9 September 2018

Me Time & Spoiler Film Searching

Minggu, September 09, 2018 0
*Tulisan mengandung spoiler tingkat akut dari film searching*

Oh hai semua. Long time no see, sudah lama tidak berbacot ria disini. Rindu ih.

Waktu berjalan cepat ya, tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2018. Everything has changed, semua benar-benar telah berubah, except me. Ya, gue belum banyak berubah, masih seperti dulu, masih introvert, masih menyukai keheningan dan kesendirian. 

Like now.

Duduk di coffee shop sambil membuka laptop, membuka blog yang sudah lama tidak disentuh. Di sekeliling gue rame, dan you know i dont like it. Dari tadi nyari tempat yang sepi dan gak nemu. Yaudahlah dari pada gue kecapean sendiri, gak papa, untung bawa headset.

Hari ini emang gue niatkan untuk menghabiskan waktu sendirian. Dari dulu gue selalu meluangkan waktu untuk me time. Entah kemana dan gak jelas mau ngapain, yang penting gue sendiri. Ada kepuasan tersendiri rasanya jalan sendiri kek anak ilang bebas mau kemana aja. YA GUE MEMANG SE INTROVERT ITU. Kalo yang sering baca blog gue dulu, pasti tau kebiasaan gue yang ini. wkwk

Puas rasanya kalo berhasil ngelakuin dengan list yang udah gue buat sebelumnya. Seperti hari ini, gue nonton film Searching sendiri ditemani dengan 2 insan yang lagi pacaran di kursi sebelah. HAHA untung udah terbiasa. Miris yak, but im happy to do it. Sometimes u need to know what makes you happy and do it and u will become the happiest person, believe it.

Bagi gue, kebahagiaan itu dari diri sendiri. Gak perlu mengharapkan bantuan orang lain untuk membuat diri lo bahagia. Buat apa, kalau pada akhirnya kebahagiaan seperti itu akan pudar dengan sendirinya. Yang penting bahgia dari dalam hati, lakukan apa yang membuat hati lo bahagia, dan hidup lo akan penuh dengan perasaan bahagia tanpa membebani orang lain.

Kalau bahagia versi gue ya dengan melakukan me time gini. Nonton sendirian, apalagi filmnya keren abis, mirip sama gue yang susah terbuka kalau gak ditanya. Ya buat apakan, ntar dikira cari perhatian lagi. 

Okey kayaknya gue bakal nge share cerita film Searching yang barusan gue tonton. Serius keren banget. Mungkin karena dari dulu gue suka banget sama yang namanya sosial media, jadi film ini itu kereeeeeen bangeeeeeeet. Judulnya SEARCHING. seriously kalian must harus nonton ini. ngotot banget ya haha.

Jadi ceritanya film ini temanya social media, semua scene di film ini dari kamera, seperti facetime, sosmed, cctv, gak ada langsung shoot semuanya dari perantara kamera.

Berawal dari seorang gadis 16 tahun - Margot Kim, yang sebelumnya diceritakan sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Semuanya terekam dalam kumpulan video dan tersimpan dalam folder di komputer. Dari dia lahir, first day sekolah, les piano bareng mamanya. having time sama orang tuanya. Hidupnya like perfect life, sampe pada akhirnya Ibunya sakit keras, dan meninggal dunia. 

Semuanya berubah, mungkin tidak terlihat dari luar, tapi dalam hatinya dia sangat merasa kesepian. Ayahnya tidak pernah membahas soal kematian ibunya, seperti tidak pernah terjadi. Mungkin karena sakit yang terlalu dalam, sehingga mereka berdua tidak pernah berani membahas betapa mereka sangat merindukan sang Ibu. 

*its feel like what i feel sometimes*

Sampe pada suatu hari Margot menghilang setelah sang ayah sadar bahwa panggilan telpon pada tengah malam adalah panggilan terakhirnya. Pada malam itu Margot izin  untuk belajar kelompok namun tak kembali sampe 2 hari sang ayah sadar kalau anaknya telah menghilang.
Dia menghubungi kepolisian, dan mendapatkan seorang detektif yang agak mencurigakan. Karena sebelumnya dia udah menceritakan kejadian itu, dan tiba2 ditelpon lagi sama detektif lain. Tapi dia gak melanjutkan kecurigaannya.

