25 Januari 2015

Dunia Perkantoran

Minggu, Januari 25, 2015 1
Selamat hari minggu pagi!

Huh hah huh hah! Luar biasa sekali seminggu ini. Setiap hari bolak balik kantor, pergi jam 8 pulang jam 4. Ternyata jadi anak kantoran itu tak seenak yang gue bayangkan. Ya, selama seminggu ini gue sudah memulai Kerja Praktek di salah satu perusahaan motor sebut saja HONDA. Dikarenakan berbagai alasan gue memilih kerja disana dengan 2 orang temen yang notabene adalah sepasang kekasih #abaikan. Sebenernya gue gak punya alternatif lain sih, cuma gue rasa disana tempat yang strategis dan tidak jauh dari rumah, jadi ya gue ngikut aja. Gitu.

Hari pertama kerja disana gue mulai beradaptasi dengan suasana perkantoran. Hidung gue mulai pilek karena kedinginan, ya kayanya gue harus belajar lebih bagaimana menyesuaikan diri di ruangan yang memiliki AC berlebih. Disana gue emang bisa dibilang kagak ada kerjaan selain ngoding haha becanda kok, maksud gue browsing. 

Awal berada disana gue emang gak tau sebenarnya kerjaan pegawai di divisi IT itu apa, soalnya gue liat mereka kebanyakan santainya. Namun setelah gue perhatikan ternyata pekerjaan di IT itu sangat berat. Mungkin emang gak keliatan tapi aslinya banyak, contohnya aja semacam programmer gitu. Disana gue ketemu sesosok wanita muda yang berprofesi sebangai programer. Salut aja ngeliat cewek jadi programer, pintar plus cantik lagi. Ahhh, kayaknya gue gak bakalan bisa jadi programer. #lah?

Setelah seminggu berjalan gue jadi bisa memahami pekerjaan disana. Walaupun ditekan sama bos, mereka tetap selalu mempunyai waktu untuk refreshing seperti bernyanyi bersama, berebutan makanan, ngelawak, dan berbagai macam lainnya. Kalo bisa dikata mungkin akan membosankan terpaku di depan komputer melayani konsumen tanpa ada guyonan dari yang lain. Tapi tetep aja kayaknya dunia perkantoran itu selalu menoton. Hmm, gue jadi mempunyai alur berpikir berbeda setelah melihat bagaimana dunia perkantoran yang sebenarnya.

Baru seminggu berjalan yang berarti masih ada 32 hari lagi untuk melaksanakan Kerja Praktek. Jujur, sebenernya gue pusing mau ngangkat masalah apa, mana ngoding gak jago lagi, Huufftt. Udahlah liat aja bakalan terjadi apa kedepannya. Semoga gak mengecewakan. :(

11 Januari 2015

Tahun Baru, Semangat Baru!

Minggu, Januari 11, 2015 0
Postingan pertama di tahun 2015. 
Perlu digedein dan dibold.

Ya, gak kerasa sekarang udah tahun baru aja. 2015 coy. Itu artinya gue akan semakin tua. Beneran, kayaknya gue kena sindrom di film peterpan, gak mau jadi orang dewasa. Entahlah gue cuma pengen jadi seumur gini terus, tapi teteup aja gak mungkinkah. Ah! Di satu sisi gue gak pengen ada tahun baru, tapi yang pastinya tahun baru itu akan selalu datang setiap tahunnya, yaiyelah tiap tahun gimana sih. Ah sudahlah terlepas dari gue yang gak mau tua, gue akan tetap mengucapkan 'Selamat Tahun Baru' untuk semua orang yang setia membaca blog gue, orang yang gak sengaja ngebaca blog gue, orang yang nyasar ke blog gue, ataupun orang yang gak pernah baca baca sekalipun, LAH?! Semoga tahun ini benar-benar menjadi tahun yang berkah.

