1 Januari 2014

New Year 2014!

Rabu, Januari 01, 2014 2
Happy New Year!
Masih terbayang di benakku letusan kembang api yang saling bersahutan semalam. Kilauan warna-warni cahaya ikut menghiasi langit di malam pergantian tahun baru yang super meriah. Banyak orang menanti momen langka yang terjadi satu kali setahun ini. Dengan merayakannya dengan keluarga atau kekasih akan menjadi tahun baru lebih berkesan lagi.

Begitupun halnya diriku, perayaan tahun baru aku lewati bersama dengan keluarga. Hal ini sudah menjadi tradisi kami selama lima tahun terakhir merayakan tahun baru di lapangan guberner lampung. Melihat konser dari berbagai artis lokal dan nasional merupakan kesenangan tersendiri untukku. Apalagi saat menanti detik-detik pukul 00.00 dan melihat banyaknya kembang api yang ditembakkan ke angkasa.

Begitu tampak kemerlap kembang api di tengah malam itu, membuatku harus berusaha mengabadikannya. Indah, sangat indah. Kuharap hidupku di tahun baru ini seindah kembang api yang membentang berkilau di langit malam. Walaupun mendung, ia tetap bisa bersinar membuat takjub pengunjung yang melihatnya.

U~yeaaaaah~
HAPPY NEW YEAR 2014! Semoga tahun ini menjadi tahun keberuntunganku. Ada perubahan dalam siklus hidupku yang membuat aku lebih bersemangat dalam meraih semua impianku! Getcha :)

31 Desember 2013

Hujan di Penghujung Tahun

Selasa, Desember 31, 2013 0
Malam ini perpisahan itu kembali membayang. Disaat hal itu sudah memblur secara perlahan, hujan mampu kembali mengingatkan segalanya. Kala itu aku sedang duduk menatap nanar rintikan hujan di luar jendela. Menikmati aroma hujan yang melewati ventilasi di kamar masuk menuju indra penciuman. Aroma yang menenangkan. Lagi-lagi aku hujan akhir tahun membawa gelombang menuju masa lalu yang berusaha kulupakan.

“Dek, piringnya dicuci dulu, baru masuk kamar,”terdengar suara mama memanggilku dari luar.

“Iya, ma”
Aku bergegas keluar kamar dan segera mencuci piring yang tadi kutelentarkan begitu saja.
“Kamu kenapa? Kok wajahnya sendu gitu?”Mama bertanya kepadaku.
“Enggak ada kok ma, cuma sedikit gak enak badan aja,”ucapku berbohong.
“Yasudah, selepas ini kamu langsung tiduran saja di kamar biar pekerjaan lainnya mama saja yang menyelesaikan.”
“Iya ma”


Aku kembali menuju kamar dan mengunci pintu kamar dengan pelan. Aku duduk terdiam sambil memeluk lutut yang kutekuk dengan erat. Di kamar ini aku bebas untuk menatap hujan yang dari tadi tampaknya enggan untuk menyudahi rintikannya. 

Malam ini aku akan menghabiskan akhir tahun di dalam kamar ini. Beriringan dengan hujan yang tak kunjung reda aku akan terus setia menemaninya hingga ia menghilang diserap oleh tanah yang juga basah dijamah oleh rintikannya.
  
Dua hari lagi sudah merupakan awal tahun 2014. Sedangkan malam ini merupakan malam kedua terakhir dari tahun 2013. Bukannya bersenang-senang menyambut tahun baru seperti yang lain, aku malah menyendiri di kamar dan tak membiarkan satu orangpun mengganggu kenyamanan yang kuciptakan ini.

Lamunanku tersentak disaat petir menyambar melalui jendela tempatku menatap hujan. Aku langsung menutup tirai jendela dan membuka laptop. Walaupun hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun mataku tak bisa untuk dipejamkan. Alhasil aku mencari kesibukan lain untuk menghilangkan rasa pedih yang sedari tadi berusaha untuk kupendam.

***
 
Kejadiannya tepat dua malam kemarin disaat kurasa semuanya baik-baik saja, terjangan badai itu muncul. Ia memutuskanku secara sepihak tanpaku tahu penyebabnya apa. Aku yang sudah terlanjur cinta dengan sepenuh hati hanya bisa terdiam dalam air mata yang terus menerus mengalir. Disaat semua sudah diatur sesempurna munkin ia menghujamku dengan pisau yang sangat tajam. Aku sebagai wanita tak bisa berbuat apa-apa. Sungguh, aku sakit.

