben sendirian." atau yang lebih parahnya lagi "Kok sendirian, gak ada temen ya?" and bla bla bla...

Sudah sedari dulu saya sangat suka berada dalam kesendirian. Entah mengapa dengan sendiri saya merasa menjadi diri sendiri sepenuhnya. Saya bisa dengan leluasa mengekspresikan segala hal yang ingin saya lakukan. Terlepas dari kebiasaan ini, bukan berarti saya gak punya teman atau terkucilkan.

Atau bahkan banyak orang mengidentikkan kesendirian dengan status jomblo atau tidak punya pasangan. Namun bagi saya kesendirian bukan karena hanya jomblo semata, makna sebenarnya ada di luar dari itu. 

Di kampus, saya sama halnya seperti kebanyakan mahasiswa lain bersosialisasi dengan orang-orang banyak. Bahkan juga ikutan nongkrong, ngobrol atau menggosipkan hal-hal yang lagi 'hot'. Namun setelah cukup sibuk dan lelah dengan segala kegiatan kampus, saya akan kembali menjadi diri sendiri. Yaitu dengan melakukan aktivitas tertentu sendiri-an, ya sendiri.

Diluar pengetahuan orang-orang, saya sendiri sering berpergian seorang sendiri. Ke pasar, mall, toko buku keliling kota dan itu saya lakukan sendirian. Mungkin ada yang bertanya, "Emang kamu gak malu?" atau "Apa aja yang bisa kamu lakukan ketika berpergian sendirian?" atau "Kenapa gak minta ditemenin aja?" atau blablabla...

Mungkin inilah diri saya dengan segala keanehan yang ada. Berjalan di tengah keramaian, sendiri, dan terkadang sedang tidak mencari apa-apa. Memerhatikan segala kegiatan yang tengah dilakukan orang-orang di sekitar saya. Mungkin jika kalian melihat, kalian akan menduga saya orang tolol. Tapi bagi saya, hal ini membuat saya senang, puas, dan bahagia.

Bisa dibilang kesendirian sudah menjadi makanan pokok bagi saya. Mulai dari berangkat ke kampus dan juga kemudian pulangnya saya kadang hanya sendiri. Sedih? Terkadang saya hanya berpikir jika tidak seperti ini mungkin saya bisa saja terjerumus menuju hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi tak jarang juga saya mengutuk kesendirian yang berlarut ini. Namun lagi-lagi saya berusaha untuk mengambil sisi positifnya.

Berada dalam kesendirian membuat saya tumbuh dengan pemikiran yang matang. Saya menjadi orang yang tidak ingin melihat orang terbebani dengan hal-hal yang ingin saya capai. Saya selalu berusaha mewujudkannya sendiri, berpikir dan kemudian merenung. Kemudian mengintropeksi diri ketika ada sesuatu yang salah baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain.

Dibalik itu semua ada perilaku buruk saya yang susah untuk dihilangkan. Ketika berada di keramaian tertentu, keramaian yang orang-orangnya belum saya kenal dengan baik. Saya akan menjadi orang yang susah untuk diajak berbicara. Jika tidak ada lawan bicara yang memulai maka saya tak akan berbicara.

Kadang saya juga bingung dengan sikap saya yang satu ini. Saya merupakan orang yang heboh di dekat orang-orang yang sudah saya kenal. Namun bagi orang-orang yang baru saya temui, saya akan susah mencari bahan pembicaraan dan saya akan merasa orang tercupu di keramaian tersebut.

Namun sejogjanya saya ini merupakan orang yang pendiam, hanya karena dengan orang-orang tertentu saja saya bisa berada di luar kotak pribadi sikap saya yang sebenarnya.

Di penghujung tulisan ini saya ingin menyebarkan pemikiran bahwa tak selamanya sendiri itu menyedihkan. Adakalanya ketika kamu memanfaatkan kesendirian itu dengan sesuatu yang bermanfaat maka kamu akan lebih beruntung dengan orang-orang di luar sana. 

So, jangan pernah takut berjalan sendiri. Bukankah kita terlahir sendiri, menanggung dosa sendiri dan hingga ke liang lahat juga akan sendiri. Jadi apa yang ditakutkan?

Karena dengan sendiri akan tercipta pemikiran jernih sehingga membuat kamu tidak gegabah dalam bertindak. Berbahagialah bagi kalian yang mempunyai masa-masa itu, masa dimana dalam kesendirian akan banyak karya yang tercipta. Karya yang bermanfaat.

1 komentar:

  1. mereka yang merasa minder (banyak kekurangan atau takut dikatain orang macem-macem) pasti kemana-mana harus selalu ditemenin.. padahal kalau sudah mencintai diri sendiri, be a loner bisa menjadi kebutuhan.

    BalasHapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)