Tampilkan postingan dengan label natural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natural. Tampilkan semua postingan

31 Maret 2014

Happy Aniv Natural!

Senin, Maret 31, 2014 0
Malam gais. Pada kemana nih liburannya? Kalo gue just stayed at kosan aja. Cuma 2 hari kemarin gue ada acara di Natural, jadi gue gak pulang. Demi acara gede dari Natural gak papa deh gue gak pulang, padahal mah udah satu bulan gak balik ke rumah. Lagi-lagi hanya demi Natural.

Nah, berhubung ini tanggal terakhir di bulan Maret gue pengen membuat postingan penutup tentang kegiatan 2 hari kemarin. Pada mau tau kan gue sibuk apaan sih? Ternyata gue bisa sibuk juga toh...

18 Januari 2014

Amanah dan Cinta

Sabtu, Januari 18, 2014 1
"Bagaimana mungkin hujan yang turun tidak menyenangkan, jika aku selalu berdansa dibawahnya? Bagaimana mungkin langit di angkasa tidak indah, jika disana selalu ada awan biru menemaninya? dan Bagaimana mungkin kita bisa memegang sebuah amanah dengan baik, jika tidak ada cinta di dalamnya?"

Barangkali banyak yang berpikir apa hubungan antara sebuah amanah dan cinta. Apakah jika tak ada cinta amanah tak mungkin terlaksana? Ataukah mungkin seseorang akan melupakan sebuah amanah jika tak ada cinta yang bersarang di hatinya?

Banyak pertanyaan mendera ketika kita dihadapkan pada yang namanya cinta. Gimana sih arti cinta yang sebenarnya? Kebanyakan orang mengartikan cinta itu selalu kepada lawan jenis, padahal cinta itu maknanya sangatlah luas.

Cinta bisa kepada tuhan, manusia, hewan, tumbuhan, benda mati atau pada sebuah lembaga atau organisasi. Nah, pada postingan kali ini saya akan menitikberatkan cinta yang terakhir. Cinta kepada sebuah oraganisasi.

Jika berbicara tentang sebuah organisasi tentu tak lepas dengan arti sebuah amanah. Jujur, saya memang sosok orang yang bisa dikatakan tak pernah merasakan bagaimana rasanya sebuah oraganisasi. Semenjak SMP hingga SMA, saya selalu tak berminat mengikuti satu organisasipun. Namun, berbeda ketika saya kuliah kini, walaupun ya, cuma satu organisasi yang saya ikuti tapi saya merasa total.

Total maksudnya? Ya, menurut saya organisasi satu-satunya yang saya ikuti sejauh ini memang sesuai dengan minat dan keinginan hati nurani saya. Saya berharap akan total di organisasi ini, mendalami dengan sepenuh hati dan tentunya dengan sepenuh cinta.

Memang mungkin pengalaman saya dalam sebuah organisasi bisa dikatakan kurang atau minus, namun dalam hati saya akan berusaha memberikan kontribusi yang terbaik. 

Dan kini saya telah diamanahkan menjadi salah satu sosok yang penting disini, di organisasi ini, di rumah kedua saya ini. Hmm, bukan karena sebelumnya tidak penting, namun karena amanah yang kini saya pikul lebih berat maka cinta itu memang harus semakin besar.

Bagaimana mungkin kita mampu memegang dan melaksanakan sebuah amanah jika kita sendiri tak cinta mencintai amanah itu sendiri? Mulailah dari hal terkecil dahulu ketika akan melaksanakan amanah yang diberikan, yaitu bisa mencinta. Kelak jika hati ini telah mencinta akan mudah bagimu untuk bisa mempertanggungjawabkan amanah itu dengan hati lega dan tentunya nyaman.

*ditulis dalam rangka reshuffle jabatan pengurus di UKMF Natural (Abir Ruslan menjadi Redaktur Pelaksana) 18 januari 2014 at GFB.

27 Desember 2013

Kemah Natural Session II

Jumat, Desember 27, 2013 0
"Ketika kalian mulai mencintai suatu hal, maka secara sukacita kalian akan ikhlas melakukan apapun yang berkaitan dengan hal tersebut"

Sepenggal kalimat tersebut mengawali postingan gue pada malam ini. Di malam yang tampaknya tak begitu dingin ini, gue akan bercerita sedikit tentang kejadian tiga hari yang lalu.

Tepatnya saat organisasi yang gue geluti semenjak kuliah ini mengadakan kemah tafakkur alam. Kegiatan rutin tahunan yang diadakan Natural ini pada awalnya agak ragu untuk gue ikuti. Pasalnya tugas gue lagi numpuk-numpuknya plus juga ada UAS hari jumatnya dan plus lagi gue kurang mood.