Kutahu, ia mungkin sudah bosan denganku. Karena memang sudah dua tahun kami menjalani hubungan ini. Mungkin baginya membosankan, namun aku tidak. Rasa ini semakin hari semakin kuat kepadanya. Tapi mengapa dengan teganya ia memperlakukanku seperti ini?

Hingga saat ini aku berusaha untuk menghilangkan segala kenangan bersamanya selama dua tahun ini. Namun sekuat apapun aku berusaha memori itu akan selalu ada. Sepanjang hujan akhir tahun ini terus mengguyur maka kurasa sakit ini masih akan terus mengguyur hati ini.
***

“Kamu gak ada acara nyambut tahun baru malam nanti dek?”Mama bertanya saat sarapan pagi.
“Gak tau ma,”
“Pergi aja dek, mana tau kamu lebih fresh kalau udah jalan bareng teman-teman”
“Iya ma, ntar deh nanya sinta dia ada acara apa enggak”

Hingga akhirnya aku berada disini pada malam ini. Di tempat keramaian orang yang akan menyaksikan pergantian tahun baru. Aku bertanya dalam hati sebenarnya apa yang dicari orang-orang ini disini. Apakah mereka sama seperti aku, hanya berusaha membuang semua kenangan dengan bersenang-senang diluar padahal aslinya aku sangat rapuh.

Saat semua orang tertawa aku pun ikut tertawa. Saat orang bernyanyi aku pun ikut bernyanyi. Demi apapun sungguh aku merasa gila. Gila dari dalam hati yang terdalam. Aku tak tahu apa yang kubutuhkan sekarang. Aku merasa sangat rapuh.

Hingga aku tak sadar dengan apa yang tengah kulakukan, sinta mengembalikanku ke dunia nyata. Ia membawa ku sudut gedung dimana tak ada keramaian disana.

“Kamu kenapa sih, din?”Sinta mulai bertanya padaku.
“Kenapa apanya, sin?”
“Kamu gak seperti kamu. Aku tahu itu. Kita berteman sudah lama. Kalau ada masalah cerita sama aku. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu.”

Aku hanya terdiam sesaat. Setelahnya air mata mengalir sangat deras. Aku tak bisa memendamnya lagi. Benteng pertahananku runtuh. Aku benar-benar sakit.

Sinta membiarkanku menangis. Aku terus mengeluarkan air mata dan memeluknya. Aku merasa bebanku sedikit berkurang. Hingga setengah jam aku menangis, akhirnya aku menceritakan semuanya. Tentang hati yang tak bisa berbohong, tentang insan yang bisa melupakan segalanya dan juga tentang hujan malam itu.

Bertepatan dengan selesainya aku bercerita kepada sinta, terdengar tiupan terompet dimana-mana yang menandakan tepat pukul 00.00. tahun baru 2014 sudah datang, beriringan dengan gerimis hujan yang tampaknya juga turut memeriahkan momen pergantian tahun ini. Berbeda dengan hujan tahun kemarin, aku rasa ini hujan baru dengan segala kenangan baru di depan mata.

Tahun sudah berganti. Luapan hati juga sudah keluar dari sarangnya. Kini saatnya aku mulai membuka lembaran baru. Untuk apa memikirkan orang yang tak lagi peduli dengan kita. Aku berjanji kepada diri sendiri akan menjadi aku yang baru yang lebih ceria dan melupakan masa lalu. Aku yang baru sudah dilahirkan kembali. Selamat datang tahun 2014! I’m here with the new self.

30 Desember 2013

#Review Film : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Senin, Desember 30, 2013 1
"Demikianlah perempuan. Dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain padahal begitu besarnya" - Zainudin.

Merupakan salah satu dialog adegan yang diperankan oleh Zainudin yang dalam film 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck' diperankan oleh Herjunot Ali. Film ini diadaptasi dari novel seorang penulis besar sepanjang sejarah Indonesia, karya Tuan Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka.