Tapi gue gak telatkan ngucapinnya? Ya walaupun udah tanggal 11 Januari tetep aja masih suasana tahun baru. Sebenarnya sih udah dari lama pengen ngeblog, tapi rencana hanya tinggal rencana. Mood hati yang tak kunjung ditemukan jadi apalah daya. Di siang menjelang sore yang panas ini akhirnya gue temukan juga mood itu. Ah, penulis macam apa ini! Sebenernya gue lagi gak tau mau ngapain saat ini. Hari minggu dan gue gak punya kegiatan setelah ikut jalan sehat di fakultas tadi pagi. Alhasil gue cuma nonton dan maen hape saja. Maklum aja jomblo akut ya mau ngapain lagi coba, hiks.

Omong-omong beberapa waktu lalu gue rada shock bercampur bahagia. Gimana enggak coba, gua dapet peringkat ketiga lomba blog. OMG?! Alhamdulillah keberuntungan di awal tahun. Sebenarnya sih udah diumumin tanggal 23 Desember, tapi gue baru liat tanggal 6 Januari dan batas terakhir konfirmasi itu 9 Januari, nyaris saja. Huffft. Yap, kebahagiaan yang sungguh tak terduga. Tidak terlalu berharap namun selalu menginginkannya, dan Tuhan mengabulkankan. Oh, Thanks God!

Di balik kebahagiaan itu, gue juga lagi dirudung kekhawatiran yang sangat besar. Minggu depan akan menjadi first time bagi gue untuk menjalani KP alias Kerja Praktek. Banyak yang menjadi kekhawatiran gue nanti, gue akan ngapain disana, apakah ilmu yang gue dapatkan di kampus bisa berguna atau yang lebih tepatnya akankah gue memalukan selama kerja disana? Ah, terlalu banyak kekhwatiran yang terpikirkan, semoga aja semua baik-baik saja. Kuncinya All is Well, right?

Di akhir postingan ini gue berharap bisa menjalani tahun ini sampai akhir dan bisa bertemu tahun baru lagi. Ya allah permintaanku gak muluk-muluk, berikanlah aku dan orang tuaku kesehatan, izinkanlah orang tuaku melihat keberhasilanku dan jagalah keoptimisanku dalam menjalani segala aktivitas. Masa depan tidak akan berubah jika gue tidak mengubahnya sendiri. Yap, tahun baru semangat baru!

20 Desember 2014

Review Special Thing in 2014

Sabtu, Desember 20, 2014 0
Just how fast the night changes?
It will never change me and you (kutipan lagu 1D-Night Changes)

Malam terus berganti, waktu terus berputar, umur terus bertambah dan tahun akan terus berubah. Tak terasa saat ini kita tengah berada di penghujung tahun 2014. Padahal baru kemarin rasanya gue membuat resolusi di tahun 2014, eh taunya udah mau 2015. Ohmaygod. Dengan seabrek resolusi yang pernah gue tulis rasanya tahun ini merupakan tahun yang fantastis. Banyak hal baru yang gue alami selam tahun ini. Teman, kuliah, dan kesibukan baru yang kini menjadi rutinitas baru bagi gue.

Kali ini gue akan mengkaji lebih hal dan kejadian apa yang gue alami sepanjang tahun ini. Apakah semua resolusi gue tercapai? Atau hanya tinggal sebuah resolusi yang tahu kapan terwujudnya? Ayo kita mulai mengenang!

AWAL tahun diisi dengan liburan kuliah yang begitu lama namun hanya di rumah saja. Gue bisa bilang ini bukan termasuk impian gue alias resolusi yang gue buat matang-matang GAGAl total. Ya, sebenarnya gue sudah mengumbar janji dengan teman-teman SMA kalau gue bakal liburan ke jakarta, namun rencana hanya tinggal kenangan. Begitu gue memberanikan diri untuk meminta izin, keinginan gue langsung di tolak mentah-mentah oleh orang tua. Jujur sakit banget rasanya gak diijininin untuk liburan, karena gue gak terbiasa memohon sesuatu penolakan ini begitu sakit bagi gue.

