26 Maret 2014

# curcol

People Change

Sumber gambar : disini
Gimana sih perasaan kalian jika seseorang yang udah kalian anggap sebagai saudara sendiri gak lagi memperlakukan kalian sebagai saudara? Saat waktu terus berjalan teori "people change" kembali menuai bukti bahwa sesorang pasti akan berubah, baik sifat maupun orang-orang disekitarnya. Ya, itulah yang gue rasain saat ini.

Seseorang yang mungkin sudah gue anggap sebagai saudara, dengan teganya mengganggap bahwa gue tak begitu berarti lagi. Masalah yang terjadi sekarang mungkin bukan terjadi kepada gue seorang, melainkan pada saudara-saudara lainnya juga. Kenapa dengan begitu acuhnya dia tak memberi kabar akan peristiwa yang menurut gue sangat sakral dan itu kami harus mengetahuinya.

Sehingga muncul praduga yang aneh-aneh karena ia sama sekali tidak memberitahukan ini kepada kami khususnya yang dulu sangat dekat dengannya. Memang itu dulu, 2 tahun lalu. Tapi, apakah dengan begitu mudahnya dia melupakan semuanya? Pernah hidup satu atap selama 3 tahun, berbagi segalanya, dari bangun tidur hingga tidur lagi kami selalu ada di dekatnya. 

Apa itu tak lagi membekas?


Ya, lagi-lagi kami hanya bisa terdiam dan mencerna yang sudah terjadi. Di satu sisi gue menduga kalau dia mempunyai maksud tertentu untuk tidak memberitahukannya kepada kami. Namun di sisi lain gue menduga kalau kami tidak begitu penting untuk diberi tahu. Entahlah, yang jelas kami dengan kejadian ini kami menjadi tahu bahwa dia begitu tega tak lagi mengganggap kami itu saudara.

Mungkin gue terlalu lebay atau apa? Tapi menurut gue enggak sama sekali. Ini sebuah momen yang seharusnya kami yang dulunya dikenal dekat dengannya harus tau bahkan sebelum ini bena-benar terjadi. Namun kini kami tahu dari orang lain dan peristiwa itu sudah terjadi 3 hari yang lalu. Apa itu tidak terlalu miris? 

Kalau gue bisa bicara, gue bakal bilang : Gue gak nyangka lo tega gak ngasih kabar ke kita-kita ini. Minimal ke orang-orang yang sekarang tinggalnya gak jauh dari lo lah. Setidaknya kami tahu saja walaupun kami tak bisa hadir juga. Kami akan turut bahagia mendengarnya, jika kata-kata itu langsung diucapin dari mulut lo. Ah, sungguh lo tega banget!!!


Lagi-lagi teori "people change" terbukti. Seiring waktu yang terus berjalan, semua momen yang pernah terjadi dulu juga turut berjalan menjauhi orang yang berada di dalamnya. Orang yang gue kira dulu sangat mengenal gue luar dan dalam, kini menghilang begitu saja. Seakan tak menghiraukan bahwa gue dan yang lainnya pernah mengisi hari-harinya selama kurun waktu yang tak sebentar.

Gue kira dengan segala yang pernah terjadi akan membuat kita semakin kuat dan dekat. Walaupun raga tak lagi dekat minimal hati saja sudah pasti saling mengingat. Jika ada kabar baik pasti dengan secara spontan kita akan saling memberi tahu. Bukankah seharusnya seperti itulah seorang saudara?

Sekarang kita hanya bisa terdiam dan membiarkannya berlalu. Semoga dirimu bahagia dengan ini, walaupun kita begitu 'sakit', namun doa kami akan selalu mengalir untukmu. Smoga bahagia selamanya :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)