12 November 2013

# curcol

Galau Pemrograman

Oh God, Gue ada Tugaaaas!!!
Trus Kenapa? Emang kenapa? Lah bagaimana? Ya dikerjainlah.
Masalahnya tugasnya itu PEM-ROG-RA-MAN. You know lah ya what I mean. Mana bisa gue ngerjain sendiri. Dengan kapasitas otak yang seperti ini mau tak mau harus menelan ludah ketika dosen menjelaskan segala mata kuliah pemrograman yang naujubillah banyaknya. Gue gak tau harus bagaimana agar otak gue terbuka lebar meresapi dan memahami segala macam kodingan ini. Hiks :(

Dengan santainya gue yang besok ada dateline tugas Struktur Data malah menulis curhatan di blog ini. Gue bingung, gue harus nulis apa. Gue gak tau apa-apa. Beneran. Gue selalu menghandalkan tugas yang dibikin teman gue. Gue akan mengemis meminta program yang sudah selesai. Dan dengan lihainya gue akan mengedit itu program. Mau apa lagi, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan. *tragisnya*

Kalo di kelas gue hanya bisa melongo mendengar ocehan panjang bapak dosen itu. Sebut saja Didi. Pak didi terus menjelaskan dengan suara pelan bin lembut tentang materi kodingan seperti Tree, BinaryTree dan anak-anaknya. Gue bukannya gak berusaha, gue selalu duduk di depan kok, tapi teteeep aja otaknya buntu tu tu tu. Alhasil pikiran gue jadi melayang kemana-mana tak menentu sehingga gue serasa gak ada guna masuk ke kelas itu.

Eitsss, tapi tunggu dulu, hal seperti kayaknya bukan gue doank yang ngerasain. Gue yakin banyak temen sekelas gue merasakan hal yang sama. Kita hanya diam dikala sang dosen berkata,
"Apa ada yang mau ditanyakan?"
Kelas hening, tak bersuara. Tapi sungguh dalam hati ini sangat banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan. Pertanyaannya kenapa kita gak bertanya? .--.

Nah itu masalahnya, kita gak pernah mau nanya sama dosen itu karena emang dari awal gak kepengen nanya. Alhasil ya kita kuliah dirudung rasa keingitahuan yang bergentayangan. Ha ha ha. Auk deh. Gue mah nyerah  aje ama bapak itu dan mata kuliahnya (sambil baca novel).

Sebagai anak IPA gue seharusnya mempunyai otak eksak yang otomatis mempunyai logika yang tinggi. Tapi itu hanya bayang-bayang saja. Aslinya gue hanya seonggok manusia yang terjerumus sebagai anak IPA dengan kemampuan yang dikategorikan sangat standar. Mungkin karena rajin menghapal-lah sewaktu SMA gue bisa selalu mendapat peringkat 10 besar di kelas.

Ya, mengahapal. Hanya dengan trik ini gue bisa menguasai seluruh mata pelajaran. Seluruh, termasuk matematika yang notabene tidak ada hapalan. Temen SMA gue sempat shock ketika mengetahui gue menghapal seluruh rumus matematika sewaktu hendak ujian. Dia mengatakan bahwa matematika itu dipahami bukannya dihapal. Tapi apa mau dikata, gue orang yang susah untuk memahami pelajaran dengan menggunakan logika.

Jadi setelah gue pikir-pikir daripada gue gak dapat ujian, lebih baik gue hapalkan saja rumus-rumus yang banyak itu. Biarlah apa kata orang, yang penting nilai gue tinggi. Dari menghapal rumus hingga menghapal contoh soal gue lakukan waktu itu.

Mungkin itulah kesalahan terbesar gue. Tidak pernah berusaha untuk memahami. Hingga kini gue pun menyesal, apalagi kuliah di jurusan yang tidak banyak menggunakan sistem hapalan. Gue seperti orang bodoh disini. Dengan otak yang tak bisa berfungsi ketika dihadapkan dengan sederet kodingan. Gue sudah menyerah duluan saat tugas menghampiri. Gue tau gue gak bisa berpikir sampai kesana. Mungkin gue termasuk orang dengan tipikal yang lebih ke otak kanan. Kalee.

Kini, gue gak tau apa yang harus diperbuat. Ketika gue paksakan untuk memahami dan mengerti gue selalu tak bisa. Semakin gue mencoba rasa yang ada dalam diri gue langsung menolak. Mungkin ini pertanda bahwa tubuh gue mereaksikan dari tindak laku gue. Ya, gue menyadari bahwa disini bukanlah passion gue.

Berbicara mengenai passion, sampai sekarang gue masih galau memikirkannya. Dari awal kuliah hingga sekarang gue belum mendapatkan pencerahan mengenai ini. Hal dan bidang apa yang gue kuasai atau yang gue senangi, gue pun tak tau. Hanya satu yang gue tahu bahwa gue suka menulis. Dengan menulis gue bahagia, tak ada alasan lain.

Inikah yang dinamakan passion?

Entahlah, yang jelas gue merasa enjoy untuk menulis. Menjadi seorang jurnalis atau penulis sangatlah gue impi-impikan. Kini, gue hanya mengikuti arus yang mengalir. Kemana hidup ini akan berlabuh hanya tuhanlah yang tau. Walaupun gue kuliah di bidang yang bukan passion gue semoga saja ini ada hikmahnya. Gue percaya Tuhan selalu merencanakan yang terbaik untuk umatnya termasuk gue.

Gue gak tau apa yang terjadi besok, besok hingga besoknya lagi. Walaupun kuliah gue hancur kali ini tapi gue yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk gue. Gue akan terus mencoba untuk berusaha semampu gue. Mengenai hasil, gue serahkan semuanya pada yang diatas.

Maap ya gue lagi-lagi nge post tentang ini, padahal baru kemaren gue ngepost tentang ini juga -> nih. Sorry yak, gue gak tau harus cerita kemana... hu hu hu. Galau bangeeeeet :(

2 komentar:

  1. Struktur data? Zaman dulu struktur data yang paling bikin keriting pas topik perbandingan metode sorting. Macamnya, quick sort, bubble sort, merge sort, dll itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, jangan diingentin lagi deh. Udah dapet C soalnya haha

      Hapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)