22 Oktober 2016

Akhir Perjalanan Masa Empat Tahun

Sabtu, Oktober 22, 2016 0
Perjalanan gue untuk mencapai titik akhir dari sebuah proses perkuliahan akan segera berakhir. Ya, gue akan mengikuti acara saklar di dunia perkuliahan, apalagi kalau bukan acara WISUDA. Insyaallah, tepat sebulan dari hari ini gue akan resmi menjadi sarjana! Kalo dihitung, masa kuliah gue tepat 4 tahun ALHAMDULILLAH...

Di postingan kali ini, gue akan menceritakan peran orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga gue bisa sampai pada titik ini. Tanpa peran dari mereka gue gak akan bisa melewati semua dan mencapai harapan sesuai target yang gue tetapkan sedari awal kuliah. Bisa dibilang tulisan ini kayak Sanwacana di skripsi tapi versi lebih detilnya, Hahaha.

Oke.

Pertama, gue berterimakasih kepada Allah SWT, telah memberikan berbagai nikmat dan karunianya, yang terpenting nikmat sehat sehingga gue bisa menjalani tahun akhir di dunia perkuliahan dengan lancar, alhamdulillah. Selanjutnya, tentu orang tua, yang telah memberikan dukungan materil dan moril ataupun kepercayaan kepada anaknya, thanks so much Mom, Dad...

Nah selanjutnya gue akan menceritakan sosok yang sangat berperan penting dalam penyelesaian skripsi untuk syarat mendapatkan gelar sarjana ini. Beliau adalah seorang sangat membantu gue dalam menyelesaikan segala urusan perkuliahan. Bisa dibilang beliau selalu memudahkan langkah gue untuk terus berjalan menuju langkah selanjutnya. Dari awal pengajuan tema, masa bimbingan, seminar proposal dan seminar hasil hingga ujian akhir alhamdulillah beliau gak pernah memberikan kesulitan berarti buat gue.

Gue bersyukur banget diberikan pembimbing seperti beliau. 
Terima kasih, Pak.. 
Jasamu tak akan kulupakan :')

Terima kasih, Pak :)
Selain beliau, ada satu dosen lagi yang alhamdulillah juga selalu memudahkan langkah gue. Walaupun gue sempat memiliki waktu yang sulit karena hampir saja gagal sidang, tapi syukurnya hal itu sudah terlewati dengan hasil yang alhamdulillah sekali. Lagi-lagi, terima kasih Pak. Terima kasih sudah mau jadi pembimbing saya.

Mungkin benar apa kata orang, jalanmu di tahun akhir perkuliahan sangat bergantung pada pembimbingmu. Jika ketemu dengan pembimbing yang pas, maka beruntunglah kamu. Alhamdulillah, saya dikasih dosen yang luar biasa baiknya, dan selalu membimbingnya saya hingga bisa sampai pada tahap ini. How lucky I am :')

Selanjutnya terima kasih buat teman-teman Ilmu Komputer Unila 2012 terkhusus buat Cewek-cewek 'Pejuang Skripsi' yang sudah menemani gue selama masa kuliah. Banyak momen yang telah kita lewati, mungkin bisa dibilang gue lebih sering menghabiskan waktu bareng kalian, terima kasih atas kenangan dan memorinya. Semoga kita bisa sukses, trus kumpul lagi, dengan jadwal ntraktir yang berurutan seperti biasanya. Siapa yang seminar atau ulang tahun dia yang traktir. Hahaha.

Love ya :*
Selanjutnya buat semua teman-teman lain yang selalu hadir di momen bahagia gue, dan selalu setia mendoakan gue, terima kasih. Semoga kesuksesan menyertai kita semua.

