6 Februari 2013

# opini

Peran ibu dalam mendidik karakter anak *

“Buah tak akan jatuh  jauh dari pohonnya”. Pepatah ini seakan mengisyaratkan bahwa perilaku anak tak akan jauh beda dari orang tuanya. Jika orang tua berprilaku baik maka sang anak akan mencontoh juga begitupun sebaliknya. Pemikiran ini memang ada benarnya. Lingkungan pertama yang ditemui anak adalah keluarga. Dari keluarga lah karakter mereka mulai terbentuk. Dan dari keluarga jugalah mereka akan belajar. Semua itu tergantung bagaimana orang tua mendidik karakter anak menjadi lebih baik. 

Karakter adalah sifat dari seseorang yang akan melihatkan bagaimana cara ia berkata, bertindak maupun bergaul. Karakter yang baik sangat berpengaruh dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Percuma saja mempunyai otak yang cerdas tanpa di imbangi dengan akhlak yang bagus. Mereka tak akan berguna jika terjun ke lingkungan masyarakat kelak. Maka dari itu untuk membentuk karakter yang handal dibutuhkan peran seseorang yang dekat dengannya. 

Itulah peran ibu dalam membentuk karakter anak. Ibu adalah orang yang sangat dekat dengan sang anak. Dari kecil sang anak sudah diasuh oleh sang ibu. Mau tak mau mereka akan mencontoh apa saja yang disuruh dan dikerjakan oleh ibunya.

Dalam mendidik karakter anak hendaklah dimulai ketika mereka masih kecil. Anak-anak cenderung akan meniru apasaja yang dilakukan orang terdekatnya. Jika ibu sering melihatkan perbuatan baik kepada anaknya secara tak sengaja sang anak akan merekam apa yang dilihatnya. Misalnya setiap diberikan sesuatu oleh orang lain sang ibu mengucapkna terima kasih. Dalam waktu yang relatif sang anak akan meniru apa yang diucapkan ibunya. Begitu pula sebaliknya. Jika anak dihadapkan dengan kata-kata kasar maka lambat laun mereka akan ikut mencontohnya.

Anak dengan otak yang masih sangat berfungsi membutuhkan asupan yang sehat dari keluarganya. Misalnya anak yang berumur balita hendaknya lebih sering di ajak mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dibanding harus menatap televisi. Hal ini akan berdampak pada kecerdasannya. Seperti yang di ketahui televisi lebih banyak mengandung hiburan dibanding pendidikannya. Alangkah lebih baik jika sang ibu mengajak anaknya bermain yang bisa mengasah kemampuan otaknya. Ini juga salah satu upaya ibu dalam membentuk karakter sang anak menjadi lebih baik.


Namun dibalik itu, tak semua anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya. Masih banyak diluar sana yang terjadi malah sangat memprihatinkan. Anak yang masih kecil dipaksa oleh ibunya meminta-minta di jalanan. Tak sepantasnya anak diajarkan hal demikian. Seharusnya walaupun orang tua nya mempunyai masalah di bidang ekonomi, sang anak harus diajarkan dengan yang namanya berusaha. Sehingga pepatah yang menyebutkan bahwa “buah tak akan jatuh  jauh dari pohonnya” bisa di bantah dengan kehebatan orang tua dalam mendidik anak. Jika ibu mempunyai perilaku baik hendaknya sang anak harus lebih baik dari ibunya. Namun jika sang ibu mempunyai perilaku yang kurang baik hendaknya sang anak mampu menutupi kekurangan ibunya dengan memiliki karakter yang dapat menyenangkan orang lain.

Jadi dibalik kebaikan dan kejahatan yang dilakukan seseorang semua itu tak luput dari peran ibu yang mendidik mereka. Ibu yang dapat membuat anaknya selalu berbuat kebajikan, sopan santun serta ramah kepada orang lain adalah ibu yang dikatakan berhasil. Berhasil dalam mendidik dan mengasuh sang anak. Ibu yang berhasil memberi pendidikan karakter dan mencontohkan perbuatan baik kepada sang anak. Semua ibu pasti menginginkan anaknya berhasil dalam karir dan berhasil dalam kategori karakter. Pintar dari segi intelektual dan hebat dalam segi emosional. Semoga kita semua menjadi anak yang diharapkan oleh sang ibu tercinta.

*Ditulis dalam rangka hari ibu dan merupakan juara 1 lomba opini antar magang UKMF Natural(Lembaga Pers Mahasiswa)Universitas Lampung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang mau disampaikan tinggalkan comment ya ^^ Thank you :)