31 Maret 2014

Happy Aniv Natural!

Senin, Maret 31, 2014 0
Malam gais. Pada kemana nih liburannya? Kalo gue just stayed at kosan aja. Cuma 2 hari kemarin gue ada acara di Natural, jadi gue gak pulang. Demi acara gede dari Natural gak papa deh gue gak pulang, padahal mah udah satu bulan gak balik ke rumah. Lagi-lagi hanya demi Natural.

Nah, berhubung ini tanggal terakhir di bulan Maret gue pengen membuat postingan penutup tentang kegiatan 2 hari kemarin. Pada mau tau kan gue sibuk apaan sih? Ternyata gue bisa sibuk juga toh...

29 Maret 2014

Long story about my experience

Sabtu, Maret 29, 2014 0
Duh malam minggu ya? Kagak kemana-mana? Kagak ada gebetan? Atau kagak ada kerjaan? Aduh kasian amat sih... *ngomong sama diri sendiri*

Yaudah daripada nganggur guling-guling gak jelas mending gue nyeritain pengalaman kemarin. Bagi sebagian orang mungkin ini gak begitu berharga. Tapi menurut gue ini super duper perjuangan banget. Do you want to know? Mau tau aja apa tau gak pake aja? :D

26 Maret 2014

Just Curhat

Rabu, Maret 26, 2014 2
Entah kenapa kalo lagi baca blog seseorang yang menceritakan kegilaannya bareng temen-temennya, gue jadi merasa sangat iri. Karena eh karena gak ada cerita gila yang bisa gue ceritain disini.

Yap, semenjak kuliah gue gak lagi seperti gue yang dulu sewaktu SMA. Gue yang dikenal dengan orang yang gak pernah serius, kini berubah 360 derjat. Mungkin lingkungan sekitarlah yang mengubah pribadi gue. Masa muda gue menjadi begitu serius....

Sewaktu SMA gue punya temen yang super kocak dan kalo kita lagi ngumpul pasti bawaannya ketawa mulu. Dan gue merindukan itu. Huaaaaaaaa... Kalo diinget-inget rasanya pengen nangis gitu udah lama banget gue gak ketemu mereka. 2 tahun coy dan itu waktu yang lama banget dan gue kangen ketawa terbahak-bahak bareng mereka. Ah, begitu konyolnya keinginan gue ini.

Semenjak kuliah intensitas ketawa gue jadi berkurang, intesitas melucu apalagi. Kalo dulu ada aja yang bisa diketawain, rasanya hidup itu bahagia terus kalo udah ketawa ngakak. Nah sekarang, gue cuma bisa terhibur dengan layar terpaku yang gak bisa membalas ketawa gue.Sungguh menyedihkan sekali jadi gue ini.

Mungkin kalian bertanya emangnya ada apa dengan dunia kuliah, kenapa bisa begitu? Emangnya lo gak punya temen? Nah itu tu, yang gue pertanyakan. Kalo temen sih gue punya, ya sekedar temenlah, temen kuliah temen buat nanya tugas temen buat segala yang berhubungan dengan dunia perkuliahan. 

Yang gue gak punya sekarang yaitu temen yang dulu gue punya sewaktu SMA. Emang gak akan ada yang pernah menggantikan mereka. Tapi ngeliat yang seperti mereka aja gue gak pernah. Gue liat semua serba individu dan berkelompok. Rasa kekeluargaan disini sama sekali gak ada. Apalagi temen yang bisa dibuat untuk berhura-hura, ketawa bareng, jalan bareng. Aaaaahhh, gue iri sama mereka yang punya temen yang bener-bener temen.

Memang satu kelemahan gue semenjak kecil, mungkin terlhat semenjak gue SD. Gue anak yang susah untuk bergaul atau berkenalan untuk pertama kali. Entah kenapa dengan sifat gue ini yang jelas gue benci dengan sikap minus ini. Gimana untuk ngilanginya gue gak tau. Sampai SMA pun juga begitu. Di awal gue malu-malu tapi di akhir beeeeh gue amlu-maluin. Gak ada rasa malu kalo udah bareng temen-teman.