Tulisan yang sudah berpuluh-puluh tahun ditulis ini mampu mengembalikan ingatan kita akan sebuah karya besar dari seorang sastrawan terkenal asal Sumatera Barat. Dengan mengedepankan bahasa yang penuh akan unsur sastra di dalamnya, film ini mampu membuat otak berkelumit untuk memahami setiap dialog yang ada.

Wujud asli cover novel #TKVDW
Jujur, saya belum pernah membaca novel #TKVDW yang mungkin tebalnya sekitar 300 halaman. Namun berkat film yang dirilis pada 19 Desember 2013 dan baru saya tonton kemarin, akhirnya saya mengetahui isi dari novel tersebut secara garis besar, bagaimana Buya Hamka--sang penulis novel dari film #TKVDW menyalurkan rasa berontaknya terhadap adat istiadat di Indonesia khususnya adat istiadat di minangkabau.

Novel yang sudah difilmkan ini merupakan bentuk dari penolakan penulis terhadap adat yang minang yang terlalu mengagungkan sukunya sendiri dan meremehkan suku lain. Bangsa yang mengaku mempunyai slogan 'Bhineka Tunggal Ika' ini masih suka menyombongkan dirinya (sukunya) dan memandang sebelah mata suku lain.

Film yang berdurasi 3 jam ini mampu mengubah aroma hati dan rasa bagi setiap orang yang menontonnya. Siapapun yang berada di balik layar dari pembuatan film ini baik itu artis/aktor, sutradara, penulis skenario, pengambil gambar dan pekerjaan lainnya, saya berikan 2 jempol untuk semuanya. Bagaimana tidak, dengan mengambil seluruh latar dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, mereka mampu menyelaraskan setiap scene dengan situasi keadaannya.

Selain itu, pada setiap dialog, para pemain dengan lugasnya mampu berkata dengan bahasa yang mempunyai level kesulitan yang sangat tinggi. Dimulai dari bahasa daerah makassar, padang dan juga ada sedikit bagian bahasa jawa. Apalagi banyak para pemain bukan merupakan orang asli dari setiap daerah tersebut. Saya juga memberi nilai plus untuk ketekunan pemain dalam menghapal setiap dialog yang menggunakan bahasa daerah ini.

Sebagaimana halnya saya menyadari sangat susah menghapal kalimat dialog yang tidak biasa kita dengar. Satu kelebihan sangat menonjol dari film ini, yaitu dalam mengutamakan kekayaan akan kesusastraan bahasa Indonesia dalam melafalkan hampir di seluruh dialog. Saya begitu bangga dengan dengan film ini, dengan mengusung hikayat, syair hingga menjadi paduan kalimat yang rupawan, ia mampu membuat saya yang lahir pada 18  tahun yang lalu berada pada masa 80 tahun yang lalu disaat adat istiadat dari suatu daerah terasa begitu kental. 

Penampakan poster film #TKVDW
Perjalanan Zainudin dalam hidupnya bisa menjadi suatu pelajaran berharga untuk saya pribadi. Seorang lelaki yang sudah terbiasa akan derita semenjak kecil harus diuji dengan cobaan yang begitu menohok hati. Dimulai dari diusir dari kampung halaman bapaknya sendiri hingga kekasih yang begitu ia cintai dengan tulus beralih kepada orang lain. Betapa tidak sakitnya hati seorang Zainudin ini, ketika ia baru saja merasakan cinta yang begitu dalam kepada Hayati yang diperankan oleh Pevita pearce, ia malah ditinggal pergi oleh Hayati yang menikahi lelaki yang mempunyai banyak kelebihan darinya.

Adegan favorit yang sangat menyentuh lubuk hati saya yang paling dalam hingga bulir berlian dari mata ini jatuh, yaitu disaat Zainudin sakit selama 2 bulan karena tak terima hayati sudah milik orang lain. Saat sakitnya memuncak ia ingin Hayati berada disampingnya, Ia begitu mendambakan Hayati menjadi miliknya seutuhnya. Hingga ia rasa jiwanya terguncang sebelum melihat Hayati.

Dan tibalah Hayati bersama suami barunya. Ia, Zainudin berkata dengan perkataan yang begitu aduhai rapinya namun begitu mampu menyayat hati setiap orang yang mendengarkan. Ia masih berpikir bahwa Hayati masih menjadi kekasihnya hingga ia tersadar dengan warna dari jari-jari tangan Hayati. Ia begitu terpukul ketika menyadari bahwa hayati kini sudah bukan miliknya lagi.

