8 Juli 2019

when you feeling so sick..

Senin, Juli 08, 2019 0

1 Juli 2019
-
-
Such a tired day, in and out.
Tadi pagi gue benar-benar mengeluarkan seluruh emosi yang terpendam. Kalau dipikir-pikir itu baru pertama kalinya gue mengungkapkan perasaan seperti itu kepada orang tua. Air mata gw pecah. Tangis gw tak tertahan. Banyak rasa yang tak terucap. Banyak ketakutan yang tak tersampaikan. Gw hanya bisa nangis dalam pelukan. Dan ternyata memang itu yang gw butuhkan. Diam dalam tangis serta kata-kata penenang. Bahwa semuanya baik-baik saja.

All is well.
Kata ajaib itu benar2 mujarab membuat gw tenang dari kekalutan pikiran yg gw rasakan belakangan ini. Ketika tidak ada teman untuk bercerita, gw hanya butuh seorang penenang dan pendengar dari banyaknya kekhawatiran yg ada di pikiran gw.

Dari dulu gw memang selalu fokus pada satu hal. Termasuk ketika ada satu hal yg mengganjal, gw akan fokus utk menghilangkannya. Gw belum bisa terima, kenapa hal tsb bisa mengganjal. Dan gw akan terus memikirkannya, hingga gw kehilangan nafsu untuk melakukan hal2 lain.

Pagi tadi magic words dr Papi benar2 membuat hati dan pikiran gw terbuka. Seiring bertambahnya usia banyak hal yg mesti kita ubah, termasuk cara gw menghadapi sesuatu. Gw gak bisa selamanya seperti itu. Pengganjal itu memang menjadi penghalang. Namun gw tidak harus fokus pada hal itu saja. Gw harus mulai menerima keadaan bahwa tak selamanya yg gw mau itu akan terwujud.

Banyak hal menjadi hitam karena gw terlalu fokus pada titik itu. Banyak hal tertutup karena gw hanya melihat pada pengganjal itu. Padahal masih byk hal lain yg bisa gw torehkan. Gw jadi belajar bahwa hidup ini terkadang tentang penerimaan. Sepahit apapun, sesakit apapun yang kamu rasakan hidup harus tetap berjalan.

Tinggalkan kesan positif kpd orang lain dan lingkungan walaupun sebenarnya di dalam kamu sedang berjuang untuk bertahan. Tidak ada lagi namanya meratapi tanpa melakukan hal-hal yang berguna or doing nothing.

Mulai sekarang gw harus bisa menerima keadaan dan memulai hidup baru as my new me. My positive mind and always stay positive for life. Mari melakukan sesuatu yg berguna dengan hati ceria, hidup yang sehat, dan pikiran positif.

Thanks Dad for all your magic words.
Its mean a lot for me❤️


4 Juli 2019
-
-
Emosi gue sebulan terakhir ini benar2 campur aduk.
Kadang tiba2 gue nangis, kadang gue senyum2 sendiri.
Hidup ini sangat lucu.
Saat lo merasa kesakitan, lo berasa gak yakin hari esok akan menghampiri.
Saat sakit itu tak datang lo akan berencana melakukan banyak hal.
Sakit akan membuat lo sadar bahwa dunia ini benar-benar tipu daya.
Hidup ini hanya sebentar, sekejap saja.
Ketika rasanya lo ga sanggup lagi menahan ingin rasanya lo pergi dan mungkin takkan kembali lagi.
Bahkan kadang gue terlalu bersemangat untuk tidur lama agar tak merasakan sakit yg hanya dirasa ketika bangun.

Akhir2 ini gue semakin mendekatkan diri pada Tuhan.
Tak jarang di tengah sholat, doa, dan lantunan yg gue panjatkan air mata ini mengalir tiba-tiba.
Mengingat masih banyaknya dosa yg telah gue lakukan, banyaknya hal yg belum sempat gue kerjakan, amal ibadah baik yg selalu lupakan, dan wajah kedua orang tua gue.
Entahlah, kadang gue berasa akan lebih menyayat hati kalau gue memberi tahu rasa sakit ini kepada mereka.

Gue tak ingin mereka bersedih dan kepikiran tentang gue.
Gue ingin mereka bahagia, dan biarlah rasa sakit ini hanya gue yang rasa.
Kadang ketika ditengah rasa sakit dan takut yang teramat sangat gue berdoa agar semuanya ini hanya sementara.
Gue ingin kembali seperti sedia kala.
Saat rasa ini belum pernah gue rasakan.
Gue berharap Tuhan masih mencintai gue, dan gue akan berusaha untuk beribadah lebih baik lagi.

Masih banyak yang ingin gue lakukan
Masih banyak hal yang belum sempat gue berikan pada orang tua dan keluarga
Masih banyak impian yg belum gue capai
for that i want still alive
Dear god let me still alive for a long time :)

23 Mei 2019

22 Mei

Kamis, Mei 23, 2019 0

Gue termasuk orang yang paling inget sama tanggal. Misal tanggal ulang tahun seseorang meskipun orang itu sudah lama gak gue temui. Pernah suatu waktu gue tiba-tiba chat temen sd yang dari tahun 2007 gak pernah ketemu, ngucapin selamat ulang tahun. Dia tiba-tiba kaget, kok bisa tau? Gue bilang karena emang gue inget walaupun udah lama banget. Kemampuan gue mengingat tanggal emang bisa dibilang anugerah atau malah musibah?

22 Mei. 

Gue paling mengingat hari ini. Karena seseorang juga sedang berulang tahun. Sosok yang dulunya sangat penting di hidup gue. Keberadaannya kini yang entah dimana membuat hati kecil gue bergumam, apakah dia sedang merayakan ulang tahunnya bersama orang yang disayanginya?

Dulu ketika masih bersama, gak ada memori di kepala gue yang memutar adegan saat ulang tahunnya. Jika diingat lebih lanjut, kami emang gak pernah merayakan ulang tahunnya, atau memori gue gak terlalu jernih untuk mengingat semuanya? Sangat disayangkan, karena gue gak punya ingatan sama sekali tentang ulang tahunnya.

Pada 22 Mei tahun ini dia genap setengah abad, gue merasa sudah begitu canggung ketika mengingatnya. Sudah hampir 8 tahun ketika terakhir kala menatap wajahnya. Kadang gue berharap dia pernah memikirkan gue seperti saat ini ketika gue memikirkannya di hari ulang tahunnya. Tidak banyak momen yang tercipta ketika kita bersama, namun beberapa pelajaran hidup yang dia berikan selalu ada di ingatan gue.

Kini gue telah dewasa gue telah melihat berbagai macam hal dalam kehidupan dan gue masih belum paham alasan dia gak pernah mau menemui gue lebih dulu. Gue merasa ini akan selalu menjadi hal terkelam dalam hidup gue, fakta dimana gue masih memiliki dosa karena tak pernah menjumpainya. Entahlah, gue selalu berpikir apakah dosa ini akan selalu membayangi sampai nanti saat nyawa tak lagi di badan.

Jujur sebenarnya gue ingin menyudahi semuanya, walaupun tidak seperti dulu gue sangat ingin menemuinya. Entah seperti apa rupanya sekarang, apakah keriput sudah terpampang di wajahnya? Atau masihkah ada raut wajah menakutkan padanya atau sudah berganti dengan keteduhan? Kadang gue penasaran hingga akhirnya terbawa mimpi. Dalam setahun beberapa kali wajahnya muncul di mimpi gue, yang menandakan bahwa sosoknya memang tak akan pernah pergi dari hidup dan jiwa gue.

