21 Mei 2013

# cinta

Aku cinta ALLAH

Akhir-akhir ini saya merasa jauh dari Allah. Entah mengapa seperti banyak bisikan syetan yang datang menghampiri saya. Saya takut akan dosa yang saya lakukan. Saya hanya seorang manusia yang melakukan begitu banyak kesalahan. Dunia ini hanyalah fana. Tapi entah mengapa banyak manusia yang lebih mencintai dunia dibanding akhirat termasuk saya. Dengan sesuka hati melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Pernah terpikir oleh saya, bagaimana sifat manusia jika ia mengetahui bagaimana bentuk nyata dari azab kubur. Begitu sakitnya siksaan dikubur, tak ada yang menolong kecuali amal ibadahnya sendiri.

Hidup akan terus berlanjut. Sampai disaat Allah telah menentukan agar nafas kita berhenti. Bisa 1 menit lagi, 1 jam lagi, 1 hari lagi, 1 minggu lagi ataupun 1 tahun lagi. Tak ada seorangpun yang mengetahui kapan ajalnya akan menjemput. Teringat dibenak saya, ketika guru agama saya menjelaskan. Sakaratul maut itu sangatlah menyakitkan. Ditarik ruh yang ada didalam raga. Rasulullah saja yang ruhnya dicabut sudah paling lembut pun mengatakan bahwa sakaratul maut itu benar-benar sakit. Apalagi sakaratul maut yang terjadi pada kita. Seiring perkembangan zaman, orang-orang telah banyak menjauhi Allah bahkan ada yang melupakan-Nya. Kemudahan teknologi membuat mereka lupa apa sebenarnya tujuan dari kehidupan. "Kuciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah dan beribadah kepadaKU".

Banyak yang mati-matian mencari uang dengan menghalalkan segala cara tanpa mengingat bahwa Tuhan selalu mengawasi kita. Banyak orang yang dengan mudahnya bunuh diri karena harta ataupun cinta padahal ia masih mempunyai Tuhannya Yang Maha Penyayang. Selagi nyawa masih di badan segerelah bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya.

Senikmat apapun hidup kita tak lepas dari pertolongan Allah. Allah lah yang membuat setiap makhluknya merasakan kesenangan, kesedihan, kebahagiaan ataupun ujian dan cobaan. Allah akan menguji keimanan sesorang dengan cobaan yang tak akan melampaui batas dari kemampuan kita. Jika kita sedang diuji, berarti kita akan dapat menyelesaikannya. Dan jangan pernah kita mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah dan rasul-Nya. Karena cinta Allah takkan pernah habis sampai kapanpun. Abadi selamanya. Jazakallah.



2 komentar:

  1. keren artikelnya......


    tergerak hati saat membacanya, mengingatkan arti aku ada di dunia ini.
    makasih ukhti....:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, afwan ukhti :)
      Semoga hidup kita selalu dalam keberkahan-Nya, amin.

      Hapus

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)