21 Juni 2014

# cerita

Story in Medan #PART2

.....................(lanjutan postingan ini)

Sesampainya di bandara sekitar jam 1 siang, gue langsung sms nomor yang katanya bakal ngejemput. Gue mencari orang yang nelfon yang katanya make jaket hijau. Skesana kemari akhirnya gue ngeliat 4 orang yang sedang melambaikan tangan ke arah gue. Nah, itu dia. Gue langsung menuju kesana dan bersalaman dengan mereka. 2 cewek dan 2 cowok.

Mereka sempet nanya mau makan-makan disini dulu ato langsung ke medan. Gue langsung jawab langsung ke medan aja soalnya ini badan rasanya udah remuk banget. Awalnya gue kira bakal dianter pake mobil ato sejenisnya. Eh kagak taunya gue dibonceng pake motor dari kualanamu ke medan. You know? gue kira jaraknya itu deket gak taunya nyampe 2 jam. Oh god, badan gue udah serasa pengen melayang di udara.

Sesampainya di kosan salah satu panitia, gue kenalan dengan si pemilik kamar kosan. Setelah itu gue langsung mencari kasur dan merebahkan diri dan tertidur. Yap, karena kecapean gue langsung bisa tertidur seketika begitu saja. Dari jam 3 sore sampe magrib gue gak bangun-bangun di kosan orang yang baru saja gue kenal. It's an awkward moment :|

Gak taunya ketika membuka mata gue ngedenger orang yang lagi ngaji di samping tempat tidur. Dia langsung nanya, "Peserta juga ya?" "Eh iya?" jawab gue setengah sadar.

Setelah itu kita saling kenalan dan sedikit berbinacang-bincang. Ternyata temen sekamar gue ini dari Padang. Oh my hometown.. I miss that place so bad.

Malamnya kita (gue dan temen sekamar) pergi ke sekretariat LPM Teropong UMSU, sang tuan rumah yang menyelenggarakan acara pelatihan jurnalistik. Gue sangka itu sekret deket eh ternyata harus pake motor. Alhasil gue kembali dibonceng dengan cowok yang tadi bonceng gue dari bandara. Kayaknya sih itu cowok masuk divisi peng-ojek-an.

Setelah sampe di sekret mereka, gue liat ternyata kondisinya gak jauh beda dari natural, kecil dan ya agak berantakan karena sedang sibuk mempersiapkan acara. Dengan gambar majalah, buletin serta foto-foto yang juga ditempel di dinding. Kita kemudian ngobrol-ngobrol seputaran asal, dari universitas apa, dan semacamnya.

Sekretariat Teropong UMSU
Salah seorang kakak disana nanya ke gue, "Tadi pake kereta ya dianter sama panitia?"
Gue bingung. Perasaan tadi gue dianter pake motor bukan kereta. Lalu gue jawab aja, "Enggak kak, pake motor,"

Si kakak itu malah ketawa dan temen-temennya juga ikutan ketawa.
Gue heran, emang bagian mana dari jawaban gue yang lucu. Setelah gue cari tau ternyata, di medan kereta itu=motor. Ooh itu toh yang membuat mereka ketawa.

Setelah ngobrol cukup lama dengan gak tau malunya gue malah bilang ke temen-temen disana kalo sebenernya gue kelaperan. Mengingat ternyata gue cuma makan sekali waktu pagi tadi di bandara. Alhasil kita langsung cao nyari makan naik motor lagi. Nah disinilah gue agak merasa bingung. Ketika dibonceng gue ngeliat lalu lintas disana sangat berantakan. Kita bisa sesuka hati gak pake helm dan spion di motor pun gue perhatiin cuma ada satu. Ditambah orang yang lagi ngebocengin gue juga dengan beraninya nyelip sana sini sehingga membuat gue di belakang ngeri dibuatnya.

"Ya ampun sembrawut banget sih jalan disini, katanya medan itu salah kota maju di sumatra, tapi kenapa kondisi dijalannya kayak gini," pikir gue waktu itu.

Dan ternyata waktu itu gue masih belum di pusat kotanya, masih di pinggirannya. Jelas banget perbedaannya ketika di hari selanjutnya gue menginjakkan kaki di pusat kotanya. Dan baru setengah hari disana membuat gue sadar kalo ternyata cuaca di Medan itu sama dengan Padang. Alias PANAS. Lampung rasanya gak pernah sepanas ini.

Hari selanjutnya tibalah hari pembukaan acara yang diadakan di gedung aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ternyata yang ikut pelatihan ini jumlahnya 24 orang dari pulau sumatera (aceh, medan, padang, pekanbaru, palembang, lampung) dan beberepa dari sulawesi (makassar). Sayangnya yang dari pulau jawa gak ada. Tapi tetep rame dan asikkok. 

Setelah pembukaan yang agak molor selesai kemudian acara selanjutnya diikuti dengan workshop dari penulis Tere Liye pada siang hari hingga sore hari.

Gue dengan teman2 LPM . Dari kiri ke kanan (kak mutia-kak anggi-redda-dara-randy-kak ita-gue)


Om tere liye lagi merem :D
Setelah seharian di aula, kita langsung siap-siap untuk menuju lokasi sebenarnya. Tempat yang nantinya akan menjadi tempat tinggal kami selama kurang lebih seminggu. Bersama teman-teman baru dan tempat baru, gue jadi gak sabar pengen cepet-cepet nyampe di tempat penginapan. Ternyata macet di Medan parah banget euy, jarak yang seharusnya bisa ditempuh setengah jam malah nyampenya sejam lebih. Udah kayak Jakarta aja.