Buat semua dosen Ilmu Komputer Unila, terima kasih atas ilmu yang diberikan selama ini.. 
Buat semua karyawan FMIPA Unila, terima kasih sudah mau mengurus berkas-berkas gue..
Buat semua mahasiswa FMIPA Unila, baik dari Ilkom, Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi yang kenal sama gue juga terima kasih atas semuanya...
Buat UKMF Natural tercintah, terima kasih atas kenangan dan pelajarannya selama 3 tahun..

Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dalam fase hidup gue selama empat tahun terakhir. 
Its the last for this journey and Now Lets Start New Phase..
Gak sabar kehidupan seperti apa yang akan gue jalani ke depannya..
Semoga menyenangkan!!!

Bali yang Tak Pernah Memuaskan

Sabtu, Oktober 22, 2016 0
Menikmati suasana alam dan budaya Bali memang tidak akan pernah mendatangkan kepuasan. Anda mungkin merasa telah berkali-kali mengunjungi Bali namun masih merindukan kunjungan berikutnya. Dalam pikiran Anda, belum sepenuhnya kedatangan yang lalu mampu menelusuri Bali hingga ke sudutnya. Apalagi jika kedatangan itu biasanya hanya di akhir pekan dengan waktu yang minim sehingga rute perjalanan juga menjadi sangat singkat.

Menginginkan suasana Bali yang tenang dan damai tanpa hiruk pikuk yang dominan seperti di Kuta, Anda bisa mengambil penginapan di Bali seperti daerah Nusa Dua maupun Seminyak. Di dua tempat ini, Anda akan menemukan hotel mewah dengan fasilitas privat seperti misalnya Nusa Dua Beach Hotel and Spa. Tak hanya menawarkan penginapan, hotel-hotel mewah seperti Nusa Dua Beach Hotel and Spa akan mengajak Anda sekaligus mengalami suasana wisata di Bali dengan lebih tenang dan berkesan. Anda dapat melihatnya melalui Traveloka.com 


Untuk sebuah pengalaman wisata yang sempurna, Anda tidak harus menunggu promo hotel murah. Menabung adalah pilihan yang tepat. Tak perlu menunggu kesempatan promo yang entah kapan untuk bisa melakukan scuba diving atau berenang di area privat yang menyenangkan di hotel-hotel yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari bibir pantai. Apalagi jika hotel tersebut juga memiliki area olah raga outdoor seperti lapangan tennis dan badminton selain gym di area indoor seperti di Nusa Dua Beach Hotel. 

Benar-benar sebuah liburan yang sempurna.

Puas menghibur diri dengan kehidupan sosial di restoran atau bar hotel-hotel di Nusa Dua atau Seminyak, Anda mungkin menginginkan perjalanan wisata dengan obyek yang lebih terbuka. Ada banyak obyek wisata di Bali yang  bisa Anda kunjungi, tentu saja. 

Bali sendiri memiliki beberapa kabupaten yang menawarkan tempat wisata dengan kekhasannya masing-masing. Di Kabupaten Gianyar, misalnya, Anda akan menemui Ubud yang merupakan pusat kesenian di Bali. Beralih ke Kabupaten Klungkung, Anda akan menemukan Nusa Lembongan yang terkenal dengan aktifitas diving-nya. Rasanya, pemadangan bawah laut Nusa Lembongan tak perlu diragukan lagi.
 

Selanjutnya, Kabupaten Badung adalah kabupaten yang mendapatkan kunjungan wisatawan terbanyak di Bali karena empat destinasi favorit yakni Jimbaran, Nusa Dua, Kuta, dan Seminyak berada di sini semuanya. Anda tentu akan segera berpaling ke Jimbaran jika ingin melakukan wisata kuliner makanan laut. Ya, Jimbaran terkenal dengan kampung ikan di mana di sepanjang pantai-pantainya akan mudah ditemui seafood restaurant.

Bergeser dari Jimbaran, Anda bisa mengunjungi Kuta dan Seminyak yang lokasinya sangat berdekatan. Meskipun berdekatan, kedua wilayah ini memiliki suasana yang jauh berbeda. Jika Kuta memiliki suasana yang lebih bebas, ramai, dan terbuka maka Seminyak sebaliknya. Anda akan merasa lebih tenang dan nyaman berada di Seminyak dengan pelayanan privat yang banyak tersedia.