Ah, begitu ganasnya cinta hingga ia mampu memporakporandakan hati setiap insan, siapapun itu.

Namun berkat ada sahabatnya, bang Muluk, Zainudin mampu bangkit dari keterpurukan. Dengan segenap jiwa dan raga ia memutuskan untuk melupakan hayati dan memulai hidup baru di pulau Jawa. Dari situlah benih-benih harapan perlahan mulai muncul. Ia yang gemar menulis karangan seperti hikayat, syair atau puisi mampu menyihir setiap pembaca yang membaca tulisannya.

Hingga pada akhirnya ia bisa mencetak sebuah novel 'Teroesir' yang merupakan kejadian nyata yang ia alami sendiri ketika berda di kampung halaman kebanggaan ayahnya itu. 

Seiring berjalannya waktu, ia telah menjadi seorang penulis termasyhur dengan karya-karya yang menjadi best-seller di masanya. Ia telah bisa membuktikan bahwa ia bisa bangkit dari semua ujian yang telah ia rasakan.

Datanglah pada suatu ketika hayati kembali hadir dalam hidupnya. Dan jujur pada hati yang paling dalam rasa yang ada untuk Hayati masih utuh seperti sedia kala. Namun pada saat kesempatan kedua telah datang ia malah menghempaskan begitu banyak duri yang sudah lama bersarang di hatinya. Dan salah satunya berupa dialog awal yang saya tuliskan di postingan ini. Rasa sakit yang pernah ia rasakan beberapa tahun lalu mampu menutupi hati kecilnya yang begitu mencintai Hayati.

Keegoisan diri mampu membuahkan suatu penyesalan yang amat sangat bagi dirinya. Apalagi setelah kesempatan kedua itu tak muncul tiga kali. Disaat semuanya berubah, disaat itu pula ia harus menelan semua yang ada. Perang hatinya begitu kuat ketika dengan teganya ia menyuruh hayati untuk pulang ke kampung halaman.

Namun takdir berkata lain, saat ia akan merubah pikiran maut itu datang. Tenggelamnya kapal besar milik belanda 'Kapal Van der Wijck' kembali menjadi penghadang akan bersatu kembali hati yang telah lama bertaut kasih. Hayati telah tiada, dan Zainudin begitu amat menyesal dengan tindakannya. Tapi, penyesalan hanya tinggal penyesalan disaat semua telah terjadi barulah gerombolan rasa itu muncul dan memporakporandakan benteng pertahanan.

Sungguh, pada saat Zainudin berada di puncak amarahnya mengatakan segala unek-unek di hatinya kepada Hayati ia telah melupakan sesuatu. Ia melupakan bagaimana hayati berperan sangat penting dalam hidupnya, dalam kesuksesannya. Jika seandainya ia tidak diberikan ujian cinta ketika melihat orang yang disayanginya sudah milik orang lain, mungkin semangatnya untuk bangkit tak bisa sebesar ini.

Dan lagi-lagi dendam menghancurkan segalanya. Bahkan menghimpit rasa yang selalu ia sanjungagungkan -- rasa cintanya kepada Hayati. 

Mungkin ada yang berbeda dari film ini dengan novel aslinya. Jika di novel endingnya Zainudin meninggal setelah kejadian itu namun pada filmnya Zainudin harus bangkit lagi, bangkit untuk yang kedua kalinya. Ia terus memperjuangkan hidupnya dengan segala pelajaran di masa lalunya.

-v-


Hmm, gimana? Keren kan :D

Emang, filmnya keren kebangetan. Gue nangis bersimbah air mata waktu nonton. Sungguh terbawa suasana. Namun ada satu yang agaknya menjadi kekurangan dalam film ini. Atau mungkin menurut sebagian orang itulah yang menjadi kelebihannya. Yaitu disaat judul film disinkronkan dengan semua adegan yang ada. Begitu terasa adanya ketimpangan yang menitikberatkan akan sebuah kisah cinta yang terhalang berbagai ujian dan masalah dengan adegan sewaktu berada di kapal. Adegan di kapal hanya sedikit, padahal banyak penonton yang sangat menantikan scene ini.

