15 Maret 2016

# words

Aku dan Masa Lalu

Ada beberapa peristiwa, tempat, bahkan manusia yang sangat lekat di memori. Tak bisa terpisahkan sejauh apapun diri melangkah. Sejauh apapun kaki beranjak pergi, jejak akan tetap tinggal disana tak akan terhapus walau dimakan waktu. Cerita masa lalu ini akan terus kembali berulang dan selamanya terulang.

Masa lalu bak kaca spion, yang hanya boleh dilihat sesekali agar dapat mengintropeksi diri. Jika terlalu sering melirik ke belakang kau akan jatuh dan jauh tertinggal dari masa depan. Namun apakah yang kau lakukan ketika waktu mengajakmu kembali menuju jejak masa lalu itu? 

Haruskah kau datang padanya dan melihat apakah yang tertinggal disana masih tetap utuh dan sama seperti dulu? Atau kau dengan pongahnya tak seincipun berani menoleh kesana dan membalikkan badan mengganggap semua sudah sirna?

Aku dan masa lalu, ikatan kami sangat erat. Bahkan sampai jiwa terlepas dari raganya ia akan tetap menghatuiku, mengikutiku, dan selalu bertanya pada kepalaku. 

"Apakah yang kau lakukan terhadapku selama ini sudah benar?
Apakah tindakan pongahmu yang selama ini menggangapku tak ada ini sudah benar?
Haruskah aku pergi untuk selamanya dari hidupmu?"

Namun sekuat apapun aku berusaha untuk berpura-pura tidak merasa, aku tahu ia selalu ada di dekatku. Dimana pun. Kapapan pun. Setiap detik hembusan napasku, masa lalu itu tak akan pernah pergi. Setia mengikuti jejak kakiku. Entah nanti ketika aku berada di atas dan memiliki segala hal yang diimpikan, kutau ia akan setia berada disana. 
Di tempatnya. 
Di alirah darahku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)