Kuta sendiri memiliki pemandangan sunset yang indah dan juga surganya para peselancar. Banyak peselancar profesional tingkat dunia yang senang menghabiskan waktu di Kuta. Anda juga bisa bergabung bersama mereka, lho. Ada banyak persewaan peralatan selancar yang bisa Anda temukan.

Kehidupan wisatawan di kafe-kafe di seputar Kuta dan Seminyak tidaklah berbeda. Banyak kaum hipster bersantai menikmati suasana sambil bersosialisasi. Namun yang pasti, jika Anda menyukai kehidupan malam yang ramai, Anda hanya akan menemukannya di Kuta.
 
beritadaerah.co.id

Nusa Dua memiliki suasana yang tak jauh beda dengan Seminyak. Suasananya tenang dan cenderung lebih high class. Banyak acara-acara birokrasi maupun kegiatan politik baik tingkat nasional maupun internasional diadakan di Nusa Dua dengan latar belakang pantainya yang sangat eksotis. 

Menjangkau tempat-tempat di Kabupaten Badung sekaligus bukanlah hal yang susah karena di Bali sendiri banyak tersedia jasa supir pribadi maupun persewaan mobil. Anda bisa merencanakan sebuah tour wisata tertentu dan mengomunikasikannya dengan pihak penyedia jasa. Jika tidak memiliki bayangan tour yang baik dan efektif, Anda juga bisa mencari paket tour harian yang juga disediakan secara pribadi maupun perusahaan tour di Bali.

Rata-rata driver pribadi atau tour guide di Bali mampu berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan lancar. Mereka juga sangat menguasai daerah-daerah di Bali sehingga akan memudahkan Anda menyerap nilai-nilai wisata yang Anda kunjungi misalnya tentang sejarah, perkembangan daerah, dan sebagainya. Anda juga akan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai pusat keramaian, pusat perbelanjaan, bahkan sudut-sudut yang memiliki keunikan tersendiri di Bali yang bisa dikunjungi. 

Nah, tunggu apalagi, segera nikmati perjalanan Anda di Bali!

18 September 2016

Sebuah Perpisahan dan Perjumpaan

Minggu, September 18, 2016 0
Ada banyak hal di dunia ini yang tidak diketahui kapan datangnya. Seperti halnya sebuah perpisahan dan perjumpaan. Perpisahan disaat dimana kita harus merelakan untuk melepaskan seseorang ataupun dilepaskan. Dengan sebuah rasa kehilangan ataupun hampa yang tak berhenti menghadang.

Keterpisahan membuat kita suka berangan-angan. Andai saja ada suatu waktu kita dapat kembali bersama, mengulang setiap kenangan tanpa harus mengkhawatirkan sebuah keterpisahan.

Lagi-lagi perpisahan tidak mengenal waktu dan hadir pada siapa saja yang dia kehendaki. Walaupun hati kecil berbisik, "Aku belum siap.." tapi jika waktunya tiba ia akan serta merta merenggut segala ketentraman dan menggantinya dengan sunyinya sebuah keterpisahan.

Tak ada satupun yang bisa menampik jika ia sudah tepat berada di depan mata. Perpisahan itu harus dilewati, sekuat apapun goncangan yang menerpa, ia masih kita lalui. Yang bisa dilakukan oleh kita yang dibatasi perpisahan hanyalah mengambil sebuah pilihan. Tetap berada dalam sebuah angan dan khayalan atau menjemput sebuah perjumpaan dengan ekspektasi yang tak terduga.

Perjumpaan disaat dimana kita akan memulai semua hal yang baru dengan masa depan yang belum teridentifikasi. Dengan sebuah rasa berbuncah yang penuh dengan semangat.