Nyampe di tempat penginapan yang katanya kompleks dinas pertanian kota medan, kami langsung dibagi menjadi 3 orang per kamar. Dan ternyata gue sekamar dengan dara dari aceh dan kak ita dari makassar. Wah, untung gue udah kenalan sebelumnya. Ngeliat cari bicara kak ita itu bagi gue itu lucu banget. Logat khas orang timur gitu. Hehe. 

Malamnya kami dikumpulkan di aula untuk perkenalan seluruh peserta dan panitia. Karena banyak yang mau dikenalin alhasil kenalannya itu sampe jam 12 malem. Selanjutnya selama 3 hari dari Selasa sampe Jumat kami hanya mengikuti materi-materi yang sudah disiapkan dari panitia. Dengan pemateri yang beragam dari tingkat lokal ataupun nasional kami semakin mengerti apa arti pers mahasiswa yang sebenarnya. Gue juga semakin kenal dengan peserta lainnya.

Namun ada yang sesuatu yang berbeda selama mengikuti kegiatan ini. Disini gue gak cuma merasa sedang mengikuti pelatihan saja, tapi disini gue merasa mempunyai keluarga baru. Orang-orang yang mungkin akan gue rindukan ketika udah balik ke Lampung. Entah kapan lagi akan ketemu orang super gila-gila ini. Gue rasa gue super beruntung dapat ikut acara ini, karena gue menjadi tahu bahwa rasa kekeluargaan itu bisa terjalin walau hanya dalam rentan waktu beberapa hari saja. Gue juga menjadi kenal dengan berbagai orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia

Senang pernah mengenal kalian guys :')
Kemudian di hari jumatnya kita pergi mengunjungi media yang ada di medan. Seperti penerbitan lokal Analisa, salah satu RadioFM di Medan dan kantor Antara Sumut. Hari itu gue akhirnya bisa juga ngeliat kota Medan yang sesungguhnya. Gedung-gedung pencakar langit yang banyak dan mall yang gede. Haaha, norak banget emang, tapi ya mau diapain kita malahan foto-foto di tengah jalan. Kelakuan emang, selalu berfoto dimanapun berada.

Setelah itu diikuti dengan sore harinya kami mengunjungi istana maimun. Disana gue beli banyak souvenir untuk oleh-oleh karena besok gue gak bisa ikut fieldtrip ke danau toba.

Jadi ceritanya gini tiket pesawat gue untuk balik ke Lampung udah kepesen hari sabtu jam 7 malam. Sedangkan fieldtrip baru dimulai jam 2 pagi hari sabtu. Gue sangka awalnya danau toba itu deket dari medan gak taunya jaraknya 6 jam. Jadi setelah gue perkirakan kayaknya gak bakal keburu kalo gue ikutan fieldtrip bareng yang lain.

Nah pas selesai acara penutupan di malam jumat, gue beranikan diri untuk maju dan memberikan kata perpisahan karena gue gak bisa ikut kegiatan ini sampe besok. Gue berencana akan nginep di kosan temen SMA yang kuliah di sekitar sini. Setelah menyampaikan alasan dan masalahnya gue akhirnya keluar dan siap-siap untuk pergi.

Ketika hendak salaman dengan temen-temen peserta yang lain eh salah satu peserta manggil gue, nyuruh gue duduk dan manggil peserta yang lain. Dia memberikan solusi agar gue bisa tetap ikut ke danau toba. Ada kalimat yang membuat gue terharu, kurang lebihnya kayak gini, "Kita disini dari awal sama-sama, jadi pulangnya juga harus sama-sama juga. Gak boleh ada satu orang dari kita yang gak ikut kegiatan sampai akhir."

Sumpah, gue terharu. Gue menyangka ketidakpergiaan gue ke danau toba tidak akan berpengaruh bagi siapa-siapa. Ternyata teman-teman peserta mau mengganggap gue begitu berarti. Malam itu gue gak sanggup berkata-kata lagi. Semua diluar pikiran dan dugaan gue. Akhirnya tiket pesawat yang gari sabtu gue lewatkan begitu saja, diganti dengan tiket dengan hari yang baru hasil dari iuran temen-temen peserta dan panitia yang  sudah sukarela membuat gue bisa menatap indahnya danau toba.


Walaupun sempet kesel di akhir tapi semua terbayar lunas saat gue udah bener-bener sampe di Lampung. Thank you so much semua temen-temen, kalian telah mengajarkan dan melihatkan kepadaku betapa indahnya arti kebersamaan. Gue akhirnya bisa juga pergi ke danau yang terkenal di Sumatra itu. Ahh, sungguh pengalaman yang luar biasa amazingnya. Bertemu dengan orang-orang cerdas dan kritis ditambah dengan rasa kepedulian yang begitu tinggi. Salam PERSMA!

Terima kasih semua... Gue akan selalu mengingat kalian dan semua tentang kita. Walaupun hanya seminggu tapi bagi gue itu sangat membekas. Terima kasih Medan telah mempertemukan kami, semoga tali silaturahim kita tetap terjaga. Terima kasih atas semua pengalaman yang berharga selama di Medan. 

Dan yang terakhir Terima kasih Natural telah membuatku bisa menginjakkan kaki di utara sumatra itu. Love u!

Beberapa foto kenangan selama di Medan :))


Limaaaaaaaa!!!^_^
Di depan asrama haji Medan
Yeah! Salam Persma!^^
Di jalan raya -_- gue yang motoin -_-
Di pusat kota :D
Di genteng kantor radio :||
Istana Maimun...
Temen sekamar 5 hari (SIREGAR GO!)
Di depan danau Toba
Di pulau samosir
Danau Toba! We are comin!
Museum patung si gale-gale!
Stay ceeeeesss:D
Sebenernya masih banyak foto lagi, tapi gak bakalan muat kalo gue posting semua. Hehe. yang pasti What a amazing travelling guys, love you all:))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)