Saat gue dikerubungi kebimbangan, temen satu organisasi bilang "Kita ikut aja, kan tugas bisa diselesein jauh pada hari sebelumnya". Dan pada akhirnya gue ikutan juga dengan menyusul bareng temen satu jurusan dikarenakan kelasgue ada ujian online dulu.

Namun takdir berkata lain. Boro-boro ujian online malah kitanya di PHP-in sama sang dosen selama dua jam. Mungkin kalo gak ditelfon kita bakalan nunggu hinggan malam tiba. #Iyuuh.

Setelah mendapat kepastian bahwa ujian ditunda hingga tahun depan, akhirnya kita bersiap-siap untuk menyusul kemah di Wira Garden. Dengan bawaan seabrek kita berangkat sekitar pukul 12 siang. Magicom di pangkuan kanan dan sekantong bahan masakan di pangkuan kiri plus tas yang gue sandang nauzubillah beratnya membuat badan gue encok bukan kepalang.

Gue berharap nyampenya cepet, malah yang terjadi kita kesasar tiga kali. Kirain temen gue tau arah jalannya eh malah dia lupa. Awalnya gang masuknya salah trus udah kita udah lihat plang wiragardennya eh malah gak nyampe-nyampe.

Kita mulai bertanya pada seorang anak kecil yang tampaknya lagi asik bermain. Setelah sang anak memberi arahan, dengan lugunya kita ikuti aja petunjuk anak itu. Bukannya nyampe, kita malah dituntun ke citra garden bukan wira garden -_-

Oh god! Ini bawaan beratnya masyaallah, langit udah mendung plus perut ini udah minta diisi kita belum juga nyampe tujuan. Akhirnya kita bertanya lagi, kali ini bukan pada anak kecil yang gak bisa dipercaya lagi, tapi sama bapak-bapaknya yang lagi nongkrong. Kita dikasih arahan kesana kesana disana kesana.

And you know what happen after that?
Kita berhasil. Aaaaahhh, akhirnya dora and boots sampai ke wira garden juga #fiuuh. Dengan hati yang senang kita nyamperin kerumunan temen-temen yang lain. Terlihat dari aktivitas mereka sih kayaknya lagi istirahat siang.

Nah, sekalian aja kita gabung dan makan. Berhubung temen yang gue tebengi itu gak bawa ganti, akhirnya dia pulang dan gak ikut kemah. 

Seperti halnya kemah tahun kemarin yang gue ikuti, aktivitas pertama yang kita lakukan yaitu membuat tenda. Belum selesai kami buat tendanya, hujan malah mengguyur daerah itu. Alhasil kita berteduh dulu menunggu hujan reda.

Setelah cukup teduh, kita ngelanjutin pekerjaan yang belum selesai. Setelah itu kita disuruh mengikuti pelatihan penulisan feature dan gue duduk paling depan. Padahal kemah ini tujuan khususnya untuk magang, gue malah semangat banget duduk paling depan.

Singkatnya, setelah itu kita masak buat lomba masak antar kelompok. Berhubung gue gak bisa masak ya gue bantu sebisanyalah, kayak masak nasi gitu wkwk.

Malamnya presentasi masakan dan cerita-cerita bareng alumni tentang sejarah natural. Setelah kegiatan sehari ini gue lewati sama halnya seperti tahun lalu, namun ada sesuatu yang gak gue alami. Sekitar pukul sepuluh malam kita para pengurus disuruh jangan tidur dulu. Gue bingung ada apa, dan ternyata.........

Disanalah semuanya terungkap. Segala unek-unek yang tertahan di hati. Gue merasakan ada yang berbeda. Dan malam itu semua seakan menumpahkan segala yang tertahan di dada. Beberapa dari kami menangis. Namun gue yakin setelah malam itu, rasa kekeluargaan kami akan semakin erat. Semoga saja.

Malam itu forum berakhir pukul setengah satu malam. Alhasil mata gue gak bisa merem ampe jam 4. Gue cuma tidur satu jam. Gila. Tapi gue berusaha untuk semangat.

Pagi itu tepatnya 25 desember kita menunaikan shalat subuh berjamaah. Dan olahraga bareng. Barulah setelah masak dan makan, sekitar pukul 8 pagi kita mulai fieldtrip.

Gue berada dalam kelompok 4 yang dinamai 'Maju' alias Mahasiswa Jurnalis. Pos demi pos kami lewati dengan semangat hingga akhirnya kita mendapat predikat kelompok terbaik.

Terlepas dari semua kegiatan selama 2 hari gue mengikuti kemah ini, gue mendapat banyak banget pelajaran disini. Sungguh, gue ikhlas menjalani semua yang diagendakan oleh natural. Karena tanpa gue sadari, rasa cinta mulai muncul. Rasa cinta dengan apa yang gue lakukan terhadap segala hal yang  berkaitan dengan Natural.