Mungkin sebagian orang bisa terbiasa terhadap suatu penolakan, tapi gue gak bisa menghadapinya. Alhasil gue hanya bisa nangis dan mengutuk ketidakberdayaan ini. Walaupun awalnya tak rela, lama-kelamaan gue mulai lupa dan membiasakan diri stay at home selama 2 bulan lamanya. You can imagine how bored I was. Tapi gue gak kehilangan akal, gue berpikir liburan gue tidak boleh terbuang dengan percuma. Gue ikutan lomba blog, review, twitter untuk mengisi hari-hari di rumah. Dan alhamdulillah Tuhan bertindak, gue diberikan keajaiban dengan hadiah menang lomba seperti printer, uang, baju, stiker, sampai domain gratis. Dari sanalah gue mulai mencoba peruntungan lain di dunia blogger.

DI bulan pertama, planning gue memang gagal total, namun tidak dengan bulan kedua. Resolusi gue yang menyebutkan ingin memiliki kamera DSLR akhirnya tercapai juga. Tepat pada 14 Februari kamera DSLR Canon 1100D akhirnya dapat gue miliki. Walaupun tidak full 100 persen dari duit sendiri gue sangat senang bokap mau nambahin kurangnya, juga dapet transferan dari oma yang jauh disana. Sungguh gue senang tak terhingga!

BULAN ketiga merupakan awal perkuliahan di semester 4. Ya, tidak berbeda dengan sebelumnya dunia perkuliahan tetap seperti itu. Kadang tidak ada kegiatan, kadang sibuk, kadang sibuk tak terhingga. Di samping itu organisasi yang gue ikuti tetap berjalan seperti biasa. Bedanya ada saat-saat gue harus pergi sendiri untuk mencari pengalaman baru. Kadang gue merasa bosan dengan rutinitas yang tidak berubah. Dan gue memberanikan diri untuk menjalani beberapa hal itu sendirian, seperti ikut seminar dsb. Dengan itu gue bisa mewujudkan resolusi yang pernah gue buat sebelumnya.

BULAN ketiga, keempat, masih sama seperti yang lain tidak ada hal yang begitu berkesan. Menulis tentang keseharian bersama teman, menulis cerita, menulis opini, ataupun mengikuti kontes blog. Walaupun ada beberapa yang tidak berhasil menang, namun semangat blogger gue masih sangat membara waktu itu.

HINGGA datanglah bulan kelima. Bulan yang tidak pernah gue sangka menjadi bulan yang penuh dengan pengalaman baru. Lewat organisasi satu-satunya yang gue ikuti, akhirnya gue menginjakkan kaki pertama kali di kota Medan sendirian. Ya sendirian, walaupun ke Jakarta ditemenin, tetep aja disananya sendirian. Tetapi pengalaman hidup yang gue dapat disana benar-benar luar biasa.

Gue sendirian dari Lampung dan gak kenal siapapun disana. Gue mencoba untuk berbaur dengan yang lain, walaupun kurang bisa se-asik yang lain alhamdulillah gue tetap bisa berkomunikasi layaknya anak-anak yang lain. Dengan tempat asal yang berbeda dan tempat yang baru pertama kalin gue lihat, gue rasa ini pengalaman luar biasa di tahun 2014. Belum lagi adegan di akhir acara, yang bikin gue terharu banget. Baru kenal seminggu, dan mereka begitu mengganggap gue sebagai keluarga. Ah, luar biasa memang, gue sama sekali gak pernah terpikirkan bisa mengikuti acara di luar kota dan bertemu dengan orang baru, tempat baru, dan itu gara-gara organisasi. Ya, gue rasa gue gak nyesel pernah ikut organisasi ini.

BULAN keenam setelah mengikuti acara di Medan, gue langsung cuss ke Jakarta bareng temen-temen angkatan. Ya, gue rasa resolusi untuk kepengen jalan-jalan terkabul di pertengahan tahun ini. Walaupun di Jakartanya sebentar tetep aja namanya jalan-jalan kan? :D

Selain itu di bulan inilah, bulan dimana gue dinobatkan menjadi pimpinan redaksi di organisasi itu. Sebenarnya sempat menyangka sebelum berangkat ke Medan, tapi tetep aja rasanya kayak gak sanggup bisa mengemban amanah berat untuk setahun ke depan (yang ngomong-ngomong tinggal setengah tahun lagi).

