5 Januari 2014

Sesak.

Minggu, Januari 05, 2014 0
Postingan ini berbeda dari yang biasanya. Saya menulis ini waktu dini hari tanggal 5 januari 2014. Tak seperti biasanya saya masih terbangun apalagi buka laptop dan nulis di jam segini. Namun karena beratnya masalah yang saya pikul membuat perut, dada dan mata menyatu menjadi sebuah aliran yang menuntun saya untuk kembali menulis.

Jujur dada saya sesak banget dengan segala hal yang terjadi hari ini. Tak tau lagi kepada siapa akan mengadu selain dengan tuhan dan dengan tulisan. Saya benar-benar manusia yang menyedihkan. Tak kaya akan rasa sayang dan cinta dan haus akan keduanya. Sumpah, hidup ini sangat berat.

Dengan hati dan kepala yang sungguh tak bisa saya ungkapkan lagi dengan kata-kata saya akan menulis semua keluh kesah yang terjadi saat ini.  Agar beban ini hilang seiring dengan tulisan ini terus terpaut.

Kenapa hal ini bisa terjadi disaat saya rasa, saya memulai dengan cukup baik dan ditanggapi dengan begitu kejamnya? Tak layakkah saya barang semenit saja mengecap kebahagian? Bersenda gurau dengan karib kerabat, sahabat atau lebih tepatnya orang yang sudah saya anggap sebagai seperti saudara.

Saya tak habis pikir, keegoisan seseorang mampu mengubah apapun yang ada walaupun itu sangatlah dekat. Saya tak tahu lagi harus bagaimana dan meminta saran kepada siapa. Karena memang saya tak punya siapa-siap selain tuhan. 

Hingga saat pada jari ini terus mengetikkan kalimat ini sungguh air mata hingga bisa jatuh seketika jika mendapat pancingan. Saya tak tahu salah saya dimana, namun saya menyadari saya tak lepas dari yang namanya kesalahan. Kepada orang yang teramat sangat saya cintai saya mohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin sangatlah besar.

Saya tak tahu ucapan saya akan berimbas dengan dampak yang sebesar ini. Keinginan yang sangatlah kuat mendorong saya untuk mendapatkan berbagai cara untuk meraihnya. Keinginan untuk mencapai perubahanlah yang saya impikan. Menciptakan sesuatu dan suasana yang baru menjadi mimpi untuk saya.

Namun saya tak tahu mengapa semua tujuan itu tak kau setujui. Saya hanya ingin sedikit penyegaran atas apa yang telah saya lakukan beberapa tahun terakhir ini. Mungkin kau tak suka. Saya mencoba memahami namun begitu sulitnya menerima disaat itu juga kau terus menerpa dengan hujaman yang begitu menyakitkan dada. Saya lemah, saya rapuh.

Saya mulai menyadarkan atas semua yang telah kau lakukan, mencoba menyampaikan. Dan ternyata kau tak menyukainya. Lagi-lagi saya membuat kesalahan dan menjadi masalah untukmu. Saya bingung dengan semuanya. Saya muak dengan semua ini.

Dapatkah kau menyudahi semua yang telah terjadi? Argh, mungkin kalian bingung saya ini sedang berbicara tentang apa. Biarlah, saya hanya ingin memuntahkan seluruh beban yang ada di hati. Saya harap tulisan ini mampu sedikit mengurangi rasa sesak dalam dada ini.

4 Januari 2014

****!!!!

Sabtu, Januari 04, 2014 2
Ah, gue gak habis pikir hidup gue bakal dibatasi kayak gini. Gue gak bebas melakukan apapun yang gue mau, untuk melihat dunia lebih luas lagi. Sungguh, sesak rasanya saat keinginan besar yang kamu idam-idamkan selalu tak diberikan jalan. Entah mengapa semua seakan tak berarti, hidup ini tak menarik. Gue kecewa, sangat teramat. Demi apapun, I hate this life.

Mengapa dulu gue selalu diiming-imingi hal yang seharusnya membuat hati gue senang. Gue hanya butuh refreshing, bertemu orang-orang yang akan membuat hati gue sedikit nyaman. Kenapa tak ada yang mengerti? Semua terlalu egois untuk mencoba saling memahami. Selalu menuntut namun tak berani memberi kebebasan.