Tak seperti halnya perpisahan, perjumpaan kerapkali menjadi sebuah momen abadi yang ingin diingat setiap orang. Kapan tepatnya kita saling bertemu, saling menegur sapa, berbicara, bercengkrama, hingga menjadi suatu kebiasaan rutinitas keseharian. Terkadang hal-hal kecil yang setiap hari dilakukan, jika tiba-tiba sehari saja ia menghilang, akan terasa sekali perbedaannya.

Seperti ada yang hilang.

Kita tidak bisa menebak kapan perjumpaan semacam itu akan hadir dalam hidup kita. Sosok yang hadirnya saat dielu dan didambakan. Sosok yang setiap perjumpaan itu hadir, ingin rasanya kita memaku waktu, agar berhenti berputar. Sosok yang jika kita tidak melihatnya, akan sangat terasa sebuah rasa kehilangan.

Semua itu pasti akan tiba masanya, kita bisa merasakannya.

Walaupun sekarang bukanlah saatnya, yang pasti sebuah perjumpaan itu akan datang dengan cara mengejutkan.
Mungkin.

7 September 2016

Akhirnya S.Kom !!!

Rabu, September 07, 2016 2
"Setiap kebersamaan pasti akan berakhir, tapi kebahagiannya akan tetap abadi dalam kenangan.."

"Ah.. akhir-akhir ini gue jadi sering melow.."

Halo. Sudah bulan September. Terakhir ngeposting ternyata awal Juli. Hmm, apa-apaan ini! Lo ngapain aja HEH?! (ngomong sama diri sendiri)

Tenang, gue punya alasan yang jelas kok. Jadi gini...

Hmm..
Dengan hati plong akan gue umumkan kalo hari senin kemaren gue akhirnya sidang jugaaaaa!!!
Yeyeyeyeye. Alhamdulillah. Akhirnya ya. Setelah melewati jalan yang penuh dengan bebatuan, hari itu akhirnya datang juga. Jika pada hari-hari sebelumnya gue hanya bisa menelan ludah saat melihat temen-temen ngepost foto sarjananya, akhirnya kini sudah tiba saatnya giliran gue. Alhamdulillah, sekali lagi.

"Melewati jalan yang penuh dengan bebatuan", Itu benar adanya. Untuk bisa selesai sidang kemarin ini, gue harus melewati berbagai rintangan.

Pertama, menghadapi kenyataan pahit kalau sidang gue harus ditunda. Awalnya sidang gue dijadwalkan 30 Agustus, tapi tiba-tiba pada H-1 gue mendapatkan panggilan dari pembimbing 2 yang mengabarkan kalau beliau gak bisa menghadiri sidang gue karena ada acara pemda di Lampung Tengah. Hal tersebut otomatis menandakan kalau sidang gue harus dijadwalkan ulang hingga waktu yang pas.

Kecewa? Lumayan. Karena gue sudah mempersiapkan hampir semuanya. Dan lagi ditambah dengan target agar bisa sidang sebelum agustus berakhir, biar bisa dibilang lulus tepat waktu (4 tahun) (kata Sekjur). Tapi apalahdaya takdir berkata lain. Gue harus menelan ludah, dan mencoba untuk ikhlas menerimanya. Gue yakin Tuhan sudah mengatur yang terbaik buat gue. Mungkin kalau gue sidang pada hari itu hasilnya gak sebaik jika gue sidang pada hari senin kemarin.

Akhirnya setelah gagal sidang gue kembali mondar-mandir kampus untuk memastikan jadwal reschedule sidang gue kembali. Setelah beberapa hari baru bisa ditetapkan kalau jadwalnya diatur kembali di hari senin tanggal 5 September.