BULAN ketujuh merupakan bulan kelahiran gue. Tahun ini genap sudah gue berumur 19 tahun. Banyak orang bilang gue masih muda dibanding teman-teman yang lain. Tapi tetep aja gue merasa udah tua dan sebentar lagi akan kepala dua. OH NO! Di bulan alhamdulillah ramadhan dan idul fitri masih bisa gue jalani bareng keluarga. Walaupun dengan kondisi berjauhan dari bokap, kita tetap bisa merayakan lebaran bersama setelah itu.

Mungkin tahun ini gue memang gak mendapatkan kue ataupun kado dari keluarga. Tapi gue mendapatkan hadiah terindah yang tidak berupa barang ataupun uang. Ya, akhirnya tahun ini keinginan gue untuk melepas rindu dengan teman-teman SMA terlepaskan juga. Gue beserta keluarga akhirnya pulang kampus dan berlebaran disana. Walaupun sebentar banget, alhamdulillah gue bisa kembali melihat kampung dan sekolah yang penuh dengan kenangan itu. Sungguh, hadiah yang tak ternilai rasanya dapat bercengkrama dengan teman yang sudah kamu anggap sebagai saudara. Akhirnya resolusi gue untuk bertemu teman SMA tercapai juga, walaupun diundur beberapa bulan. :D

BULAN kedelapan, sembilan, sepuluh, sebelas hingga dua belas gue habiskan kembali disini, di Bandar Lampung dengan kegiatan kamus, perkuliahan ataupun organisasi. Sekarang gue sudah memasuki semester 5 yang artinya hampir setengah perjalanan menuju tahap akhir. Ya, gak terasa sekarang sudah punya dua generasi adik tingkat. Udah bisa dibilang tua. Sejauh ini gue belum mempunyai masalah akan hal yang menyangkut nilai-nilai kuliah, dan semoga saja seterusnya.

Hanya saja bulan-bulan terakhir di tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Kali ini gue memang cukup disibukkan dengan kegiatan organisasi yang notabene gue pimrednya. Ya, jabatan yang luar biasa di suatu lembaga pers. Ah, sebenarnya bisa dibilang gue gak terlalu mahir di dalam dunia menulis, hanya saja gue suka menulis. Just enough! Semoga aja setengah tahun lagi gue bisa mengemban amanah ini dan menjalankannya sebaik mungkin.

Di samping semua yang telah gue alami sepangjang tahun ini, ada beberapa hal yang membuat gue kecewa dan bersedih. Setengah tahun ini gue menjadi malas untuk menulis di blog. Mungkin karena kesibukan di organisasi, membuat gue gak se-semangat di awal tahun dalam menulis, lihat aja di jumlah entri per bulannya. Hmm, how poor I am.

Selain itu, gue juga belum bisa konsisten dalam menulis. Ya, impian gue untuk bisa menerbitkan buku ataupun cerpen tidak kunjung terjadi hingga ujung tahun ini. Mungkin ini disebabkan karena mood gue yang seringnya anjlok dengan berbagai kesibukan di kampus. Hingga membuat gue mengabaikan resolusi ingin menerbitkan cerpen di percetakan. Dan itu juga berdampak pada resolusi gue yang ingin memiliki penghasilan sendiri, yang tampaknya juga belum kunjung menampakkan jalannya.

Di balik segala pencapaian ataupun kegagalan dari resolusi tahun ini, gue merasa 2014 menjadi tahun terhebat dalam hidup gue. Banyaknya pengalaman baru membuat gue bisa melihat kehidupan lebih luas dan lebih banyak lagi.

"Seseorang tidak akan bisa berkembang jika ia hanya berdiam diri dan tidak melakukan perjalanan"

Semoga tahun depan, lebih banyak pengalaman lagi yang bisa gue dapatkan. Berbagai macam kegiatan ataupun proyek sudah menanti untuk dikerjakan. Semangat menyambut tahun baru, dan juga pastinya resolusi baru!

