19 April 2013

# curcol

Curcol tengah hari

Terik matahari menyadarkanku dari tidur sambungan setelah menunaikan sholat subuh. Entah mengapa hari jumat ini aku sangat malas untuk bangun apalagi beraktivitas. Kugolekkan badanku kekanan dan ke kiri. Ku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.10. Matahari sudah dengan anggun bertengger diluar sana, sedangkan aku cuci muka pun belum. Seperti biasa, kalau tidak ada kuliah aku selalu bangun kesiangan. Suara hiruk pikuk penghuni kos-an sudah mulai terdengar, namun tak kuhiraukan. Kucoba untuk memejamkan mata kembali, namun juga tak bisa. Mungkin karena cuaca dingin sudah berubah menjadi panas. "Hmmm, sepertinya memang cuaca tak mendukungku untuk tidur lagi", pikirku. Lantas ku langsung mencari handphone yang kuletakkan di sebelah bantal. Ku pencet tombol on di hp BB-ku dan beberapa saat muncul beberapa pemberitahuan. Aku me-check satu persatu. Dan seperti biasa, ada mention twitter yang langsung kubalas, juga notif fb dari grup serta Broadcast(bc) gak penting dari bbm.

"Huuufff, selalu begini. Hampa. Setiap ku kembali membuka mata tak ada yang spesial dari hidup ku." Aku merasakan kehambaran di dalam hidupku. Aku tak mempunyai warna hidup. Hidupku datar, dan aku merasakan itu. Aku tak seperti remaja-remaja lain yang seumuranku yang mempunyai banyak teman ataupun digandrungi banyak cowok. Aku adalah seorang mahasiswa yang hanya bisa berusaha untuk bisa menamatkan kuliah tepat waktu. Karena beban ku berbeda dengan remaja yang lain. Mereka tak mempunyai masalah sepertiku. Mempunyai keluarga kandung&sanak family yang dekat, banyak teman adalah impian semua orang termasuk diriku. Namun itu hanya angan-angan ku.Aku kembali mengingat kejadian dulu ketika masih SMA. Dulu, aku sangat menginginkan agar bisa cepat-cepat kuliah. Dan setelah merasakannya, aku ingin kembali ke masa itu. Masa dimana aku mempunyai sahabat dan teman yang banyak. Dan sekarang aku mengakui bahwa aku kesepian. Seperti tak mempunyai sipa-siapa. Padahal aku mempunyai keluarga disini. Tapi itu tak membuatku lega. Aku lebih bahagia dengan teman dibanding dengan keluarga. Aku tak tahu mengapa bisa begitu. Entahlah, terkadang manusia tak bisa bersyukur dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Selalu melihat keatas dan jarang melihat kebawah.

Mengatasi kehampaan, aku selalu berhubungan dengan dunia maya. Hanya dunia ini yang membuat hidupku sedikit ceria. Berkicau dengan teman-teman lama. Membaca kisah-kisah yang mengharukan atau membaca blog-blog orang terkenal. Hidup akan terus berjalan. Tak selamanya kita bisa menatap kebelakang. Hidup ini harus maju!

Dengan tekad yang kuat aku mulai bisa bangkit dari tempat tidur. Setelah 1 jam mengotak-atik hp, akhirnya aku lepas dari ranjang kasurku. Aku langsung mencuci muka, dan mengambil nasi. Aku benar-benar merasa kelaparan. Karena seharian kemarin aku tak menyicip nasi sebutirpun. Setelah itu aku meng-agendakan jadwal ku untuk membahas soal-soal STIS. Oya, sebelumnya aku belum pernah cerita bahwa aku akan mencoba untuk berjuang kembali. Kuliah di sekolah kedinasan adalah impianku semenjak SMA dulu. Setahun yang lalu aku tlah kucoba untuk test disana, namun apalah daya aku tak lulus tahap pertama. Ingin rasanya ku menangis kala itu, kenapa aku gak lulus? Tapi kucoba kembali berpikir, mungkin memang itu yang terbaik untukku. Dan tahun ini kembali kucoba untuk tes disana. 4 MEI 2013. Aku akan kembali berkutat dengan soal-soal. Matematika, Bahasa inggris dan pengetahuan umum. Aku tak tahu akan seperti apa soalnya nanti. Namun kali ini aku tak terlalu berharap. Aku takut terlalu berharap dan nanti apabila tak sesuai harapan aku bisa sangat down. Untuk kali ini aku berkata,"Ya Allah jika ini emang jalanku luluskanlah aku dan berikanlah keberuntungan untukku". Semogaa... :)) Tapi, kalau bukan jalanku, aku tak mengapa melanjutkan studiku disini dan berkahilah studiku ini, semoga aku bisa lulus tepat waktu dan menjadi yang terbaik disini. Aamiin :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)