27 April 2013

# puisi

Ketika Kematian Menghampiri

ketika mata tak terbuka lagi
ketika badan tak bernyawa lagi
ketika ruh  menuju sang pencipta
ketika itu pula kita begitu menyadari
betapa berartinya hidup ini

kematian sangatlah dekat
tak ada yang tau kapan ia datang
tak memandang siapapun dia
mau dia ustad, presiden, ulama, mentri ataupun orang biasa
jika memang sudah waktunya
maka allah akan mengambil nyawanya

orang yang begitu dekat dengan kita
sering bercengkrama dengannya
begitu dipanggil oleh yang kuasa
selalu kita berkata, "Mengapa terlalu cepat kau ambil dia Ya Allah?"
ajal tak pernah ada yang bisa menerka
walaupun dia terlihat segar bugar
jika memang sudah ajalnya,
maka allah akan mencabut nyawanya

namun kelak kita akan menyusul mereka
yang terlebih dahulu menghadap sang khalik
merasakan ruh berpisah dengan raga
meninggalkan hiruk pikuk dunia
dan orang yang sangat dicintai

merasakan berada di keranda
digotong orang bersama-sama
dimandikan, disholatkan dan dikuburkan
merasakan kesendirian berada di alam kubur
tak ada yang menemani kecuali amal shaleh
yang kita kerjakan

penyesalan....
ya, akan ada penyesalan yang terjadi
mengapa sewaktu di dunia kita tak mengerjakan
perintah allah?
mengapa kita selalu melanggar perintah allah?
penyesalan selalu datang di akhir waktu...

begitu sakitnya sakaratul maut
pasti akan kita rasakan
menghadapi dunia yang berbeda
pasti akan kita alami
itu semua hanya menunggu waktu
waktu yang kita tak tau kapan itu
bisa nanti, sekarang, besok, besoknya lagi ataupun sebulan lagi

yang jelaskan kapanpun itu
kita harus selalu siap.
siap jika allah menjemput kita
kembali ke pangkuan-NYA
dari NYA kita ada dan kepada NYA kita kembali

*ditulis untuk menghormati kepergian ustadz idola (Alm. Ust. Jefry Al Buchori)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)