Proses pencariannya digambarkan dengan cara yang unik, yaitu pendekatan internet dan sosial media. Semua jejak Margot di internet ditelusuri satu persatu. Seperti sang ayah berusaha menghubungi teman-temannya di Facebook yang ternyata tidak ada yang really2 become "friend" with her. *ironic* bener kata orang banyaknya temen di sosmed tidak berbanding lurus dengan temanmu di dunia nyata.

Sang ayah mengetahui kalo dari 'friends fb' margot, kalau anaknya sering membuka Tumblr. Dan sang ayah mencari akun tumblr anaknya, dan melihat apa saja isinya. Selanjutnya dia juga mencari jejak lain melalui history di browser laptop sang anak. Dan menemukan kalo Margot sering membuka aplikasi Youcast semacam aplikasi yang bisa live trus orang-orang bisa menonton dan memberikan komentar, agak mirip live di instagram agaknya.

Dan dari sana ayahnya menemukan satu persatu puzzle tentang hilangnya sang puteri. Ketika dia hendak menutup laptop, dia menyadari kalau gambar danau di tumblr mirip dengan video danau yang ada di youcast. Dan dia langsung kepikiran kalo putrinya ke danau itu. Dan benar, jarak tempat mobilnya terakhir kali terlihat cuma 5 menit dari danau tsb. Sang ayah langsung menelpon detektif dan meluncur ke danau itu.

Benar sekali, setelah ditelusuri mereka menemukan mobil Margot di dalam danau. Tapi tidak ada Margot di dalamnya. Yang ditemukan cuma barang2nya dan sepercik darah. Ayahnya tambah bingung dengan puzzle ini. Di tengah kebingungan itu, internet semakin ruam. Kasus hilangnya Margot viral di internet dengan tagar #FindingMargot. Tak banyak yang menyalahkan sang ayah atas hilangnya Margot, "biasnya hal-hal seperti ini berawal dari rumah", ya mungkin ayahnya tak pandai mengawasi anaknya. Mulut netijen sungguh kejam.

Sang ayah tambah menyalahkan diri sendiri, merasa dia tidak pernah benar-benar mengenal anaknya sendiri. Tapi dia gak menyerah gitu aja, dia terus menelusuri bukti-bukti yang sudah ditemukan kepolisian, seperti barang-barang yang ada di mobil Margot. Dan dia melihat jaket dengan logo dophin yang tidak asing, dan terlihat seperti baju adiknya. Dia juga melakukan pengecekan riwayat chatting Margot dan adiknya tsb. Dan benar seperti dugaannya, kalo mereka sering berinteraksi. Dia langsung menuju rumah sang adik, dan memasang cctv secara diam-diam.
Kemudian dia langsung menginterogasi adiknya, apakah dia ada kaitannya dengan menghilangnya Margot, yang pada akhirnya adiknya mengakui kalo Margot sering meminta barang seperti narkotika kepadanya. Dan ada dialog yang menohok pas scene ayahnya dan adik ayahnya ini. Yaitu ketika sang adik lebih mengerti tentang anaknya dari pada dia sendiri.

Adeknya : "Kamu tau kenapa Margot tidak mengikuti les piano lagi? Itu karena dia akan teringat Ibunya ketika dia bermain piano.."
Sang ayah : "Kenapa kamu lebih mengetahui anakku?"
Adeknya : "Itu karena kamu tidak pernah bertanya padanya, kamu tidak berbicara dari hati padanya"

*menohok syekali*

Pas lagi di rumah adeknya, dia menerima kabar dari detektif kalau anaknya sudah ditemukan meninggal dunia. Tapi anehnya ini berdasarkan pengakuan dari seorang lelaki tua yang sudah bunuh diri. Dia meninggalkan video pengakuan kalo sudah memperkosa Margot dan membuangnya ke dasar danau. 
Sang ayah menjadi bingung dan merasa kasus ini tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan. Di tengah kesedihan dan kebingungan karena status Margot yang sudah meninggal, dia mendapatkan email dari sebuah situs memoriam, yaitu semacam situs membuat video kenangan bagi orang yang sudah meninggal dunia. Dia mengupload video-video Margot ke situs itu, dan ketika selesai dia melihat hal yang mencurigakan lainnya.

Yaitu muncul foto gadis yang sering komen di akun youcast Margot. Dan ternyata gadis di akun youcast itu bukan foto yang sebenarnya. Dia hanya seorang karyawan yang sering muncul di papan iklan. Semakin terbukalah kejanggalan lain. Dia curiga pada sang detektif.