Dan di tempat ini, di tempat yang akan gue diami selama 2 tahun lagi, gue gak menemukan temen yang sifatnya cocok dengan gue. Entah kenapa gue gak bisa cass ciss cuss kayak dulu. Mungkin karena gue terbawa lingkungan disini kali ya. Gue cuma mengikuti arus disini, di tempat orang ya maksud gue di rantauan.

Sebenernya gue gak maksud apa-apa buat nulis ini, cuma mau mencurahkan isi hati aja kok. *emotgalau* Gue ngerasa kalo gue sekarang bukanlah gue yang asli. Miris sekali...

I just :

MISS OLD OF ME.................................................. :'(

People Change

Rabu, Maret 26, 2014 0
Sumber gambar : disini
Gimana sih perasaan kalian jika seseorang yang udah kalian anggap sebagai saudara sendiri gak lagi memperlakukan kalian sebagai saudara? Saat waktu terus berjalan teori "people change" kembali menuai bukti bahwa sesorang pasti akan berubah, baik sifat maupun orang-orang disekitarnya. Ya, itulah yang gue rasain saat ini.

Seseorang yang mungkin sudah gue anggap sebagai saudara, dengan teganya mengganggap bahwa gue tak begitu berarti lagi. Masalah yang terjadi sekarang mungkin bukan terjadi kepada gue seorang, melainkan pada saudara-saudara lainnya juga. Kenapa dengan begitu acuhnya dia tak memberi kabar akan peristiwa yang menurut gue sangat sakral dan itu kami harus mengetahuinya.

Sehingga muncul praduga yang aneh-aneh karena ia sama sekali tidak memberitahukan ini kepada kami khususnya yang dulu sangat dekat dengannya. Memang itu dulu, 2 tahun lalu. Tapi, apakah dengan begitu mudahnya dia melupakan semuanya? Pernah hidup satu atap selama 3 tahun, berbagi segalanya, dari bangun tidur hingga tidur lagi kami selalu ada di dekatnya. 

Apa itu tak lagi membekas?


Ya, lagi-lagi kami hanya bisa terdiam dan mencerna yang sudah terjadi. Di satu sisi gue menduga kalau dia mempunyai maksud tertentu untuk tidak memberitahukannya kepada kami. Namun di sisi lain gue menduga kalau kami tidak begitu penting untuk diberi tahu. Entahlah, yang jelas kami dengan kejadian ini kami menjadi tahu bahwa dia begitu tega tak lagi mengganggap kami itu saudara.

Mungkin gue terlalu lebay atau apa? Tapi menurut gue enggak sama sekali. Ini sebuah momen yang seharusnya kami yang dulunya dikenal dekat dengannya harus tau bahkan sebelum ini bena-benar terjadi. Namun kini kami tahu dari orang lain dan peristiwa itu sudah terjadi 3 hari yang lalu. Apa itu tidak terlalu miris? 

Kalau gue bisa bicara, gue bakal bilang : Gue gak nyangka lo tega gak ngasih kabar ke kita-kita ini. Minimal ke orang-orang yang sekarang tinggalnya gak jauh dari lo lah. Setidaknya kami tahu saja walaupun kami tak bisa hadir juga. Kami akan turut bahagia mendengarnya, jika kata-kata itu langsung diucapin dari mulut lo. Ah, sungguh lo tega banget!!!


Lagi-lagi teori "people change" terbukti. Seiring waktu yang terus berjalan, semua momen yang pernah terjadi dulu juga turut berjalan menjauhi orang yang berada di dalamnya. Orang yang gue kira dulu sangat mengenal gue luar dan dalam, kini menghilang begitu saja. Seakan tak menghiraukan bahwa gue dan yang lainnya pernah mengisi hari-harinya selama kurun waktu yang tak sebentar.

Gue kira dengan segala yang pernah terjadi akan membuat kita semakin kuat dan dekat. Walaupun raga tak lagi dekat minimal hati saja sudah pasti saling mengingat. Jika ada kabar baik pasti dengan secara spontan kita akan saling memberi tahu. Bukankah seharusnya seperti itulah seorang saudara?

Sekarang kita hanya bisa terdiam dan membiarkannya berlalu. Semoga dirimu bahagia dengan ini, walaupun kita begitu 'sakit', namun doa kami akan selalu mengalir untukmu. Smoga bahagia selamanya :')