Dan lagi-lagi gue gak bisa berbuat apa-apa saat keinginan terbantah keadaan. Ditambah rasa takut yang dulu pernah bersemayam mendadak muncul disaat gue bersikeras untuk menemuinya terlebih dulu. Sikapnya saat bertemu gue yang membuat air mata ini mangalir begitu deras masih berasa jelas di ingatan, dan gue takut itu terulang lagi. Seandainya dia mau menemui gue terlebih dulu, betapa lega dan senangnya gue...

Tapi sayangnya itu gak ada pernah terjadi, karena gue tau betul bagaimana sifatnya. Sifat keras dan gengsi yang begitu besar sudah menghancurkan semuanya. Hal yang gue impikan itu tak akan pernah terjadi.

Gue selalu berdoa, tepat di hari ulang tahunnya, yang entah dia masih mengingat gue atau tidak, semoga dia diberikan keberkahan di sisa umurnya dan selalu diberikan kebahagiaan. Semoga dia bahagia dengan hidupnya dan itu sudah cukup bagi gue.

Terima kasih atas 14 tahun yang berharga di awal masa hidup gue. Walaupun hubungan kita tidak dekat, gue sangat bersyukur pernah memilikinya di hidup ini. Terima kasih, semoga hidupmu selalu diberkahi sampai akhir hayat. Aku disini, akan selalu mendoakanmu :)

- Jakarta, 22 Mei 2019

14 Mei 2019

Penyesalan

Selasa, Mei 14, 2019 0

Sesak rasanya ketika penyesalan itu datang, dan selalu terlambat. Penyesalan yang menyebabkan saya selalu menyalahkan diri sendiri. Im always blame my self for this. Whats wrong with me. Why am i always like this. Can i be like other people. Dan ini terlalu menyesakkan, dan saya tidak tau harus berbuat apa. Yang berakhir pada, i hate my self, so much.

Ketika semua sudah terjadi, i talk to my self. See? its have gone, youre really sucker. No one can be care to you. Ya, saya memang tidak berhak untuk menerima kepedulian dari orang lain. Because im not like that too. Saya memang pantas menerima semuanya, and i cant blame for anyone. Dari awal saya menyadari kalau memang ada yang salah. Its always wrong from the very beginning. Dan lagi-lagi saya teramat membencinya. 

Today, i was like semua memang tergantung bagaimana kamu memperlakukan orang lain. im not kind to others, so jangan mengharapkan orang lain akan berbuat padamu. Kamu akan menuai hasil dari apa yang telah kamu lakukan. If you cares, you can get that back. But if not, jangan sesekali berharap. And i know that. Jika suatu saat saya berada di posisi mereka, dont hope too much.

Namun dibalik semua yang sudah pergi, saya berharap mereka mengetahui that actually i am really care about them, so much. How much i talk to God, for them, semoga diberikan yang terbaik dan diangkat dari semua yang membuat mereka tersiksa. I just cant show them how i should react that. I really sorry for them. For that, i really hope that they can feel peace from above. Im sorry i can express my feeling, im really sorry, deep from my heart.

I hope they really happy now, im always thinking about i have done to you. Saya teramat menyesal, bagaimana bisa saya berbuat seperti itu, without thinking much, im really sorry for all. 


10 Mei 2019

Until the End

Jumat, Mei 10, 2019 0

Perlahan namun pasti. 
Waktu bergerak begitu cepat. 
Semua berproses, everything has changed so much. 
Satu persatu pergi dengan kehidupan baru mengharapkan kebahagiaan.

Semua sudah memiliki tujuannya masing-masing. 
Hanya tinggal diri sendiri tanpa siapapun yang dapat bertahan. 
Jika diteruskan entah dimana akhir perjalanan ini. 
Semua bergerak sangat cepat, keadaan, prioritas, dan alam semesta.

Tidak ada yang abadi. 
Semua punya prioritas masing-masing, tidak dapat bergantung. 
Sebelum masa hingga sesudah masa tidak bisa berharap pada yang lain. 
Mereka dengan kehidupannya telah menjadi sebuah perubahan prioritas. 
Yang tadinya satu hingga terpecah menjadi bagian-bagian. 
Sebuah penerimaan.

Tanpa tersadar waktu itu semakin dekat, ketakutan mulai membayang. 
Banyak hal yang dicari dan diinginkan. 
Namun waktu tampak tidak ingin bekerjasama.
Semua seakan tak peduli.
Your life, my life.
Okey, just lets live this life until its end!


11 April 2019

Sorry.

Kamis, April 11, 2019 0

Saat ini pikiran gue sangat terganggu. Entah karena orang lain, atau emang gue lagi bergejolak dengan diri sendiri. Dari dulu gue sudah terbiasa melakukan segala hal sendiri, tapi ada di suatu masa gue sangat membutuhkan orang lain. Permasalahannya gue gak pernah bisa mengatakan kalau gue lagi butuh orang lain. Yang terjadi adalah gue memendam permasalahan itu sendiri. Bagaimana tidak gue merasa menjadi orang paling menyedihkan di dunia ini?

Akhir-akhir ini entah kenapa gue banyak bertanya pada diri sendiri. Apa yang salah pada diri gue, kenapa gue bisa begini. Jujur gue juga sudah lelah dengan semua ini. Semua terasa menyesakkan. Dan pada suatu titik gue merasa semua memang sudah salah sedari awal. Its wrong from beginning. Gue dengan kesalahan sekarang, tidak jauh beda dengan apa yang sudah gue lakukan dulu. 

Terperangkap di dalam tempurung. Gue belum berani untuk melihat keluar. Saat seseorang menarik gue keluar, gue kembali menutup tempurung itu rapat-rapat. Hingga gue rasa dia takut untuk mengulanginya lagi. Gue terlalu khawatir hal-hal buruk yang belum tentu terjadi akan menjadi kenyataan. Gue takut hal paling menyakitkan yang pernah gue rasa dulu terjadi di dalam hidup gue. Karena itu gue selalu merasa menjadi orang termenyedihkan di bumi ini.

Betapa besarnya rasa bersalah yang gue rasakan karena gue belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Gue sangat sangat merasa menjadi orang kesepian yang pernah ada. Gue takut semua orang tak akan pernah mengetuk kembali tempurung itu. Gue takut selamanya akan terperangkap. Gue takut selamanya berada disini, tanpa siapapun. Saat seseorang berungkap, gue menghakimi seolah itu kesalahannya. Padahal gue tau, itu murni kesalahan gue sendiri. AH, I HATE MYSELF. 

MAAF. ATAS SEMUANYA. MAAF.

14 Maret 2019

Kumpulan Sajak (2017-2018)

Kamis, Maret 14, 2019 0

Hidup terus berjalan. Umur terus bertambah. Dan jalan kehidupan seseorang akan berubah. Hingga pada saatnya ia akan kembali melihat jalan yang telah dilaluinya. Sejauh mana ketegaran hati dapat diandalkan. Sejauh mana kekuatan yang selama ini membentengi dirinya. Akan tiba pada masanya ketegaran dan kekuatan yang ia pertahankan akan runtuh. Ketika banyak hal yang telah terjadi, semua akan kembali pada satu titik. Titik dimana semuanya bermula. Dan menjadi titik akhir dari suatu fase.

Bagaimana jadinya ketika ia mengharapkan kehadiran seseorang yang telah lama hilang dari kehidupannya. Bagaimana jika hanya itu pengharapan satu2nya. Namun untuk mewujudkannya serasa mencapai bintang di angkasa, tidak akan pernah tercapai.

Dan ketika tiba momen sakral datang di kehidupannya, dan tidak ada orang penting disana. Saksi hidup dimana seharusnya ia berada, namun ia tidak disana. Betapa hampa dan hilang.

Karena itu, ia tidak mengharapkannya. Ia tidak mengharapkan momen itu terjadi karena ia takut rasa hampa yang selama ini menyelimuti hatinya akan selamanya menetap disana. Ia akan menjadi orang termalang dan tersedih di hari bahagianya. Betapa ia tidak ingin itu terjadi.