Walaupun masih ada beberapa yang gue kurang suka, tapi gue berusaha untuk menghilangkannya. Karena diam-diam gue mulai mencintai, maka dari itu gue akan berusaha untuk ikhlas melakukannya.
Dari kiri-kanan (Rasyd, kak sigit, fajar, gue, kak estu, isna, kiki, algi) 



Versi *gilanya* 

30 November 2013

Di Balik Kesuksesan Acara PPAI 2013

Sabtu, November 30, 2013 0
Penampakan Panitia PPAI 2013
Pagi itu, Sabtu (30/11), langit biru membentang indah di langit yang cerah, secerah senyuman para panitia yang sebagian berbaju merah dan sebagian lainnya berbaju batik diselimuti almamater hijau. Senyuman yang akan mengawali dari sebuah acara besar yang akan digelar di sebuah gedung di fakultas MIPA Universitas Lampung.

Langkah penuh semangat terpancar dari ekspresi wajah puluhan orang yang sudah  stand by  di dalam gedung itu. Gedung berlantai empat itu sudah ramai dipadati panitia PPAI semenjak pukul  07.00 pagi. Di depan gedung terlihat beberapa orang mondar-mandir mengangkat berbagai peralatan seperti meja, kursi ke lantai atas tempat dimana acara akan digelar.

Sedangkan jika kita hendak memasuki gedung, di lantai pertama, akan terlihat di sebelah kanan beberapa orang sedang mempersiapkan berkas-berkas untuk absensi peserta acara hari ini. Di sisi lain tepatnya di samping tangga juga tampak beberapa orang sedang mempersiapkan meja registrasi beserta tiga buahlaptop, yang fungsinya sebagai inputan nama bagi peserta yang akan mengikuti acara ini. Dengan tujuan tidak ada kesalahan ejaan nama pada pembuatan sertifikat nanti.

Jika kita terus menuju dua lantai diatas, yaitu di lantai tiga, terlihat juga beberapa orang sedang mempersiapkan meja di samping ruangan. Di atas meja itu terdapat tumpukan map yang berisi seminar kit, blocknote, pulpen serta beberapa kertas double polio yang akan dibagikan nantinya untuk peserta. Selanjutnya di sisi yang agak bersebelahan dari meja di samping ruangan terdapat juga beberapa orang sedang membereskan barang-barang untuk dijadikan bazar. Barang-barang ini berupa majalah, buku, komik, serta juga stiker acara PPAI.

Oya, saya hampir lupa menceritakan acara besar apa yang akan dilaksanakan di gedung ini. Adalah Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah atau sering disebut PPAI yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa tingkat Fakultas yang berada di Universitas Lampung tepatnya di Fakultas MIPA yaitu UKMF Natural. UKM yang bergerak di bidang jurnalistik ini sudah dari dulunya rutin mengadakan acara PPAI setiap tahunnya. Hingga pada akhirnya PPAI menjadi sebuah program kerja wajib yang harus diselenggarakan setiap periode angkatan pengurus.

Hingga menginjak pukul 08.00 terlihat beberapa orang mulai berdatangan. Peserta dituntun mengikuti arah registrasi. Dimulai dari meja registarasi di bagian kanan pintu masuk untuk menuliskan nama secara manual hingga menuju meja registrasi untuk menuliskan nama secara praktis untuk menyimpan nama ke database.

Langit yang tadinya cerah perlahan mulai menampakkan aura kelamnya. Namun tetap saja peserta PPAI mulai banyak berdatangan bahkan dari luar Bandarlampung. Sambil menunggu kehadiran Dekan FMIPA Unila untuk membuka acara PPAI, para petugas acara sibuk berlatih untuk memberikan yang terbaik untuk peserta. Pada akhirnya acara besar PPAI 2013 berhasil dibuka langsung oleh Dekan FMIPA dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh orang yang berada dalam ruangan.

Dengan dibukanya acara oleh dekan berarti berakhirlah acara pembukaan PPAI, yang ditutup dengan pembacaaan doa. Berhubung juga pemateri pertama yaitu Budisanto Budiman juga sudah hadir dalam ruangan maka pelatihan sesi pertama langsung dibuka oleh moderator.

Pada sesi pertama ini peserta disuguhkan materi tentang tata cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar. Editor LKBN Antara Lampung ini mampu mengubah suasana menjadi sersan, serius tapi santai. Banyak ilmu yang bermanfaat yang disampaikan oleh kak Budi, yang sangat berguna untuk seluruh peserta baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru ataupun masyarakat umum.