Tak mengertikah anda, bahwa yang gue butuhkan saat ini hanya itu, gak lebih. Gue hanya perlu keluar dari lingkaran, gue perlu mempelajari hal baru. Dunia ini luas dan gue mempunyai waktu luang dan kenapa gak gue coba melakukan perjalanan? 

Semua semaumu! S*** of all!!!!!

Terserah apa katamu, I don't care. Very very dissappointed. Gue MUAAAAAAAAAKKKKK!!!!
I'm free! Dont you???????? AAAAArrrrghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh............ Nobody understand me, what i want. why? D%^&*!!!!

3 Januari 2014

Pertanyaan untuk Calon Pemimpin Bangsa

Jumat, Januari 03, 2014 2


Oleh : PUJA PUTRI ABDULLAH – UNIVERSITAS LAMPUNG

Rangkuman :

"Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah."(Al baqarah:30). Jelas dalam hal ini Quran telah menerangkan bahwa allah menciptakan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Namun pemimpin yang seperti apa yang dimaksudkan dalam ayat ini? Apakah pemimpin yang ingin kekayaan, kekuasaan atau sebuah ketenaran saja? Apa sebenarnya yang ada dibalik kata ‘pemimpin’?
————-


Malam itu saya dan keluarga baru saja menyelesaikan sholat taraweh disalah satu masjid yang ada di kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Ketika mobil keluarga saya hendak keluar dari gerbang masjid kami melihat ada gerombolan masyarakat dengan bertengger satu mobil didekatnya. Setelah kami dekati ternyata di luar mobil terpampang dengan jelas nama dan foto gubernur dan wakil gubernur berserta partai politik yang ia ikuti. Dan setelah kami cermati ada seorang pemuda yang tengah membagikan sekotak kurma di dekat mobil itu. 

“Ah, pantas saja banyak orang berkumpul disana. Ternyata ada pembagian makanan gratis toh,”pikir saya dalam hati.

“Mau jadi pemimpin itu emang harus baik-baik dulu biar rakyat mau milih. Entar mah kalau udah kepilih gak ada lagi tuh makanan gratis kayak gitu,”celetuk papa ketika melihat kejadian yang ada didepannya.

Benar juga, setiap pemimpin di Indonesia rata-rata melakukan hal seperti itu. Awalnya mereka memanjakan masyarakat yang ada di sekitar wilayah yang akan mereka kuasai, dengan iming-iming saat pemilu nanti masyarakat harus memilih mereka. Seperti contohnya dengan membagikan makanan secara gratis atau membagikan sejumlah uang dengan cuma-cuma. Dengan sedikit bisikan kepada masyarakat agar mau mendukung mereka menjadi seorang pemimpin. 

Selain itu, para calon pemimpin biasanya juga menebar setiap kalimat basi ketika ada kampanye. “Barang siapa yang memilih saya untuk menjadi gubernur Lampung nanti pada periode 2014 maka dijamin hidupnya akan senang. Tidak ada lagi kesengsaraan, kemiskinan ataupun pengangguran. Lampung akan menjadi provinsi yang aman, tentram, dan damai.” Senyum mereka merekah, dengan bangganya mereka mengucapkan janji-janji untuk calon rakyatnya. Entah nanti mereka akan ingat atau tidak yang terpenting mereka harus menang dulu memperebutkan singgasana indah itu. Masalah akan merealisasikan janji itu nanti saja di pikirkan. 

Hal ini sangat kontras sekali dengan zaman rasulullah dulu. Ketika salah satu khulafah rasyidin ditunjuk sebagai seorang pemimpin beliau menangis. Menangis karena mengetahui bahwa ia akan memikul beban yang sangat berat. Tanggung jawab yang begitu besar ada dihadapannya. Tanggung jawab atas semua orang yang berada di bawah pimpinannya. Jika beliau bisa menolak maka dengan senang hati ia menyerahkan tanggung jawab itu kepada orang lain. Namun karena tekad yang kuat ingin mengemban amanah dengan baik beliau akan berusaha menjadi pemimpin yang disenangi rakyatnya.

Sungguh mulia sekali tujuan dari beliau ini dalam menjadi seorang pemimpin. Beliau berusaha dekat dengan rakyat dan tidak bermegah-megahan. Semua sederhana, sehingga rakyat bisa mencintai beliau dengan penuh kasih sayang. Jika rakyatnya melakukan suatu kesalahan, bukankah itu kesalahan dari pemimpinnya? Bukankah itu tanggung jawab dari seorang pemimpin? Maju atau tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh seorang pemimpin yang hebat dan bertanggung jawab.