Hingga ia membuat keputusan untuk tidak membiarkan itu terjadi. Ia tidak ingin menjadi orang paling termalang yang pernah ada di muka bumi.

— Jakarta Utara, 29 April 2017


Setiap waktu akan ada sebuah pertemuan baru.
Baik itu dengan seseorang maupun sekelompok orang.
Yang membedakan dr setiap pertemuan itu adalah seberapa lama kita membiarkan orang tersebut ada dalam kehidupan kita.
Ada orang yang sudah bertahun-tahun menghabiskan waktu bersama, namun ketika perpisahan menghampiri orang tersebut tak pernah muncul lagi.
Namun sebaliknya ada yang hanya beberapa hari bersama kita, namun ingatan tentang dia selalu melekat seiring bertambahnya waktu.
Ia tetap ada, saling berinteraksi dan bahkan semakin dekat. Intensitas sesorang mengenal orang baru tidak menjamin org baru tersebut berada lama di dalam kehidupan seseorang.
Bisa jadi dari sebuah perkenalan kecil malah berbuntut panjang dan berakhir dengan menghabiskan waktu seumur hidup.
Siapa yang tahu.
Malah orang lewat tersebut adalah jodohnya.
Siapa yang bisa menerka, toh semuanya tidak ada yang pasti,
termasuk jodoh.

— Lampung Tengah, 27 Juni 2017


Dunia baru.
Kita tak akan pernah tau kehidupan seperti apa yang akan kita jalani 5 hingga 10 tahun ke depan.
Layaknya seperti hari ini. Saya tidak pernah membayangkan pada 5 th yg lalu jika hari ini saya akan berada disini.

Mimpi-mimpi ketika muda kini entah kemana, berubah menjadi dunia yang penuh pemikiran panjang. Semua tujuan yg memuaskan hati berubah menjadi asal orang yang disayang dapat bahagia.

Bukan berarti penyesalan dalam keputusan ini. Namun, ada satu celah ketika hati berusaha utk meyakinkan diri. Ini benar-benar sudah jalan takdirmu. Jika memang tidak sesuai dengan ekspektasi, setidaknya kamu sudah membahagiakan mereka, dan membuatnya bangga. Itu sudah lebih dari cukup.

Bukankah memang itulah tujuan kehidupanmu yg sebenarnya?

— Jaktim, 10 Februari 2018


Perihal patah hati.
Sebenarnya saya tak begitu paham apa rasanya patah hati
Karena mencinta bagi saya sesuatu yang langka, hingga dia mengetahui nama saya

Awalnya tak ada yang menyangka saya akan begitu cepat jatuh hati padanya. Tutur katanya, cara dia menatap, cara dia berbicara adalah sesuatu yang selalu saya perhatikan. Cara dia berbicara membuat saya tak bisa lepas memandanginya secara diam-diam.

Ya, dari dulu saya sudah terbiasa mengagumi seseorang. Tapi rasanya tidak pernah yang seperti dia. Padahal kami baru saling mengenal selama 7 hari, dan rasa yang tumbuh di hati saya semakin besar setiap harinya.

Saya tak mengelak jika tiap hari saya merasa harus melihat wajahnya. Sesekali saya mencari sosok keberadaannya. Dengan melihatnya saja entah kenapa saya begitu bahagia. Ah, benar kata orang-orang jatuh cinta itu memang aneh dan tidak masuk akal. Eh, apa ini benar-benar cinta atau masih sebatas suka ataupun kagum?

Dan hari ini saya mengetahui fakta yang sangat mengkoyakan hati. Apalagi berita yang paling menyedihkan kalau orang yang kita suka ternyata sudah ada yang punya. Rasa suka memang tidak bisa diatur kapan dan pada siapa dia akan jatuh, tapi saya merasa rasa ini akan salah jika dilanjutkan. Yang ada hanya sakit yang dirasa.

Ya, mungkin memang belum waktunya saya. Atau saya menemukannya di waktu yang salah. Karena tidak ada yang tau siapa yang akan kita temui di masa depan maupun masa lalu.  Lagi-lagi saya harus mengalah. Perasaan ini tidak boleh ada.

— Ciawi, 15 Juli 2018


Hai my little me..
Bagaimana kabarmu skrg?
Apakah masih kamu yang suka mengurung diri?

Hello my little me..
Bagaimana perasaanmu skrg?
Apakah masih sering memendam hingga tak tertahan rasanya?

Aku disini sudah mencapai apa yang diimpikan semua orang
Masa depan yang kamu takutkan sudah berhasil kamu taklukkan
Kamu disana apakah masih memiliki kekuatan itu?
Kekuatan untuk terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak?

— Ciawi, 30 Juli 2018


Hujan sore ini mungkin akan panjang.
Seolah ingin bertahan lebih lama untuk menyaksikan matahari ditelan malam.
Atau ia hanya sedang berbaik hari memberiku alasan utk tetap disini.
Termenung sendiri mensyukuri kita yg tak sempat saling berjanji.
Sejak dulu aku sadar betul bahwa
pada akhirnya ada yang harus pergi
apakah kesunyian atau dirimu.

— Jaktim, 19 Desember 2018

25 Februari 2019

Kegelisahan

Senin, Februari 25, 2019 0


Saya ingin bercerita tentang kegelisahan yang saya rasakan akhir-akhir ini.

Entah kenapa saya terlalu takut untuk melihat ke depan.

Dulu ketika memiliki mimpi saya tak sabar untuk menanti hari esok.

Setiap mimpi akan saya tulis satu-persatu, dan berusaha untuk mewujudkannya.

Tapi sekarang saya terlalu takut untuk bermimpi.

Bahkan untuk melihat ke depan saja tidak berani.

Saya tidak ingin waktu berlari begitu cepat.

Saya ingin tetap berada di waktu ini.

Disaat saya masih disini, dengan orang-orang tersayang.

Walapun sangat mustahil tapi saya berharap Tuhan mendengar.

Setidaknya tidak membuat putaran menggelinding cepat.

Saya takut hari itu akan datang.

Saat raga hanya tinggal sendiri.

Tanpa siapapun.

Tanpa satupun yang peduli.

Tanpa satupun yang mengenal.

18 Februari 2019

Cerita di Kala Sakit

Senin, Februari 18, 2019 0
Hi everybodih.
Sudah bulan kedua hari kedelapan belas tahun dua ribu sembilan belas. Tak terasa ya. wkwk. Hari ini gue lagi pengen cerita aja, chitchat gitu. Its been so long when I tell to you how my current life is.


Akhir Januari kemarin gue mendadak drop. Sebenernya gak mendadak juga, karena dari awal minggu gue udah ngerasa badan gue gak enak dan agak meriang. Tapi ya gitu, dari dulu gue berusaha kalo lagi sakit gak terlalu manjain. Bangun tidur di hari selasa gue udah feeling kalo hari itu akan demam, dan ternyata bener. Di tengah hari badan gue menggigil tapi juga ngerasa panas. Gue mutusin untuk ke poliklinik dan minta obat. Pas diperiksa ternyata suhu tubuh gue udah mencapai 39,5 derjat. Pantesan rasanya gini banget.

Abis dapet obat gue gak balik ke meja, tapi belok ke mushola. Udah gak kuat lagi, pengen tiduran dan menanti jam empat untuk pulang. Balik kosan gue langsung tiduran, dan malemnya berusaha untuk mengunyah makanan berharap besoknya udah mendingan. Keesokan harinya, suhu tubuh gue rasanya semakin parah, dan lemes banget. Gue memutuskan untuk ga masuk kantor. Ini pengalaman pertama gue gak masuk kantor selama setahun ini. Gue ijin ke kakak2 di kantor, mereka nyaranin buat ke kantor aja absen (karena status gue masih cpns), tapi kalo dipaksain rasanya badan gue bisa tumbang. Akhirnya gue bener-bener ga masuk hari itu.