Mungkin ini memang sudah menjadi khas dari skenarionya sendiri atau bagaimana. Saya pun tidak tau. Banyak orang juga bilang kenapa gak bikin judulnya seperti 'Cinta Zainudin dan Hayati' atau apa kek yang dapat disimpulkan dari seluruh jalan cerita. Hmm, mungkin itu hanya subjectif beberapa orang saja.

Sebagian yang lain malah suka jika judunya tetap seperti itu. Karena disitulah letak kelebihannya dalam mencari judul sehingga membuat banyak orang di dera rasa penasaran.

Namun terlepas dari itu semua, film yang gue tonton akhir tahun ini begitu AMAZING! Secara gue juga orang minang asli dan gue banyak mengambil pelajaran dari sana. Salah satunya orang minang itu kebanyakan sukses ya di rantau orang.  

Dimana-mana orang minang selalu terkenal dengan kata "tidak akan menyerah sebelum berhasil", alias tidak akan pulang sebelum sukses di rantau orang. (Hold in)

Dengan film ini kita kembali disadarkan akan sebuah tulisan yang sudah lama diciptakan namun masih melekat erat di benak kita. Sebuah karya yang tak lapuk dimakan zaman. Kekayaan paduan sastra yang patut dilanjuti dan diteruskan oleh para pemuda Indonesia yang cinta akan bangsa ini.

Sebuah tulisan tak akan pernah padam oleh waktu, ia akan selamanya ada dan kekal karena dengan tulisanlah kita bisa menciptakan sejarah baru.

Yeah, akhir tahun yang penuh pelajaran. Ayo yang belum pada nonton. Let's watch this film! Many knowledges can you get on there :))) Believe it!

28 Desember 2013

Review 2013 and Dreams 2014

Sabtu, Desember 28, 2013 0
Banyak orang bilang malam ini merupakan malam minggu terakhir di tahun 2013. Semua pada updet di media sosial memberitahukan kesana kemari kalo malam ini malam minggu terakhir. Sekarang pertanyaan jadi kalo udah tau, kita harus apa? Harus koprol gitu sambil bilang we tu the wow so what geto loh?!

Hahaha. Mungkin gue sedikit sensi aja kali ya, karena bagi gue setiap malam minggu itu sama-sama flat. Baik itu malam senin, malam jumat ampe minggu ya sama aja kayak begono. Nothing special. Suram, hening, diam, dan serem. #Hiiiiiii

Nah, malam ini berhubung malam minggu terkahir di tahun 2013 dan berhubung juga gue jomblo (gak ada kaitannya sih) intinya berhubung gue lagi mood untuk nulis, mari kita buat impian yang harus digapai pada tahun 2014 dan apa saja yang telah gue raih di tahun 2013 ini. Let's check it!

Pertama, gue bakal me-review secara acak tentang apa aja sih hal yang udah gue lakuin selama setahun ini. Dan kayakmana kedepannya biar kejadian buruk yang gue lakuin kagak keulang lagi di tahun esok.

Poin pertama, prestasi yang membanggakan di awal tahun 2013 gue mampu kembali menghidupkan kembali blog ini. Setelah beberapa waktu gue gak vakum nulis disini dikarenakan gue belum punya laptop+modem sendiri. Selain itu gue cukup berbangga kalo gue cukup produktif menghasilkan tulisan. Terbukti dalam sebulan gue bisa nulis di blog ini sekitar 5 sampai 12 postingan. WOW!

Selanjutnya di bulan februari gue mengikuti KWI 2013 dan gue mendapatkan banyak sekali pelajaran di sebuah desa terpencil yang berada di lampung. Disana gue belajar menjadi seseorang yang semuanya terbatasi. Hidup pas-pasan dan mau ngapain aja itu susah banget. Semua harus berusaha dulu untuk mendapatkan yang kita mau.

Pada bulan itu gue sangat puas dengan IP yang gue dapatkan untuk pertama kalinya.Gue berhasil berada di posisi ke-4 teratas di kelas. Dengan nilai 3.5 lebih gue begitu tercengang tak percaya, bahwa gue bisa dan dapat mengawali semuanya dengan baik

Selanjutnya bulan maret gue kembali mengikuti perkuliahan di semester kedua. Pertahanan gue perlahan mulai goyah. Gue berencana untuk kembali mengikuti tes STIS dan SNMPTN. Kampus yang dari dulu gue idam-idamkan masih ada di benak gue.