Berbeda halnya dengan yang terjadi di indonesia. Semua seakan memperebutkan sebuah kekuasaan. Sebongkah amanah yang sangat berat untuk dipikul bahkan berbongkah-bongkah. Apakah mereka benar-benar ingin menjadi seorang pemimpin yang baik atau ada tujuan lain? Seperti memperoleh kekuasaan, ketenaran ataupun kekayaan. Pastinya semua orang ingin kaya dan ini sungguh tidak munafik. Tapi menjadi seseorang yang kaya yang harus mereka prioritaskan. Karena pemimpin yang amanah itu lebih mementingkan kepentingan publik dibanding individu.
  
Tidak tidur berhari-hari demi memikirkan kehidupan rakyat yang begitu pelik. Tidak nyaman makan karena menyelesaikan masalah perkelahian antar kampung. Jarang bertemu keluarga karena banyaknya pertemuan dengan para pejabat. Biarlah diri sendiri sengsara asalkan rakyatnya bahagia. Begitu mulia jika setiap pemimpin mempunyai niat yang tulus untuk membahagiakan rakyatnya.

Namun permasalahannya, apakah pemimpin yang seperti itu ada di indonesia? Apakah ada pemimpin mempunyai tujuan yang benar-benar ikhlas untuk rakyat? Bisa mementingkan keperluan umum dibandingkan keperluan pribadi. Tidak hanya memikirkan finansial diri sendiri tapi juga memperhatikan kehidupan orang banyak. Ketika rakyat diterpa masalah seorang pemimpin harus dengan rendah hati mencarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Dengan kerendahan hati dan sikap menyatu dengan rakyat, seorang pemimpin akan bisa dicintai oleh rakyatnya.


Setiap pemimpin pasti diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Apa mereka benar-benar melaksanakan amanah yang diberikan atau malah melupakannya. Jika seseorang telah berhasil menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri maka untuk  akan mudah baginya untuk memimpin orang lain, kelompok bahkan negara. Dengan berlandaskan kejujuran semua akan transparan dan tidak ada rasa saling curiga diantara pemimpin dan rakyat yang dipimpin. 

Diharapkan bagi calon pemimpin yang sedang berlomba-lomba untuk menduduki jabatan sebagai petinggi negara ini berpikir dengan matang apakah ia benar-benar siap untuk menjadi seorang 'PEMIMPIN'? Dengan segala konsekuensi yang nanti akan dirasaknnya, dapatkah ia mempertanggungjawabkannya?.

(Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba esai yang diadakan tempo institute bulan September 2013 lalu. ) #tapi gak menang :D

1 Januari 2014

New Year 2014!

Rabu, Januari 01, 2014 2
Happy New Year!
Masih terbayang di benakku letusan kembang api yang saling bersahutan semalam. Kilauan warna-warni cahaya ikut menghiasi langit di malam pergantian tahun baru yang super meriah. Banyak orang menanti momen langka yang terjadi satu kali setahun ini. Dengan merayakannya dengan keluarga atau kekasih akan menjadi tahun baru lebih berkesan lagi.

Begitupun halnya diriku, perayaan tahun baru aku lewati bersama dengan keluarga. Hal ini sudah menjadi tradisi kami selama lima tahun terakhir merayakan tahun baru di lapangan guberner lampung. Melihat konser dari berbagai artis lokal dan nasional merupakan kesenangan tersendiri untukku. Apalagi saat menanti detik-detik pukul 00.00 dan melihat banyaknya kembang api yang ditembakkan ke angkasa.

Begitu tampak kemerlap kembang api di tengah malam itu, membuatku harus berusaha mengabadikannya. Indah, sangat indah. Kuharap hidupku di tahun baru ini seindah kembang api yang membentang berkilau di langit malam. Walaupun mendung, ia tetap bisa bersinar membuat takjub pengunjung yang melihatnya.

U~yeaaaaah~
HAPPY NEW YEAR 2014! Semoga tahun ini menjadi tahun keberuntunganku. Ada perubahan dalam siklus hidupku yang membuat aku lebih bersemangat dalam meraih semua impianku! Getcha :)