Hari selanjutnya gue paksain masuk, padahal pas bangun tidur badan gue panas lagi. Gue berharap selama di kantor badan gue bisa agak mendingan. Dan bener aja, selama di kantor gue gak berasa lagi demam. Di hari selanjutnya hal yang sama terjadi lagi. Setiap bangun tidur badan gue berasa panas, giliran di kantor udah ga lagi. Dan gue kira hari itu gue udah sehat. Jadinya gue bersedia ikut lembur di malam harinya.

Eh besoknya pas bangun tidur badan gue berasa panas lagi, dan kali ini lemes banget. Rasanya itu kayak lo ga bisa kemana-mana selain tiduran doang. Gue termasuk tipe anak yang jarang nelpon orang tua kalo lagi sakit. Gue punya prinsip kalo masih bisa diatasin sendiri, kenapa harus bikin khawatir keluarga. Tapi pagi itu gue udah ga tahan lagi pengen nelpon. Gue ngasih tau kalo gue demam dan udah hampir 3 hari naik turun suhunya. Awalnya ortu ngasih tau minum obat dan jangan lupa makan. Tapi beliau nelpon lagi bilang mendingan periksa ke dokter aja tes darah biar tau penyakitnya apa.

Nah disinilah drama pertama datang. Awalnya gue minta tolong kak dias, temen kantor buat nemenin ke klinik faskes bpjs gue. Tapi ternyata ortu bilang ada sodara yang mau jemput dan nganterin gue berobat. Gue disuruh nunggu, setelah hampir dua jam yang ditunggu gak kunjung dateng. Dan badan gue rasanya udah lemes lemes banget. Jadilah gue bilang gue naik gojek aja ke klinik, dan itu posisinya udah jam setengah 2, dan badan gue udah berasa remuk banget.

Nyampe di klinik gue dihadapi dengan drama kedua, dokter umum disana sudah pulang. Ternyata kalo mau tes darah disana harus dapet ijin dulu dari dokter umumnya. Dokter umum disana dinas di hari sabtu cuma sampe jam 1 siang. Duh rasanya pengen nangis. Gue disuruh nyari klinik lain yang katanya deket sana. Gue cari lagilah ojol buat kesana, eh pas disana ternyata juga ga bisa tes darah dengan alasan lab nya bukan disana.

Dan saat itu gue nangis gatau lagi musti kemana. Dan ortu nelpon lagi dan bilang mending ke rumah sakit aja langsung ke ugd-nya. Dengan kondisi badan ga enak, gue gak tahu musti ke rumah sakit mana. Ortu searching dari rumah, dan bilang ke rs uki aja. Gue disuruh buat naik gocar aja biar nyaman kesananya. Yaudah gue turutin.

Nyampe rumah sakit, gue langsung menuju ugd dan nanya kesana kalo mau diperiksa harus kemana. Gue diarahin ke meja pendaftaran. Nah pas udah selelai daftar, mbanya nanya, "ini yang sakit siapa mba?" "saya sendiri mba.." #sedihkaliya :')

Pas masuk ke ruang periksa gue langsung ditanya-tanya dan diperiksa sama dokter yang kayaknya lagi koas disana. Ada beberapa dokter koas yang bolak-balik nanyain pertanyaan yang sama, dan pada akhirnya mereka ngecek apa itu penyakit DBD apa enggak. Setelah dicek ternyata engga DBD, jadi gue minta tes darah aja. Setelah hasilnya keluar gue didiagnosis kena penyakit tipus. Dan ini pengalaman pertama gue dapet penyakit ini dan pengalaman pertama juga akan dirawat di rumah sakit.


Sampelah di drama ketiga, saat gue tau harus dirawat dan posisinya gue cuma sendirian di rumah sakit. Gue udah ngabarin ortu dan mereka bilang malem baru berangkat dari rumah ke jakarta. Dan mungkin itu nyampenya pagi. Gue ngabarin kak dias lagi kalo gue kayaknya dirawat di rumah sakit. Dan gue minta tolong buat ditemenin tidur malem itu karena gatau lagi mau minta tolong siapa.

Jadi ternyata gini rasanya di rantau dan ngerasa ga punya siapa-siapa. Sebenernya juga gak gimana2 sih, tapi ngerasa bingung aja kalo di situasi mendesak gitu harus menghubungi siapa dan minta tolong siapa karena emang gue gak suka ngerepotin orang lain. Terlebih temen. Tapi karena gatau lagi musti ngubungin siapa akhirnya gue beraniin buat minta tolong kak dias. 

Pasti banyak yang bertanya-tanya, jadi kemana temen lo selama ini? Entahlah kadang temen itu antara ada dan tiada. Dia sebenarnya ada tapi tidak benar-benar ada. Mereka sudah punya kesibukan dan prioritas sendiri. Kalaupun gue ngasih tau mungkin mereka juga gabisa. Itu yang gue bayangin. Lagi-lagi gue gak suka ngerepotin orang.

Makasih kakkkk :*
Jadi akhirnya gue dimasukin ke ruang inap, dan setelah sejam kemudian baru kak dias dateng. Duh makasih banget lo kak udah mau nemenin. Tapi ternyata malemnya udah ada temen mami, tante erni yang dateng buat nemenin nginap disana. Jadi gue bilang ke kak dias buat pulang aja. Tante erni cerita mami sampe nangis minta tolong dia buat jagain gue, karena gatau ke siapa lagi mau minta tolong. Dah tante erni dateng dengan kondisi basah karena kehujanan di jalan. Gue makasih banget buat tante erni yang mau nemenin gue malem itu. Padahal anaknya juga abis keluar dari rumah sakit. So this is the proof of best friend.

Makasih temen-temen mami :*
Besok paginya baru mami, bunda, dan adek-adek dateng. Alhamdulillah bisa ditemenin mereka saat sakit gini. Oya gue sempet updet story foto infus di WA, jadi ada beberapa orang yang dateng buat jengukin gue besoknya. Makasih banyak ya udah perhatian :') Thats mean a lot for someone like me :') Gue ga akan pernah lupa orang-orang yang pernah menyempatkan diri buat melihat gue di kala sakit :')

Dari semua yang jenguk, yang paling memorable adalah saat dijenguk anak-anak unit di kantor. Mereka dateng ramean, dan itu penuh banget. Rasanya itu gue kayak berasa punya keluarga kedua disini, sekalinya gue dirawat masih ada yang mau nengokin dan perhatian. Ah, jadi terharu. Feel so lucky to have you all guys :)

Dan pada akhirnya gue balik hari senin setelah tiga hari nginep di rumah sakit. Gue putuskan untuk dirawat di rumah aja, dan alhamdulillah gue dapet ijin cuti sampe hari jumat. Yang berarti gue baru masuk kantor senin depan. Setelah istirahat di rumah selama seminggu, alhamdulillah badan gue udah sehatan dan fit untuk kembali beraktifitas.

Love u so much mom :***
Jadi setelah kejadian yang gue alamin di akhir Januari kemarin, I've got many lessons. For a real person who cares to us and who dont care about us. Dengan kejadian kemarin gue bisa melihat dan memilih mana teman yang bisa dijadikan prioritas dan mana teman yang cuma ada di saat senang. Dan semoga sakitku kemarin menjadi penggugur dosaku selama ini. Aamiin

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya gais :)))


22 Januari 2019

De Carpe Diem

Selasa, Januari 22, 2019 0
Carpe diem, adalah sebuah frasa dalam bahasa Latin yang artinya adalah: "Petiklah hari." (Horatius) Kalimat lengkapnya adalah: "carpe diem, quam minimum credula postero" yang berarti: "petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok." 