Hari H sudah tiba, gue mencoba untuk tenang. Usaha telah gue lakukan untuk belajar semampu gue. Di tengah perjalanan menuju kampus lagi-lagi cobaan menghadang. Mobil yang gue kendarai tiba-tiba mengeluarkan suhuh panas (overheat). Gue berhenti, dan nelfon emak. Beliau bilang suruh mintaan bantuan orang yang lewat di sekitar sana. Kebetulan gue berhenti di daerah pramuka. Gue berdiri di tepi jalan memilih orang yang akan gue mintai pertolongan. Tapi, kayaknya semua orang lagi buru-buru, berhubung saat itu jam 9 di hari senin.

Akhirnya karena gak ada yang gue berhentiin, gue beraniin diri untuk minta tolong sama mas-mas di warung deket mobil gue berhenti.

"Permisi mas," Sapa gue.
"Iya," Kata si masnya (yang waktu itu lagi telanjang dada).
"Ini mas, mobil saya mogok. Saya boleh minta bantuannya?" Kata gue dengan berani dan waswas kalo si masmasnya kagak mau nolongin.
 "Oh iya, iya. Bentar ya," (si masnya make baju dan menghampiri gue)
(Gue lega setengah mati masih nemu orang baik disini)

Akhirnya gue jelaskan kalau radiator mobil gue udah rusak, dan air di dalamnya juga gak ada. Gue minta tolong mamasnya buat ngisiin air ke radiator. Saat itu gue lagi megang satu botol air mineral dan langsung gue kasih sama si masnya. Namun ternyata airnya masih kurang. Si masnya dengan sukarela mengambil satu ember berisi air dari warungnya dan mengisinya kembali.

Saat melihat masnya mengisikan air, ada bapak-bapak yang datang dan menghampiri gue.

"Kenapa mobilnya puja?" Katanya.
Gue mikir, siapa ya nama oom ini. Setelah mikir bentar, gue inget. Om Cipto. O iya iya. Suaminya temen si mami.
"Ini om, airnya abis tadi waktu berangkat gak di cek dulu" Kata gue.
"Oh gitu.."
"Kok bisa tau saya disini om?" Tanya gue penasaran.
"Iya, ini om liat plat mobilnya," 
"Oh gitu, Iya ya."

Ooh beruntunglah gue saat itu. Om cipto juga ikut membantu si masnya saat mengisi air. Setelah selesai Om Cipto mau ngasih duit ke si mamasnya, tapi ditolak. Alhamdulillah ternyata masih ada orang baik dan tulus di dunia yang kejam ini. Gue mengucapkan terima kasih banyak sama mamasnya dan om cipto karena sudah mau menolong gue yang saat itu takut bakalan telat pergi ke kampus.

Tapi alhamdulillahnya gue ke kampusnya lebih cepat 2 jam dari jadwal sidang, sehingga sejamnya bisa dihabiskan saat mengisi air radiator mobil tadi.

Nyampe kampus jam 9. Jadwal sidang jam 10. Alhamdulillah gue masih punya waktu 1 jam untuk menenangkan diri. Jam 10.15 sidang gue dimulai.

Jeng.
Jeng.
Jeng.

2 jam kemudian.
Gue keluar jam setengah 1. 
Sudah dengan title S.Kom di belakang nama.
Alhamdulillah.
Gue sengaja gak menceritakan bagaimana proses sidang di dalam. Biarkan memori ini saja yang akan selalu mengingat. Ceilah. Hihi. Artinya jika sebelumnya banyak ujian menghadang gue itu sebenarnya hal yang membuat gue semakin kuat dalam menghadapi ujian yang sebenarnya. Jadi hal tersebut bukan memperparah kondisi gue malah menjadikan semakin percaya diri dalam melaluinya.

And now, saatnya kembali menentukan tujuan hidup. Setelah lulus mau jadi apa (?) Kerjakah? Atau Lanjut S2 kah?Pilihan itu berada di tanganmu.

Terima kasih mami papi, dan teman-teman tersayang.
Semoga kita semua sukses dalam artian masing-masing.
Aamiin.
SEMANGAAAAAT!