24 Februari 2014

# idola

Menjadi seorang fans yang cerdas

Di dunia ini setiap orang pasti mempunyai sosok idola, baik itu kepada Tuhan ataupun yang berwujud manusia. Jika Tuhan dan para rasul pastinya sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat-Nya untuk selalu menjadikan-Nya sebagai zat yang pertama yang harus kita sembah serta para rasul yang memang sudah selayaknya menjadi panutan kita sebagai umat islam.

Begitu juga dengan orang tua ataupun keluarga.  Kita juga harus mengidolakan mereka, karena tanpa mereka kita bukanlah apa-apa. Dalam hal apapun kita harus menempatkan mereka diatas segala-galanya tentunya dibawah Tuhan yang maha esa.

Nah, pada postingan kali ini saya ingin bercerita tentang perasaan saya ketika telah mempunyai sosok idola selain yang saya sebutkan diatas. Seperti kebanyakan para remaja, tak bisa dielakkan, saya juga mempunyai sosok idola yaitu berupa musisi ataupun artis. Ya, bisa dikatakan saya cukup fanatik jika nama idola saya disebut orang atau lagu sang idola tak sengaja saya dengar di suatu tempat.

Tapi jangan salah, fanatiknya saya gak agresif kok. Dalam artian, saya gak sampe teriak-teriak gak jelas atau joged-joged di kerumunan orang, setidaknya saya bisa menyembunyikan rasa kagum yang tiba-tiba muncul di kepala ini. Saya bisa ikut bernyanyi dengan nada kecil atau bisa di dalam hati.

Namun satu hal yang belum pernah saya rasakan, yaitu bertemu langsung dengan sang idola. Mungkin jika diperkirakan, saya bisa ikutan seperti para fans lainnya ikut nangis atau teriak keceng-kenceng ketika berhadapan langsung dengan sosok yang selama ini hanya saya saksikan melalui dunia maya.

Entahlah, saya juga gak mau terlalu ngomongin positif negatif para fans yang terlalu fanatik kepada idolanya. Karena saya sendiri gak tau dalemnya seperti apa. Kalo dibayangin bisa jadi saya juga seperti mereka, bisa jadi loh ya :D

Bagi beberapa orang mungkin tidak mengerti kenapa para fans bisa sampe segitunya kepada idola mereka. Ada yang rela menghabiskan uang yang begitu banyak hanya untuk bertemu dengan idola. Ada yang gak bisa tidur mikirin idola. Ada juga para fans yang ketika sudah ketemu malah nangis dan teriak kayak orang gila. Kok bisa sih?

Saya juga gak tau sih, yang jelas ketika saya menonton video para idola saya di youtube ada kepuasan dan kesenangan tersendiri yang muncul. Dan itu membuat saya seperti tersihir dan didera rasa candu yang luar biasa. Dapat saya pastikan saya selalu begitu bahagia ketika menonton mereka di laptop,sehingga membuat rasa jenuh yang saya rasakan itu hilang.

Lebay? Berlebihan? Terserahlah, saya gak peduli apa kata orang, karena saya tak merasa demikian. Yang penting hati saya senang dan saya mempunyai alasan untuk mengidolakan mereka. Tapi tenang, saya gak benci ataupun emosi kok kepada mereka yang benci atau gak suka kepada sosok yang saya idolakan. Saya gak terlalu ambil pusing, yang saya ingin tau dari sang idola adalah apasih prestasi terbaru mereka? Albumnya udah keluar belum ya?

Bisa dibilang saya merupakan orang yang baru dalam merasakan bagaimana rasanya mempunyai idola yang benar-benar idola. Maksudnya sebelumnya saya juga mempunyai idola, tapi tak separah yang ini. Sekitar pertengahan tahun 2013 semuanya benar-benar terasa, semuanya berubah. Saya selalu ingin mencari informasi tentang mereka, entahlah saya gak tau kenapa ini bisa terjadi.