Maksud kata-kata ini adalah orang dianjurkan untuk hidup memanfaatkan hari ini secara lebih optimal tidak menunda sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat memanfaatkan waktu yang diberikan secara optimal. 

(by :  WIKIPEDIA) 

Arti kata dari judul blog gue 'Carpe Diem' cukup tepat untuk menggambarkan bagaimana tahun 2019 akan berjalan. Masih dalam suasana tahun baru gue mengingatkan diri sendiri kalau waktu tidak akan pernah berhenti apalagi kembali. Sudah seharusnya gue berusaha untuk menghargai setiap detik waktu yang ada, yaitu dengan memaksimalkan mengerjakan sesuatu di hari ini dengan optimal dan tidak menunda untuk mengerjakannya di hari esok.

Hwaiting!
Happy 2019!
Happy New Year!
Happy ME :)))

30 Desember 2018

Hubungan...

Minggu, Desember 30, 2018 0

Pernahkah kamu merasa jalan di tempat
Dari bertahun-tahun yg lalu rasanya seperti dejavu
Selalu berjalan seperti layaknya siput
Lambat dan tak tahu kemana arahnya

Aku dengan perasaanku
Masih tidak tau apa yang diinginkannya
Apakah dia berusaha untuk mendapatkanku
Atau masih bermain-main seperti dulu

Aku bukan lagi aku yang lalu
Yang masih terbuai dengan bujuk rayu
Waktu telah mendewasakanku
Karena ku tau rasa yang sebenarnya tak sekedar itu

Aku belum sepenuhnya membuka pintu
Masih trauma dengan sakit di masa lalu
Membayangkannya saja membuatku sungguh pilu
Bagaimana jika sendu itu kembali menghampiriku

Kini aku merasa hubungan ini layaknya ibarat pohon rindang namun ia tumbuh sendiri tanpa ada siapa-siapa
Pohon itu hanya merasa kesepian
Hingga ia mencari pelampiasan untuk pemecah keheningan
Dan ini bukanlah hubungan yang diidamkannya
Sungguh bukan ini yang diinginkannya

21 Desember 2018

Unplanned Best Trip to Kuningan

Jumat, Desember 21, 2018 0
Pagi itu masih sangat pagi untuk ukuran pagi dihari sabtu. 13 Oktober 2018. Cuaca cukup terik, warna biru cerah sudah menghiasai langit ibukota. Langkah kaki gue sudah berhenti di sebuah stasiun terkenal di Jakarta, Stasiun Gambir. Hari ini adalah hari keberangkatan yang udah kita rencanakan. Perjalanan dari Jakarta menuju cirebon akan ditempuh dengan menggunakan kereta api. Tiket sudah dipesan dari satu minggu yang lalu. 

Harinya sudah datang, tiketnya sudah ada, tinggal bertemu teman seperjalanan.
Kode booking online gue tukar sama tiket kertas di self ticket machine. Gue naik ke lantai atas ke ruang tunggu kereta. Dari jauh gue melihat sosok muka familiar, orang yang selama di kampus sering gue temui di sekretariat ukm. Setelah lulus ukm bareng kita juga wisuda s1 bareng. Akhirnya setelah hampir dua tahun kita bertemu lagi.

"Hai aida.." Gue menyapa duluan.
Aida yang lagi menatapi laptopnya kaget liat gue sudah berada di depannya.
"Oh, hai Puja.. udah lama kita tak jumpa,"

Kita saling berpelukan dan cipika cipiki kayak zaman kuliah dulu. Disinilah pertemuan dan perjalanan kami dimulai, di ruang tunggu stasiun gambir.

Kereta kami menuju Cirebon datang tepat waktu. Perjalanan Jakarta-Cirebon memakan waktu sekitar dua jam. Selama di kereta gue ngerasa betah karena nyaman banget. Kebetulan kita berada di gerbong eksekutif yang depan kakinya lebar banget, jadi si kaki panjang kayak gue bisa betah berlama-lama di kereta.


Selama di kereta kita bercerita tentang kesibukan sekarang dan sedikit bernostalgia masa-masa aktif berorganisasi dulu. Aida masih sama seperti dua tahun lalu, selalu bercerita dengan semangat dan detail, cara dia berpikir dulu sebelum berbicara selalu membuat gue kagum. Sebenarnya tempat duduk kita ga sebelahan, tapi orang di samping gue tiba-tiba menghilang jadilah aida gue suruh pindah ke samping. Eh giliran udah mau nyampe si punya kursi balik, dan kita terpaksa berpisah wkwk.

Kita sampe Cirebon sekitar jam 12 siang. Kita cari musholla untuk solat zuhur dulu, sekalian nunggu personil satu lagi, sang tuan rumah yang akan melayani tamu Jakarta dan bogor. Hasek. Selesai sholat zuhur, akhirnya kita bertemu sang leader cimory, Alfi. Lengkap sudahlah pertemuan tiga serangkai. What a beautiful meeting!

Alfi ke stasiun pake motor, kita dateng berdua jadi gak mungkin bonceng tiga kan. Akhirnya gue mengalah naik gojek menuju kosan Alfi, sekalian liat-liat kota Cirebon untuk pertama kalinya. Nyampe di kosan kita leyeh-leyeh bentar dan baru kerasa perut keroncongan belom keisi. Gue sama alfi keluar nyari makan, dan ketemulah rumah makan padang, makan nasi padang di cirebon mantap betul emang lidah padang ini. HAHA

Setelah perut terisi barulah kita memikirkan mau dibawa kemana libur 2 hari ini. HAHA. Iya, kita sama sekali ga nge-plan mau kemana selama di cirebon. Liburan terdadakan yang pernah gue lalui. Tapi seru sih, gue suka yang begini-gini nih. 

Alfi bilang mending kita ke Kuningan, sejaman kalo dari Cirebon. Kita pendatang ngikut aja, gak ngerti daerah sini. Tapi permasalahannya kesana naik apa, motor cuma satu naik grab jauh banget dan gaseru kalo ngetrip bergantung sama kendaraan online. nah, kebetulan ada satu personil lagi yang baru kerja di Cirebon, rekan kerjanya Alfi, teman kelas kuliah gue, juga pernah satu organisasi bareng kita bertiga. Namanya Rani, Yaudah kita cobalah ngajak dia.

Di-chat gak dibales, ditelpon gak diangkat, bingunglah kita. Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore tapi belom ada kepastian dari Rani. Sekitar jam 4 kurang akhirnya balasan pesan dari Rani datang. Dia mau ikut. Yeay. Jadi juga ke Kuningan. 4 personil, 2 motor. MANTAP.

Nah, sekarang tinggal menentukan lokasi pertama yang dikunjungi selama di Kuningan. Setelah googling, kita menenetapkan pilihan pada Sukageuri View. Katanya disana bisa menyediakan tenda dan kita bisa berkemah disana. Waw, sungguh rencana mendadak terkeren yang pernah ada. Gue gak prepare jaket atau baju dingin. Hahaha. Tapi untungnya sang tuan rumah baik mau minjemin gue jaket dan jilbab. Makasih ya alfi cantik. :D

Jam setengah lima, Rani is coming ke kosan Alfi. Dan kita putuskan untuk langsung berangkat takut kemaleman. Alfi ngebonceng gue, Rani ngebonceng Aida. Bismillah, semoga trip motoran kita lancar dan selamat sampe Kuningan. Tapi serius gue gak tau jalan Cirebon-Kuningan itu gimana, jadi cuma ngikutin google maps aja. Masih di dalam kota Cirebon, tepatnya di persimpangan lampu merah tiba-tiba keseimbangan motor Alfi oleng dan kita jatuh. Gue kaget berusaha untuk gak jatuh total ke Aspal. Tapi rok Alfi robek dan itu panjang banget. Gue cukup panik, dan kita ditolong orang ke tepi jalan.