Happy new year 11 hari lagi!!!

7 Desember 2014

Kebiasaan dan Bakat

Minggu, Desember 07, 2014 1
Ketika membuat postingan ini saya tengah berada di salah satu tempat makan fastfood yang ada di Bandar Lampung. Memang tidak ada yang istimewa disini, tapi yang luar biasa adalah saya kesini hanya seorang diri alias SENDIRIAN. Dengan membawa uang pas-pasan ala anak kosan dan satu unit laptop saya niatkan untuk menghabiskan minggu siang disini. Lagipula saya juga lagi pengen download film lumayankan wifi gratis :D *mahasiswa coyyy*

Mungkin bagi kebanyakan orang seusia saya  tak pernah pede atau berani pergi menghabiskan waktu sendirian. Tapi saya berbeda. Dari dulu saya lebih senang berkeliling sendirian seperti ke pasar atau ke tempat saya suka. Namun bukan berarti saya tidak suka bersosialisasi. Hanya saja, saya membutuhkan waktu sendirian diluar hiruk pikuk orang lain. Dengan begini saya akan bisa berpikir tentang banyak hal dan menjadi lebih tenang.

Balik kesini kembali tempat dimana saya berada saat ini. Dengan memesan paket paling murah yang hanya menghabiskan uang 20 ribu, saya kembali memutar otak agar bisa mengisi perut. Dan yap, saya mencoba membuka line dan alhamdulillah dapat satu potong ayam gratis (walaupun gak gede2 amat), tapi lumayanlah buat menambah isi perut yang keroncongan karena belum makan dari pagi. 

Minggu ini saya memang gak berniat untuk pulang, saya memilih untuk menghabiskan waktu di kosan dan mengerjakan tugas (yang pada akhirnya gak jadi karena gak ngerti). Tapi beneran sebenarnya sama aja ketika saya dirumah dan tetap gak melakukan apa-apa. Mendingan di kosan kan ya. Hmm. Di samping banyaknya tugas kesibukan di perkuliahan, sebenarnya saya juga lagi bingung dan puyeng mikirin amanah di organisasi. Saya ngerasa pesimis buat ngejalanin progja gede yang bagi saya itu merupakan suatu pengalaman baru dan gak mudah untuk menjalaninya. Ditambah juga saya orangnya begitu cuek dan gak pedulian, tapi sungguh saya selalu memikirkannya setiap saat.

Tapi saya ngerasa cuma inilah satu-satunya hal yang lumayan saya kuasai, tapi juga gak bisa dibilang bakat juga. Kalo ngomongin tentang bakat saya memang sangat merasa tidak mempunyai bakat apapun atau bahkan yang terpendam sekalipun. Walaupun banyak orang bilang setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing, tapi saya belum bisa merasakannya. Bagi saya menulis merupakan suatu kesenangan dan kepuasan, mampu menuangkan rasa dan kejadian dalam kata-kata itu merupakan kebahagiaan tersendiri.

Orang-orang sering nanya begini ke saya :

"Kamu orang padang kan? Kok gak bisa masak?" atau
"Kamu orang padang kan? Kok gak bisa jualan?" atau
"Kamu orang padang kan? Kok gak kayak orang padang? dan blablabla

Kadang saya cuma bisa jawab dengan senyuman tipis. Jujur, saya emang bingung harus menjawab apa ketika orang-orang bertanya hal-hal semacam itu. Saya dengan kebiasaan yang ada dalam diri saya berusaha untuk menjadi diri sendiri, yang walaupun terkadang membuat orang lain tidak suka. Misalnya saja dengan sifat cuek saya yang sudah keterlaluan. Atau sifat saya yang tidak bisa mendekatkan diri dengan orang lain jika buka dia yang memulainya duluan. Tapi saya tahu apa yang akan saya lakukan ketika orang-orang tidak lagi memedulikan saya. Saya akan tetap menjadi diri sendiri dengan segala sifat baik dan buruk yang akan berusaha untuk saya ubah secara perlahan.

(KFC Coffee Kedaton __ 7 Desember 2014 [14:14])