24 Februari 2015

# words

Ruang Kosong

Setiap orang mempunyai kisah hidup mereka masing-masing. Ada senang, sedih, kecewa, bingung, dan seterusnya. Setiap orang juga memiliki kenangan tersendiri. Banyak hal di dunia ini yang orang lain tidak tahu, hanya diri sendiri yang pernah merasakan. Terkadang untuk tetap mengenang atau melupakan merupakan sebuah pilihan. Ingin mencari kenangan baru agar yang lama tersamarkan bisa jadi menjadi sebuah alternatif.

Setiap melewati suatu tempat, memperhatikan setiap gerakan dan pekerjaan orang lain membuat jiwa kembali merenung. Tak pantas rasanya mengeluh ketika banyak orang di luar sana yang bekerja susah payah untuk tetap hidup dan menghidupi. Banyak kisah yang diketahui yang terkadang sengaja untuk dibutakan, sengaja untuk tidak dilihat atau pura-pura tidak menyadari. Karena dengan begitu banyak kisah, bisa diambil pelajaran untuk kita agar mencoba berusaha lebih baik lagi.

Namun banyak orang pura-pura buta dan tuli dengan tidak mengindahkan semua kejadian di sekitarnya. Merasa berpuas diri telah menjadi orang berkecukupan, hidup yang layak dengan segala kemewahan, dan memiliki orang-orang yang dicintai. Tak terbesitkah ketika seandainya kita bukanlah kita yang sekarang. Apa jadinya jika kita adalah orang-orang itu. Membanting tulang menguras tenaga untuk mencari sesuap nasi.

Hidup pada hakikatnya adalah ruang kosong, yang tiap diri sendirilah yang dapat mengisi. Apakah dengan hanya menjadi penikmat tanpa berbuat apa-apa atau turut serta membuat orang lain tertawa dan bahagia. Ruang kosong ini semakin lama akan semakin berisi, jika baik maka akan banyak orang mengingat ketika ruang ini menghilang. Namun sebaliknya jika tidak pernah membuat bekas kepada orang lain, maka tidak ada yang tahu jika seandainya ruang itu sudah lenyap atau berpindah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)