Gue masih inget pas kita baru jatuh, mobil di sebalah kanan langsung menurunkan kacanya dan kayak memaki-maki kita. Yaallah buk, jalanan licin dan mobil ibu gak kegores. Ngegas amat deh. Setelah dilihat lagi kaki gue kegores dikit tapi celananya gak robek. 

Rok Alfi yang robek
"Rok gue robek, balik lagi yok.." kata Alfi setelah kita berada di pinggir jalan.
"Yakin mau balik," tanya gue.
"Kita udah lumayan jauh sih, tapi kamu bawa rok ganti kan," tanya Aida.
"Iya bawa"
"Yaudah gausah balik, nanti kita ganti aja di mushola sana, gimana" tanya Aida lagi.
"Hmm, yaudah deh kita lanjut lagi," kata Alfi akhirnya memutuskan.

"Lo beneran gapapa fi? masih bisa lanjut?" tanya gue memastikan keadaan Alfi. Karena dia yang bawa motor gue sedikitnya khawatir di amasih kuat apa gak.
"Iya gapapa kok, yok kita lanjut aja,"

Akhirnya kita melanjutkan perjalanan walaupun sebenarnya badan gue sedikit menggigil takut kejadian lagi. Tapi untungnya sampe akhir kita selamat dan gak terjadi apa-apa selama di jalan. Satu hal yang bakal gue lupain selama kita jalan menuju Kuningan, yaitu pemandangannya. BAGUS BANGEETTTT!!! rasanya pengen nangis ngeliat pemandangan seindah itu, pengen ngevideoin semuanya tapi tetap hasilnya gak seindah saat kita ngeliat langsung. What a pretty sceneries!

Ini belom apa-apanya dibanding apa yang kita liat langsung dengan mata sendiri! Pen nangis lagi :( this too pretty :(

Setelah menikmati beberapa pemandangan kita lanjut mengikuti arah maps menuju sukageuri view. Langit sudah mulai terlihat gelap, tapi tetap indah dipandang langsung. Perut sudah mulai terasa lapar, dan jarak masih terlihat jauh dari lokasi tujuan. Akhirnya kita putuskan untuk beli popmie untuk dimakan nanti ketika di tenda. Tapi akhirnya kita tetap berhenti ketika melihat gerobak nasi goreng, ngerasa gak kenyang kalo cuma makan mie aja. Haha.


Kita lumayan lama nunggu nasi goreng dimasak, karena antriannya lumayan panjang. Terdengar sayup-sayup azan magrib, dan kita putuskan setelah nasi goreng selesai kita sholat di masjid dulu. gak jauh dari gerobak nasgor kita menemukan masjid gede yang bagus banget, kayak istana (ini serius, bagus banget). Sekalinya kita mau wudhu dan cuci muka... Brrrrr... dingin banget kayak es tapi nyegerin. Setelah perjalanan panjang akhirnya cuci muka juga. Alhamdulillah

Abis sholat kita lanjutin perjalanan, di maps katanya tinggal 5 menit lagi. Tapi setelah 5 menit gak ada tanda tujuan sudah dekat. Dan kita kayak menuju jalan gelap, sepi, dan semakin kecil. gue mulai berpikiran kayaknya ini salah jalan. tapi di maps bilang tinggal beberapa meter lagi. Karena takut tersesat kita tanya ibu-ibu disana. Dan katanya... ini bukan jalan motor buat ke sukageuri, biasanya hanya pendaki yang lewat sini. Oh My God!

Kita putar arah, menggati mode jalur mobil di maps. Dan yap, kita salah jalan dari awal, seharusnya kita gak masuk simpang yang ini, tapi simpang satu lagi. tapi karena mapsnya ngarahin jalur motor jadi kita diarahkan ke jalur yang sempit. Hufft. 

Malam sudah mulai pekat dan kita berempat masih di jalan. Anak gadis yang belum pernah kesini masih motoran menuju lokasi yang entah dimana rimbanya. Sungguh menegangkan. kalo diinget lagi saat itu jalan sudah sepi dan beberapa jalan gelap banget. Serem. Sekitar 20 menit akhirnya kita menemukan sebongkah cahaya dan wilayahnya memang seperti tempat wisata. Ah, finally.

Sukageuri View berada di atas tebing, jadi kita harus menanjak lagi untuk sampe kesana. Setelah melihat pos penjagaan kita langsung bertanya apakah ini sukageuri view, bapak disana menjawab, ya memang benar. Huff, alhamdulillah. Kita langsung menanyakan perihal tenda yang sebelumnya sudah kita hubungi via telfon. Setelah beberapa penawaran kita sepakat menyewa tenda sekaligus pemasangannya, karena gak ada anak pramuka di antara kita. Wkwk

Kita disuruh ke atas lagi untuk memilih spot untuk membangun tenda. Setelah beberapa kali pilihan, akhirnya kita melabuhkan pilihan ke spot di tengah, gak terlalu tinggi atu terlalu rendah. Dan yang paling gue inget pas pertama kali dateng, angin yang kenceng dan suhu yang dingin banget.

Tenda selesai dibangun, kita menghabiskan malam bersama sembari makan nasi goreng yang dingin dan menikmati pemandangan view yang bagus banget. Lagi-lagi pemandangan ini gak ketangkep sama kamera kita yang apa adanya. Padahal aslinya bagus banget tapi di foto biasa aja sedih akutu :(

 Iya, kek item aja semuanya :(((

Kita abisin waktu bikin video karaoke gak jelas. karena gak ada persiapan jadi kita gak bawa peralatan kayak pengunjung yang lain. Mereka ada yang bawa kompor, wajan, speaker, lah kita cuma bawa diri aja. HAHA. tapi sukur sih kita bisa nebeng sama orang sebelah, nebeng api unggun jadi foto kita agak sedikit terang karena api unggun mereka. Receh bett dah. Jam 11 kita udah tidur, tapi gue kek tidur ayam karena anginnya kenceng banget tenda kita goyang-goyang terus. Duh perjuangan banget bisa terlelap disini.

Setelah capek nutup mata, pagi akhirnya tiba. Lagi-lagi gue terkagum melihat keindahan pemandangan disini. rasanya udah lama banget gue gak menikmati pagi dengan pemandangan seindah ini, ditambah suhu yang dingin membuat gue merasa nyaman berlama-lama disini. 

Sungguh pagi yang indah!




Dingin pagi hampir menghilang berganti dengan panasnya matahari. Kita memutuskan untuk beres-beres dan bersih-bersih untuk melanjutkan destinasi selanjutnya. Terima kasih sukageuri atas kenangannya. entah kapan bisa kesini lagi, tapi dinginnya suhu disini gak akan gue lupain.


Sebelum lanjut kita makan pagi dulu di warteg deket sana, gak banyak pilihan sarapan disana. Cuma ada warteg dan itupun baru ada telor ceplok. Yaudahlah ya daripada kelaperan kita putuskan untuk makan disana aja. 

warteg seadanya, karena kelaperan jadi enak aja :p
Destinasi selanjutnya setelah banyaknya amandemen, yaitu curug landung. Berdasarkan review di internet cukup bagus tapi gak tau aslinya gimana, Lets see!


Dan yeah ternyata.... gitu aja. gak sesuai ekspektasi kita yang terlalu tinggi. haha. Kalo diliat lagi curugnya gak terlalu tinggi dan airnya lagi surut jadi yagitu not really worth it. Menurut gue masih bagusan yang di tanggamus. Tapi gapapalah yaa, namanya juga jalan-jalan.