Dan jeng jeng jeng....

Benar!!! Ternyata detektif itu menyembunyikan sesuatu yang besar. Sang detektif ternyata berteman dengan para napi, which is orang yang membuat video pengakuan kalo dia sudah membunuh Margot. Satu persatu puzzle terungkap, dari pengakuan sang detektif terungkaplah kebenaran.

Yang ternyata pelakunya adalah anak sang detektif itu. Anaknya ternyata dibalik akun di youcast yang mengatasnamakan sebagai seorang gadis yang kerja di sebagai waiter. Karena terlalu terobsesi pada Margot dia membututinya hingga danau itu pada malam hari. Sebenarnya dia tidak bermaksud jahat namun karena situasi yang mendesak dan Margot terus memberontak, dia mendorong Margot ke bawah jurang. Karena ketakutan dia menelpon ibunya yang seorang detektif. Lagi-lagi naluri sang ibu yang ingin melindungi anaknya yang sepertinya agak 'berbeda', maka dia rela menjadi volunteer pada kasus Margot dan memanipulasi cerita.

Untungnya sang ayah tidak mudah menyerah, dan terus berusaha menemukan kebenaran. Yang pada akhirnya Margon ditemukan dan selamat.

Huffft. Sungguh cerita yang panjang dan keren pastinya.

Sebagai seseorang yang agak mirip dengan Margot gue ngerasa memiliki kedekatan tersendiri. Ya, Margot tipikal orang yang tertutup pada orang tuanya. Dan tidak akan ngomong kalo gak ditanya, kinda like me. 

Inti pelajaran yang bisa kita dapatkan yaitu jangan lupa ngajak ngobrol anak sendiri, apalagi pada anak yang baru beranjak dewasa. Karena dunia mereka berbeda dengan apa yang ditunjukkannya di rumah. Jadi orang tua harus pintar berkomunikasi dengan anaknya, supaya kejadian seperti Margot tidak terjadi.

Okey, cukup sekian review gue hari ini, langit udah gelep gue pulang dulu. Hahaha. Byeeee :p

5 September 2018

Crisis Life (?)

Rabu, September 05, 2018 0

Pernahkan kalian ngerasa mendadak kosong dan hampa?
Pernahkan kalian ngerasa bingung sebenarnya kita hidup ini untuk apa dan siapa?
Pernahkan kalian ngerasa gak ada motivasi saat menjalankan hari demi hari dan gak semangat ketika menanti hari esok?

Mungkin inilah yang gue rasakan akhir-akhir ini. Entah kenapa gue ngerasa kayak ilang arah, dan gak tau buat siapa gue hidup dan buat siapa gue kerja. Entahlah, gue ngerasa di titik dimana gue ngerasa kehilangan jati diri yang sebenarnya. Gue kerja dari pagi sampe sore, malam balik kosan, tidur, besok juga kayak gitu diulang-ulang lagi. Gue benar-benar ngerasa kayak robot yang gak punya perasaan.

Pada saat tertentu gue berpikir, jika tiba-tiba gue menghilang dari bumi ini mungkin gak ada satupun yang sadar. Gue ngerasa jauh dari siapapun, baik yang dulu pernah dekat atau yang baru-baru ini mengenal gue. Dari dulu terbiasa mandiri melakukan sesuatu, sehingga gue rasa gue bisa hidup sendiri selamanya. Gue yakin apapun bisa gue lakukan sendiri, hingga gue gak sadar kalau gue butuh seseorang yang dapat mengisi kekosongan yang dirasakan. Entah itu teman, sahabat, ataupun keluarga tidak ada yang benar-benar dapat mengerti perasaan itu.

Gue berada di titik yang sering orang katakan sebagai quarter life crisis, kehilangan jati diri. Walaupun gue mendapatkan pekerjaan yang kata orang sudah aman, tapi gue belum kebahagiaan. Karena mungkin gue belum menjalaninya dengan hati. Gue rasa gue butuh sesuatu yang bisa jadikan penyemangat, target atau semacam goal life. 

Setiap berhasil melewati setiap step dalam hidup, gue ngerasa masih punya motivasi untuk melakukan step selanjutnya. Tapi sekarang gak ada. Gue gak punya semangat untuk melakukan step selanjutnya, atau belum menentukan apa yang selanjutnya akan gue lakukan. Mungkin gue harus menata ulang kembali motivasi dan keinginan gue dalam hidup ini. Agar dalam menjalani hari demi hari gue gak lagi merasa kosong dan tak bergairah.