Hingga kini saya selalu senang mengumpulkan foto, video ataupun film yang mereka bintangi. Apapun gosip terbaru tentang mereka akan berusaha untuk saya cari tau. Saya menjadi juga tak bosan-bosannya untuk mendengarkan lagu yang mereka bawakan. Oh rasanya itu...............

Setelah ini, saya menjadi mengerti kenapa teman-teman SMA saya dulu menjadi antusias ketika membicarakan sosok artis korea idola mereka. Oh, jadi gini toh rasanya menjadi seorang fans

Saya pernah menonton di suatu film, seorang neuroscientist mengatakan ketika para fans mendengar berita, lagu,  ataupun bertemu langsung dengan idola mereka, ada zat yang disebut dopamin pada neurokimia yang terjadi dan mucul pada otak. Sehingga menimbulkan rasa sukacita dan kesenangan yang kuat. Mereka tidak gila, hanya terlalu bersemengat, sehingga menyebabkan para fans bisa menangis ketika mereka bertemu dengan sang idola.

Jadi buat para fans yang mempunyai idola masing-masing, marilah kita menjadi para fans yang cerdas. Dalam arti kata, kita boleh-boleh saja mengidolakan seseorang namun harus tau batas kewajarannya. Ya, kewajaran ketika menjadi fanslah ya, seperti tetep ingat dunia asli yang kita jalani, tentunya harus selalu ingat tuhan. Jangan yang ada di pikiran cuma idola aja, sehingga tuhan menjadi terlupakan. :)
 ***



Pada mau tau gak idola gue? :D

Ini nih...

Yeah gue seorang directioner guys ^^

we are one direction <3

Hayooo, ada yang directioner juga gak nih?

Suara, tampang, dan perjuangan mereka itu loh :3

Yaps, gue mengidolakan artis luar negeri yang mungkin peluangnya sangat kecil untuk bertemu dengan mereka. Oleh sebab itulah, gue bilang tadi kalau gue gak tau bakal seperti apa jika benar-benar ketemu dengan cowo-cowok ganteng ini. Hihihi. Lop yu dah boys :*

12 komentar:

  1. Memang, cerita mengenai fans berat kadang enggak masuk akal. Saya pernah baca berita di koran bahwa di Napoli, Italia, ada sekelompok orang yg sampai menuhankan pemain sepak bola idolanya (Maradona). Jadi ada benarnya juga ungkapan cinta itu buta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalo smpe menuhankan itu sudah terlalu parah, inget idola itu kan juga ciptaan tuhan :)

      Hapus
  2. saya ngefans sama om Duta dan SO7 pada awalnya saya norak banget eh karena sudah keseringan ketemu biasa aja akhirnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak bener donk ya kalo sering ketemu hihi

      Hapus
  3. Kayaknya kalo di indonesia msh susah
    Jadi fans yg cerdas,msh bnyak yg rusuh,hehe
    Mampir balik ya ke sigitpipit.blogspot.com

    BalasHapus
  4. dulu aku pas sekolah juga punya idola. sampe mau dipajang posternya, tapi inget kalo ibuku ga bakalan bolehin. jadi cuma disimpen aja. hihi. sekarang udah jarang ngefans, paling ya cuma suka sama lagunya aja

    BalasHapus
  5. ngefans sih wajar, asal nggak fanatik bahkan jadi freak, pokoknya nggak alay berlebay gitu deh, toh di balik idola ada Tuhan yang menciptakan kita semua.
    sayangnya, banyak fans dan antifans yang sampe bisa sampe debat yang nggak berkesudahan cuma gara-gara idola doang, masa negara ini hancur dengan adanya fans yang amat fanatik dan antifans yang bener-bener nggak suka.
    kita ambil jalan tengah aja, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget tuh, i like ur coment. Fans di Indo bener2 harus cerdas dalam mengidolakan seseorang jgn sampe menimbulkan perpecahan di antara kita.

      Hapus
  6. Kalo aku sih gak terlalu nge-fans sama artisnya, aku lebih nge-fans sama karya-karya mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg sih, tp ama orgnya juga :D

      Hapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)