Okey, lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu Telaga Remis. Lokasinya lumayan jauh dari tempat kita sebelumnya. Telaga ini letaknya udah di deket jalan pulang, jalan lintas antar kuningan menuju cirebon. Hari sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan cuacanya terik banget. Kita putuskan untuk berhenti sebentar minum es dugan. Segernyaaa.

maap angel fotonya gak enak :(
Kita sampe Telaga Remis sekitar jam 2 siang. Dan ternyata jalannya lumayan masuk lagi ke dalam dan jauh juga. Mana udah laper dan panas, badan rasanya udah pegel banget. But the trip must go on. Akhirnya nyampe juga di tujuan. Dan lagi-lagi gak sesuai ekspektasi. telaganya kayak kurang dirawat dan sedihnya masuknya lumayan menhong untuk ukuran telaga kayak gini. :(


Destinasi terakhir. Abis dari sini kita memutuskan untuk balik karena udah gak kuat lagi melakukan perjalanan selanjutnya. Punggung rasanya udah sakit banget, pegelll dan teparrr. 

Walaupun capek tapi menyenangkan. makasih teman-temanku kalian luar biasa. 

Sungguh Unplanned Best Trip yang AMAZING!

Thank you Aida, Alfi, Rani :)))

See u on the next trip!

balik ke dunia nyata...

20 Desember 2018

My Life Journey Rewind 2018

Kamis, Desember 20, 2018 0
Halo semua. Hari ini tanggal 20 Desember 2018, yang berarti 10 hari lagi akan memasuki tahun baru 2019. Banyak hal yang terjadi di tahun ini, baik itu pencapaian, kegembiraan, maupun kesedihan. Untuk melihat kembali apa saja yang terjadi dalam hidup gue tahun ini, gue akan menulis kilas balik my life journey di tahun 2018. So, check this out!

Awal Tahun

Gue masih inget malam tahun baru gue habiskan di hotel di daerah mesuji Lampung. Karena bokap gue musti dinas di malam tahun baru jadi kita sekeluarga nemenin beliau disana. Sebenarnya kita ga ngelakuin apa-apa disana, cuma menghabiskan waktu bersama keluarga dan sedikit jalan-jalan karena daerah sana masih sunyi jadi gak banyak tempat main yang hitz gitu. But im totally happy can spend time with my beloved family sebelum pergi merantau.

Februari

Gue udah berada di Jakarta memulai perjalanan baru sebagai seorang pengabdi negara di sebuah instansi. Kalo bisa diungkapkan gue itu sedih banget meninggalkan keluarga di lampung. Meninggalkan mami, papi, adek-adek yang lagi lucu-lucunya demi sebuah pekerjaan. Entahlah, kadang gue berpikir sebenarnya apa tujuan gue melakukan ini semua kalau bukan karena kebahagiaan orang tua mungkin gue gak punya semangat untuk menjalani hari baru di ibukota ini.

Masih ingat ketika mereka pulang, gue merasa sepi banget di kamar kosan. Yang biasanya di rumah rame adek kecil giliran di kosan yang sempit gue merasa hampa dan sangat kesepian. Ditambah postingan mami di fesbuk yang bikin gue tambah mewek. Tapi gue berusaha menenangkan diri, bahwa ini baru awal dari sebuah fase baru dalam kehidupan. Sekuat apapun kamu mengelak, masa depan itu akan depan, kamu tidak akan selamanya bersama keluargamu, suatu saat kamu akan bersama dengan keluarga barumu.

Dan di bulan inilah perjalanan baru gue dimulai.


Maret-April

Pada masa ini gue bisa dikatakan belum bekerja. Karena masih di rolling dari satu unit ke unit lain dengan anggota kelompok yang selalu diacak. Istilahnya on the job training. Jadi gue belum ditempatkan di unit asli sesuai sk yang ditetapkan. Masih meraba-raba sebenarnya bagaimana bekerja sebagai seorang pns. Selama masa OJT gue melihat berbagai macam karakter pns ketika bekerja. Dari yang paling rajin sampe yang sampe males banget.

Setelah hampir 40 hari gue berkeliling dari satu unit ke unit lain, tibalah masanya gue akhirnya ditempatkan di unit asli yaitu Direktorat Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian (PSIK). Unit yang baru gue ketahui ternyata lebih ngurusin jaringan, network, server di lingkungan instansi. Sebenarnya awal masuk kita ber-enam ditanya lebih paham di bagian apa, apakah aplikasi, database, atau jaringan. Gue gak bisa ngasih jawaban karena emang gak ada yang benar-benar gue kuasai. Haha.


Jadi pertengahan Maret adalah awal perjalanan gue menjadi CPNS di unit ini, PSIK.

Pada akhir bulan gue liat ada tanggal merah, dan gue sempatkan untuk pulang. Karena rindu ini harus dilampiaskan, jika tidak akan menyakit dalam hati. Recharging on going...

Mei-Juni

Adalah masa dimana reunian menjadi momok kehidupan. Ya di bulan ini bulan penuh berkah kembali datang. Pengalaman pertama menghabiskan bulan ramadhan di kosan tanpa siapa-siapa. Biasanya dulu walaupun jauh dari keluarga masih bisa bareng teman-teman seasrama, tapi kalo di kosan terasa beda, semuanya dilakukan sendiri. Beli makanan sahur ataupun beli makanan buka puasa. Sehingga tak jarang gue berbuka puasa bersama teman-teman, seperti teman smp ataupun sma.

Ada satu hal yang terjadi setelah hampir 9 tahun, gue ikut buka bersama dengan teman SMP alias teman pesantren dulu. Bisa jadi ini momen langka karena dari dulu gue gak pernah sekalipun ikut kumpul bareng, bukannya sombong atau ga mau ikut tapi karena gue merantau di banyak tempat. Misal waktu SMA gue harus di asrama, dan waktu kuliah gue di lampung. Jadi setiap mereka reunian gue gak pernah ikut, kecuali pernah sekali temen SMP gue dateng ke lampung dan dateng ke rumah.

Selain temen SMP, gue juga gak mungkin lupa buka bersama dengan temen SMA. Ya, temen ter ter ter selama ini kayaknya cuma temen SMA hahaha. Tapi ya paling itu itu lagi, yang penting berkualitas ye. wkwk


Bulan ramadhan pergi, gue menghabiskan akhir ramadhan di daerah wangon kampung papi. Dan gue tepar di akhir ramadhan karena mungkin kecapean selama di jakarta, untungnya emang lagi gak sholat jadi bisa gak puasa. Keluarga di kampung sempet minta untuk lebaran disana aja, tapi karena cuti papi yang gak bisa diperpanjang akhirnya kita balik ke lampung, tepatnya lampung tengah rumah dinas yang baru.

Gue abiskan beberapa hari di lampung tengah dengan keluarga besar, ditambah oma opa yang juga lagi di lampung. Gue bersyukur masih bisa berlebaran dengan keluarga lengkap, jadi nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Sehari sebelum libur berakhir gue sempet pulang kampung ke sumbar. Sahabat tercinta is getting married. Gue sempetin dateng ke solok untuk melihat pernikahan doi dan sang suami. Sekalian juga ketemu sama teman-teman SMA yang lain. What a beautiful reunion! And of course new life for my bestie <3

Juli

MY MONTH. HIGHLIGHT OF THE YEAR. Ya ini bulan kelahiran gue. Pada bulan ini, gue habiskan waktu sebulan full di pusbang ciawi untuk mengikuti pelatihan dasar CPNS. Selama disini banyak hal terjadi, seperti bertemu teman baru dan perasaan baru. Hasek. Disini gue bertemu sesosok idaman masa depan yang bikin gue klepek-kelepek selama di kelas. Haha. Berawal dari cara dia berbicara, cara dia bertutur sapa dan cara dia bertanya membuat gue bener-bener kayak abege baru puber, duh rasanya itu sulit diungkapkan.