Ya, sepertinya gue harus menentukan goal baru, dan akan berusaha mewujudkannya. Seperti yang sudah-sudah.

25 Juni 2018

Cerita Libur Lebaran 2018

Senin, Juni 25, 2018 0
Hari senin pertama setelah libur lebaran 2018.

Hari ini lagi pengen cerita kegiatan gue pas libur lebaran kemarin. Emang gak ada yang spesial sih, tapi pengen cerita aja biar memorable.

Jadi ceritanya gue dapet libur itu 10 hari, libur yang luar biasa lamanya bagi seorang karyawan. Awalnya gue pengen langsung balik ke Lampung, ternyata kata emak kita ke mau ke Jawa ngeliatin kakung yang lagi sakit. Akhirnya gue refund kembali tiket ke Lampung. Gapapalah, itung-itung jalan-jalan.

Akhirnya jumat malam tanggal 8 Juni gue cuss dari Jakarta menuju Wangon, Banyumas. Nyampe di Wangon sekitar jam 6 pagi, badan udah pegel plus lelah banget. Akhirnya teparlah di kasur sampe jam 12 siang. Gila capek banget badan gue...

Siangnya emak gue ngajak ke pasar mau beli perlengkapan selama nginep disana 3 hari. Gue udah mulai ngerasa meriang tapi tetep kuatin diri buat ikut. Pulang dari pasar kita mampir ke rumah saudara dulu dan disana badan gue udah mendingin plus meriang. Akhirnya pulang dari sana gue tepar di kasur panas tinggi plus kedinginan.

Jadilah hari libur gue di Jawa cuma di atas kasur, kagak bisa kemana-mana. Pas yang lain main ke Purwokerto kita cuma ngedem di kamar. Sedihnyaa...

Setelah tiga hari di Jawa kita lanjut perjalanan pulang ke Lampung, nyampe di Lampung sekitar jam 11 malem hari Rabu. Badan gue panas lagi dan tepar lagi. Untungnya selama tepar gue emang lagi gak sholat dan puasa, jadi alhamdulillah gak nambah bolong puasa gara-gara sakit.

Di Lampung alhamdulillah bisa merasakan berhari lebaran dengan keadaan sehat dan dengan kehangat keluarga. Walaupun tidak ada sanak saudara seperti yang lainnya, kita tetap bisa bertemu dengan hari nan suci, alhamdulillah.
Abis selesai lebaran, gue langsung terbang lagi ke Padang tepatnya di Solok untuk menghadiri pernikahan temen. Perjalanan gue kali ini agak terniat eman karena yang nikah itu adalah temen deket jadi gue usahakan untuk dapet hadir. Alhamdulillah bisa sekalian reunian bareng teman-teman sma dulu.
Setelah hadir kondangan gue langsung terbang lagi ke Jakarta untuk kembali bekerja lusanya. Sengaja gak mepet supaya bisa istirahat sehari.

Udah ah, segitu aja dulu ceritanya~capek juga~

10 April 2018

Liburan Akhir Tahun di Jogja!

Selasa, April 10, 2018 0
Haloooo Haaaaa!
Berjumpa lagi bersama saya, Puja yang dari dulu masih sama aja ... (((jomblonya))) hahaha.
Santai aje bro, selaw :D
Jadi di postingan kali ini gue pengen ceritaiin waktu jalan-jalan akhir tahun kemaren. Telat banget ya? Haha, gapapalah dari pada enggak sama sekali. Iye kan?

Jadi gini, awalnya gue bareng temen-temen SMA yang berjumlah 6 orang berencana untuk mengadakan liburan akhir tahun. Agenda ini udah kita rencanakan dari sebulan sebelumnya. Dimulai dari personil yang bisa ikut, destinasi tujuan, dan kendaraan yang digunakan. Awalnya ada beberapa yang kita tawarkan buat ikutan, namun yang sudah fix ikut hanya 6 orang saja.

Opsi pertama sebenernya kita pengen ke Bali, tapi karena waktu itu gunung Agung meletus rencana tsb dibatalkan. Opsi kedua ke Jojga, dan gue langsung mengiyakan. Secara gue belum pernah ke Jogja dan dari dulu pengen banget kesana. Jadi gue semangat banget. Ditambah jalannya ini bersama teman-teman tersayang.