Akhirnya gue mengikuti perkuliahan dengan setengah hati, walaupun gue berusaha untuk tetap bersungguh-sungguh menjalaninya. Hingga tiba pada bulan mei disaat gue kembali dihadapkan dengan bejibun soal dan angka. Gue rasa usaha yang gue lakukan kurang maksimal sehingga gue masih belum diberi kesempatan untuk menuntut ilmu disana. Padahal sungguh jika gue berhasil jebol kesana alangkah bangganya!

Selanjutnya setelah mengetahui hasil bahwa gue tidak keterima, gue berusaha untuk menempuh jalan lainnya, alias mengikuti kembali tes masuk PTN. Dengan memilih kampus favorit gue dengan cukup bimbang mengikuti tes itu kembali. Dan lagi-lagi takdir berkata lain gue kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa gue the looser. Ya.

Akhirnya pada semester dua gue mendapat IP lebih rendah dibanding yang pertama. Gue tahu alasannya karena gue tak begitu fokus menjalani perkuliahan, pikiran gue masih bercabang. Setelah mengetahui bahwa gue gak lulus, diam-diam gue memantapkan diri untuk fokus dibidang yang sudah terlanjur gue terjuni ini. Gue berhusnudzon pada yang diatas bahwa memang inilah jalan hidup gue untuk terus melanjutkan studi disini.

Setelah menyelesaikan perkuliahan semester 2 gue sekeluarga liburan ke jawa sekaligus juga merayakan lebaran. Disana gue menemukan berbagai macam hal baru dan sedikit permasalahan membumbui liburan. Yaaa, walaupun agak kurang menyenangkan yang penting gue bisa sedikit menjauh dari bandar lampung. #nahlo

Oiya selain itu gue juga ingat disaat komen cerpen gue dimuat oleh story. Rasanya itu seperti.............. Gak bisa dijelasin deh. Hehehe.

Dan tibalah saatnya memasuki dunia sesungguhnya. Dunia perkuliahan yang sebenarnya berada di semester selanjutnya yaitu semester 3. Semua pelajaran yang gue takuti alias gue gak bisa berada disini. Apalagi kalo bukan tentang pemrograman. Gue mati-matian kayaknya di semester ini. Ya, walopun bisa dibilang usaha gue masih minus alias masih males-malesan. Ahhhhh,

Dan tentang dunia jurnalistik yang mulai perlahan gue senangi, gue gak tau kedepannya bakal kayak mana. Soalnya banyak yang mundur, gue gak tahu nasib ini membawa gue kemana.

Dan itulah beberapa kejadian yang paling gue inget sepanjang 2013. Gak ada yang seru memang karena beginilah hidup gue. Gitu-gitu aja gak banyak yang baru dan menegangkan kayak film 5 cm. Ya mau diapain lagi kalau bukan disyukuri masih dikasih hidup yang berkecukupan. Alhamdulillah. Semoga menjadi pelajaran atas semua yang pernah gue alami dan gue rasakan di tahun 2013.

Nah, untuk selanjutnya gue mau membahas apa aja sih yang pengen gue di tahun 2014 nanti?

- Yang pertama dan utama, gue pengen banget ketemu temen SMA. (ini harus terlaksana jan 2014)
- Ikut seminar nulis&workshop apa aja (tentang komputer juga boleh)
- Yang penting nulis blog teteup jalan
- Pengen satu cerpen aja bisa terbit di media cetak
- Pengen beli DSLR (yang ini bisa gak ya?)
- Serius belajar. HARUS, HARUS, HARUS!!!!
- Jalan-jalan tauk kemana aja asal bareng temen-temen
- Kerja!(Ngehasilin duit)
- Banyak kenalan orang lampung (relasi)
- Banyak kegiatan alias gak nganggur
- Punya Pacar (abaikan)

Hmm. Segitu aja kali ya, takutnya kalo kebanyakan gak jalan lagi. Yang penting gue berharap tahun 2014 gue harus berubah ke arah yang lebih baik. Semuanya baik deh.

Bye gais. Selamat menjalani malam minggu terakhir bagi kamu yang merayakannya. :))))

Hitung mundur yak!!! 28-29-30-31-1(yeaaaaay, Welcome 2014)