“Seperti halnya dalam menulis artikel ilmiah itu haruslah mencari referensi yang terbukti keakuratannya karena disini artikel ilmiah harus didasarkan pada fakta yang sah adanya,” Berikut kutipan pemateri yang saya tangkap pada sesi pertama ini.

Sekitar pukul 11.00 peserta disuguhkan penampilan dari beberapa mahasiswa FMIPA Unila yang membawakan musik akustik dengan personil empat cowok dan satu cewek yang berperan sebagai vocalis. Sambil mendengarkan alunan musik beserta suara yang bening merdunya peserta diberikan kotak yang berisi makanan ringan untuk mengganjal perut menjelang makan siang nanti. Alunan lagu Taylor Swift- Speak Now menjadi pengantar lagu yang dibawakan oleh kumpulan mahasiswa ini. Dan berakhir pada lagu Ten 2 Five – I Will Fly yang berhasil membuat telinga peserta begitu dimanjakan.

Setelah penampilan musik akustik, pelatihan dilanjutkan kembali dengan sesi tanya jawab dan berlanjut hingga simulasi yang diberikan langsung oleh pemateri. Lantunan nyanyian gerimis diluar ruangan seakan bersahutan dengan lagu dari taylor swift yang diputar di backsound mengiringi peserta dalam menulis sebuah artikel. Setelah 30 menit berlangsung, pemateri memberikan kritik dan saran untuk beberapa tulisan dari peserta.

Acara sesi pertama ditutup beriringan dengan adzan zuhur berkumandang. Panitia juga tak lupa memberi plakat serta bingkisan untuk pemateri sebagai ucapan terima kasih sudah berkesempatan hadir sebagai pemateri di acara PPAI.

Selanjutnya peserta diarahkan untuk beristirahat sekitar 30 menit. Peserta dapat makan siang dan sholat zuhur terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelatihan sesi kedua.

Kemudian peserta kembali disuguhkan materi selanjutnya yaitu tentang teknik penulisan opini dengan pemateri Yoso Muliawan yang menjabat sebagai ketua Aliansi Jurnalis Independen(AJI) Bandar Lampung. Pembawaannya yang khas dan tak jauh beda dari kak Budi, kak Yoso mampu membuat peserta tertawa terpingkal-pingkal mendengar celotehannya di sela penyampaian materi.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 yang berarti acara akan selesai. Peserta keluar dari ruangan dengan air muka yang mengisyaratkan akan kelelahan, semoga saja ada beberapa bekal ilmu yang mereka bawa ke rumah asalnya.

Di depan GFB (Gedung Fasilitas bersama) FMIPA Unila, disinilah kini kami berada, orang-orang yang berada dibalik layar dari sebuah kesuksesan acara yang baru saja selesai. Setelah peserta bubar, tanpa dipandu, kami langsung membereskan barang-barang yang digunakan untuk acara PPAI.

Dimulai dari membereskan sampah yang berteberan di sekitar ruangan, merapikan kursi, meja, mengangkat meja hingga kami jadikan tempat yang menjadi saksi bisu perjuangan kami untuk menyukseskan acara ini menjadi seperti sedia kala. Bersih. Kami melanjutkan sesi foto bersama dengan background backdrope PPAI, senyum keceriaan terpancar di setiap wajah kami, para panitia.

Suasana evaluasi di samping GFB

Kini, kami berada disini untuk mengadakan evaluasi dari acara besar tahunan Natural, PPAI. Dibumbui dengan kekocakkan pengurus dan para magang perkumpulan kali ini benar-benar membuat hati kami lega. Walaupun  masih banyak kekurangan dalam acara ini, kami berharap ini menjadi bentuk cerminan pengurus untuk acara selanjutnya.

“Over all, kalian sudah memberikan yang terbaik untuk acara kita ini”

“Kalian luaaaaarrrr biasaaaaaa”

“Kita itu Natural, Natural itu kita”

“Belajarlah dari sebuah kegagalan”

“Acara ini tidak akan sukses tanpa kerja keras dari teman-teman semua”

“Maaf jika saya pernah mengucapkan kata yang salah. Saya tahu Kita telah bekerja keras untuk menyukseskan acara besar ini, terima kasih untuk semuanya”

Kutipan diatas adalah beberapa perkataan panitia yang saya ingat. Kita itu keluarga. Dan kini saya menyadari bahwa natural adalah keluarga kedua untuk saya dan semoga untuk kita semua. So, tetaplah semangat teman-teman, acara besar lainnya menanti kita. Tetap memberi kontribusi yang terbaik untuk our natural, 
karena WE ARE FAMILY, GUYSSSS!!! YOU’RE ROCK!!!\m/

Kalian Luaaaaaarrrr Biasaaaaa!
*salam :)*