5 Mei 2013

# curcol

Tulisan yang tak berarti

Ketika hidup tak seperti yang anda harapkan. What should you do?
Keinginan untuk bersenang-senang terhalangi, dibatasi. Apa yang akan kamu lakukan?
Mereka bilang kenapa kamu tidak mau bersyukur? Tak bisakah kamu bersyukur?
Mereka tak mengerti betapa lelahnya raga ini berjuang mati-mati an untuk bisa membahagiakan mereka? Tapi mengapa ketika anda meminta satu permintaan yang jarang anda lakukan, tak dikabulkan. Malah di anggap kamu anak yang tidak sayang kepada orang tua.

Mungkin saya bukan termasuk anak yang romantis. Tapi tahukah kalian, bahwa saya sangat sangat sangat mencintai mereka. Saya hanya bisa mengungkapkan lewat kata-kata. Saya bukanlah tipe orang yang bisa bicara blak-blakan secara langsung. Tapi mengapa mereka tak mengerti?

Setiap orang pasti pernah merasa jenuh, bosan, ketika ia sudah lelah menjalani rutinitas yang tiap hari ia kerjakan. Saya tak meminta lebih. Saya hanya ingin bersenang-senang. Apakah dengan mereka anda tidak bahagia? "Tentunya saya bahagia. bahagia sekali".Tapi saya kini hanya ingin menggunakan waktu saya untuk bersama teman-teman. Jadi anda lebih memilih teman-teman dibanding keluarga? "Bukannya tentang pilih-memilih, tapi saya juga sangat mencintai teman-teman saya. Saya lebih leluasa bercanda hanya dengan teman-teman. Saya hanya ingin melepas gelak tawa yang akhir-akhir tak pernah saya lakukan lagi. Entah mengapa mereka tak mengerti? Betapa berharganya teman-teman di mata saya? Entahlah. Saya tak mengerti dimana letak kesalahan yang saya perbuat. Keinginan yang sudah lama anda idamkan ditolak. Anda tahu rasanaya? Sangat menyiksa. Saya serasa terkekang. Sya hanya sejenak bersenang-senang. Sebentar saja.

Mereka terlalu khawatir. Saya tahu itu. Karena mereka mencintai saya. Namun, saya begitu berharap bisa bertemu teman-teman. Kini saya hanya bisa pasrah.Saya pasrah untk 4 tahun ini dikekang disini. Saya harap ini bukanlah penyesalan atas apa yang telah saya pilih. Saya pikir dengan saya menempuh pendidikan di dekat mereka, saya akan lebih mudah atas semua yang saya inginkan. Ternyata tak seindah yang saya pikirkan.

Saya bukanlah anak yang nakal, gak patuh ataupun bandel. Saya dari dulu selalu patuh dengan apa yang mereka katakan. Tapi mengapa ketika saya hanya ingin bersenang-senang, mereka malah melarang? Saya egois? Mungkin. Entahlah. Saya hanya ingin menuangkan segala kekesalan, kekecewaan dan kesedihan yang saya rasakan. Saya hanya bisa menuangkan semua ini dengan air mata dan sebuah tulisan. Ya, tulisan yang tak berarti ini. Hanya itu.

2 komentar:

  1. ini hanya emosional saja pada seseorang anak remaja. karena teka- teki itu belum bisa kamu pahami sehingga semua terasa berat dan sangat menyakitkan.
    yang belum bisa kamu lakukan mungkin menikmatinya dengan hati yang ikhlas dan tulus,
    sebesar apapun pro dan kontra terhadap permasalahan yg terjadi itu hanyalah proses perubahan pemikiran.
    cobalah sedikit untuk melihatkebahagian itu dengan jarak yang begitu dekat.

    BalasHapus
  2. Yaa, saya tahu. inilah gejolak masa muda yang haus akan kesenangan dunia.

    BalasHapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)