13 Maret 2014

# curcol # friend

Melayang menuju masa lalu

Tadi sewaktu aku hendak masuk ke salah satu pusat perbelanjaan di Tanjung Karang, terdengar musik yang membuat otakku terpaksa kembali memori itu. Memori yang sepertinya sudah lama tak pernah lagi  terpikirkan. Musik itu kian lama kian menyusup ke perambatan telinga menuju kembali ke pikiran.

Walau hanya selintas namun aku bisa merasakannya. Suatu getaran dalam jiwa yang benar-benar menghipnotis raga ini berhenti berkutik. Kembali menjelajahi alam waktu yang sudah tenggelam dimakan zaman. Tak halnya dengan memori yang ada disini, yang bisa kembali kapan saja semaunya.

Kala itu aku tengah bercanda tertawa dengan kerabat terbaikku. Bersenda gurau layaknya sebuah interaksi antar teman. Aku masih ingat waktu itu kami tengah duduk di kursi batu di pinggir jalan. Menikmati udara sore di pinggir danau, yang sesekali tersapu angin sepoi yang hendak melintas.

Kami sedang membicarakan hal yang sebenarnya tak penting untuk dibicarakan. Namun bagi kami itu semua adalah perencanaan tentang suatu mimpi. 

Jika suatu hari kita berpisah, kita harus berkumpul lagi seperti ini. Tertawa lepas tanpa ada satupun yang harus disembunyikan. Tak peduli itu lima atau sepuluh tahun lagi, yang jelas kita selamanya akan tetap begini. Menjadi seorang sahabat...
Lebih kurang itulah yang tengah kami bicarakan. Tentang perencanaan pertemuan di masa datang, yang pikirku kala itu pasti akan sangat menyenangkan. Berkumpul kembali dengan sahabat terbaik yang pernah kumiliki pasti akan menjadi suatu momen yang takkan terlupakan. Aku jadi tak sabar menunggu hari itu...

Hingga dua tahun lamanya... Aku menunggu dan terus menunggu...

Ternyata rencana hanya tinggal sebuah rencana. Berbagai halangan tengah menghadangku. Halangan besar yang membuatku benar-benar tak bisa bergerak. Terkekang oleh ruang dan semakin lapuk digerogoti masa. Mimpiku seakan lenyap bersama burung yang terbang bebas di langit sana. Aku bukan lagi seperti dulu. Mampu pergi kemanapun aku mau.

Kini aku harus hidup di bawah bayang-bayang, yang membuat hati dan pikiran ini sangat tertekan. Aku juga ingin seperti yang lain. Menggapai angkasa dengan berbagai perjalanan hebat. Aku juga ingin mengepakkan sendiri sayap ini terbang jauh menuju tempat impianku dan impian sahabat-sahabatku.

Ah, andai saja... andai saja...
Sebuah perandaian yang pernah singgah, kembali hadir di pikiranku. Aku harus kembali sebelum semua penyesalan kembali menggerogoti alam bawah sadarku.

Dan tiba-tiba alunan musik itu terdengar kembali. Alunan seruling dan musik yang sangat khas dan memang sudah sangat lama tak pernah kudengar lagi, kini menyusuri alat panca indraku. Semenjak hari dimana yang kusangka akan menjadi hari yang teramat istimewa, namun harus terbang bersama angan-angan melambung tinggi tak kenal arah. Semnjak itulah aku tak pernah lagi mendengar alunan ini.

Kini semua seakan menyatu lagi, memori indah itu, mimpi-mimpi itu dan canda tawa itu. Sungguh aku merindukan hidupku dulu. Aku merindukan semua memori itu. Sungguh, aku rindu...

(~Mendengar musik khas minang, benar-benar membuatku rindu dengan kampung halaman~)

Sudah dua tahun tak pulang, tak tahu lagi rasa apa yang tengah menjalar di hati ini. Semua kenangan takkan mungkin terhapus begitu saja, karena semua mimpi berawal dari sana. 

Ketika suatu pemikiran tentang mimpi yang sangat tinggi akan dengan mudah bisa kucapai, berganti dengan pemikiran betapa kejamnya hidup ini. 

Kini mimpi hanya tinggal sebutir debu.
Hilang bersama kenangan yang tak kunjung rapuh...

4 komentar:

  1. ah aku ngerasain iini :'(
    "Ketika suatu pemikiran tentang mimpi yang sangat tinggi akan dengan mudah bisa kucapai, berganti dengan pemikiran betapa kejamnya hidup ini. "

    tp mimpinya jangan tinggal sebutir debu juga :(

    BalasHapus
  2. Hehe iya, karena saking pesimisnya malah nulis sebutir debu.
    Padahal enggak kok, masih ada segenggam tanah :D

    BalasHapus
  3. ceritanya lagi kangen kampung halaman nih? gua kira percintaan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya lagi kangen banget ama kampung :D

      Hapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)