Pokoknya selama disana pandangan gue gak pernah lepas dari orang itu. Walaupun kenyataannya dia ternyata sudah melabuhkan kapal pada orang lain, gue tetep ga bisa mengabaikannya. Gila, gue benar-benar crazy. Haha. But yeah, bertemu orang yang tepat di waktu yang salah adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. But life must go on, so hi there thank you :)

Oya, gue belom bilang kalo ulang tahun gue tahun ini di pusbang. Ceritanya mereka pengen ngasih surprise tapi ternyata salah tanggal hahaha. Gue di kick di grup tanggal 30 ya bingung lah ya ultah gue kan besok kenapa di kick sekarang, eh ternyata mereka salah nginget wkwk tapi gapapa kok yang penting besoknya tetep tiup lilin lagi :D


Agustus-September

Gue kembali ke kantor, kerja lagi dengan rasa yang berbeda. Karena gak sabar nunggu bulan november, ecielaaah. Di bulan agustus apa  yang terjadi? Gue lupa. Hmm, gue jalan-jalan ke kota tua sama kak fitri abis balik dari pusbang. karena rasanya itu beda banget, setelah terbiasa di asrama sebulan trus balik ke kosan lagi.. hmm sepinya sangat berasa. Trus gue sholat idul adha di depan kantor sama teman-teman perantauan yang lain, walaupun gabisa makan ketupat gapapa asal masih ada temen yang bisa diajak makan bareng. Trus sorenya ketemu temen SMA, karena janji traktir dan malemnya ke monas karena ada air mancur menari memeriahkan asian games 2018.

Pertengahan Agustus gue sempatkan untuk balik Lampung. kembali me-recharge energi sebelum menghadapi hari-hari lelah selanjutnya. What a beautiful come back!


Trus bulan september ngantor dan kadang lembur di hari sabtu minggu. Tak lupa di pertengahan kembali ngumpul bareng temen SMA, hmm, ketauan gue gak punya banyak temen ya. Trus di akhir bulan kita berlima CPNS PSIK main bareng ke dufan. Setelah sekian lama, akhirnya gue menginjakkan kaki kembali di dufan. What a good memories there!
 

Di akhir bulan september kabar duka datang bagai halilintar yang menyambar. 30 September pagi mami tiba-tiba menelpon dengan tangisan kencang yang mengabarkan kalo eyang kakung udah gak ada. Gue tiba-tiba lemas dan kehilangan pikiran. Gue gak bisa fokus, dan pagi itu pada saat upacara bendera tangis gue pecah, gue ngerasa berdosa gak bisa dateng kesana. Gue belum bisa ngajuin cuti dan kakung tiba-tiba meninggal. Padahal tahun kemarin masih main bareng di pantai lampung. Sungguh ajal tidak ada yang tahu kapan ia datang. :((( tenang disana ya kakung :(((

Oktober

Di awal bulan ini gue pergi ke Bandung. Menemui keluarga yang abis berbelasungkawa di wangon. Sekalian bertemu dan bercerita tentang bagaimana kakung di saat terakhirnya. Emang beliau setahun belakang ini didiagnosa kanker sama dokter, padahal terakhir ketemu bulan puasa udah membaik ternyata kambuh lagi. Di bandung kita berusaha untuk merasa tidak terjadi apa-apa dan semua baik-baik saja, tapi kenangan itu selalu datang di tempat-tempat tertentu. Misal di suatu rest area, dulu pernah ada kenangan disana sama kakung, dan kesedihan itu muncul kembali. Waktu akan terus berjalan, dan kenangan bersamanya tidak akan pernah terlupakan.


Pertengahan bulan gue diajak ke cirebon-kuningan bareng temen seperjuangan Natural selama di kampus dulu. Kalo yang ngikutin gue dulu pasti tau kalo masa kuliah gue aktif di pers mahasiswa dan menjadi salah satu pimpinan. Ya akhirnya kami bertiga ditemukan kembali di tanah jawa, para pimum-pimus-dan pimlit. Sebenarnya rencana ini dadakan alias sama sekali gak direncanakan. Berhubung kita free minggu depan langung deh gue usulkan untuk jalan-jalan karena kapan lagi kalau bukan sekarang. Karena gue gak suka kalo jalan-jalan terlalu direncakan takutnya gak jadi alias wacana semata. .... dan akhirnya perjalanan ini terjadi. (nanti kalo sempet dan mood gue akan ceritain gimana cerita perjalanan ini :D)


November

Pada bulan ini gue disibukkan dengan agenda mengawas ujian CPNS. Mulai dari jakarta barat hingga jakarta utara, tidur kurang dan musti pulang malam terus. Walaupun kecapean banyak hal baru yang gue dapatkan selama disini. Melihat beberapa dari mereka yang menangis terharu ketika melihat skor yang memenuhi passingrade rasanya juga ikut bersyukur bisa berada disini dengan status sebagai CPNS. Ada beberapa dari mereka yang memiliki kekurangan namun tetap semangat mengikuti ujian, kembali mengingatkan kita untuk selalu bersemangat apapun yang terjadi. Karena masih banyak orang kurang beruntung di luar sana yang terus berjuang menggapai mimpinya. What a hard struggling!


Di akhir bulan gue mengikuti ujian setelah mengikuti pelatihan di bulan juli lalu. Setelah mengerjakan proyek selama 3 bulan dan kemudian diujikan selama 3 hari. Dan akhirnya hari itu datang. Sempet deg-degan tapi gue yakin semua akan berjalan baik. Dan yippie, setelah perjuangan ini, akhirnya gue lulus dengan nilai memuaskan :D 

Di sela kesenangan ini sebenarnya terbersit sedikit kesedihan karena saat terakhir gue melihat dia akan segera tiba. Untungnya di akhir gue sempet memberi selama akhirnya kita lulus, yang juga melambangkan salam perpisahan dari gue. Karena instansi kita berbeda gue gatau kapan lagi akan berjumpa dengan dia, atau mungkin nanti ketika dia udah ngasih undangan, hmm.

Desember

Awal bulan ini gue menginjakkan kaki di tanah serambi mekah, Banda Aceh untuk melaksanakan tugas negara. Perjalanan ini menandakan tugas pertama gue keluar kota sebagai abdi negara. Dan rasanya ini sungguh menyenangkan. Kapan lagi kerja, bisa disambi jalan-jalan dan mendapatkan uang saku. Waw! Gue di aceh selama 3 hari, 2 harinya kerja, 1 harinya jalan-jalan. Untungnya masih sempat ke museum tsunami, museum kapal apung, pantai, gapapa belom ke km 0 lainkali mungkin akan kesana lagi. Aamiin.


Di pertengahan bulan gue ketemu temen kuliah, yang kebetulan dia lagi di Jakarta. Eh besoknya ketemu beberapa dari mereka yang udah lama tak jumpa. Akhirnya kita jalan-jalan di sekita kota tua kayak ke museum bank indonesia. Walaupun cuma bentar tapi trip yang menyenangkan, hahaha. Good to see u again, guys!


Dan sekarang sudah hampir berada di akhir Desember. Jumat nanti gue siap-siap untuk kembali pulang. Setelah di-rewind hidup gue tahun ini benar-benar seperti roller coaster. Ada masa-masa dimana gue ngerasa seneng banget namun ada masa dimana dunia gue berasa runtuh. Di balik itu semua gue tetap merasa bersyukur masih diberikan kesehatan dan dapat menjalani hari-hari sebagai pegawai baru di ibukota.

Masih banyak hal yang ingin gue coba ditahun depan, seperti mengikuti komunitas menulis, seminar IT, les bahasa inggris, dan komunitas sosial. Semoga salah satunya bisa terwujud di tahun depan. 

Terima kasih for beautiful memories in 2018, dan selamat datang tahun baru harapan baru, dan semoga gue dipertemukan sama orang-orang baik di luar sana. Aamiin.

Bye my half 23 year :')