Karena waktu itu kayaknya rencana ke Jogja udah fix banget, tanpa ba bi bu lagi gue langsung pesan tiket pesawat. Walaupun tiketnya di tanggal 23 Desember lumayan mahal, tapi karena keinginan gue yang kuat dan ditambah dengan semangat teman-teman untuk mengupayakan agenda ini, gapapalah ngeluarin duit lumayan banyak. Sesekali doang kok, pikir gue.

Mengenai waktu liburan sebenernya gue udah mikir dari jauh-jauh hari. Dari semenjak wacana dilontarkan gue udah excited, walaupun sebenarnya gue gak di kasih libur dari kantor. Tapi gue udah merencanakan skenario untuk dapat bolos di tanggal 23 itu. Tapi rencana Tuhan lebih indah. Gue gak perlu pusing menjalankan skenario palsu yang akan gue buat itu. Karena di tanggal 22 Desember gue udah resign, lebih tepatnya memang memilih untuk resign sebelum tanggal 23. Alhamdulillah ya.

Nah udah deket hari H permasalahan satu persatu mulai muncul. Salah satu temen gue mulai gak jelas. Antara mau ikut atau enggak, kita udah mengusahakan supaya dia tetap ikut, tapi di akhirnya doi tetap gak bisa. Sebenernya agak kesel gimana ya karena kita udah bikin acara ini dari sebulan yang lalu. Sempet katanya mau dibatalin, tapi karena yang laen gak enak sama gue yang udah beli tiket akhirnya tetep harus dilanjutin. Walaupun ada yang ngebatalin mendadak.

Tanggal 23 Desember. Gue berangkat dari Lampung sore sekitar jam 3 sore, dan baru sampe Jogja sekitar jam 5.30 sore. Berhubung doi yang dari Ambon baru flight jam 8 malam, alhasil gue menunggu di bandara selama kurang lebih 5 jam. Gapapalah demi doi yang udah lama gak ketemu, menunggu lama dedek rela bang.

Udah senenglah ya ngebayangin ngebolang bareng temen SMA, walaupun yang ikut cuma sedikit its okay, yang penting kita jalan ya gais.

HARI PERTAMA

Destinasi ke Candi Prambanan - Pantai Indrayanti - Alun-alun Jogja

Destinasi terakhir gak jadi karena ada permasalahan yang terjadi sama salah satu doi yang ikut. Karena doi bawa pacar jadi harus nyari penginapan dulu. Berhubung saat itu adalah malam natal dan kayaknya semua hotel di Jogja udah penuh jadi kita menghabiskan waktu menemani doi mencari hotel. Alhasil kita gak jadi ke alun-alun naik becak warna-warni, sedih :(

 

HARI KEDUA

Destinasi ke Taman Sari - Hutan Pinus Mangunan - Malioboro

Hari kedua adalah hari terakhir kita bersama kecuali doi gue yang dari Ambon. Awalnya gue kira liburannya bakal sampe hari Rabu, jadi gue udah kebeli tiket hari Rabu. Tapi ternyata hari Senin mereka udah mau pada balik, sedihnya. Baiknya doi gue yang dari Ambon mau menemani hingga hari Rabu di Jogja, kalo enggak gue gak tau bakal ngapain sendirian di Jogja. Mau reschedule banyak banget nambah duitnya, sedih lagi :(

 


HARI KETIGA

Destinasi ke De Mata Trick Eye - Makan Eskrim di CIAO Gelato

Di hari ketiga gue cuma bertiga, bareng Aulia, doi dari Ambon, dan mba Diyah doi yang baik banget mau nebengin kita di kosan temennya dan mau minjemin kita motor. Gak kebayang kalo kita gak ada guide dan bingung mau kemana. Untungnya ada motor, dan kita cewek-cewek ini bisa foto-foto syantik. Walaupun pulangnya kita hujan-hujanan di atas motor teteup aja maunya makan eskrim. Jadi malemnya kita makan eskrim di CIAO Gelato. Nikmatnya.

HARI TERAKHIR

Maen ke Mol - Bandara (Pulang)

Ini hari terakhir gue di Jojga, sedih. Rasanya belum sempat menjelajahi tempat keren di Jogja. Semoga suatu saat bisa kembali ke Jogja yang selalu istimewa. What happen in Jogja will stay in Jogja forever. Love you gais <333
anyonggggg!!!